
Beberapa adegan awal sangat dinikmati oleh Zen, karena akting kali ini berhubungan dengan otot dan kekuatan. Yeap, adegan awal dia harus bisa mengalahkan beberapa preman dengan kondisi tangan terikat, karena scene ini menceritakan dia sedang diculik bersama Jia Li.
Zen harus bisa bertahan dan melawan preman-preman itu dalam kondisi seperti yang terikat seperti itu. Bahkan dia dituntut harus bisa melindungi Jia Li. Itu adalah sesuatu yang sangat mudah bagi seorang legendaris seperti Kagami Jiro.
Bahkan hanya dengan mata tertutup saja, Kagami Jiro bisa membaca pergerakan lawan dengan begitu mudahnya. Apalagi hanya dengan kondisi seperti itu.
Kini Kagami Jiro sedang menjalani perannya. Dia berdiri membelakangi sebuah tiang dengan tangan yang diikat ke belakang. Sementara Jia Li diikat dengan posisi terduduk di atas kursi.
Satu persatu preman mulai mendatangi Zen karena sudah terbakar oleh provokasi Zen. Zen menghadapinya dengan santai, sangat tergambarkan dari mimik wajahnya yang selalu dihiasi oleh senyuman remeh menatap ke-lima preman kelas teri itu.
Di saat salah satu dari mereka mulai mendekati Zen dan hanya berjarak kurang dari satu meter, Zen segera mengangkat lutut kanannya untuk menghantam perut si preman. Lalu dengan cepat dan cukup keras, Zen menghantam kepala preman itu dengan kepalanya sendiri dan berhasil membuat seluruh kru merasa begitu ngilu dan merinding menyaksikan adegan ini.
BRRUUGGHH ...
Preman itu langsung terjatuh begitu saja tak sadarkan diri. Preman kedua mulai mendatangi Zen, Zen menyambutnya dengan mengangkat kaki kanannya lagi. Kali ini di menjejakkan kaki kanannya dan mengenai perut preman itu hingga terhantam dengan cukup keras ke belakang dan menabrak sebuah rak hingga rak beserta isinya terjatuh dan menimbuni dirinya.
BRRUUGGHH ...
BRRAAKK ...
Zen menyeringai manis menatap preman yang sudah terjatuh tertimpa tangga itu, "Sorry, aku terlalu bersemangat ..." gumamnya dengan senyum tipis.
__ADS_1
Preman ketiga mulai mendekati Zen. Kali ini preman ketiga mulai berwaspada dan sedikit menjaga jarak agar tidak terkena tendangan Zen seperti preman-preman sebelumnya. Sementara Zen berusaha sedikit melonggarkan ikatan tali pada tangannya.
"Kenapa? Majulah ... apa kau takut mendapatkan sambutan hangat dari kakiku yang kuat?" ucap Zen dengan seringai manis menatap preman yang kini mulai melangkahkan kakinya semakin mendekati Zen.
Di saat tinggal kira-kira satu meter jarak diantara keduanya, Zen berputar dengan cepat mengitari tiang itu kemudian sedikit menghentakkan kaki kirinya dan melayangkan kaki kanannya ke udara lalu berakhir pada tendangan samping mengenai leher preman itu.
"Oh astaga. Semoga preman itu tidak mati karena aku mengenai lehernya dengan tendanganku yang cukup kencang. Semoga saja pembuluh darah leher dan arteri karotidnya tidak pecah karena tendanganku ..." gumam Zen yang masih terus menatap preman yang baru saja jatuh tersungkur tak sadarkan diri.
Preman keempat segera datang, dan kali ini Zen sudah berhasil melepaskan ikatan talinya tanpa bantuan alat apapun. Zen berjalan dengan santai lalu menendang sebuah meja besi hanya dengan menggunakan kakinya.
BRRAKK ...
Lagi-lagi Zen membuat preman itu terdorong oleh meja itu hingga menghantam tembok belakang. Langkah Zen semakin mendekati Jia Li, dan dia berusaha melepaskan ikatan tangan dan kaki Jia Li.
