
Sebuah mobil van hitam yang cukup besar dan mewah mulai melaju dan membelah jalanan kota Tokyo yang begitu ramai di akhir pekan ini.
Mobil van itu dikemudikan oleh Key, pengawal pribadi Christal. Kagami Jiro, Christal, Yuna, dan si kembar Kenzi dan Kenzou duduk di mobil bagian belakang. Karena di belakanlah tempat ternyaman dari mobil van ini.
Sedangkan tak jauh dari mobil itu, ada sebuah mobil BMW hitam metalik yang dinaiki oleh Zen dan ketiga pengawal setianya. Mereka menaiki BMW ini, karena Lamborghini silver milik Zen sedang dibawa oleh kak Kai yang sedang pergi bersama Amee dan Jin Heng.
Malah Zen lebih memilih untuk naik taxi saat berangkat ke kediaman rumah besar Kagami di Danenchofu, dan ketiga pengawalnya menyusulnya dengan menggunakam mobil BMW itu.
Tak jauh dari kedua mobil itu, juga ada sebuah mobil BMW berwarna hitam yang berisi 4 orang pengawal dari keluarga Kagami.
Wah, baru pertama kali aku menaiki mobil van keluarga Kagami. Selama ini aku hanya melihat mobil lainnya saja. Mewah sekali! Aku jadi rindu dengan rutinitasku saat di Beijing. Mirip sekali suasana seperti ini dengan keseharianku.
Batin Kagami Jiro yang masih begitu takjub memperhatikan mobil van yang sangat mewah ini.
Mobil van tersebut dilengkapi dengan berbagai ruangan seperti ruang pertemuan, ruang tidur, ruang makeup, ruang ganti, dan ruangan bersantai. Biasanya para selebriti yang memiliki mobil van mewah untuk mempermudah segala aktivitasnya. Namun rupanya keluarga besar Kagami juga memilikinya.
Mobil tersebut dilengkapi dengan kursi penumpang super nyaman dan mewah. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan TV dengan layar datar berteknologi 3D dan Blu Ray. Wow! Keren sekali!
Selain itu mobil van ini juga memiliki lemari es, bar wine, DVD player, mesin karaoke, game console, serta sambungan internet. Tidak hanya itu saja, mobil van ini juga dilapisi dengan lapisan kedap suara agar bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman.
Ini benar-benar membuatku merindukan Beijing.
__ADS_1
Batin Kagami Jiro yang mulai meraih sebuah microphone. Wajahnya terlihat begitu murung. Dan tanpa sadar ingatan tentang kenangan seorang Li Zeyan di masa lalu mulai memenuhi angannya saat ini. Kenangan manis dan indah saat berada di atas panggung dan menyanyikan beberapa lagu indahnya, dengan diiringi sebuah tarian yang begitu energik dan memukau.
Bayangan tentang seorang pemuda yang begitu bersinar di atas panggung, dengan suara emasnya yang menggema di seluruh panggung, bayangan akan teriakan riuh dari para penonton da fans yang mencintainya.
"Life is like a piano, white and black. If God play it, all will be a beautiful melody. Haa~ Never lose hope, because it is the key to achieve all your dreams. Never lose hope and never say good bye~. Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world. Never lose hope and never say good bye~"
Tiba-tiba terdengar alunan suara indah seorang gadis yang membuat Kagami Jiro tersadar dari lamunannya. Gadis itu menyanyikan beberapa potongan lirik lagu dari Idol Li Zeyan dengan begitu baik. Suara gadis itu terdengar begitu merdu dan mempesona.
Setelah beberapa saat terlihat Christal yang sedang mengenakan sebuah head phone berwarna baby blue dengan desain yang begitu unik dan lucu. Yeap, karena memang Christal adalah putri bungsu keluarga besar Kagami yang begitu menyukai semua yang begitu lucu dan unik. Dan dia juga seorang gadis pecinta warna biru.
