Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Gempa Rahim


__ADS_3

Setelah memberi nafkah batin pada Elea, dengan telaten Gabrielle membantu membersihkan tubuhnya. Dia kemudian tersenyum ketika mendapati jejak keunguan yang berhasil dia cetak di bagian bahu belakang milik Elea.


Ck, usahaku menjenguk dengan cara yang sopan ternyata di sambut dengan penuh suka cita oleh ketiga anak-anakku. Lain kali sepertinya aku harus memakai jurus yang sama supaya Elea bisa bereaksi seksi seperti tadi. Hehehe.


"Kak Iel, kenapa kau lama sekali menggosok punggungku? Apa yang sedang kau lakukan?" protes Elea saat Gabrielle terus menggosok bagian punggung tanpa ada niat untuk pindah ke bagian yang lain.


"Oh, maaf, sayang. Aku hanya sedang mengagumi bentuk punggungmu yang begitu indah ini," jawab Gabrielle beralasan. "Kenapa? Apa kau tidak suka aku mengagumi tubuhmu, hm?"


"Bukan masalah suka atau tidak sukanya, Kak Iel. Tapi aku sudah menggigil kedinginan sejak tadi. Bahkan seisi rahimku sampai ikut menggigil karenanya."


Glluukkk ... Sejak kapan rahim bisa menggigil? Kalaupun bisa, itu artinya bayi-bayiku sedang mengalami gempa rahim di dalam perut Elea? Bahaya tidak ya? Ah, apa sebaiknya aku kunjungi mereka lagi saja ya. Aku khawatir mereka panik karena ada gempa dadakan.


"Kak Iel, setelah ini aku ingin pergi ke club Ivory bersama Tora. Kasihan dia, sejak datang ke rumah ini kan Tora belum di ajak home-tour. Cuwee dan Lan pasti mengejeknya habis-habisan," ucap Elea begitu terkenang dengan peliharaan barunya.


"Sayang, apa tidak bisa di tunda besok saja home-tournya? Ini sudah malam. Suasana di club Ivory sangat tidak cocok untuk wanita yang sedang hamil sepertimu. Lagipula ya, semua orang yang ada di sana pasti akan langsung lari terbirit-birit jika melihatmu datang bersama seekor harimau. Mereka tidak sepertimu yang mampu beradaptasi dengan makhluk jenis apapun," sahut Gabrielle kaget mendengar keinginan Elea.


Suasana mendadak jadi terasa horor setelah Gabrielle menolak keinginan Elea. Gabrielle yang menyadari kalau kata-katanya telah menyinggung perasaan Elea, menjadi kalang kabut sendiri saat Elea berbalik sambil menepis tangannya. Mereka yang posisinya masih belum memakai pakaian apapun membuat sesuatu di tubuh Gabrielle menegang gara-gara dia melihat dua bongkah berlian indah di dada Elea. Gabrielle gerah.


"Dasar pelit. Aku tidak menyangka kau akan setega ini padaku dan juga pada anak-anakku, Kak. Sudahlah, malam ini aku akan pulang ke rumahnya Kak Jackson saja. Dia jauh lebih sayang padaku daripada Kak Iel. Huh!" rajuk Elea dengan sengitnya. Hatinya sakit sekali setiap keinginannya di tolak oleh Gabrielle. Dan ini bukan yang pertama.


"S-sayang, tidak begitu maksudku. Tolong jangan marah ya. Kita ... kita bisa negosiasikan lagi tentang hal ini. Oke?" ucap Gabrielle panik begitu Elea mengancam akan pergi ke rumahnya Jackson. Dia tidak mau pisah ranjang.


"Tidak!" sahut Elea dengan cepat. "Pokoknya malam ini aku dan Tora akan tidur di rumahnya Kak Jackson. Dan kau tidak boleh ikut, Kak Iel. Dasar jahat. Hanya pergi main ke club saja tidak boleh. Aku kan hanya ingin duduk santai sambil mendengarkan musik di sana, tapi kenapa tidak di izinkan? Aku bukan pergi untuk menggoda laki-laki lain, Kak Iel. Kau sungguh kejam!"

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu Elea langsung mengambil baju handuk kemudian membungkus tubuhnya. Dia lalu keluar dari dalam kamar mandi sambil menangis sesenggukan, meninggalkan Gabrielle yang masih berdiri dengan raut kaget di wajahnya.


Tidak bisa, ini tidak bisa di biarkan. Jackson bisa besar kepala jika Elea sampai menginap di rumahnya. Tidak-tidak, pokoknya Elea tidak boleh pergi ke sana. Titik.


Setelah melamun beberapa saat, barulah Gabrielle sadar kalau Elea ternyata sudah tidak ada di dalam kamar mandi. Segera Gabrielle berjalan cepat mengambil handuk kemudian menyusul Elea keluar. Pandangan Gabrielle kemudian tertuju ke arah Elea yang sedang sibuk memasukkan baju ke dalam koper. Dan hal ini tentu saja membuat Gabrielle menjadi sangat amat panik. Dia takut di tinggal pergi oleh Elea.


