Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Caramu Mencintaiku


__ADS_3

"Jack?"


Kayo berjengit kaget saat Jackson tiba-tiba sudah muncul di hadapannya begitu namanya di panggil. Dia lalu menghela nafas melihat suaminya yang malah tersenyum tanpa dosa.


"Kenapa memanggilku, hem? Apa yang kau butuhkan?" tanya Jackson sembari mengelus pelan pipi wanita cantik yang kini tengah mengandung anaknya.


"Aku lapar,"


Jawaban singkat Kayo membuat Jackson menjadi sangat gemas padanya. Di usia kehamilannya yang menginjak ke tujuh bulan, Kayo mendadak berubah menjadi sangat manja padanya. Dan tentu saja perubahan ini membuat Jackson merasa sangat di untungkan. Ketika dia sedang bertugas di rumah sakit, Kayo pasti akan selalu datang berkunjung dengan alasan tak kuat menahan rindu. Dan ketika dia ada di rumah, istrinya ini pasti akan selalu merengek meminta ini dan itu. Seperti sekarang. Kayo-nya lapar. Dan sebagai suami siaga tentu saja Jackson akan mengabulkan apapun yang di inginkan oleh istri cantiknya ini.


"Hemmm. Sekarang beritahu aku makanan apa yang ingin kau makan. Aku akan menyiapkannya khusus untukmu," ucap Jackson pelan.


"Aku ingin makan bersama kakak ipar Elea, Jack. Di pinggir danau, bersantai sambil menikmati salad buah. Boleh?" sahut Kayo sembari menelan ludah.


"Tentu saja sangat boleh. Baiklah, sesuai yang Tuan Putri-ku inginkan. Salad buah di pinggir danau akan segera siap!"


Cup


Kayo tersipu saat Jackson mengecup bibirnya sebelum pergi ke dapur. Beruntung, kata ini sangat cocok untuk menggambarkan kehidupan seorang Kayo semenjak di persunting oleh mantan pembunuh bayaran bernama Jackson. Sejak hari di mana Kayo resmi menyandang status sebagai Nyonya Wang, dia terus saja di perlakukan bak seorang ratu oleh suaminya. Kayo di manja, di sayang, juga di hujani oleh banyak cinta di setiap harinya. Hal ini tentu saja membuat Kayo merasa sangat bahagia. Kehidupan rumah tangga yang selama ini dia idam-idamkan benar menjadi kenyataan. Jackson mencintainya dengan penuh kehangatan. Dan untuk masalah materi, walaupun tidak sekaya keluarganya tapi Jackson tak pernah membiarkan Kayo kekurangan sesuatu apapun. Bahkan ketika pernikahan adat Jepang keluarganya di gelar, Jackson telah menyatakan di hadapan semua orang kalau dia telah mengganti seluruh aset miliknya menjadi atas nama Kayo dan Elea. Namun kakak iparnya yang menggilai kartu hitam itu menolak untuk menerima harta pemberian Jackson. Alhasil, sekarang seluruh harta kekayaan milik Jackson menjadi milik Kayo sepenuhnya.


"Nak, kau lihat Ayahmu 'kan? Dia begitu perhatian pada kita berdua. Apapun yang kita mau pasti akan selalu di kabulkan olehnya. Nanti setelah kau lahir Ibu harap kau tumbuh menjadi pria sehangat Ayahmu agar wanita yang menjadi pasanganmu kelak bisa merasakan kebahagiaan seperti yang Ibu rasakan sekarang. Ya?"


Seolah mengerti maksud perkataan Kayo, bayi di dalam perutnya tiba-tiba menendang. Kayo kemudian tertawa sambil mengelus perutnya pelan. Menurut perkiraan dokter, jenis kelamin bayi yang di kandung Kayo adalah laki-laki dan di perkirakan akan lahir kurang lebih sekitar dua bulan lagi. Bayi Kayo sangat sehat karena Jackson begitu menjaga pola makan dan juga moodnya. Pria itu tak pernah sekalipun membiarkan Kayo berada dalam suasana hati yang buruk. Takut anak mereka sedih katanya.


