Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Pengakuan Elea


__ADS_3

Dengan penuh semangat Gabrielle bertepuk tangan saat nama Eleanor Young di sebut oleh pembawa acara. Matanya yang tajam terus memperhatikan ke arah panggung menanti kemunculan istrinya yang akan datang dengan membawa karya indah miliknya. Namun ketika wanita yang sangat di nanti-nantikan oleh Gabrielle muncul, dunia seakan kiamat seketika. Ya, Elea muncul dengan memakai gaun berwarna hitam di mana gaun tersebut tidak menutupi bagian bahunya dengan benar.



"Duduk, diam, dan tenang. Kalau kau sampai berani membuat ulah, Ibu akan benar-benar membawa Elea pergi ke Planet Mars!" ancam Liona ketika melihat Gabrielle yang ingin naik ke atas panggung. Dia tahu kalau putranya ini sedang kumat.


"Tapi, Bu. Elea ....


"Ibu tidak buta. Semua orang juga melihat kalau Elea tampil dengan gaun yang sangat memukau!" sela Liona dengan cepat. "Ini adalah ajang para calon pencetus mode, Gab. Di sini ada banyak desainer kenamaan yang tengah menajamkan mata untuk mencari bakat terpendam dari diri para kontestan. Harusnya kau itu merasa bangga karena Elea keluar dengan jenis pakaian yang sangat memanjakan mata para desainer itu. Lihat ekpresi di wajah para tamu, mereka begitu puas menikmati penampilan Elea kita. Kau tidak boleh egois!"


Ternyata ucapan ibunya begitu mengena di hati Gabrielle. Dia dengan lekat memandang Elea yang memang terlihat anggun dan elegan dengan gaun yang di pakainya. Mata yang tajam, wajah yang bersinar, semua ini menutupi ketengilan yang selama ini sudah mendarah daging di diri istrinya itu.


Ibu benar. Elea-ku benar-benar sangat memukau. Hampir saja tadi aku merusak acara yang sudah sangat di nantikan olehnya. Bisa-bisa Elea merajuk kemudian pergi meninggalkan aku jika tadi Ibu tidak menegurku. Selamat-selamat ...


Di atas panggung, Elea dengan penuh percaya diri membuka kain putih yang menutupi karya desain miliknya. Sebelum berbalik badan menghadap para tamu, Elea menarik nafas sedalam mungkin kemudian menghembuskannya perlahan-lahan.


"Selamat siang para tamu sekalian. Perkenalkan, nama saya Eleanor Young. Saya adalah mahasiswi jurusan desain di universitas ini. Dalam ajang lomba kali ini, saya mempunyai kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya tangan sendiri kepada para tamu sekalian. Mohon kiranya untuk memberikan kritik dan juga masukan jika seandainya ada di antara para tamu yang merasa kurang puas dengan hasil rancangan gaun pengantin milik saya ini!" ucap Elea dengan sangat sopan.


Setelah memperkenalkan diri kepada para tamu, Elea mengangguk ke arah Lusi untuk membantunya membawa gaun tersebut ke bagian depan panggung. Belum juga sempat Elea menjelaskan darimana dia mendapat inspirasi untuk membuat gaun ini, tepuk tangan riuh sudah langsung terdengar di indra pendengarannya. Gugup, bangga, dan juga terharu bercampur aduk menjadi satu di hati Elea karena ternyata hasil karya tangannya mendapat sambutan yang sangat baik dari para pesohor mode.


Kak Iel, kakiku lemas sekali. Aku seperti ingin kencing di celana.


Bola mata Gabrielle dan ibunya hampir meloncat keluar saat mendengar isi pikiran Elea. Mereka kemudian saling memandang dengan tatapan bingung dan juga cemas.


"Bagaimana ini, Bu?" tanya Gabrielle risau.


"Ibu juga bingung, Gab. Astaga, Elea. Jangan sampai kau menghancurkan nama besar yang baru saja kau genggam, sayang. Bertahanlah, jangan kencing di celana dulu," jawab Liona tak kalah risau seperti putranya.

__ADS_1


Saat Gabrielle dan ibunya tengah panik memikirkan Elea, salah satu tamu yang duduk paling depan tiba-tiba naik ke atas panggung. Tamu tersebut memperhatikan Elea dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


"Maaf, Tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Elea sopan.


"Panggil Kak Veronica saja."


"Owh, oke. Kak Veronica."


Lusi berjalan ke sisi Elea ketika melihat tatapan aneh di mata wanita setengah srigala ini. Bukan, maksudnya wanita setengah pria ini. Jaga-jaga saja, Lusi khawatir kalau Gabrielle akan kerasukan jika melihat Elea di dekati oleh pria lain.


"Nona Eleanor Young, apa benar kau adalah cucu tunggal dari Nyonya Clarissa Wu?" tanya Veronica memastikan.


