
Kagami Jiro mulai melenggang dan mendekati Christal dan duduk di sebelahnya, "Apa sudah merasa lebih baik?" ucapnya begitu hangat dan tak bisa menutupi kekhawatiran yang terlukis dengan begitu jelas pada wajah sangarnya.
"Hhm. Iya, Kak " jawab Christal seadanya.
"Lain kali lebih berhati-hatilah ... jangan sampai terluka lagi seperti ini." ucap Kagami Jiro masih begitu khawatir.
"Hhm. Iya, Kak." sahut Christal yang terlihat sedikit cemberut
"Mengapa tiba-tiba kamu murung seperti ini? Katakan padaku bagian mana yang masih sakit ..." kini Kagami Jiro mulai duduk bersimpuh di hadapan Christal dan mendongak menatapnya.
"Tidak ada, Kak." sahut Christal yang mulai tersenyum kembali menatap kakaknya.
Namun kini tiba-tiba pandangan Kagami Jiro kini beralih menatap siku Christal dan kembali terlihat begitu khawatir.
"Christal. Siku kamu terluka dan berdarah!"
"Ahh ... benarkah?" ucap Christal sedikit histeris lalu segera melihat siku kanannya. "Aku bahkan tidak menyadarinya, Kak. Sepertinya terbentur sesuatu saat aku terjatuh tadi kak."
"Baiklah, tunggu sebentar ya." Kagami Jiro mulai bangkit lalu meninggalkan kamar Christal.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Kagami Jiro mulai kembali lagi dengan membawa sebuah kotak putih berukuran sedang. Yeap, Kagami Jiro membawa sebuah kotak P3K.
Kagami Jiro mulai mengambil sebuah casa steril lalu membasahinya dengan beberapa tetes alkohol. Setelah itu dia segera membersihkan luka pada siku Christal.
"Bagaimana? Apa terasa begitu sakit?" Kagami Jiro melirik gadis berwajah mungil itu, sementara gadis itu hanya menggeleng pelan.
Selanjutnya Kagami Jiro mulai memberikan obat merah pada luka itu dengan begitu hati-hati.
"Kak ... mengapa tidak memakaikan plaster lucu untukku?"
"Plaster?
__ADS_1
"Ya ..."
Kagami Jiro terdiam sejenak, lalu mulai menjawab ucapan Christal.
"Jika terluka seperti ini, sebaiknya jangan memakaian plaster pada luka."
"Memangnya kenapa, Kak? Kan lucu pakai plaster lucu. Hehe ..." Christal tertawa kecil menatap kakaknya.
"Jika memakai plaster, maka luka itu akan lebih lama keringnya." Kagami Jiro menjawab dengan seulas senyum yang begitu hangat.
"Darimana kakak belajar mengobati seseorang?"
"Dulu Amee sering mengobatiku saat aku terluka." ucap Kagami Jiro tanpa sadar.
"Amee? Siapa Amee itu, Kak? Seingatku tidak ada teman kakak yang bernama Amee. Satu-satunya yang aku tau, Amee itu adalah seorang model dari China yang begitu dekat dengan Li Zeyan." celutuk Christal mengkerutkan keningnya dan berusaha mengingat-ingat lagi, mana tau ada seseorang lagi yang memiliki nama yang sama.
Kagami Jiro terlihat sedikit gelagapan untuk sesaat. Namun bukan seorang Li Zeyan namanya jika dia tidak bisa meng-cover-nya dengan begitu baik.
"Mungkin saja kamu lupa, Christal. Ada teman kakak yang bernama Amee saat kakak duduk dibangku SMP, namun dia sudah pindah ke luar kota bersama orang tuanya. Begitu ..." kilah Kagami Jiro dengan asal dan sepertinya jawaban itu lumayan untuk membuat Christal percaya padanya.
"Hhm. Tentu saja."
"Kak Jiro!"
"Ya ..."
"Kak Jiro yang sekarang juga begitu berbeda!" celutuk Christal tiba-tiba "Begitu lembut dan penuh cinta. Hhm ... memang sih kak Jiro yang dulu juga begitu perhatian dan menyayangiku tiada tanding! Namun kak Jiro yang sekarang lebih hangat dan begitu lembut." imbuh Christal menatap Kagami Jiro dengan senyum lebar.
"Ahaha ... mungkin hanya perasaanmu saja, Christal. Aku sama saja kok." kilah Kagami Jiro dengan tawa renyah.
