
"Semua itu terjadi karena kamu yang begitu bodoh, Jancent! Jelas-jelas suhu destilasi hanya boleh antara 60-70 derajat celcius! Mengapa kau begitu mudah dibodohi?! Dasar idiot!"
"Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja, Lee! Kau akan menerima hukuman dari perbuatanmu! Karena kau yang meminta suhu destilasi dinaikkan hingga 100 derajat celcius! Ini semua karena kamu yang mau mencelakai kita semua kan?!"
KLLIIKK ...
Zen mulai mematikan sebuah rekaman yang beberapa hari lalu sudah dia persiapkan untuk dijadikan sebuah bukti dari kejahatan yang sudah dilakukan oleh Lee.
Profesor Wu, Pimpinan dari Wan Chai University terlihat sedang berpikir keras saat ini. Dia mengkerutkan keningnya, dan membuat guratan-guratan pada keningnya terlihat menjadi semakin jelas dan nyata. Itu menandakan jika dia sudah tak lagi muda.
"Jadi ini berarti Lee adalah penyebab dari sebuah kecelakaan itu ..." ucap profesor Wu menyimpulkan.
"Benar sekali, Profesor Wu. Jancent melakukan semua itu karena saran dari Lee. Dan sebenarnya tujuan dan target mereka adalah aku. Tujuannya adalah untuk mencelakaiku." ucapan Zen yang terdengar begitu santai sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada bidangnya.
"Tujuan mereka adalah kamu, Zen?" lagi-lagi profesor Wu dibuat kebingungan dengan pernyataan dari salah satu mahasiswa kesayangannya, Zen.
Yeap, meskipun selama ini Zen memiliki kecerdasan otak yang begitu standar, namun Zen tergolong mahasiswa yang begitu penurut dan ramah. Etika dan sopan santunnya sungguh bisa diacungi jempol. Padahal dia seorang idol papan atas, namun dia selalu menghormati dan menghargai orang lain. Maka dari itu profesor Wu cukup menyukai pribadi Zen.
"Ahaha ... benar sekali, Profesor Wu. Namun tak perlu dipikirkan. Yang terpenting sekarang adalah aku mau Lee menerima hukuman yang setimpal atas semua perbuatan yang telah dia lakukan. Karena perbuatan sembrono yang dilakukan oleh Lee telah banyak melukai dan merugikan orang lain. Li Lian terluka cukup parah. Bahkan Jancent sampai mengalami cedera mata. Ini sungguh sangat keterlaluan, Profesor!" ucap Zen memperlihatkan wajah yang begitu serius dan tegas.
"Baiklah.Terima kasih sudah memberitahukan semua kebenaran ini. Akan aku pastikan, Lee akan menerima hukuman, dan hukumannya adalah drop out!" profsor Wu menyauti dengan begitu tegas, dan mulai membenarkan letak kacamatanya yang dirasa sedikit tidak pas.
Zen tersenyum penuh kemenangan mendengar keputusan dan hukuman yang akan diberikan oleh profesor Wu untuk Lee, "Sama-sama, Profesor Wu."
__ADS_1
Namun, aku juga akan bergerak dengan cara dan gayaku sendiri untuk membalas perbuatan mereka.
Batin Zen dengan seringai manisnya yang tidak menyeramkan, dan malah terlihat begitu menawan! Oh my God!
...⚜⚜⚜...
"Drop out saja itu belum cukup! Kalian sudah sangat keterlaluan! Kalian harus dibuat jera dan menangis memohon-mohon ampunan padaku!" seorang pemuda dengan pakaian serba hitam lengkap dengan masker dan topinya terlihat sedang berdiri dengan tegap dan gagah di atas sebuah gedung lantai 5.
Sepasang mata kebiruannya terkadang menyala saat tersorot oleh lampu-lampu yang menyinari gedung -gedung yang menjulang begitu tinggi itu. Sepasang mata itu menatap tajam ke satu titik di bawah, dimana sedang ada empat pemuda yang sedang melenggang bersama.
Mereka berempat berbincang dan melenggang bersama ditemani dengan beberapa botol baijiu. Bahkan mereka sudah terlihat mulai berjalan sempoyongan dan berbicara tak jelas.
"Dasar Jancent memang brengsek! Lihat saja aku akan membuat ibunya dipecat dari restaurant tempatnya bekerja" geram seorang pemuda yang memiliki rambut jabrik dengan membawa sebotol baijiu dan mulai meneguknya kembali hingga tetes terakhir.