"Istri dan anakku harus bahagia. Dan jika memang ada kesedihan, biar aku saja yang tanggung. Kalian duniaku, dan kebahagiaan kalian adalah bahagiaku."


Mata Kayo berkaca-kaca saat mengingat betapa tulusnya Jackson dalam menjaga dan mencintai bayi mereka. Mungkin bagi kalian ini sedikit berlebihan. Akan tetapi bagi Kayo, rasa yang di berikan Jackson padanya adalah sesuatu yang sangat istimewa. Kenapa istimewa? Karena tidak semua laki-laki mampu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Jackson. Terlebih lagi Jackson dulunya adalah seseorang yang tidak memiliki hati nurani. Jadi wajar saja kan kalau Kayo begitu memuja cara Jackson mencintainya?


Tak mau membiarkan suaminya sibuk sendiri di dapur, Kayo pun beranjak dari atas ranjang kemudian pergi menyusulnya. Dia berjalan mengendap-endap sebelum akhirnya memeluk Jackson dari belakang.


"Jahil sekali," ucap Jackson yang memang sudah mengetahui kedatangan istrinya. Tapi dia memilih diam dan berpura-pura tidak tahu karena tak ingin membuat Kayo kecewa.


"Jack?"


"Hm. Ada apa?"

__ADS_1


"Terima kasih untuk semua cinta yang telah kau berikan untukku dan anak kita. Apa kau tahu, setiap waktu kini aku semakin tergila-gila padamu. Kau hangat, aku suka itu darimu," ucap Kayo pelan.


Aku sangat mencintaimu, Jackson. Bahkan matipun aku ingin berada dalam satu lubang yang sama denganmu. Rasa ini terlalu besar bukan? Dan penyebabnya adalah kau. Aku gila dengan caramu mencintaiku.


Jackson tersenyum samar ketika mendengar kata-kata Kayo yang begitu romantis. Gemas akan sikap istrinya, Jackson segera mencuci tangan dengan Kayo yang terus memeluk punggungnya. Setelah itu Jackson berbalik, menangkup kedua pipi Kayo yang kian berisi semenjak hamil. Selain Elea, wanita ini adalah poros hidupnya.


"Dulu sebelum kita menikah bukankah aku pernah mengatakan kalau aku akan menjadikanmu sebagai ratu di istana kita. Mencintaimu, itu bukan lagi tugasku. Tapi itu adalah sebuah keharusan karena kau adalah aku, dan aku adalah dirimu. Selain kau dan Elea, aku sudah tidak mempunyai siapapun lagi di dunia ini. Dan satu-satunya hal yang bisa aku berikan pada kalian berdua hanyalah cinta. Jadi tolong berhenti berterima kasih karena yang aku butuhkan bukan kata-kata itu, tapi kebahagiaan kalian. Paham?" ucap Jackson menanggapi ucapan terima kasih yang di ungkapkan oleh Kayo.


Kayo mengangguk.


"Nah, Nyonya Wang. Sekarang bisakah kau membiarkan aku membuat salad buah yang kau telah pesan? Tadi aku sudah menghubungi Elea dan dia bilang akan menunggu kedatangan kita di sana. Ya?"


"Apa kakak ipar mengatakan sesuatu yang lain padamu?" tanya Kayo penasaran. Tidak mungkin kakak iparnya tidak meninggalkan pesan apapun mengingat kalau sebentar lagi mereka akan segera melakukan meeting sesama ibu hamil. Yahh, kalian pasti tahulah siapa Elea. Benar tidak kawan-kawan?


"Iya. Dia ingin kau memotret bunga pemberiannya yang ada di taman sebelum pergi. Karena tanpa foto bunga itu kita tidak akan di izinkan masuk ke rumah Bibi Liona. Dan dia juga memintamu untuk memakai baju berwarna kuning cerah. Alasannya agar Elea bisa langsung menemukanmu ketika tersesat," jawab Jackson sambil tersenyum-senyum tidak jelas. Entah apa maksud di balik keinginan adiknya itu, yang jelas Jackson merasa lucu saat mengucapkannya.