"Tidak! Kakak sangat berbeda! Dan aku sungguh lebih menyukainya! Oh ya, kak. Aku pernah berjanji pada diriku sendiri. Jika kakak terbangun dari koma, maka aku akan menuruti semua perintah kakak. Bahkan aku juga sudah berjanji, akan menikah dengan pria pilihan kakak." ucap Christal dengan begitu bersemangat. "Jadi, tolong siapkan pria itu untukku! Tahun ini aku akan mulai memasuki universitas. Dan apakah kakak tau? Temanku selalu memojokkanku karena hanya aku yang tidak memiliki kekasih! Apa kakak tega adikmu ini dijadikan olokan di sekolah! Huuftt ..." kali ini Christal terlihat begitu cemberut kembali lalu mulai meraih sebuah buku cliping.
__ADS_1
"Tidak memiliki seorang kekasih bukanlah hal rendah yang begitu memalukan, Christal. Disaat sendiri, maka kamu bisa fokus dan meraih semua mimpi-mimpimu tanpa ada yang membatasinya." ucap Kagami Jiro dengan tulus, dan sebenarnya dia sedang teringat dengan dirinya sendiri.
Yeap, Zen sedang teringat dengan dirinya sendiri yang memiliki yang memiliki kehidupan yang selalu dibatasi dan tidak boleh sesuka hati. Tidak boleh mengkonsumsi sembarang makanan, bahkan harus memperhitungkan kalori dari makanan yang akan dikonsumsi agar tidak kelebihan lemak.
Zen juga tidak diijinkan untuk menjalin ikatan dengan seorang gadis manapun, atau kalau tidak, pamornya akan turun dan itu akan begitu merugikan semua pihak, terutama perusahaannya.
Bahkan saat itu, Zen yang sedang Amee dan tak sengaja tertangkap oleh kamera, itupun malah begitu merugikan Amee. Karena Amee harus mengundurkan diri dari dunia entertaiment, atau kalau tidak maka karir Zen akan benar-benar hancur saat itu juga.
"Kata-kata kakak memang benar sekali. Namun teman-temanku selalu mengataiku kolot, Kak. Dan itu begitu menyebalkan sekali!" Christal mendengus dan terlihat begitu kesal.
Kagami Jiro tersenyum begitu hangat lalu mengusap lembut rambut Christal, "Percayalah pada kakak! Buah dari kesabaran itu akan begitu indah dan manis! Selama kuliah, fokuslah hanya untuk belajar dan meraih mimpimu, Christal! Jangan kamu pedulikan dan menyibukkan diri dengan mendengar kicauan dari teman-temanmu! Tapi sibukkan dirimu dengan sesuatu yang positif! Setelah kau menyelesaikan kuliahmu, kau pasti akan segera bertemu dengan pemuda yang tepat!" hibur Kagami Jiro, dan sebenarnya itu hanya penyemangat saja untuk Christal, agar Christal tak memikirkan kicauan dari teman-temannya yang sering mengolok-oloknya.
"Hhm. Baiklah, Kakak!" sahut Christal berusaha untuk kembali tersenyum lagi.
"Lagian siapa yang berani mengolok-olok adikku tersayang?! Katakan pada kakak, pasti akan kakak beri pelajaran untuknya!" tandas Kagami Jiro berusaha untuk menghibur Christal, bahkan kali ini benar-benar seperri Kagami Jiro yang sebenarnya! Li Zeyan benar-benar aktor yang hebat!
Dan rupanya Christal benar-benar tertawa dan merasa terhibur. Wajah mungilnya terlihat begitu manis dan menggemaskan saat dia tertawa lepas. Dan ini sungguh membuat Zen begitu terpana saat melihatnya.
"Jadi intinya kamu akan menikah dengan pria pilihanku, Christal?" tanya Kagami Jiro setelah tawa Christal mulai reda.
"Hhm. Tentu saja!" Christal mengangguk dan tersenyum lebar.
"Kalau boleh tau, pria seperti apa yang mau kau nikahi?" pertanyaan yang sedikit mewakili jiwa dari seorang Li Zeyan akhirnya terucap begitu saja.
"Jika kakak bertanya seperti itu, maka aku akan menjawab pria yang seperi idolaku saat ini! Ahaha ..."
Kagami Jiro mulai mengkerutkan keningnya mendengar ucapan dari Christal, "Siapa?" tanya Kagami Jiro begitu ingin tau.
"Li Zeyan!!"
DEGGHH ...
__ADS_1
Seketika jantung Kagami Jiro berdetak lebih cepat setelah mendengar nama itu.
...⚜⚜⚜...