Namun, tentu saja Kagami Jiro memberikan kejutan tak terduga. Dia segera melakukan slip dengan cepat dan menjegal kaki preman itu hingga terjatuh di atas lantai.
BRRUUGGHH ...
Preman terakhir itu terjatuh dan seketika seluruh kru bisa bernafas dengan lega. Setelah itu Zen kembali melepaskan ikatan tali Jia Li dan mereka meloloskan diri bersama.
"Cut!" terdengar instruksi dari sutradara A Meng yang menyudahi scene itu. "Istirahat sebentar lalu segera lanjut ke scene berikutnya!" imbuhnya.
__ADS_1
Setelah beristirahat sebentar, kini Zen mulai dirias kembali dengan dandanan yang sedikit berbeda dan dia mulai mengenakan sebuah pakaian yang kini sangat membuatnya risih dan tidak nyaman. Dan tentu saja dia merasa jika ini adalah hal paling memalukan di dalam hidupnya sebagai seorang Kagami Jiro!
Bagaimana tidak? Seorang legendaris dan pemimpin dari Doragonshadou, yakuza terbesar di dunia kini akan berakting dengan menggunakan pakaian wanita! Yeap, scene kali ini dia diharuskan untuk menyamar dengan menggunakan dandanan serta pakaian layaknya seorang wanita karena harus melakukan penyelidikan di area musuh.
Kak Kai yang sedang duduk di sebelah Zen terlihat sedang menahan tawanya agar tidak meledak. Sementara Zen terlihat begitu kesal, dan auranya sungguh sangat menakutkan!
"Jangan salahkan aku jika kali ini aku benar-benar meledak dan akan melukai lawan mainku!" geram Zen masih dengan aura yang begitu gelap.
Kak Kai segera menghentikkan dan menahan kembali tawanya agar Zen tidak semakin kesal.
"Lakukan saja semua dengan baik dan benar, maka semua akan segera berakhir!" ucap kak Kai menyarankan sambil menepuk pelan punggung Zen yang kini sedang memakai sebuah dress panjang berwarna navy dengan belahan yang begitu tinggi hingga sampai paha.
Dan kali ini Zen juga mengenakan sebuah wig rambut berwarna blonde yang panjang dan sedikit bergelombang. Wajahnya juga terlihat begitu ayu dengan riasan layaknya seorang perempuan, dengan bulu mata yang begitu lentik, eyeshadow warna soft dan natural menghiasi kelopak matanya menjadikan begitu indah, blush on yang membuat pipinya merah merona dan ditaburi dengan beberapa glitter pada bagian tengah kelopak mata.
Terlihat begitu cantik layaknya seorang wanita pada umumnya. Mungkin saja jika seseorang yang tak mengenalnya berjumpa dengan Zen saat ini, dia akan mengira jika Zen adalah seorang wanita yang memiliki kecantikan luar biasa.
Zen masih terlihat begitu kesal dan mengeraskan rahangnya. Jika saja dia bisa bertukar tubuh kembali saat ini bersama Li Zeyan, maka itu akan segera dia lakukukan. Namun tidak ada pilihan lain, mau tidak mau kini dia harus melakukan semua tuntutan peran ini.
"Ingat pesan kakak ... jika ingin segera melepas semua pakaian dan make up itu, maka kau harus berakting dengan baik dan benar kali ini. Dengan begitu semua akan selesai .. " ucap kak Kai kembali.
"Cck ... lain kali jangan asal menandatangani kontrak! Aku hanya akan mau bermain dan berakting drama genre aksi saja!" ucap Zen masih dengan wajah menakutkan bukan main.
__ADS_1
"Baiklah. Tenang saja ... untuk pekerjaan baru, kau sendiri yang akan memilih mau mengambilnya atau tidak." ucap kak Kai dengan seulas senyum dan mengusap bahu Zen kembali.
...⚜⚜⚜...