Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Sebuah Harapan ...


__ADS_3

Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat. Namun Kagami Jiro masih tak bisa menemukan keberadaan Kin Rui, putri pertamanya bersama Amane. Semua cara sudah Kagami Jiro lakukan untuk menemukan Kin Rui.


Bahkan semua klan Doragonshadou sudah dia kerahkan ke segala penjuru, namun Kin Rui, Kin Light, dan juga Kin Izumi tak ditemukan. Bahkan rekaman satelit saat itu juga tak memperlihakan sebuah rekaman apapun yang mencurigakan.


Meskipun Kagami Jiro terlihat begitu tegar saat ini, namun sebenarnya tidak dengan hatinya yang sesungguhnya sudah hancur menjadi kepingan-kepingan kecil.


Yeap, tentu saja hal ini sungguh membuat Kagami Jiro merasa begitu terpuruk dan dipenuhi dengan rasa penyesalan dan kekhawatiran yang selalu menghantui di sepanjang hidupnya.


Hanya sebuah foto bersama di taman bermain itu yang ditinggalkan oleh gadis kecilnya saat ini. Sesak, sedih ... namun Kagami Jiro tak bisa berbuat apa-apa saat ini.


"Rui ... maafkan ayah ... ayah terlambat untuk menjemputmu." ucap Kagami Jiro begitu lirih dan terus menatap foto pada galeri di ponselnya. "Andai ayah lebih cepat menjemputmu saat itu, mungkin saat ini kamu masih akan bersama dengan ayah, Putri kecilku. Sekarang ayah tidak tau, kamu sedang berada dimana? Ayah tidak tau ... apakah kamu baik-baik saja disana? Apakah Kin Izumi akan memperlakukanmu dengan baik?" Kagami Jiro memejamkan matanya dan memijit pelan keningnya.


Rahangnya mulai mengeras. Hatinya masih begitu sakit menghadapi sebuah kenyataan pahit ini. Hari-harinya menjadi begitu sunyi dan seakan kembali redup dan gelap.


Yuna yang sudah berdiri di samping Kagami Jiro kini mulai mengalungkan kedua tangannya dan memeluk tubuh Kagami Jiro. Kali ini Kagami Jiro benar-benar merasa terpuruk. Di dalam dekapan Yuna Kagami Jiro mulai menyandarkan semua bebannya dan melupakan sejenak rasa sesak ini.


"Yuna ... betapa buruknya aku sebagai seorang ayah. Aku tidak bisa menjaga dan melindungi putriku. Bahkan aku tidak tau dimana putriku berada saat ini? Apakah dia hidup dengan baik disana? Apakah dia makan dengam baik disana? Bagaimana jika Kin Izumi tidak memperlakukan putriku dengan baik ... sungguh aku adalah ayah yang tidak berguna ..."


Kagami Jiro, seorang pria yang selalu terlihat kuat, kini seakan begitu hancur hanya karena semua kejadian ini.


"Jangan berbicara seperti itu, Sayang. Ini bukan salahmu. Kita semua tak pernah menyangka jika Kin Izumi akan melarikan diri dari jeruji sel. Kamu sudah melakukan yang terbaik, dan niatmu yang baik untuk mengajak Kin Rui untuk berkumpul bersama kita, sepertinya harus tertunda. Bersabarlah ... semoga suatu saat kita akan bisa menemukan Kin Rui dan berkumpul bersama lagi." Yuna berusaha untuk menenangkan Kagami Jiro dan semakin memeluknya dengan hangat.


"Semoga saja, Yuna ..." Kagami Jiro meraih lengan Yuna dan semakin menyandarkan kepalanya di depan dada Yuna.


"Sekarang kamu harus makan dulu ya. Dari kemarin kamu bahkan tidak mau makan sama sekali. Kamu bisa sakit jika seperti ini, Sayang." bujuk Yuna agar Kagami Jiro mau untuk memakan sesuatu.

__ADS_1


"Sebentar lagi, Yuna. Aku masih ingin bersandar padamu ..." Kagami Jiro memejamkan sepasang mata coklatnya lalu mulai melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Yuna.


Rasanya begitu hangat dan damai saat berada di dalam pelukan Yuna, seakan semua masalah Kagami Jiro hilang dan lenyap dalam seketika, meskipun hanya dalam beberapa waktu saja hingga akhirnya sesak itu akan dirasakannya lagi.