"Sayang, jangan pergi. Di sana tidak aman untukmu dan untuk bayi-bayi kita. Tolong maafkan aku ya?" bujuk Gabrielle sambil menahan tangan Elea yang ingin kembali mengambil pakaian. "Kita pergi ke club Ivory sekarang. Kalau kau mau, kau boleh membawa Lan dan Cuwee juga. Oke?"


"Tiada maaf lagi untukmu, Kak Iel. Hatiku sudah patah gara-gara kau menolak keinginanku tadi. Pokoknya sekarang aku mau pergi ke rumahnya Kak Jackson saja. Kalau Kakak masih berani melarang, selamanya aku akan terus tinggal di sana. Dengar itu 'kan?" sahut Elea sambil menyedot ingusnya supaya tidak mengalir keluar.


Mungkin karena hormon ibu hamil, perasaan Elea menjadi sangat amat sensitif. Dia juga mudah sekali menangis ketika keinginan kecilnya tidak bisa terpenuhi. Aneh kan? Dan Elea sangat yakin kalau keanehan ini berasal dari baby Flow. Iya, si princess kecil yang nanti akan menjadi bunga kesayangan semua orang. Hehe.


"Elea, jangan beginilah. Kau tahu bukan kalau aku tidak bisa tidur jika tidak memelukmu? Jangan pergi, aku mohon," ucap Gabrielle sambil terus berusaha membujuk Elea.


Gabrielle dengan cepat menahan lengan Elea yang sudah akan pergi sambil menggeret koper. Sadar kalau keinginan Elea sudah tidak bisa di cegah lagi, dengan terpaksa Gabrielle akhirnya memilih untuk mengalah. Elea sedang hamil, di tambah lagi suasana hati Elea sedang diliputi kesedihan karena baru saja di tinggal oleh Grandma Clarissa. Jadi Gabrielle tidak mau menambah beban batin karena khawatir hal itu akan berimbas pada kesehatan kandungan Elea.


"Kak Iel, lepaskan aku!" ucap Elea sambil mengerucutkan bibir.


"Iya, aku lepaskan. Tapi sebelum pergi kau harus ganti baju dulu ya? Nanti matanya Jackson bisa jelalatan jika melihatmu datang hanya dengan memakai baju handuk begini. Oke?" sahut Gabrielle dengan sabar membujuk Elea.


"Waahhh, untung saja Kak Iel mengingatkan kalau auroraku masih terbuka. Ckck, walaupun aku sedang kesal tapi Kak Iel tetap menjadi suami paling idaman. Aku sangat mencintaimu, Kak Iel."


Mati-matian Gabrielle menahan diri agar tidak meleleh setelah mendengar ucapan cinta dari Elea. Sambil terus meng*lum senyum, Gabrielle akhirnya membimbing Elea untuk berganti pakaian. Keduanya diam, tapi binar cinta di mata masing-masing terlihat begitu kentara. Jadi teman-teman, sebenarnya mereka ini sedang marahan atau tidak? Emak bingung 😅

__ADS_1


"Nah, sudah selesai. Seperti biasa, kau selalu memukau meski tanpa riasan. I love you," ucap Gabrielle sambil mengikat rambut Elea dengan sangat rapi. Sebelumnya Gabrielle sudah melakukan les khusus, jadi dia sudah tidak kaku lagi saat merapihkan rambut Elea.


"Terima kasih, Kak Iel. Aku juga mencintaimu," sahut Elea seraya tersenyum manis. Dia kemudian mencium pipi dan bibir Gabrielle sebelum mengajaknya keluar dari dalam kamar.


Sambil bergandengan tangan, Gabrielle mengantarkan Elea menuju mobil. Dia langsung memicingkan mata ke arah penjaga yang ingin membukakan pintu mobil untuk ratunya.


"M-maaf, Tuan Muda!" ucap si penjaga sambil menundukkan kepala.


"Jangan coba-coba mencari kesempatan dalam kesempitan ya. Kali ini kau kubiarkan selamat, tapi tidak dengan hari yang lain. Ingat itu!" ancam Gabrielle sambil mendengus kasar.


"B-baik, Tuan Muda!"


Nun mendekat. Segera dia masuk ke dalam mobil tanpa menunggu di perintah oleh Tuan Muda-nya. Tak lupa juga dia menarik telinga Tora agar ikut masuk ke dalam mobil bersamanya.


"Kak Iel, aku pergi dulu ya. Kau hati-hati di rumah, dan ingat ... jangan nakal. Oke?" pamit Elea sebelum masuk ke dalam mobil.


"Iya, sayang. Kau juga hati-hati ya di sana, terutama pada Jackson. Jangan lupa sebelum tidur kau minum susu dulu, ganti baju dan mendengarkan musik klasik. Kalau kau lapar, jangan lupa hubungi aku. Nanti aku akan meminta Nun untuk mengantarkannya ke sana!" sahut Gabrielle. "Ingat, sayang. Jangan biarkan Jackson mencuri kesempatan untuk mendekatimu ya?"


Elea mengangguk. Setelah itu dia masuk ke dalam mobil, meninggalkan Gabrielle yang terus saja melambaikan tangan ke arahnya.


Jujur, pemandangan ini terasa begitu ambigu. Apa kalian merasakannya juga? Jika iya, silahkan komen pemikiran kalian tentang kelakuan Gabrielle dan Elea. Hehehe.


*******

__ADS_1


__ADS_2