"Haih, kode apalagi ini yang di maksud oleh kakak ipar. Sepertinya dia nanti ingin memainkan sebuah game," ucap Kayo penasaran. Dia selalu suka dengan ide-ide nyeleneh dari kakak iparnya itu.


"Kau seperti tidak paham saja dengan kelakuan Elea, sayang. Otaknya kan memang selalu di penuhi dengan sesuatu yang sangat sulit untuk di tebak. Benar tidak?"


Setelah Kayo selesai bicara, Jackson langsung mengangkat Kayo lalu mendudukannya di atas pantry dapur. Mendadak dia jadi ingin memasak dengan di temani oleh istrinya ini. Jackson gemas.


"Jack, aku sudah menemukan nama untuk anak kita nanti. Apa kau ingin aku mengatakannya sekarang?" tanya Kayo sambil menggerak-gerakkan kakinya seperti bocah. Dia lalu menatap Jackson yang terlihat semakin tampan dengan apron coklat yang membungkus dada bagian depan. Suaminya jadi terlihat semakin sempurna dengan style dapur seperti ini.


"Tentu. Aku dengan senang hati akan mendengarkannya," jawab Jackson sambil terus memotong buah yang akan dia gunakan untuk membuat salad.


"Russel Eiji Wang."


Jackson menoleh. Dia menatap lekat wajah cantik Kayo kemudian beralih menatap perutnya. Jackson tersenyum.


"Russel, entah kenapa aku begitu jatuh cinta dengan nama ini," ucap Kayo dengan raut wajah yang begitu bahagia. "Jackson, Russel, Kayo. Bukankah nama-nama ini terdengar sangat indah, Jack? Russel, dia adalah buah cinta kita yang sangat berharga. Apa kau keberatan?"


"Tidak sama sekali, sayang. Aku hanya merasa takjub saja karena ternyata kau juga menyematkan namaku di sana."


Kayo terdiam.

__ADS_1


"Jackson Wang. Aku merasa kalau nama ini adalah sebuah kutukan yang sangat buruk untukku,"


"Kutukan itu hanya berlaku sebelum kau mengenalku, Jack. Jadi lupakan. Karena mulai dari sekarang aku dan Russel akan menjadi takdir terindah dalam hidupmu. Kau percaya bukan dengan kata pepatah yang menyebutkan kalau setelah hujan badai akan datang pelangi yang indah? Hujan badai itu adalah Jack-Gal, dan pelangi indah itu adalah aku dan Russel. Kau punya kami berdua, Jack. Jadi jangan pernah melihat ke belakang lagi jika itu bisa membuatmu merasa sakit. Cukup tatap aku dan anakmu, maka kau akan bahagia. Oke?"


"Hmmm. Kau membuatku gila, sayang."


"Kalau begitu gila-lah selamanya agar kita bisa terus bersama."


Jackson meletakkan pisau yang sedang dia pegang kemudian meraih satu tangan Kayo. Bak seorang pangeran, dia mengecup punggung tangan Kayo lalu membungkuk dengan satu tangan menempel di punggung.


"Apapun yang kau inginkan, Tuan Putri. Jika dengan menjadi orang gila bisa membuatku terus bersamamu, maka aku tidak akan keberatan untuk melakukannya. Kemudian cintailah orang gila ini sampai akhir,"


"Kau mendapat apa yang kau mau, sayangku."


"Manis sekali,"


Kau yang membuat hidupmu jadi terasa manis, Jack. Aku mencintaimu.


*****


1. Cio Morigan Stoller ( Junio & Patricia )


2. Andreas Guang ( Ares & Cira )


3. Reiden Aldevaro ( Gleen & Lusi )


4. Oliver Dishi ( Reinhard & Levita )


5. Russel Eiji Wang ( Jackson & Kayo )


6. Bern Wufien Ma ( Gabrielle & Elea )


7. Karl Wufien Ma ( Gabrielle & Elea )


8. Florence Wufien Ma ( Ratu Dari Segala Ratu 😅 )

__ADS_1


Tolong di ingat-ingat ya gengss nama cogan-cogan ini. Nanti visualnya nyusul kalo mereka udah brojol semua. Okek 💜


__ADS_2