"Ayah ... ibu ..." tiba-tiba saja si kembar Kenzi dan Kenzou sudah memasuki kamar ini dan mulai menghampiri mereka berdua dan membuat keduanya melepas pelukannya.


"Aku juga mau dipeluk!!" rengek Kenzi mulai menempel pada Yuna.


"Aku juga! Aku juga mau!" ucap Kenzou tak mau kalah namun Kenzou menempel kepada sang ayah.


Yuna dan Kagami Jiro mulai menggendong masing-masing. Dan kedua bocah kembar itu terlihat begitu berseri karena bisa berkumpul bersama kedua orang tuanya.


Semoga kamu masih bisa melangkah meskipun tanpa, Suamiku ... bukan hanya kamu yang terpukul dengan kejadian yang tiba-tiba saja terjadi ini. Aku juga sangat bersedih, aku tak bisa membayangkan bagaimana kehidulan Kin Rui bersama pria tak berhati seperti Kin Izumi. Semoga Kenzi dan Kenzou bisa sedikit menghiburmu ...


Batin Yuna menatap nanar Kagami Jiro yang masih menggendong Kenzou dengan hangat dan sesekali menciumnya, namun Yuna segera tersenyum untuk menutupi rasa sedih di dalam hatinya.


"Hhm. Baiklah. Ayo ..." sahut Kagami Jiro lalu mulai bangkit dari duduknya dan melenggang dengan menggendong Kenzou.


Sementara Yuna mulai mengikuti di belakangnya dan menggendong Kenzie. Kedua anak kembar itu seketika membuat suasana hati Kagami Jiro menjadi lebih baik. Bahkan kini Kagami Jiro sudah terlihat mulai tersenyum dan bercanda Kenzou.


"Ayah, benarkah kita akan pergi ke China untuk menghadiri pernikahan bibi Amee dan paman Kai?" tiba-tiba bocah berumur 3 tahun itu bertanya seperti itu kepada Kagami Jiro.


Anak ini ... dapat kosakata menikah darimana?!


Batin Kagami Jiro masih tersenyum menatap Kenzou penuh dengan rasa curiga.

__ADS_1


"Apa kamu juga ingin ikut pergi ke China, Kenzou sayang?" tanya Kagami Jiro menatap putranya dengan hangat.


"Tentu saja mau, Ayah! Aku ingin lihat Macau!" celutuk Kenzou yang sukses membuat Yuna dan Kagami Jiro tercengang.


Darimana bocah kecil berumur 3 tahun ini mengetahui Macau? Bisa benar-benar jadi seorang penjudi jika umur 3 tahun saja sudah mengenal tempat itu!!


Batin Kagami Jiro yang masih begitu shock.


"Kenzou sayang, kamu dengar dari siapa tempat itu?" tanya Yuna begitu penasaran.


"Paman Igor, Mama ... dia berkata jika Macau sangat indah." jawab Kenzi mulai ikut menyauti.


Dasar Igor!! Sepertinya Igor benar-benar sudah bosan hidup!! Berani sekali dia berkata yang tidak-tidak kepada kedua putraku!!


Geram Kagami Jiro di dalam hati.


"Sayang. Tempat itu tidak baik untuk anak-anak. Sebaiknya kita nanti pergi ke taman bermain saja setelah menghadiri pesta pernikahan bibi Amee dan juga paman Kai." ucap Yuna berusaha untuk membujuk kedua putra kembarnya.


"Aku tidak mau, Ma! Taman bermain sangat membosankan!" sahut Kenzou dengan sedikit cemberut.


"Baiklah. Ayah akan mengajak ke tempat yang lebih menarik nanti. Kalian pasti suka." jawab Kagami Jiro dengan lembut.


Akhirnya mereka mulai memasuki ruangan makan. Beberapa makanan sudah disiapkan di atas sebuah meja yang berukuran cukup besar itu. Kenzi dan Kenzou menempati sebuah kursi khusus untuk balita.


Namun si kembar Kenzi dan Kenzou sudah bisa makan sendiri. Dan sebenarnya memang mereka berdua lebih suka untuk makan sendiri jika dibanding disuapi oleh baby sitter-nya.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2