
Seseorang mulai datang dan menghampiri Zen lalu duduk di dekat Zen, karena sedikit mencurigai Zen. Atau lebih tepatnya orang itu begitu ingin mengetahui, dengan siapa Zen sedang bercakap melalui pesan saat ini hingga membuat Zen terlihat begitu bahagia.
"Hai, sedang chat dengan siapa sih sampai senyum-senyum sendiri seperti ini?" terdengar suara seorang gadis yang kini sedikit mengintip layar ponsel. "Siapa Christal?" imbuhnya lagi.
Zen mulai menghentikkan mengetik pesan itu, lalu melengos ke arah gadis yang sudah duduk di sampingnya. Rupanya dia adalah Du Huanran yang baru saja berganti dengan pakaian selanjutnya untuk pemotretan selanjutnya.
"Hhm? Christal adalah ..." belum sempat melanjutkan ucapannya dengan sempurna, tiba-tiba seorang fotografer sudah memanggil mereka berdua untuk segera bersiap untuk melakukan pemotratan selanjutnya.
"Zen, Du Huanran! Ayo kita mulai saja!" perintah fotografer itu yang sudah bersiap kembali.
Zen segera menyimpan kembali ponselnya dan mulai bangkit dari tempat duduknya lalu melenggang ke depan di tempat yang akan dilakukan pemotretan. Du Huanran juga mulai mengekori Zen.
Pemotrtan kali ini adalah bertema dengan gothic. Mereka berdua mengenakan pakaian serba hitam, hingga beberapa aksesorisnya juga semua berwarna hitam. Make up mereka terlihat begitu putih, pucat dan seperti vampire. Namun mereka berdua masih tetap terlihat begitu tampan dan cantik.
Semua pemotretan hari ini berhasil dilakukan dengan lancar dan cepat, hingga akhirnya mereka semua mulai beristirahat sejenak.
"Good job, Zen!" kak Kai mulai datang dan membawakan sekaleng minuman dingin untuk Zen. "Tidak kakak sangka setelah kembali dari Jepang, talentamu kembali meningkat kembali. Bahkan sudah seperti sedia kala. Padahal dalam 4 bulan ini, talentamu sedikit menurun." imbuh kak Kai lalu duduk di sebelah Zen.
"Benarkah itu, Kak?" ucap Zen dengan nada menggoda kak Kai. "Apakah selama ini aku melakukan semua pekerjaanku dengan begitu buruk?" imbuh Zen yang sebenarnya cukup penasaran dengan semua hal yang sudah Kagami Jiro lakukan selama ini dengan tubuhnya.
"Sedikit menurun sih. Tapi kemampuan akting di genre action kamu sangat baik akhir-akhir ini. Oh iya, ini drama yang sudah menunggumu. Lusa kamu sudah harus melakukan shooting untuk drama ini." kak Kai mulai memberikan sebuah berkas untuk Zen.
Zen mulai membuka lembar demi lembar untuk melihat-lihat sedikit drama apa itu. Sepasang mata kebiruannya kini mulai menatap drama itu.
__ADS_1
"Mengapa tumben sekali menerima drama yang memiliki banyak adegan action berbahaya seperti ini?" ucap Zen hampir saja tak percaya.
Namun kak Kai malah terlihat begitu kebingungan dan mengkerutkan keningnya menatap Zen.
"Zen, bukankah kamu sendiri yang meminta semua ini? Kamu meminta kakak untuk hanya menerima drama ber-genre action saja? Kamu bahkan tidak mau membintangi drama romance lagi." sahut kak Kai apa adanya.
"Tidak mungkin! Aku menarik semua ucapanku, Kak! Mulai sekarang terima penawaran yang sesuai dengan yang biasanya saja!"
"Ahh ... sebenarnya apa maumu, Zen? Kemarin bilang tak mau main drama romance, dan sekarang kamu mengatakan jika kamu mau main drama seperti biasanya. Kamu sungguh membuat kakak merasa pusing." ucap kak Kai sungguh merasa bingung dan pusing. "Ya sudah, begini saja. Mulai sekarang kamu sendiri yang memutuskannya. Kakak tidak mau pusing lagi karena seleramu yang selalu saja berubah-ubah akhir-akhir ini."
Zen malah tertawa lepas mendengar kicauan dari kak Kai yang menurutnya cukup lucu itu. Dan hal itu malah semakin membuat kal Kai merasa jengkel.
