Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Senjata Rahasia Doragonshadou


__ADS_3

Hallo sahabat Never Say Good Bye. Author ingin memberitahukan, jika ada sedikit perubahan nama karakter dan gangster ya ... dikarenakan ada sesuatu yang terjadi. Dan untuk antisipasi Hehehe ...


Jadi, karakter utama sekarang namanya adalah Li Zeyan dan Kagami Jiro. Dan gangster yang dipimpin oleh Kagami Jiro adalah Doragonshadou.


Untuk yang lainnya semua masih sama saja. Okay, jangan lupa untuk selalu dukung Author dan Never Say Good Bye yah. Dengan Like, Comment, klik "Favourite", Gift, dan Vote.


Happy reading ...


...⚜⚜⚜...


"Wah ... wah ... wah ... ternyata istri dari seorang Kagami Jiro bermain di belakang dan berani berkhianat. Bahkan dengan pria yang lebih muda darinya. Gyahahaha ..."


BBUUAAKK ...


Tanpa ba bi bu kini sebuah bogem melayang mengenai wajah preman itu.


Salah satu preman itu segera melayangkan tinjunya untuk Zen, Zen dengan cepat menunduk dan menghindarinya dan menghantam perut preman itu hingga preman itu terjatuh.


Salah satu preman dengan membawa tongkat pemukul besi mulai pamer dan mengayunkan tongkat itu dengan cukup lihai. Dengan cepat dia mulai mengayunkan untuk memukul Zen. Zen segera mematahkan serangan itu dan menghantam ulu hati preman itu.


BUUGGHH ... PRANGGG ...


"Akkhh ..." rintih preman itu yang kini sudah terjatuh terpental .


Tongkat besi itu terjatuh, dan kini Zen mulai memungutnya. Dia mengayunkan tongkat itu dengan begitu indah dan sangat cepat dan mulai menyerang 2 preman yang tersisa.


BBUUGGHH ...


BBUUAAKK ...


Zen memukul lengan dan kaki kedua preman itu. Setelah itu dia melempar tongkat besi itu kembali. Kini dia mulai menghampiri salah satu dari mereka yang jatuh terbaring. Zen jongkok di sebelahnya kemudian menarik kerah baju dari preman itu dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya mulai mengepal dan bersiap melayangkan punchnya lagi.


"Katakan dimana, Yuna!" tanya Zen masih dengan sorot mata yang haus ingin membunuh.


"Wa-wanita itu sudah pergi ..." jawab preman itu dengan ketar-ketir.


"Pergi kemana?! Bicara yang jelas!" hardik Zen yang bersiap melayangkan tinjunya.


"A-aku tidak tau. Dia pergi dan kabur begitu saja ..."

__ADS_1


"Jangan berani membohongiku!"


Seorang preman dari mereka rupanya diam-diam sedang berjalan mengendap-endap untuk menyerang Zen dengan tongkat besi yang sudah dipungutnya.


Namun tentu saja Kagami Jiro bisa membaca dengan baik pergerakan para preman itu. Zen berhasil menangkap tangan preman itu tepat saat pemukul besi itu tinggal beberapa inchi dari wajahnya. Dengan cepat Zen segera meraih tubuh preman itu dan menghempaskannya begitu saja hingga menabrak meja tua di dalam itu.


BRRAAKK ...


Kini Zen kembali fokus pada preman yang sedang di hadapannya itu lagi.


"Cepat katakan padaku jika masih sayang pada nyawamu!" geram Zen dengan sangat menakutkan.


"A-aku benar-benar tidak tau ... kemana wanita itu pergi ... dia melarikan diri begitu saja ..."


"Apa yang kalian inginkan darinya?! Mengapa menangkap Yuna begitu saja?!"


"Ki-kita ingin membalas ulah Kagami Jiro yang sudah mencampuri urusan kita ..."


Zen mengeraskan rahangnya dan tiba-tiba saja bogemnya melayang dan mendarat keras hingga membuat cetakan yang membekas pada wajah preman itu.


BUUAKK ...


Dia mulai menyusuri sebuah jalan setapak untuk menuju suatu tempat, "Yuna ... dimana kamu saat ini?" gumamnya begitu gelisah.


Kini Zen mulai merogoh ponselnya kembali dan berusaha menghubungi Yuna. Namun ponselnya kini malah berdering. Setelah membaca nama si pemanggil, Zen segera menggeser tombol merah pada layar itu. Yeap, yang sedang menghubunginya saat ini adalah kak Kai. Dan dia baru saja menolak panggilan itu.


Dengan cepat Zen kembali menghubungi Yuna, namun panggilannya tidak diangkat sama sekali.


...⚜⚜⚜...