"Benar sekali, Kak Veronica. Saya adalah anak dari putri semata wayangnya Grandma Clarissa, Sandara Wu. Namun karena satu dan lain hal, pernikahan kedua orangtua saya tidak dapat terpublikasikan ke hadapan publik," jawab Elea membenarkan pertanyaan dari desainer yang dia tahu adalah teman dekat sang nenek.


"Luar biasa. Ini artinya desain gaun pengantin milikmu merupakan karya dari tangan kedua sang mega mode. Kau adalah penerus dari bakat-bakat jenius yang dimiliki Grandma-mu, baby. Kau adalah mega bintang yang akan segera bersinar di kancah dunia permodean!"


"Welcome, baby. Selamat datang di dunia yang penuh warna ini," ucap Veronica dengan tulus menyambut kedatangan calon sang mega mode kedua. Dia jadi tidak sabar menantikan gebrakan gadis ini dalam mengguncang para penghuni dunia mode.


"Terima kasih banyak atas sambutannya, Kak Veronica. Tapi maaf, saya hanyalah seorang pemula yang masih awam. Dan melalui perlombaan ini, saya ingin mencari jalan sendiri menuju kesuksesan. Saya tidak mau menggunakan embel-embel sebagai cucunya Grandma Clarissa demi agar bisa mendapatkan tempat sebagai seorang desainer. Mohon kiranya Kak Veronica berkenan untuk memberi masukan pada gaun pertama yang saya buat!"


Takjub akan keinginan kecil Elea, Veronica dengan senang hati langsung memeriksa gaun pengantin berwarna silver yang ada di sampingnya. Tangannya yang lentik dengan penuh perasaan membelai gaun tersebut, mengamati dengan sangat teliti apakah ada kekurangan di balik gaun ini atau tidak.



"Hmmm, tidak di ragukan lagi. Darah seni benar-benar mengalir deras di dalam tubuhmu, Nona Eleanor."


Jeda sejenak.

__ADS_1


"Dari rasa yang aku dapatkan, sepertinya gaun ini memiliki history yang cukup berkesan. Akan tetapi aku menyayangkan caramu memilih bahan. Kau masih kurang jeli untuk menentukan bahan seperti apa yang cocok untuk di pakai membuat gaun pengantin jenis ini," ucap Veronica serius. "Tapi terlepas dari semua itu, aku sangat menyukai hasil karya milikmu. Aku akan mengajakmu bekerja sama dengan perusahaanku. Deal?"


Tanpa di sangka-sangka, Elea malah menggelengkan kepala ketika di tawari untuk bekerja sama dengan salah satu orang yang cukup terkenal di dunia mode. Alasannya simpel, karena dia tak mau menjual gaun tersebut.


"Why, Eleanor?"


"Gaun pengantin ini sengaja di buat untuk di pakai di hari pernikahan saya, Kak Veronica. Jadi maaf, saya menolak untuk bekerja sama dengan perusahaan anda."


"Whaattt! Di hari spesialmu kau ingin memakai gaun dengan bahan yang tidak terlalu bagus seperti ini? Oh, come on, baby. Jangan bercanda!" ucap Veronica tak percaya.


Sebelum menjawab, Elea melihat ke arah kursi di mana suaminya berada. Dia kemudian tersenyum.


"Memang benar kalau gaun ini memakai bahan yang kurang bagus. Saya pun sadar akan hal itu. Akan tetapi, gaun yang robek akan terlihat indah jika di pakai oleh orang dan juga pasangan yang tepat. Di sini saya hanya ingin menyampaikan bahwasanya dalam dunia mode yang saya kenal, kesan dari baju yang kita buat bukan berasal dari seberapa bagus bahan yang akan kita gunakan. Melainkan dari segi kepuasan dan juga rasa nyaman dari para pemakai. Itu artinya, saya akan merasa sangat puas memakai gaun ini di hari pernikahan saya karena saya yakin menikah dengan pria yang tepat. Ketulusan dan cinta kasih dari suami sayalah yang akan membuat gaun ini menjadi terlihat begitu bersinar. Saya berani menjamin hal itu, Kak Veronica."


Andai saja semua orang sudah mengetahui status Gabrielle yang sebenarnya, dia pasti akan langsung berlari ke atas panggung kemudian mencium Elea sampai pingsan. Di hadapan para tamu, secara tidak langsung Elea mengakui bahwa Gabrielle adalah orang yang sangat spesial di hidupnya. Pria mana lah yang tidak akan merasa sangat bahagia jika di puji seperti ini oleh istri kesayangan mereka. Dan saat ini, Gabrielle tengah merasakan perasaan bahagia tersebut. Elea-nya, cintanya, hidupnya. Sampai matipun Gabrielle tidak akan pernah mau melepaskan wanita ini. Tidak akan pernah.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


GENGSS... JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL TERBARU EMAK YA. ADA GIVEAWAY JUGA LHO DI SANA πŸ’œπŸ’œπŸ’œ



...πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...

__ADS_1


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2