
"Uhm ... aku akan mandi dulu. Kau bersiaplah dulu ..." ucap Kagami Jiro lalu melalui Yuna begitu saja.
Sedangkan Yuna tak merasa curiga sedikitpun, dia hanya menanggapinya dengan senyuman dan segera mencari pakaian gantinya di dalam koper.
Setelah itu dia mulai mengenakan pakaian itu satu persatu lalu merias dirinya di depan meja rias. Terlihat seorang gadis dewasa yang begitu cantik dengan balutan sebuah dress selutut berwarna peach. Riasan make up yang dia poleskan di wajah ayunya pun terlihat begitu natural dan lembut seperti biasanya.
Yuna mulai meraih ponselnya dan melihat beberapa foto di dalam galeri ponselnya. Senyumnya begitu mengembang saat menyaksikan beberapa foto di dalamnya, yaitu foto-foto berdua bersama Kagami Jiro.
Namun, tiba-tiba saja senyuman dari gadis cantik itu kini mulai memudar. Bahkan kini dia terlihat begitu murung saat ini ketika melihat beberapa foto bersama dari si kembar Kenzi dan Kenzou. Mungkin saja kini Yuna sedang merindukan mereka berdua yang kini sedang berada di negeri Sakura.
"Ah ... Kenzi, Kenzou ... kalian sedang apa? Mama sudah sangat merindukan kalian. Padahal baru berpisah satu hari ..." ucap Yuna begitu lirih. "Mama merindukan kalian ..."
Tak beberapa lama, kini Kagami Jiro sudah kembali lagi dari kamar mandi. Yuna segera meletakkan kembali ponselnya dan menyambut suaminya kembali.
"Sayang ... aku sudah siapkan pakaian ganti untukmu." Yuna mulai bangkit dan mengambil pakaian yang sudah dia siapkan di atas pembaringan. "Ini ..." imbuhnya sambil menyodorkan setelan pakaian itu untuk suaminya.
"Terima kasih." ucap Kagami Jiro dengan tulus.
"Hhm. Aku akan ke kamar Christal sebentar, kau bersiaplah dulu."
"Baiklah ..." ucap Kagami Jiro seadanya, padahal di dalam hati tentu saja dia merasa sangat lega dan bahagia saat ini. Karena sesungguhnya, berada di dalam kamar berduaan sungguglh membuatnya begitu berdebar.
Yuna segera melenggang dan meninggalkan kamar mewah ini. Kamar hotel yang dipenuhi dengan nuansa cream keemasan, dengan ukiran-ukiran pada dinding keemasannya menjadikan kamar ini begitu elegant dan sangat menawan. Kamar ini juga dilengkapi beberapa furniture yang sangat bernilai tinggi.
Zen segera memakai pakaian yang sudah Yuna siapkan untuknya. Sebuah kemeja berwarna biru lembut dengan mofif floral putih dan dipadankan dengan celana hitam.
Yeap, salah satu fashion item favorit seorang Kagami Jiro adalah kemeja, meskipun hanya untuk menghadiri acara semi formal, agar selalu terlihat stylish dan fashionable. Meski dengan kemeja yang begitu simple, namun para pria yang mengenakannya akan tetap terlihat macho dan juga keren.
__ADS_1
Kemeja sendiri adalah juga fashion item yang fleksibel. Bisa dipakai di segala kesempatan mulai dari hangout, liburan, pesta formal, pergi ke kantor, atau kuliah. Tidak perlu berlebihan, tampil dengan setelan kemeja, bisa membuat terlihat semakin menarik dan rapi.
Setelah beberapa saat terdengar ritme teratur mengalun dari arah pintu. Kagami Jiro yang sudah rapi dan begitu harum kini mulai bergegas untuk membukakan pintu itu.
Terlihat seorang pria berwajah sangar dengan bekas luka pada wajah garangnya sedikit menyunggingkan senyuman dan terlihat sudah menunggunya.
"Hallo, Paman ..." sapa Kagami Zen dengan begitu ramah.
Namun Yukimura segera memberikan isyarat melalui matanya, dan ternyata sudah ada Christal dan Yuna yang juga baru keluar dari kamar sebelah. Sementara Igor juga sudah berada di sisi lainnya.
Kagami sedikit menggigit bibir bawahnya dan mengusap tengkuknya, "Hallo Yukimura! Mari kita segera makan makan malam bersama! Kau mau apa? Sirloin steak? Rib eye steak? Terderloin steak? Atau apa? Katakan saja! Ahahaha ..." Kagami Jiro berbicara dengan mengeraskan intonasinya dan segera merangkul Yukimura lalu mulai melenggang bersama.
