
📢📢📢 BESTIE, MOHON DUKUNGANNYA UNTUK NOVEL EMAK YANG BERJUDUL MY SUGAR DADDY (NANIA) YA. EMAK SEDANG MENGIKUTI LOMBA YOU ARE A WRITER SEASON 8. DOAKAN MENANG YA. BIARIN SI NANIA MENCARI SAYAPNYA DI PERLOMBAAN. BUAT KALIAN YANG PUNYA AKUN FACEBOOK, BOLEH NGGAK BANTU PROMOSIKAN JUGA. JANGAN LUPA MANTION AKUN FACEBOOK EMAK @Rifani, SUPAYA LEBIH BANYAK PEMBACA YANG MAMPIR. NGGAK APA-APAKAN EMAK MINTA DUKUNGAN DARI KALIAN? TENGKYU 💜💜
***
Flowrence terus memperhatikan Amora yang tengah melakukan perawatan di salon langanannya dengan sang ibu. Sengaja Flow membawanya kemari, dia ingin membuat Amora bisa merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakannya. Sungguh, nasib Amora tak kalah miris dengan apa yang dirasakan oleh Flowrence. Mengapa begitu? Karena Amora tak memiliki kebahagiaan di dalam hidupnya. Tinggal bersama keluarga yang bergelimang harta, tapi tak sekalipun Amora merasakan kesenangan selayaknya gadis-gadis di luaran sana. Menyedihkan sekali bukan?
Dan ketika Flow tengah memikirkan nasib Amora, tiba-tiba sekelebat penglihatan muncul di matanya. Sontak saja hal tersebut membuat Flow tersentak kaget. Namun kekagetan itu tida berlangsung. Tepat ketika Amora menoleh menatap Flowrence, kedua sudut bibirnya tertarik ke atas. Flowrence tersenyum setelah melihat kemunculan masa depan yang akan terjadi di hidup Amora, tapi ….
“Flow, bagaimana? Apa sekarang aku sudah terlihat cantik?” tanya Amora malu-malu. Dia kemudian menggigit bibir bawahnya sembari memainkan rambut yang barusaja di bentuk curly. Sangat manis.
“Um, aku bahkan terpikir untuk menggundulimu saja karena merasa kalah saing. Aku cemburu padamu, Amora. Aku takut kau membawa lari Kak Oli-ku,” jawab Flowrence berkelakar. Namun di dalam gurat matanya jelas tercetak satu kebahagiaan yang bercampur dengan kesedihan. Ini bukan tentang Amora, tapi tentang nasibnya Flowrence sendiri.
“Aih, kau ini. Di bandingkan denganmu, kecantikanku masih belum ada apa-apanya, Flow. Lagipula manalah mungkin Kak Oli-mu itu jatuh cinta padaku. Tidak mungkin. Siapalah aku ini.”
Amora, berbahagialah. Aku telah menukarkan kebahagiaanku demi agar Kak Bern bisa terselamatkan dari kekejamannya Kak Karl. Mungkin ini terdengar mustahil, tapi aku benar-benar melepaskan perasaanku kepada Oliver hanya demi dirimu bisa hidup bahagia dengan kakakku. Berbahagialah, Amora. Aku rela melupakan semua kenanganku bersama Oliver demi kebahagiaan semua orang. Aku rela menjadi satu-satunya yang berkorban dari apa yang telah dilakukan Nenek liona di masa lalu. Demi melindungi kebahagiaan kalian semua, aku mengalah untuk melepaskan kebahagiaanku sendiri. Semoga nanti Tuhan masih mau berbaik hati dengan tidak membiarkan Oliver melepaskan perasaannya terhadapku yang akan segera kehilangan semua memori indah kami selama ini. Berbahagialah Amora. Aku ingin melihatmu diratukan oleh kakakku. Aku ingin melihat semua orang bahagia. Sungguh ….
__ADS_1
“Kalau Kak Oli tidak mungkin, lalu bagaimana dengan kakakku?” tanya Flowrence sambil berjalan menghampiri Amora. Setelah itu Flowrence meletakkan dagunya di atas pundak Amora, kemudian menatap pantulan kaca yang tengah menampilkan wajah mereka berdua. “Amora, Kak Bern itu sangat kaya. Kau peras saja semua uang yang ada di rekeningnya lalu kita bagi jadi dua. Ideku keren ‘kan?”
Mulut Amora ternganga lebar saat mendengar idenya Flowrence. Terheran-heran, itu yang Amora rasakan. Bagaimana tidak? Seorang adik mengajak orang lain untuk memeras uang kakaknya sendiri. Tidakkah menurut kalian ini sangat aneh?
Jangan kaget, Amora. Bern kan sudah mengingatkanmu kalau jalan pikiran Flowrence ini sedikit unik. Dia berpikir seperti itu mungkin karena dia merasa kalau uang kakaknya adalah miliknya juga. Jadi jangan panik. Oke?
