Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pertemuan Yuna Dengan Senior Sky


__ADS_3

Kini tangan kanan besar Ley Bixing mulai mengayun ke udara dan sudah bersiap untuk menghujam jemarinya sendiri.


Ayunan itu kini semakin dekat, dan semakin dekat bahkan hampir tersisa beberapa inchi lagi dari jemari kiri Ley Bixing, hingga akhirnya ...


"Hentikkan!" tandas Kagami Jiro dengan suaranya yang begitu menggelegar, dan seketika Ley Bixing menghentikkan ayunannya dan berhenti tepat hanya tinggal beberapa inchi saja dari tangannya.


"Hentikkan semua itu, Ley Bixing! Aku percaya padamu!" tandas Kagami Jiro kembali dengan jantungnya yang sebenarnya sudah berdetak dengan cukup keras.


Bagaimana tidak, di depan matanya Zen hampir saja melihat seorang pria hampir saja melukai dirinya dengan mau memotong jemari tengahnya sendiri! Pasti rasanya akan begitu shock!


Cck ... dasar bocah ini! Baru juga melihat hal seperti ini saja sudah membuatnya begitu ketakutan!


Batin Yukimura tersenyum samar menatap Kagami Jiro.


"Terima kasih sudah mempercayaiku, Tuan Kagami Jiro!" ucap Ley Bixing dengan nada rendah dan sedikit menunduk.


"Tapi, meskipun aku mempercayaimu, aku juga akan kembali menyelidiki adik keduaku, Yosuke! Aku harus menemukan bukti yang lebih kuat lagi!" ucap Kagami Jiro memperlihatkan ekspresi wajahnya yang begitu serius.


"Baik, Tuan. Aku akan mengikuti semua perintahmu!" jawab Ley Bixing dengan patuh.


"Baiklah, aku harus segera kembali!"


"Baik, Tuan!"


Kagami Jiro mulai bangkit dan melenggang meninggalkan tempat itu dan diikuti oleh Yukimura yang berjalan mengekorinya.


Ley Bixing yang menatap kepergian Kagami Jiro dan Yukimura tersenyum samar dan terlihat sedikit merasa lebih lega.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


"Bocah ..." ucap Yukimura dengan tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan putih.


"Ya, Paman?" sahut Kagami Jiro yang masih fokus mengemudikan mobilnya.


"Aktingmu sebagai Kagami Jiro tadi sungguh bagus sekali. Bahkan kau benar-benar menyerupai seperti dia yang sebernarnya. Hanya saja-"


"Ya, Paman?" potong Kagami Jiro yang sedikit melirik Yukimura karena penasaran.


"Hanya saja seorang Kagami Jiro tak akan melakukan hal yang paling akhir, seperti yang kau lakukan. Kagami Jiro yang asli pasti akan membiarkan Ley Bixing memotong jemarinya sendiri." celutuk Yukimura yang membuat Kagami Jiro sedikit meringis karena merasa tidak enak.


"Jadi ... apakah kira-kira Ley Bixing akan mencurigaiku, Paman?" tanya Kagami Jiro yang masih fokus untuk mengemudikan mobilnya untuk menuju Danenchofu.


"Entahlah. Bocah, jangan pulang dulu! Kita mampir ke bar sebentar. Sudah lama aku tidak pergi kesana!"


"Oh. Baiklah, Paman." ucap Kagami Jiro dengan patuh.


Lampu berkelap-kelip itu terus berputar-putar di atas dan menyorot seluruh ruangan. Suasana seperti biasa, begitu remang-remang dan sedikit pengap dan bau sengan asap rokok.


Yukimura mulai duduk di depen sebuah kursi di depan meja bar dan langsung memesan beberapa bir. Sementara Kagami Jiro segera duduk di samping Yukimura.


Yukimura mulai menikmati bir miliknya, sementara Kagami Jiro mulai menikmati orange juice miliknya.


Namun tiba-tiba saja ada yang begitu membuat Kagami Jiro begitu terkejut setelah melihat apa yang sudah tertangkap oleh sepasang netranya.


Terlihat seorang wanita dewasa yang begitu cantik dengan memakai blazer kecoklatan dan dipadankan dengan celana jeans putih panjang. Wanita dewasa itu sedang duduk dan menikmati wine bersama seorang pria yang sangat asing untuk Zen. Bahkan Zen juga belum pernah melihatnya sebelumnya.

