Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Yukimura's And Xia Feii's Wedding 1


__ADS_3

"Li Zeyan, kamu merubah warna rambutmu?" seorang gadis berwajah mungil yang sudah terlihat begitu cantik dengan gaun tanggungnya berwarna putih kombinasi biru terlihat begitu keheranan saat bertemu dengan kekasihnya di pesta pernikahan Yukimura dan Xia Feii di sebuah ballroom di salah satu hotel di Beijing, karena warna rambut dari kekasihnya kini berubah menjadi sedikit kecoklatan.


"Oh, iya. Kemarin saat pemotretan mereka merubah wana rambutku menjadi seperti ini. Apa aku terlihat jelek dengan warna rambut ini, Christal?" tanya Zen meminta pendapat dari Christal.


"Apa kamu bercanda, Li Zeyan? Kamu mau berpenampilan seperti apapun, kamu akan tetap selalu bersinar. Tak peduli pakaian apapun yang sedang kamu kenakan, tak peduli warna rambut apapun yang sedang kamu apply-kan pada rambutmu, semuanya akan selalu membuatmu selalu bersinar." Christal menyauti dengan jujur dan sangat bersemangat.


"Kamu menyontek lirik laguku ya? Itu adalah salah satu yang tertulis di dalam lirik lagu terbaruku yang aku ciptakan untukmu, Christal." ucap Zen dengan nada jenaka dan memang sengaja sedang menggoda Christal.


"Aku tidak sedang menyontek loh. Tapi aku memang berkata dengan jujur padamu." jawab Christal apa adanya.


"Ehm ..." Zen mulai meraih kedua jemari Christal dan menggenggamnya dengan mengusap lembut. "Itu artinya kita sehati." kali ini Zen sedikit mendekatkan wajahnya pada wajah Christal dan berkata di dekat daun telinga.


Christal hanya tersenyum dan wajahnya juga mulai merona karena ucapan manis dari Zen. Namun tiba-tiba Zen mulai mengusap rambut Chistal.


"Kamu sendiri juga merubah warna rambutmu, Christal." ucap Zen saat melihat warna rambut Christal yang hari sudah berubah menjadi soft pink. Warna yang begitu lembut dan manis.


"Maaf karena aku tidak memberitahumu sebelumnya, aku hanya bosan dengan warna rambutku yang lama." Christal menyauti dengan wajahnya yang sedikit murung karena khawatir Zen tak akan menyukainya.


"Mengapa minta maaf kepadaku, Chriatal? Kamu bebas melakukan apapun sesuai dengan yang kamu inginkan. Aku tak akan mengekangmu dan aku juga tak akan memberikan batasan untukmu. Lakukan semua yang kamu suka. Warna ini juga sangat manis untukmu. Dan bukankah sudah pernah aku katakan kepadamu? Jika kamu selalu cantik dimataku, bagaimanapun penampilanmu, apapun yang kamu kenakan, dengan atau tidak dengan memakai make up ... bagiku kamu selalu cantik untukku, Christal." ucap Zen dengan jujur dan menatap lekat Christal.


"Uhm ... ayo kita lihat paman Yukimura dan kak Xia Feii lebih dekat lagi!!" Christal yang sedang merasa cukup malu dan sedang merona kini mulai meraih lengan Zen dan mulai menariknya untuk berpindah ke bangku yang lebih dekat dengan pengantin.

__ADS_1


Zen hanya pasrah dan menuruti kemauan Christal saja dengan senyuman yang selalu menghiasi wajah tampannya. Kini mereka mulai duduk bersama di sebuah bangku yang masih kosong dan lebih dekat dengan pasangan pengantin itu.




Seluruh meja dan kursi terlihat sudah menggunakan sebuah penutup meja dan kursi berwarna putih keemasan yang sudah dipasang hingga menjuntai sampai ke bawah hingga menutupi kaki meja dan kursi.


Kemudian, pada bagian tepi luarnya akan dipasang kursi yang menyesuaikan dengan kebutuhan. Kali ini meja dengan diameter kira-kira 2 meter itu dikelilingi dengan 8 kursi. Sementara di dalam ballroom ini terdapat ratusan meja.