“Bagaimana, Amora? Kau setuju tidak untuk memeras uangnya Kak Bern? Aku janji nanti aku akan membantumu mencuri nomor pin rekeningnya. Ya?” desak Flowrence tak mempedulikan apa yang sedang di pikirkan oleh Amora. Meski berusia lebih muda darinya, nyatanya Amora mampu berpikiran dewasa. Flowrence jadi semakin yakin kalau Amora adalah kunci yang bisa memutuskan rantai mengerikan itu dari kehidupan sang kakak. Karena jika sang kakak tak lagi terfokus akan hasutan kakak keduanya, maka bisa di pastikan kakak sulungnya tidak akan menjadi korban. Biarlah Flowrence yang menanggungnya, dia tidak apa-apa. Mengalah demi kebahagiaan keluarganya, bukankah ini adalah sesuatu yang sangat mulia?
“Tapi Flow, aku ….
“Tidak ada tapi-tapi. Pokoknya harus mau. Titik!” sela Flowrence dengan cepat memotong perkataan Amora.
“Gampang. Nanti aku tinggal mengajak Tola untuk merusak rumahnya. Kalau tidak aku akan mengajak Ayah dan Ibuku untuk membujuk Kak Bern supaya tidak marah lagi padamu. Mudah ‘kan?” sahut Flowrence dengan entengnya. Dia kemudian teringat belum menyebutkan satu pawang lagi yang di jamin paling ampuh untuk menyelesaikan urusan dengan kakak pertamanya. “Satu lagi, Amora. Masih ada Ibu Levita. Dia adalah pawang dari segala perpawangan yang ada. Dengan adanya Ibu Levita, di jamin Kak Bern tidak akan berani marah pada kita berdua. Jadi kau tenang saja. Oke?”
“Tola? Siapa dia, Flow?” tanya Amora penasaran.
“Tola adalah harimau kesayanganku. Juga ada Cuwee, kuda putih kesayangan Ibuku. Tapi Cuwee sudah tua, kemungkinan sebentar lagi dia akan segera mati. Sepertinya sih begitu,” jawab Flowrence.
__ADS_1
“A-APA? H-HARIMAU?”
Bisa kalian bayangkan sendiri betapa kagetnya Amora saat tahu kalau Flowrence memelihara harimau. Astaga. Seumur-seumur Amora hidup, belum pernah dia melihat binatang buas secara langsung. Hanya lewat buku dan televisi saja Amora pernah melihatnya. Tapi Flowrence? Ya ampun, sebenarnya keluarga Ma ini keluarga yang seperti apa sih? Bagaimana bisa mereka memelihara binatang buas yang jelas-jelas adalah hewan yang dilindungi? Apa hal ini tidak menimbulkan bahaya untuk keluarga mereka?
[Amora sayang, ini masih belum seberapa, Nak. Asal kau tahu saja ya. Di rumah Neneknya Flowrence bahkan ada penangkaran buaya dan juga ruang rahasia yang biasa di gunakan untuk melakukan segala hal. Jadi Tola itu, ups, maksud emak Tora, dia belum seberapa sayang. Iyakan bestie? Tolong kasih paham pada Amora tentang siapa keluarga Ma yang sebenarnya. Emak mager]
“Amora, ada apa dengan ekpresimu. Aneh sekali. Memangnya kau belum pernah melihat harimau ya?” tanya Flowrence heran melihat mata Amora yang langsung membelalak lebar saat dia membahas Tola.
“Em itu, itu … aku, aku. Astaga, Flow. Apa kau tidak takut dimakan binatang itu? Harimau adalah binatang buas, insting membunuh mereka sangat besar. Itu sangat berbahaya untuk keselamatanmu dan juga keselamatan keluargamu!” ucap Amora dengan cemas mengingatkan Flowrence akan bahaya besar yang bisa mengancam keselamatan semua orang.
“Benarkah?”
Flowrence membeo. Dia lalu mengusap-usap dagu bawahnya, mengingat kejahatan apa yang pernah dilakukannya kepada Tola. “Tapi, Amora. Jika memang benar Tola sejahat itu lalu kenapa dia diam saja saat aku menggunduli ekornya? Tola juga tidak marah saat aku naik ke punggungnya dan juga mengejarnya karena dia menolak bermain api denganku. Apa jangan-jangan Tola dan harimau yang kau maksud adalah spesies yang berbeda ya? Makanya Tola tidak pernah mau balik menyerangku saat aku membullynya. Benar tidak?”
Kalau tadi mata Amora membelalak lebar saat tahu kalau Flowrence memelihara seekor harimau, kali ini nyawanya seperti berpindah tempat begitu mendengar kejahatan yang Flow lakukan kepada binatang buas itu. Benarkah Tola tidak marah saat Flowrence menggunduli ekornya? Mungkinkah Tola tidak mengamuk saat Flowrence naik ke punggungnya? Ya Tuhan, kenapa hal ini terdengar mustahil sekali ya. Amora sedikit meragukan penuturan Flowrence tentang keberadaan si Tola-Tola itu. Dia agak sulit untuk percaya, tapi tidak memiliki alasan untuk tidak mempercayainya.
Karena terlalu asik membahas tentang Tora, Amora dan Flowrence sampai tidak menyadari ada seseorang yang tengah menatap mereka dengan sangat dingin dari luar salon. Karl, dia orangnya.
__ADS_1
Sial. Bagaimana bisa Flow bersama Amora? Apa mungkin Bern yang meminta agar mereka keluar bersama? Brengsek kau idiot. Kalau begini ceritanya semua rencanaku bisa gagal. Tidak-tidak, aku tidak boleh membiarkan Ibu bertemu dengan Amora. Tidak boleh.
***