Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Danau Buaya


__ADS_3

Yura, Patricia, dan juga Cira duduk sambil memperhatikan pohon mangga di dekat danau yang memiliki buah begitu lebat. Sesampainya mereka di kediaman keluarga Ma, mereka langsung di giring kemari oleh sang nyonya rumah. Ketiganya lalu diminta untuk menunggu selagi Nyonya Liona pergi untuk mengurus suaminya yang tiba-tiba rewel.


"Bu, apa di danau itu benar-benar ada banyak buaya?" tanya Patricia sambil menatap tak berkedip ke arah danau yang airnya begitu tenang. Dia begitu penasaran akan kebenaran bahwa danau tersebut di huni oleh keluarga predator bergigi tajam.


"Dari yang Ibu dengar itu memang benar, Cia. Kenapa memangnya?" jawab Yura.


"Em tidak. Hari itu Elea pernah mengatakan padaku kalau ingin berenang di kolam yang menantang, dia menyarankan agar aku berenang di danau ini saja. Dan saat aku menanyakan alasan kenapa danau ini bisa begitu menantang, dia menjawab kalau di sini ada anak, cucu, dan juga cicitnya Sulli. Awalnya aku pikir Sulli itu orang yang menjaga danau ini, tapi ternyata tebakanku salah," ucap Patricia sembari mengenang kenakalan adiknya. "Rupanya Sulli adalah buaya besar yang dulu mendiami danau ini sebelum meninggal."


Yura dan Cira cengo mendengar perkataan Patricia. Ingin heran, tapi yang memberi ide adalah Elea. Jadi ya sudah, mereka hanya bisa membatin iba akan kejahilan yang di alami oleh Patricia.


"Eh eh eh, bisa-bisanya ya kalian semua bergosip tanpa melibatkan aku!"


Ketiga wanita yang saat itu tengah diam memikirkan kenakalan Elea, langsung menoleh ke arah belakang saat mendengar suara seseorang yang begitu familiar. Dan benar saja, yang datang adalah seorang wanita yang memiliki status lumayan nyentrik di keluarga Ma. Levita Foster, satu-satunya pelakor yang dilindungi oleh keluarga Ma. Ya, wanita bar-bar yang kini tengah hamil muda itu tengah berjalan menghampiri mereka dengan raut wajah begitu galak. Dia datang memakai dress selutut berwarna putih dengan sepatu flatshoes menghiasi kaki panjangnya.


"Ckck, Bibi Yura. Sejak kapan kau menjadi pengkhianat begini?" tanya Levita sembari duduk di sebelah bibinya. Dia kemudian menatap ke arah Cira. "Kau juga. Masih hidup kau sampai sekarang, Cira? Tidak jadi bunuh diri?"


"Berkatmu aku memilih untuk tetap hidup, Nona Levita," jawab Cira sambil tersenyum kecil.


"Panggil Levita saja."


"Baiklah."


"Mana Elea dan Bibi Liona?" tanya Levi sambil celingukan mencari keberadaan sosok yang selalu membuatnya naik darah. Serasa ada yang kurang jika makhluk itu tidak ada di sini.

__ADS_1


"Bibi Liona sedang menenangkan Paman Greg. Sedangkan Elea, dia minggat ke rumah dokter Jackson sejak semalam. Bibi Liona bilang Gabrielle tidak mengizinkannya pergi ke club Ivory, jadi Elea merajuk dan memutuskan untuk pindah ke rumah dokter Jackson!" jawab Patricia.


Levi menyeringai. Dia jadi memiliki bahan untuk membully Gabrielle kelak. Sambil menyilangkan kedua kaki, Levita menatap puluhan buah mangga yang bergelantungan tepat di depannya. Dia kemudian memilin bibir, merasa sedikit tertantang untuk menikmati buah asam tersebut.


"Jangan coba-coba menginginkan buah itu kalau kau tidak mau berakhir menjadi bunga bernyawa, Levita!"


Liona berjalan menghampiri ke empat tamunya bersama dua orang pelayan yang membawakan beberapa cemilan dan juga minuman di atas nampan. Dia lalu memerintahkan penjaga yang ada di sana agar mengambilkan wine kesukaannya di gudang.


"Bunga bernyawa? Maksudnya apa, Bibi?" tanya Levita penasaran.