Christal yang masih melantunkan lagu itu terlihat sedang mengambil beberapa makanan ringan di atas sebuah meja, di dekat Kagami Jiro sedang berdiri di dekat peralatan karaoke.
Kagami Jiro masih terdiam dan menatap sisi samping wajah gadis imut dan berwajah mungil itu. Kagami Jiro sedikit memiringkan kepalanya dan mulai tersenyum samar, menikmati setiap lantunan dari lagu miliknya yang sedang dinyanyikan oleh Christal.
"Mengapa kakak terus menatapku dan tersenyum seperti itu?" selidik Christal sedikit memicingkan sepasang matanya menatap kakak tersayangnya.
"Ahh ... tidak, Christal! Kakak hanya sedang mendengarkan kamu menyanyi saja." jawab Kagami Jiro dengan jujur dan masih tersenyum hangat menatap Christal.
"Bagaimana? Suaraku bagus bukan, Kak?" ucap Christal dengan begitu bersemangat.
"Bagus kok. Sebenarnya sangat bagus malahan." jawab Kagami Jiro dengan jujur. "Apa kau mau berduet dengan Li Zeyan suatu saat nanti, Christal?"
__ADS_1
Christal yang mendengar ucapan dari kakak kesayangannya hanya menanggapinya dengan lelucon saja, dan gadis berwajah mungil itu malah tertawa kecil.
"Tidak mungkin idol besar seperti Li Zeyan bisa berduet bersama denganku, Kak! Aku hanya penyanyi kamar mandi saja. Ahaha ..." Christal tertawa renyah lalu mulai mengambil sebuah stick game console play station 5 setelah menghidupkan power-nya, dan duduk di atas sofa.
Kagami Jiro mengkerutkan keningnya lalu mulai duduk bersama Christal di atas sofa dan mengambil sebuah stick juga.
"Mengapa tidak mungkin? Kakak akan mengusahakan agar kau bisa berduet dengan Li Zeyan suatu saat nanti deh."
"Jangan, Kak! Aku tidak mau kakak sampai mengancam manager Li Kai agar membuatkan jadwal itu bersamaku. Dan jangan sampai kakak mengancam dan memaksa Li Zeyan juga untuk berduet denganku! Aku tidak mau merusak nama baiknya! Dengan menyanyi bersamaku, itu sama saja dengan merusak pamornya. Ahaha ..." celutuk Christal dengan tawa kecil. "Kita main apa kali ini, Kak?"
"Final Fantasy saja!" usul Kagami Jiro.
"Okay!" sahut Christal begitu bersemangat.
Yeap, jiwa seorang Li Zeyan dan Christal adalah sama-sama menyukai dalam bermain game. Game apapun akan dengan mudah dikuasai oleh Li Zeyan! Dan dia paling menyukai game peperangan dengan fantasi petualangan yang mengejutkan dan penuh tantangan.
Kagami Jiro memilih karakter Butz/ Bartz Krauser sebagai kesatrianya. Sedangkan Christal lebih memilih Lenna/ Reina Charlotte Thycon sebagai kesatrianya.
Dalam permainan ini, Kagami Jiro dan Christal akan berperan sebagai kesatria yang memiliki misi untuk berusaha mencegah agar kristal-kristal elemen lain tidak merasakan nasib yang sama dengan kristal angin, sebab itu berarti X-Death akan bebas kembali.
Dalam versi terbarunya, game ini memiliki detail yang indah dan impresif. Misalnya saja saat menebas musuh dengan pedang, cipratan darah terlihat begitu nyata. Selain itu, bos dari game-nya juga terlihat lebih artistik dan elegan. Benar-benar game yang istimewa!
__ADS_1
Kini Kagami Jiro dan Christal mulai menghabiskan waktunya bersama untuk memainkan game itu bersama selama perjalanan menuju Tokyo Disney Resort, karena kebetulan jalanan juga sedikit macet saat ini.