"Oh iya, Zen. Pekan depan kakak akan mengambil cuti dulu, karena kakak mau mempersiapkan pernikahan kakak. Untuk sementara Vann yang akan menggantikan kakak saat kakak cuti." ucap kak Kai lagi.
"Hhm. Baiklah, Kak Kai. Aku akan mengambil cuti saat pesta pernikahan kakak saja. Karena pekerjaanku sungguh masih menumpuk dan sangat padat." sahut Zen lalu meraih ponselnya yang baru saja bergetar karena ada sebuah pesan.
"Siapa bibi Rong, Kak?" tanya Zen karena Zen yang sebenarnya memang belum pernah mengenal apalagi bertemu dengan bibi Rong.
Dan saat itu jiwa Kagami Jiro-lah yang bertemu dengan bibi Rong saat Zen dan keempat pengawalnya menyusul kak Kai ke Shanghai.
Kak Kai yang mendengar ucapan dari Zen tentu saja merasa begitu terkejut dan tak mengerti. Padahal jelas-jelas saat berada di Shanghai Zen dan bibi Rong sudah begitu akrab. Bahkan Zen sudah dua kali pergi ke tanah kelahiran kak Kai dan bertemu dengan bibi Rong saat itu.
"Apa yang terjadi padamu, Zen? Apa kamu mengalami amnesia setelah amnesia?" celutuk kak Kai mulai asal.
__ADS_1
Sungguh pertanyaan aneh macam apa itu? Penyakit amnesia setelah amnesia? Sepertinya keteledoran Zen karena bertukaran jiwa itu berdampak untuk kak Kai karena merasa begitu bingung dan lelah saat menghadapi jiwa Zen atau jiwa Kagami Jiro saat itu. Fiuh ...
Zen begitu tercengang dan tak tau harus berkata apa saat ini. Karena Zen memang tak tau apa-apa soal bibi Rong.
Kak Kai memanggilnya bibi Rong? Itu berarti dia adalah bibinya, adik dari ibunya? Dan kak Kai mengatakan akan menjemputnya di bandara lusa. Itu berarti bibi Rong akan datang ke Beijing dari desa? Uhm ... okay. Aku paham sekarang!
"Ahaha ... maafkan aku, Kak Kai. Akhir-akhir ini terlalu banyak yang sedang aku fikirkan. Dan itu semua membuatku sedikit kacau. Maaf ..." Zen meringis dan menggaruk keningnya pelan.
"Hhm ... bilang saja sedang jatuh cinta ..." celutuk kal Kai menggoda Zen dan tersenyum tipis lalu mulai membuka minuman kalengnya dan meneguknya.
Zen hanya meringis dan mengusap tengkuknya karena merasa malu. Kini Zen mulai membaca pesan di ponselnya yang sudah terlupakan karena keteledorannya saat berbicara dengan kak Kai. Senyumanya kembali mengembang saat membaca pesan yang dikirimkan dari negeri Sakura itu.
Bagaimana hari ini? Apakah semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik dan lancar? Tolong kirimkan beberapa foto untukku. Aku ingin melihat tempat kerjamu ... hehe ... Christal.
Zen segera mengambil beberapa foto lokasi pemotretan ini dan mengambil sebuah self camera lalu mulai mengirimkan untuk sang kekasih yang saat ini jauh di negeri seberang.
Hari ini aku melakukan beberapa pemotretan. Dan salah satunya dengan memakai kostum honour knights. Lihat aku ... apa aku pantas memakai kostum ini? Hehe ... Zen.
Sebuah pesan juga mulai dikirimkan oleh Zen bersama dengan sebuah fotinya saat ini. Dan kebetulan saat ini Zen masih mengenakan sebuah kostum dengan tema pemotretan honour knights dan Zen belum sempat berganti pakaian.
Wow betapa girangnya Christal saat menerima dan melihat foto itu.
Ini keren sekali! Kamu sangat cocok dengan penampilan itu. Ahhh ... kekasihku tampan sekali!! Paling tampan di dunia ini!! >.< Christal.
__ADS_1
Zen yang mulai menerima dan membaca pesan balasan dari Christal mulai merona dan tersenyum tipis, namun Zen segera menutupinya saat kak Kai berdehem dan kembali menggoda Zen.