Yuna, dan Christal juga sudah mulai mengikuti kedua orang pria dewasa itu dan saling mengobrol ringan.
"Acara anniversary game kesukaanku masih lusa. Besok kita pergi kemana, Kakak ipar?" tanya Christal sangat bersemangat.
"Kalau ditanya seperti itu, tentu saja aku ingin berkeliling Beijing! Ahaha ..." Christal menyauti dengan riang dan tertawa lepas.
Obrolan mereka masih terus berlanjut di sepanjang koridor. hingga akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan yang begitu luas dan di penuhi oleh ratusan meja bundar yang sudah berlapis dengan taplak meja berwarna merah maron dengan list keemasan yang menjuntai hingga lantai.
Meja-meja itu cukup besar. Meja dengan diameter kira-kira 3 meter, dan setiap meja dikelilingi 13 kursi yang juga sudah dilapisi dengan kain warna senada, merah maroon dengan list keemasan.
Lampu-lampu hias yang tergantung di dalam ruangan ini memberikan tambahan nilai keindahan yang begitu luar biasa, terkesan begitu glamour dan elegant. Lantai juga sudah berlapiskan sebuah karpet roll witon yang begitu tebal dan super mewah dengan design yang tentunya juga begitu elegant.
Kagami Jiro dan Yukimura mulai duduk di sebuah kursi, sedangkan Igor hanya berdiri di belakang Kagami jiro.
"Igor, duduklah! Makanlah bersama kami ..." ucap Kagami Jiro dengan ramah.
"Tidak perlu, Tuan. Aku akan makan nanti saja." Igor menyauti dengan sopan dan merendahkan suaranya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Makanlah bersama kami! Aku sudah memesan banyak makanan. Duduklah ..." ucap Kagami Jiro lagi dengan senyum ramahnya.
"Hhm. Duduklah ..." imbuh Yukimura.
Sebenarnya Igor sedikit canggung dan tidak enak karena dia tidak pernah makan satu meja bersama tuannya. Namun, tentu saja dia tidak berani untuk berusaha menolaknya kembali. Akhirnya Igor duduk di kursi yang agak jauh dari mereka.
Sementara itu, tak sengaja sepasang netra Christal menangkap seorang pemuda tampan yang sangat familiar untuknya. Kini senyuman lebar mulai menghiasi wajah mungilnya nan ayu dan dia segera meraih lengan Yuna.
"Kakak ipar! Ada Lu Yuan disini!!" ucap Christal kegirangan.
Jiwa seorang Li Zeyan kini sedikit terperanjat setelah mendengar Christal menyebutkan nama Lu Yuan. Idol yang pernah menjadi partner kerja sekaligus juga rival-nya. Tentu saja yang ada di dalam pikiran Zen adalah rival sehat. Karena selama ini dia tidak mengetahui jika Lu Yuan sudah berulang kali mencoba untuk mencelakainya.
"Siapa Lu Yuan?" tanya Yuna mengkerutkan keningnya tidak mengerti.
"Idol yang berasal dari Beijing, Kakak ipar!!" ucap Christal masih terlihat begitu bersemangat. "Ayo temani aku untuk menemuinya, Kak!" Christal segera bangkit kembali dan menarik lengan Yuna untuk menghampiri seorang pemuda yang sedang berada di salah satu bangku bersama seorang pemuda yang mungkin adalah managernya.
"Christal!!" sergah Kagami Jiro memanggil Christal, namun ternyata Christal tak mendengar panggilan dari kakaknya, dan terus melenggang bersama Yuna.
"Kau mengenali pemuda bernama Lu Yuan?" tanya Kagami Jiro setengah berbisik agar Igor tidak mendengarnya.
"Iya, Paman. Dia adalah idol besar di China." sahut Kagami Jiro juga sedikit berbisik.
"Hhm ... pria cantik sepertimu juga rupanya ..."
"Pria cantik?" ucap Kagami Jiro sedikit membelalak menatap Yukimura, karena terkejut Yukimura menyebutnya sebagai pria cantik.
Yukimura tersenyum tipis dan menepuk bahu Kagami Jiro, "Ya, benar. Bagiku kalian adalah pria cantik!"
"Ahahaha ... paman ada-ada saja."
__ADS_1