
Tanpa terasa waktu bergulir dengan sangat cepat. Di kediaman keluarga Young, terlihat Clarissa yang sedang sibuk memeriksa pakaian musim panas hasil rancangannya. Besok pagi acara pagelaran busana akan dilangsungkan. Dia ingin memastikan kalau pakaian yang akan di tampilkan tidak mengalami kerusakan sedikitpun.
"Ma, apa perlu bantuan dariku?" tanya Yura lembut.
"Oh, kau Yura. Kemarilah sayangku, Mama sangat butuh seseorang untuk menjadi juri dari semua pakaian-pakaian ini," sahut Clarissa kemudian menepuk sofa di sebelahnya. "Kira-kira Gabrielle marah tidak ya kalau Mama meminta Elea untuk memakai baju yang ini?"
Yura langsung sesak nafas begitu melihat jenis pakaian yang ingin di pakaikan pada putrinya. Jangankan Gabrielle, Yura yakin Nyonya Liona juga pasti akan langsung marah jika berlian mereka diminta untuk mengenakan pakaian yang cukup terbuka di bagian punggung. Tidak-tidak, Yura tidak boleh membiarkan Elea memakai pakaian ini. Bisa terjadi gempa dadakan nanti.
"Ma, Mama tahu bukan siapa Elea di mata keluarga Ma? Kalau aku boleh memberi saran, sebaiknya biar Levita saja yang memakai pakaian ini. Coba Mama lihat, di bagian punggung sama sekali tidak ada kain yang menutupi. Aku yakin Gabrielle dan Nyonya Liona akan langsung membakar tempat pagelaran jika mereka sampai melihat punggung Elea di ekspos secara terbuka!" jawab Yura hati-hati. Dia tidak mau mertuanya sampai merasa tersinggung.
"Hmmm, benar juga sih apa yang kau katakan. Sayang sekali, padahal Mama membuatkan gaun ini khusus untuk Elea. Ini adalah impian terbesar Mama yang tidak kesampaian pada Sandara," ucap Clarissa sedih.
Tanpa di sadari oleh Clarissa dan Yura, sebenarnya sejak tadi Elea mendengarkan percakapan mereka. Namun dia sengaja diam dan meminta para pelayan untuk tidak memberitahukan kedatangannya pada ibu dan juga neneknya karena dia ingin memberi kejutan. Hari ini kampus sedang libur, jadi Elea memutuskan untuk datang kemari saja sekalian membantu menyiapkan keperluan untuk acara pagelaran busana besok. Siapa yang akan menduga kalau dia akan mendengar sebuah keinginan yang sudah sangat lama di impikan oleh sang nenek. Sedih sekali.
"Apapun alasannya aku rasa Gabrielle dan ibunya pasti tidak akan pernah mengizinkannya, Ma. Mereka begitu posesif pada Elea, kita mana mungkin bisa melawan mereka," ucap Yura pelan. Dia lalu mengusap lembut bahu mertuanya. "Jangan sedih ya. Next time Mama kan bisa membuatkan pakaian yang jauh lebih bagus lagi dari ini untuk acara pagelaran yang selanjutnya."
"Siapa yang bilang aku tidak boleh memakai pakaian itu?"
Yura dan Clarissa langsung menoleh ke arah pintu masuk begitu mendengar suara yang begitu mereka kenal. Senyum bahagia langsung menghiasi bibir keduanya saat menyaksikan perempuan yang sedang mereka bicarakan sedang berjalan mendekat.
"Sayangku, kau datang rupanya," ucap Clarissa kemudian merentangkan kedua tangannya pada sang cucu. "Kemarilah, sayang. Grandma sangat merindukanmu."
"Aku juga sangat merindukanmu, Grandma," sahut Elea kemudian masuk ke dalam pelukan sang nenek. "Jangan sedih-sedih ya. Masalah keposesifan Kak Iel aku bisa mengatasinya, Grandma. Jangan khawatir, oke."
__ADS_1
Elea beralih memeluk ibunya setelah pelukan sang nenek terlepas. Dia merasa sangat bersyukur karena memiliki ibu sambung yang begitu baik dan penyayang.
"Aku merindukanmu, Ibu. Aku juga sangat merindukan Ayah dan Kak Cia."
"Ibu juga sangat merindukanmu dan Gabrielle, Elea.
Kabar kalian sehat bukan?" sahut Yura sambil mencium puncak kepala anak bungsunya. Dia lalu mengernyitkan kening. "Elea, sepertinya tubuhmu sedikit kurusan. Apa aktifitas di kampus begitu padat sampai membuatmu kelelahan?"
"Tidak, Bu. Aku sama sekali tidak terbebani dengan semua aktifitas di kampus. Malah aku sangat senang karena di sana kemampuanku bisa terus di asah," jawab Elea dengan jujur. "Mungkin aku sedikit kurus karena terus berlatih dengan Kak Levi. Kami berdua sangat antusias menyambut acara pagelaran besok. Jadi aku dan Kak Levi sedikit berlatih lebih lama supaya nanti tidak membuat Nyonya Wu kita merasa malu. Apalagi kan aku dan Kak Levi menjadi brand ambassador untuk pakaian yang akan di lounching. Akan sangat memalukan jika di antara kami ada yang keseleo saat berjalan di atas red karpet."