Hingga akhirnya pemuda itu terlihat mulai berjalan di atas atap. Berpindah dari bangunan satu ke banguna lainnya lagi. Dari atap yang tinggi ke atap yang lebih rendah. Hingga akhirnya pemuda itu mulai turun ke permukaan tanah dengan memperosotkan tubuhnya melalui atap bangunan lantai satu dan akhirnya melompat hingga di permukaan tanah.
HHUUPP ...
Pendaratan yang begitu sempurna, pemuda itu mendarat tepat di hadapan keempat pemuda yang sedang melenggang bersama di sebuah gang kecil yang sudah sepi.
Pemuda berpakaian serba hitam itu mulai menarik dan merapikan hodie hitamnya kembali lalu menurunkan topi hitamnya, agar mereka berempat tidak mengenalinya.
"Hoi, siapa kau berani menghalangi jalan kita?!"ucap salah satu dari mereka sambil memutar-mutar botol baijiu yang sudah kosong dengan gaya tengilnya dan tersenyum meremehkan.
__ADS_1
"Hhm ..." kini salah satu dari mereka meraih bahu pemuda di hadapannya dan mulai berjalan ke depan. "Majulah! Aku akan memberi kehormatan untukmu dengan melawanku!" ucap pemuda berambut sedikit gondrong kecoklatan itu yang tak lain adalah Zhang Wei.
Pria berpakaian serba hitam itu masih terdiam dan berdiri dengan tegap. Sementara sepasang mata birunya masih menatap tajam keempat pemuda yang sedang berdiri di hadapannya itu.
"Kau tuli ya?! Aku sedang berbicara kepadamu! Mengapa kau hanya diam saja?! Hah?!" Zhang Wei terlihat begitu emosi dan kini semakin berjalan mendekati pria yang berpakaian serba hitam itu.
"Serahkan diri kalian kepada polisi atas kejadian di labolatorium Wan Chai University! Aku tau kalian adalah dalang dibalik semua kejadian ini!" ucap pemuda yang berpenampilan serba hitam itu dengan sedikit memperbesar suaranya agar mereka sedikit tidak mengenalinya.
"Bwahahahaha ... kau pikir siapa dirimu berani menyuruh-nyuruhku?!" ucap Zhang Wei dengan tawanya yang mendadak meledak memecah keheningan malam di gang sempit itu.
"Lagipula aku sudah mendapatkan hukuman. Aku sudah dikeluarkan dari Wan Chai University! Mengapa kita semua masih harus menyerahkan diri kepada polisi? Gila!" celutuk salah satu pemuda yang masih memainkan sebuah botol kosong dengan kedua tangannya. Dia adalah Lee, seorang mantan mahasiswa Wan Chai University yang selalu memiliki tatanan rambut yang disisir begitu rapi ke samping dengan mengenakan minyak rambut.
"Hukuman itu masih belum sebanding dengan rasa sakit dan penderitaan yang dialami oleh Jancent dan juga Li Lian!" tandas pemuda bertopi dan bermasker hitam itu, sepasang mata yang tersembunyi di balik topi itu masih mengawasi dengan tajam setiap pergerakan dari keempat pemuda di hadapannya itu.
"Cih ... jadi sekarang ada pahlawan pembela kebenaran?! Lantas bagaimana jika kami tidak mau menyerahkan diri? Kau mau apa? Hah?!" timpal salah satu dari mereka yang tak lain adalah Ling Fang.
"Satu lawan empat! Kau bisa apa?! Bahkan tubuhmu terlihat begitu tidak meyakinkan untuk bertarung ... gyahahahaha ..." salah satu dari mereka kini tertawa terbahak-bahak menertawakan pria bertopi itu.
"Jaga mulutmu jika kau tak ingin aku kirim ke Korea lagi untuk melakukan oprasi plastik!" tandas pria bertopi yang kini menatap tajam pria yang itu yang tak lain adalah Sang Yuan Yi.
"Cihh ... sombong sekali! Merasa paling hebat ya. Terima ini, Brengsek!!" Lee terlihat mulai kesal dan melempar sebotol Baijiu yang sudah kosong ke arah wajah pemuda bertopi itu.
PRRAANNGG ...
__ADS_1
Pemuda bertopi itu bisa menghindarinya dengan baik, dan akhirnya botol itu melesat melewati pemuda bertopi dan akhirnya terjatuh hingga pecah.