"Di tangan Elea, semalam Nun berubah menjadi bunga bernyawa di taman dadakan yang dia buat di rumahnya Jackson. Nasib naas tersebut bisa di alami oleh Nun karena dia tidak sengaja membuat Elea merasa kesal. Jadi Bibi sarankan kau sebaiknya jangan menyentuh sesuatu milik Elea sedari sekarang ini. Dia menjadi sangat sensitif semenjak hamil," jawab Liona sambil mengenang kengerian dari menantu kesayangannya itu.


Whaaaattt? Elea sudah gila atau bagaimana? Bagaimana bisa dia menjadikan seorang manusia sebagai tanaman bunga? Wahh, dia benar-benar sudah hilang akal.


"Bibi Liona, apa Gabrielle tidak mati kering di tinggal Elea menginap di rumahnya Jackson? Secara, dia itukan sangat membucin pada Elea," tanya Levi penasaran.


"Semalaman dia duduk di luar bersama Lan dan juga Cuwee. Berkat kepergian Elea, Gabrielle menjadi akrab dengan kedua binatang yang selama ini menjadi musuh bebuyutannya. Ini adalah suatu keajaiban bukan?" jawab Liona sembari menerima gelas berisi wine kesukaannya. Dia lalu menyesapnya perlahan sambil membayangkan bagaimana frustasinya Gabrielle semalam.


"Oh, jadi sekarang Gabrielle beserta Lan dan Cuwee sudah akur ya?"


Ekor mata Levi langsung melirik tajam ke arah dua ekor binatang yang berada tak jauh dari lokasi semua orang berada. Sungguh, sampai saat ini Levi masih belum bisa melepaskan permusuhan dengan mereka. Di mata Levi, Lan dan Cuwee adalah parasit yang sangat sulit di singkirkan dari hidup Elea. Dan itu sangat sangat mengganggu persahabatan Levi dengan makhluk kecil itu.


"Cira, bagaimana kabar bayimu?"

__ADS_1


"Kabar kami baik-baik saja, Nyonya Liona. Kami sangat sehat," jawab Cira seraya membelai perutnya yang mulai membesar.


"Baguslah. Lupakan semua yang bisa membuat kau dan bayimu merasa tertekan. Ingat, Cira. Suasana hati seorang wanita yang sedang hamil akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang bayi yang sedang dia kandung. Jadi aku sarankan kau harus pandai-pandai menjaga suasana hati. Pastikan kau selalu dalam keadaan yang bahagia agar bayimu dan Ares tumbuh dengan sangat sehat!" ucap Liona memberikan nasehat. "Kasihan kedua mertuamu. Mereka begitu khawatir semenjak kau mengurung diri karena mengkhawatirkan Nyonya Clarissa."


"Iya, Nyonya. Saya pastikan setelah ini hanya akan ada kebahagiaan di dalam hidup saya dan Ares. Terima kasih banyak sudah mengingatkan saya, Nyonya. Terima kasih banyak!"


"Kita keluarga, sudah sepantasnya seperti ini. Benar kan, Cio?"


Yang di tanya oleh Liona malah sibuk bermain gelang yang di pakai oleh Patricia. Dan ini adalah orang kedua selain Elea yang berani mengabaikan seorang Liona Serra, wanita dengan segala kekejaman dan juga kebaikan hati di dalamnya.


"Oh ya, Nyonya Liona. Apakah Nyonya Maria dan Tuan Digo ada di sini? Cira ingin menemui mereka," tanya Yura yang menyadari kalau Cira sedikit sungkan menanyakan hal ini pada besannya.


"Tentu saja ada."


Setelah menjawab seperti itu Liona langsung menggerakkan dagu ke arah penjaga. Dan tanpa menunggu lama, salah seorang dari mereka langsung pergi memanggil orang yang di maksud.


Levita yang melihat betapa berkuasanya ibunya Gabrielle nampak berdecak kagum. Dia selalu saja terpesona pada wanita ini setiap kali melihat aura yang terpancar keluar dari mata dan tubuhnya. Mengerikan, tapi juga membuat orang segan.


Hahh, seandainya saja anakku bisa menjadi bagian dari keluarga ini. Aku pasti akan sangat bahagia nantinya.


Tanpa di sadari oleh Levita, seulas senyum samar tampak menghiasi bibir Liona begitu dia mendengar apa yang Levita pikirkan. Menjadi bagian dari keluarga ini? Itu sudah pasti terjadi karena Gabrielle telah memberitahu Liona tentang hubungan salah satu cucunya dengan anak Levita dan Reinhard kelak.


*****

__ADS_1


__ADS_2