Setelah itu Elea mengambil pakaian yang ada di tangan neneknya. Dia diam sejenak, sedikit kaget tapi kagum dengan hasil maha karya sang nenek yang terlihat sangat luar biasa.
"Waow, ini adalah baju terbaik yang pernah aku lihat, Grandma. Benar-benar sangat indah!" puji Elea sambil terus berdecak kagum.
"Baju ini adalah baju pertama yang Grandma desain setelah berpisah dengan Mama-mu, Elea. Dalam bayangan Grandma, suatu hari nanti Mama-mu akan kembali pulang bersama Kakek Karim lalu mengenakan pakaian ini dalam sebuah acara. Tapi apa daya, takdir berkata lain. Semuanya terenggut dengan cara yang sangat menyakitkan. Dan pakaian ini hanya bisa Grandma simpan dan baru sekarang Grandma karyakan dalam wujud yang nyata khusus untukmu," sahut Clarissa antara sedih dan juga terharu setelah mendapat pengakuan dari sang cucu. "Tadinya Grandma berniat memintamu untuk memakainya di acara besok. Akan tetapi Ibumu bilang itu tidak mungkin karena Gabrielle dan ibu mertuamu pasti tidak akan mengizinkan. Tapi Grandma paham kok kenapa mereka tidak mengizinkanmu."
Yura tersenyum sedih saat Elea menatapnya. Dia bukannya ingin membuat ibu mertuanya merasa kecewa, tapi kebenaran tentang betapa Gabrielle sangat posesif pada Elea adalah fakta yang tidak bisa di hapuskan. Jangankan untuk memakai pakaian terbuka, bahkan pada seekor kuda pun Gabrielle merasa sangat cemburu. Apa jadinya nanti jika dia sampai melihat Elea berpenampilan terbuka di hadapan para desainer ternama dimana jenis kelaminnya tidak hanya wanita saja. Keributan seperti itulah yang Yura maksudkan pada ibu mertuanya tadi.
"Maaf Elea, Ibu hanya tidak ingin Grandma-mu menjadi sasaran emosinya Gabrielle. Kau pahamkan apa maksud perkataan Ibu?"
"Tentu saja aku sangat paham, Bu. Karena memang benar kalau suamiku pasti akan langsung kesurupan jika melihatku berpakaian seperti ini," jawab Elea apa adanya. "Tapi Bu, di mataku sebuah pakaian memiliki alur seni yang begitu mempesona. Di tambah lagi baju yang di buat oleh Grandma memilik history yang begitu bermakna. Akan sangat di sayangkan jika baju ini tidak di peragakan oleh orang yang tepat. Karena aku rasa Kak Levi tidak akan bisa menjiwai karena baju ini tadinya di peruntukkan untuk mendiang Mama Sandara. Dan satu-satunya orang yang bisa membawakan arti dari pakaian ini ya hanya aku seorang karena aku adalah putri kandung Mama Sandara. Benar kan, Grandma?"
Clarissa dengan cepat menganggukkan kepala kemudian memeluk cucunya dengan sangat erat. Dia hampir saja menitikkan air mata saking terharunya mendengar cara Elea mengartikan makna dari pakaian tersebut.
__ADS_1
"Jangan sedih ya, Grandma. Aku janji besok pakaian ini pasti akan aku kenakan karena ada history yang harus di sampaikan pada semua orang tentang betapa Grandma sangat merindukan mendiang Mama Sandara. Semua orang harus tahu kalau Grandma adalah seorang Mama yang sangat hebat."
"Iya, sayang. Terima kasih ya sudah memahami perasaan Grandma," sahut Clarissa penuh haru. "Tapi ... bagaimana dengan Gabrielle dan ibu mertuamu? Mereka pasti akan membenci Grandma nantinya."
"Grandma tenang saja. Masalah Kak Iel dan Ibu Liona biar nanti aku yang mengurus. Aku hanya perlu memberikan penjelasan pada mereka berdua tentang betapa berharganya baju ini. Dan aku sangat yakin mereka pasti akan paham lalu mengizinkan aku untuk memakainya. Walaupun Kak Iel dan Ibu Liona sangat posesif padaku, mereka sebenarnya juga begitu mempedulikan perasaanku. Mereka sangat menyayangi aku, Grandma," jawab Elea sambil tersenyum.
"Kalau begitu bolehlah Grandma berharap padamu, sayang?"
"Of course, Grandma."
Yura yang melihat ibu mertuanya bisa kembali tersenyum merasa begitu lega. Dia kemudian ikut sibuk membantu kedua orang ini saat memeriksa semua barang yang akan di tampilkan besok hari.
Sandara, kau sangat beruntung memiliki putri sehebat Elea. Terima kasih karena telah memberiku kesempatan untuk menjadi ibu sambungnya. Aku berjanji akan menjaga putri kita dengan baik. Aku berjanji, Sandara.
πππππππππππππππππ
...πJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss...
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...
__ADS_1