Seorang pria dewasa dengan badan besar dan rambut jabrik terlihat sedang memperhatikan sebuah cincin kuno sen Taisho Jepang. Raut wajahnya terlihat begitu serius, dan dia membolak balikkan cincin kuno itu.


Pria yang kira-kira berusia 35 tahun ini adalah Tokugawa Yukimura, salah satu sahabat sekaligus kaki tangan Kagami Jiro yang selama ini disembunyikan dengan sangat baik. Sebuah senjata rahasia Doragonshadou yang selama ini tersimpan dan tersembunyi dengan apik.


"Baiklah. Aku akan segera pindah ke Yokohama!" celutuk Yukimura dengan suaranya yang begitu besar.


"Terima kasih!"


"Tidak perlu berterima kasih." sahut Yukimura dengan cepat. "Aku sudah berhutang budi kepada Jiro! Dan aku sudah berjanji akan mengabdi kepadanya di sisa umurku. Kagami Jiro sedang koma dan sampai saat ini belum terbagun. Tapi ... bagaimana kau bisa mengetahui ini semua? Hanya dia yang mengetahui rahasia ini sebelumnya." kini Yukimura menyipitkan matanya menatap Yuna penuh tanda tanya. "Apa dia sudah memberi tahu kamu sebelumnya?"

__ADS_1


"Ehm. Benar. Baru-baru ini aku bertemu dengan seorang pria muda yang cukup aneh. Dan dia memberitahuku semua ini padaku. Awalnya aku tidak percaya dengan ucapannya, namun aku mencoba mengikuti dan mencari tau apa yang sudah dia katakan padaku. Dan aku menemukan pesan rahasia dan cincin kuno ini dari suamiku." ucap Yuna dengan hati-hati.


"Seorang pria muda yang aneh?" tanya Yukimura mengernyitkan keningnya.


"Benar. Dia tiba-tiba saja dia datang menemuiku. Bahkan dia mendekati keluargaku. Dan saat ini, Yosuke malah terlihat begitu menyukai anak itu." jelas Yuna dengan raut wajah sedikit kesal.


"Hhm ... boleh aku bertemu dengan pemuda itu?" tanya Yukimura tiba-tiba dan membuat Yuna sedikit melotot tidak percaya. "Pemuda itu pasti bukan seorang pemuda biasa. Aku ingin bertemu dengannya!" imbuh Yukimura lagi dengan mantap.


"Ahahaha ... Pemuda itu sangat aneh dan menyebalkan! Bagaimana jika dia seorang mata-mata yang dikirim oleh Ley Bixing?" ucap Yuna sedikit waspada.


"Instingku mengatakan tidak." Yukimura berkata dengan santai dan mengkerutkan keningnya. "Aku akan mengetahui jawabannya jika aku bisa bertemu dengannya secara langsung."


"Ehm ... Baiklah. Besok aku akan mengundangnya ke rumah besar Kagami. Dan kau bisa bertemu dengannya. Kau juga bisa tinggal di rumahku mulai sekarang!"


"Baiklah, Nyonya!" sahut Yukimura dengan sopan.


"Panggil saja Yuna! Kau adalah sahabat dekat suamiku, bukan? Dan aku akan lebih nyaman jika kau hanya memanggil namaku."


"Baiklah, Yuna ..."


...⚜⚜⚜...


Zen masih berusaha mencari Yuna dan mencoba untuk selalu menghubungi Yuna. Namun panggilannya selalu diabaikan oleh Yuna. Hingga akhirnya kini Yuna yang menghubunginya. Dengan cepat Zen segera mengangkat panggilan itu.


"Hallo ... Yuna ... kamu dimana? apa kau baik-baik saja? Berandalan itu bilang kau sudah melarikan diri ..." ucap Zen yang terlihat begitu khawatir.


"Aku baik-baik saja dan aku sudah pulang. Kamu pulanglah!" ucap Yuna dengan intonasi pelan. "Apa besok kau bisa datang ke rumahku?" imbuh Yuna dengan terpaksa dan begitu berat. Karena sejujurnya dia masih kesal dengan Zen.


"Aku akan kembali ke Beijing besok. Tapi aku akan usahakan untuk pergi ke kediaman Kagami dulu."


"Baiklah. Sampai jumpa ..."


Tut ... Tut ... Tut ...


"Huft ... syukurlah dia sudah sampai di rumah..." ucap Zen terlihat begitu lega.


"Jadi, sekarang jelaskan semuanya padaku! Kenapa kau bisa mengetahui rahasia besar Kagami Jiro!" tanya Yukimura yang kini duduk berhadapan dengan Zen hanya dengan pembatas sebuah meja tua.


Yeap, Zen mengunjungi rumah Yukimura setelah Yuna pamit dan pergi dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2