__ADS_1


Kini pria yang sedang bersama dengan wanita dewasa itu bertopang dagu dan memandangi wanita itu sambil berbincang.


"Paman, sedang bersama siapa kak Yuna di seberang?" ucap Kagami Jiro yang masih mengawasi wanita cantik itu dari kejauhan.


"Yuna?" Yukimura mengulagi mengucapkan nama itu dan mengkerutkan keningnya menatap Kagami Jiro, lalu berpindah mengikuti arah pandangan Kagami Jiro hingga akhirnya menangkap sosok Yuna yang sedang duduk bersama seorang pria berambut kecoklatan yang selalu memasang senyum manisnya untuk Yuna.


"Sky?" gumam Yukimura setelah melihat pria itu.


"Siapa pria itu Paman?" tanya Kagami Jiro juga tak kalah penasaran.


"Sky adalah senior Yuna saat mereka melakukan study di FIT. Dan rupanya Sky juga kembali ke Jepang setelah menyelesaikan S2 nya di FIT. Bahkan pernah ada rumor beredar, jika Sky kembali ke Jepang adalah untuk menyusul Yuna. Karena Sky menyukai Yuna saat itu. Tapi yang membuatku bingung saat ini adalah, mengapa mereka bisa berjumpa kembali dan malah minum bersama? Apakah mereka janjian untuk bertemu kembali? Ah! Tidak mungkin! Yuna bahkan selalu menghindari Sky dari dulu." gumam Yukimura yang masih kebingungan menerka-nerka.


"Benar. Kak Yuna sangat mencintai tuan Kagami Jiro, tidak mungkin kak Yuna janjian dan berkencan dengan pria lain." sahut Kagami Jiro yang masih terus mengamati mereka berdua.


"Hhm. Aku juga berpikiran seperti itu, Bocah! Namun, akhir-akhir ini suaminya sendiri jarang memberikan perhatian dan cinta untuknya. Bahkan tidak pernah menyentuhnya. Jujur aku sedikit khawatir, Bocah." celutuk Yukimura sambil mengusap dagunya yang ditumbuhi dengan rambut yang kasar karena sengaja dipangkas dan tersisa sedikit.


Sementara itu ...


"Yuna, dimana suamimu? Mengapa kau pergi seorang diri?" seorang pria dengan wajah ademnya, memiliki rambut kecoklatan, serta mengenakan kemeja lengan panjang berwarna navy yang dipadankan dengan celana jeans berwarna biru keputihan duduk dan bertopangdagu menatap gadis cantik yang masih meneguk wine miliknya.


"Suamiku sibuk bekerja, Senior. Aku datang kesini karena aku bosan." jawab Yuna apa adanya. "Senior sendiri mengapa datang seorang diri?"


"Sama sepertimu, Yuna. Aku sedikit merasa bosan karena selalu disibukkan dengan pekerjaan, dan akhirnya kesini untuk minum. Namun malah bertemu denganmu. Ini sungguh takdir!" jawab Shy dengan senyum lebar dan tak pernah berpaling untuk menatap wajah ayu Yuna.


"Hhm. Mengapa senior tidak mengajak kekasih atau istri? Senior sudah memiliki kekasih bukan?"


"Tidak. Siapa yang mengatakan jika aku memiliki kekasih atau istri? Aku masih hidup seorang diri, dan belum bisa melupakan cinta pertamaku." ucap pria itu lalu duduk dengan benar dan meminum segelas red wine. "Aku sangat menyesal tidak melanjutkan S2 ku di Tokyo saat itu, Yuna. Andai saja aku segera pergi ke Jepang, tentu saja aku dan gadis itu akan menikah dan hidup bersama saat ini." imbuhnya yang terlihat sedikit murung.

__ADS_1


"Aku kalah cepat, hingga akhirnya dia malah menikah dengan seseorang." imbuh pria itu lagi.


"Senior Sky. Masih banyak gadis cantik dan baik hati di luar sana. Senior juga harus melupakan gadis itu. Apalagi gadis itu sudah menikah bukan?" ucap Yuna dengan tulus, bahkan sebenarnya dia tidak tau jika Sky adalah sedang membicarakan tentang dirinya.


__ADS_2