Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kotak Keemasan


__ADS_3

Seorang pria berbadan besar dan kekar dengan dipenuhi banyak tato di sekujur tubuhnya dan memiliki bekas luka pada wajahnya terlihat begitu bingung di kamarnya dengan menimang-nimang ponselnya.


"Ada yang tidak beres! Tidak biasanya Jiro tidak memberi kabar seperti ini. Bahkan sampai 6 hari dia tidak ada kabar sama sekali dan menghilang begitu saja. Media juga mengatakan, jika dia sedang mengambil cuti. Sebenarnya apa yang sudah terjadi kepadanya?" gumam Yukimura dengan kening berkerut menatap ponselnya.


"Semoga tidak ada suatu hal buruk yang sedang menimpanya." gumamnya lagi lalu bangkit dan melenggang untuk keluar dari kamarnya.


Kini Yukimura mulai melenggang melihat-lihat rumah besar Kagami karena merasa sedikit bosan. Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat melihat Kagami Jiro yang sedang menonton sebuah film anime di ruang tengah bersama Christal. Keduanya terlihat begitu akrab, kompak dan sangat menikmati film itu.


"Cckk ... dasar bocah Li Zeyan!" Yukimura menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum tipis menatap keduanya dari kejauhan.


Karena bosan, Yukimura kini iseng mendatangi mereka berdua dan bergabung bersama mereka.


"Eehemm ..." Yukimura berdehem dan membuat keduanya yang tadinya masih begitu menikmati film itu, kini menoleh ke arahnya.


"Seru sekali menontonnya ya!" celutuk Yukimura.


"Tentu saja seru, Paman Yukimura. Kini aku dan kak Jiro memiliki sebuah kesamaan! Hobi kita sama!" seru Christal terlihat begitu bersemangat lalu memeluk lengan besar Kagami Jiro dengan manja.


"Hei ... hei ... hei! Jangan peluk-peluk seperti itu, Christal!" ucapan respon seketika dari Yukimura membuat Christal begitu kebingungan.


"Paman Yukimura ini kenapa? Mengapa tidak mengijinkan aku untuk memeluk kak Jiro?!" celutuk Christal terlihat sedikiit kesal.


"Pokoknya kalian tidak boleh saling peluk ..." ucap Yukimura kekeh.


"Dasar, Paman memang aneh! Bagaimana kalau ini?" tiba-tiba saja Christal merangkul leher Kagami Jiro dan mengecup pipi kiri Kagami Jiro lalu memeluk lengannya lagi.


Setelah melakukan itu Christal tersenyum mengejek menatap Yukimura, sementara Kagami Jiro terlihat hanya menyunggingkan senyuman yang sedikit aneh karena merasa tak enak dengan Yukimura.


"Christal!!" geram Yukimura terlihat begitu kesal dan sedikit menggelegar.

__ADS_1


Sementara Christal malah semakin tertawa cekikikan melihat tingkah Yukimura yang menurutnya sedikit aneh.


"Adik ipar Christal, mengapa masih disini?" tiba-tiba terdengar suara seorang gadis yang begitu familiar.


Kagami Jiro, Yukimura dan Christal kini melengos ke arah pemilik suara. Terlihat seorang wanita dewasa yang sudah cantik dan berpakaian rapi sudah berdiridi samping mereka.


"Bukankah kita akan menghadiri pesta ulang tahun temanmu?" celutuk wanita dewasa itu sedikit kebingungan menatap Christal.


"Ya ampun. Aku lupa, Kakak ipar Yuna!" teriak Christal begitu histeris. "Aku akan bersiap dulu kak!" imbuhnya lalu bergegas pergi ke kamanya.


"Dia yang mengajak, malah dia yang lupa." keluh Yuna lalu menghempaskan dirinya di sofa duduk di sebelah Kagami Jiro.


"Sayang, sejak kapan kau suka menonton film anime?" tanya Yuna saat sepasang netranya tertuju pada sebuah film anime yang sedang mereka tonton bersama.


"Ah ... itu ... aku hanya menemani Christal menonton saja kok." kilah Kagami Jiro seadanya.


"Dan kau Yukimura? Disini juga untuk menonton film anime?" kini Yuna menatap Kagami Jiro juga kebingungan.