Sebenarnya model dan tatanan ballroom ini sudah sangat familiar di mata masyarakat luas. Gaya ruangan seperti ini juga menjadi yang sering dipakai untuk gelaran acara tertentu selain pernikahan.


"Akhirnya paman Yukimura dan kakak Xia Feii menikah. Aku senang sekali, Li Zeyan!!" ucap Christal yang menatap Yukimura dan Xia Feii yang sedang berada di depan dengan berbinar.


"Hhm. Aku juga senang sekali melihat mereka akhirnya bisa bersama. Mereka berdua hampir memiliki kisah hidup yang sama. Semoga paman Yukimura dan Xia Feii bisa saling melengkapi dan bisa hidup bersama dengan bahagia." ucap Zen penuh harap, dan sebenarnya Zen sudah sedikit mendengar kisah Xia Feii dan juga Yukimura yang pernah mengalami jalan hidup yang cukup berat.


"Hhm. Semoga saja seperti itu." Christal menyauti dan mulai beralih menatap Zen, begitu juga Zen yang juga mulai menatap Christal hingga mereka tersenyum bersama kembali.


"Ehem ... pantas saja tidak terlihat di meja bersama tuan Kagami Jiro dan nyonya Yuna. Rupanya kalian sedang berduaan disini ya." tiba-tiba mulai terdengar suara seorang pria yang berada di kursi sebelah dan masih berada di dalam satu meja bersama Zen dan Christal.


Kini Zen dan Christal mulai beralih menatap sang pemilik suara, rupanya Li Kai dan Amee sudah duduk di dalam satu meja bersama dengan Zen dan Christal.

__ADS_1


"Hehe ... kami hanya ingin melihat paman Yukimura dan kak Xia Feii lebih dekat lagi kok." jawab Christal nyengir karena malu.


"Ehem ... ada pengantin baru rupanya!" kali ini Zen malah menanggapi dengan nada jenaka dan mulai menggoda Li Kai dan Amee.


Amee sempat salah tingkah dan merona karena mendengar ucapan dari Zen. Dan sebenarnya Li Kai juga sempat merasa sedikit kikuk, namun pria berkacamata itu bisa segera menutupinya dengam baik.


"Zen, kakak akan segera kembali bekerja tepat sebelum kamu melakukan konser." ucap Li Kai.


"Hhm. Kakak tidak usah terburu-buru untuk kembali bekerja. Lebih baik kakak fokus untuk berlibur dan berbulan madu terlebih dahulu saja. Vann masih bisa menggantikan kakak kok. Santai saja, Kak." ucap Zen dengan tulus dan menginginkan kakaknya untuk menikmati waktu berliburnya untuk berbulan madu terlebih dahulu dengan baik dan tidak terburu-buru.


"Tidak kok, Zen. Kakak sudah berlibur terlalu lama. Dan kakak sudah begitu merindukan saat-saat untuk bekerja." jawab Li Kai dengan seyuman hangat seperti biasanya.


"Wah. Sabar ya, Amee ... kakakku terlalu bersemangat untuk bekerja dan malah meninggalkanmu begitu saja. Hehe ..." ucap Zen menggoda Amee.


"Tidak masalah kok, Zen. Kami sudah merasa cukup berliburnya kok. Dan kami juga harus segera kembali ke rutinitas lagi. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus segera diselesaikan." jawab Amee seadanya.


"Oh, begitu ya." sahut Zen mengangguk-anggukkan kepalanya menandakan Zen paham dan mengerti.


Kini beberapa tamu undangan mulai menyalami, memberikan ucapaan dan doa untuk Yukimura dan Xia Feii secara bergantian di depan. Mereka juga datang dengan membawakan beberapa bingkisan hadiah untuk pasangan pengatin baru itu.


"Kita juga kesana yuk! Aku juga ingin memberikan hadiah dan ucapan selamat untuk mereka berdua." ucap Christal dengan bersemangat dan menatap Zen, berharap Zen akan memenuhi kemauannya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2