"Hhm. Benar juga." ucap Yuna seadanya. "Sayang, aku sudah siapkan pakaian untukmu untuk acara nanti malam. Dan aku juga sudah siapkan semua keperluan kita untuk berangkat ke China besok." ucap Yuna yang kini beralih menatap Kagami Jiro yang kini sedang duduk di sampingnya.


"Oh, baiklah. Terima kasih." jawab Zen dengan senyum ramahnya.


Yeap, malam ini akan ada pesta perayaan di rumah besar Kagami. Perayaan kembalinya sang legendaris pemimpin dari Doragonshadou, yang sudah berhasil melewati masa-masa maut saat itu.


Namun siapa kira, sebenarnya malah dia bertukar raga dengan seorang idol China. Tidak masalah! Yang terpenting adalah keduanya bisa hidup kembali meski dengan dunia yang sangat berbeda! Keajaiban yang hanya ada di dalam dunia novel dan perfilman saja. Oops ... okey, kita lanjut saya!


"Semua tiket sudah kau siapkan, Yukimura?" tanya Yuna.


"Sudah. Kita akan melakukan penerbangan di siang hari. Dan akan tiba di Beijing sore hari. Aku juga sudah melakukan reservasi di sebuah hotel." sahut Yukimura.

__ADS_1


"Hhm. Baiklah. Sudah lama juga aku tidak melihat Beijing!" ucap Yuna sambil mengganti saluran televisi menjadi sebuah acara olahraga kendo.


"Aku juga sangat merindukan Beijing." gumam Zen pelan.


Aku sangat merindukan kak Kai. Aku juga merindukan Amee ... apa mereka berdua baik-baik saja? Aku juga merindukan kakek Li Feng. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan mereka. Aku bahkan juga merindukan appartemenku. Lalu bagaimana aku menyapa dan menemui mereka semua dengan raga ini, raga dari tuan Kagami Jiro?


Batin Zen yang terlihat sedikit murung karena merindukan orang-orang terkasihnya.


"Sayang, kau sedang tidak sehat?" Yuna berinisiatif dan menyentuh kening Kagami Jiro.


"Tidak ... aku sangat sehat, hanya sedikit lelah."


"Istirahatlah dulu. Nanti malam kita akan sibuk dan repot karena akan ada banyak tamu."


"Hhm. Baiklah ... aku akan ke kamar untuk beristirahat sebentar." ucap Kagami Jiro lalu melenggang meninggalkan Yuna dan Yukimura.


Kagami Jiro terus melenggang melewati ruangan demi ruangan yang begitu luas dan bersih dengan tatanan yang sudah ditata dengan begitu apik dan sedemikian rupa. Berbagai furniture super mewah juga memenuhi segala penjuru ruangan. Benar-benar rumah yang memberikan kesan begitu besar, elegant dan mewah.


Jiwa Zen terlihat begitu menikmatinya saat berada di dalam rumah ini, meskipun dia tidak pernah hidup kekurangan selama di China, namun dia selalu merasa sendirian dan kesepian. Kakek Li Feng yang selalu pergi ke luar kota karena dinas kerja, sementara dia tinggal di appatementnya sendirian.


Berbeda dengan kini, di rumah besar ini sangat ramai dan tentu saja keluarga ini juga terasa begitu hangat. Tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Zen berasumsi jika keluarga besar dari gangster adalah sangat menakutkan.


Kini Kagami Jiro sudah berada di depan sebuah kamar dengan pintu putih. Dia mulai memasukkan beberapa sandi untuk masuk ke dalam kamar itu.


BBIIPP ...


KKLLAAKK ...


Kagami Jiro mulai membuka pintu dan mulai melenggang memasuki kamar bernuansa putih itu. Langkah kakinya kini mulai mendekati lemari pakaiannya. Perlahan dia membuka lemari itu dan terlihat sedang mengambil sesuatu yang sudah disimpannya di balik tumpukan beberapa pakaiannya.

__ADS_1


Beberapa saat jemarinya menemukan sesuatu dan meraihnya. Terlihat sebuah kotak kecil berwarna keemasan. Sepasang mata kecoklatan itu menatap tajam kotak keemasan itu.


__ADS_2