Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Berjumpa Dengan Sang Adik


__ADS_3

Meskipun tidak terlalu menanggapi dan tidak percaya dengan ucapan pemuda yang baru saja ditemuinya senja tadi, namun kini Yuna segera bergegas untuk pergi ke ruang kerja Kagami Jiro dengan terburu-buru. Ada rasa penasaran yang begitu menggebu di dalam hatinya.


Dia mulai memasukkan sebuah pasword pada layar kecil yang tertempel pada pintu ruangan kerja suaminya.


BBIIPP ...


DDRRKK ...


Kini kunci terbuka, lalu Yuna mulai membuka pintu itu. Perlahan dia mulai memasuki ruang kerja suaminya yang sudah hampir 2 bulan ini tak pernah terjamah oleh suaminya.


Pandangannya kini menuju ke suatu arah. Yeap, sepasang mata indah Yuna kini menatap ke arah brankas milik suaminya. Ada rasa penasaran yang begitu ingin meledak sehingga langkahnya kini lebih dipercepat untuk mendekati brankas yang berada di ujung ruangan itu. Pandangannya tak pernah terlepas dari kotak berwarna silver itu.


Yuna mulai memasukkan angka-angka pasword untuk membuka brankas itu. Setelah itu dia membukanya dengan hati-hati. Ada beberapa dokumen penting, beberapa batang emas dan juga sebuah koper yang berisi penuh dengan uang. Ada juga beberapa kartu dan black card milik suaminya.


Yuna mulai menyingkirkan semua barang-barang itu. Dia mulai mencari sesuatu di dalam brankas itu. Dia meraba-raba bagian dasar brankas, dan dia menemukan sesuatu seseperti subuah benda kecil yang menempel pada dasar brankas itu.


Ternyata benda itu bisa ditarik dan ada sebuah laci kecil yang tersembunyi mulai terlihat. Di dalam laci rahasia itu ada sebuah kotal merah dengan lapisan bulu yang begitu lembut. Lalu Yuna segera mengambil kotak merah kecil tadi dan segera membawanya ke meja kerja suaminya.


Sepasang matanya mulai menatap dengan serius kotak kemerahan itu. Ada rasa penasaran yang begitu besar dan menyeruak.


"Benda apa ini? Dan mengapa bocah cantik itu mengetahui isi brankas milik suamiku? Sebenarnya siapa dia?" gumam Yuna pelan lalu perlahan dia mulai membuka kotak itu.


KRAATAK ...


Kotak itu kini terbuka dan disana ada sebuah lipatan surat yang dutulis oleh Kagami Jiro.

__ADS_1


Yuna, Mungkin saat kau sedang membaca surat dariku ini ... aku sedang tak berdaya ... atau mungkin aku sudah tiada. Namun jangan khawatir, aku sudah mempersiapkan sesuatu jika hal seperti ini terjadi begitu saja.


Selama ini aku memiliki seorang teman yang sangat aku percaya. Dia adalah Tokugawa Yukimura. Dia akan mengabdi untuk keluarga kita. Dan sepenuhnya akan berada pada kubu kita. Cari dan temui dia! Dia tinggal di dekat pegunungan Fuji.


Saat ini dia tinggal di desa Aiko Iyashi no Sato. Desa tradisional yang terletak di tepi Danau Saiko, di kaki Gunung Fuji, Jepang. Dari desa yang juga sering disebut masyarakat sekitar sebagai Nenba Hama ini berlatar gunung tertinggi di Negeri Sakura itu. Temukan dia, Yuna. Bawa cincin ini dan tunjukkan padanya. Jaga rahasia ini baik-baik. Karena ini hanya aku yang mengetahuinya.


Suamimu, Kagami Jiro


Setelah membaca surat yang ditulis oleh suaminya itu, Yuna mulai memungut sebuah cincin kuno sen Taisho Jepang yang terselip pada pembatas di tengah-tengah kotak itu.


"Aku akan menemukan Tokugawa Yukimura, Suamiku! Aku berjanji!" ucap Yuna penuh dengan keyakinan. Sepasang matanya menatap tajam cincin itu lalu menggenggam erat cincin itu.


"Namun ... Bagaimana pemuda itu bisa mengetahui semua ini? Bukankah selama ini hanya suamiku saja yang mengetahuinya? Sebenarnya siapa dia? Aku tidak boleh meremehkan bocah itu! Bisa jadi dia akan sangat berbahaya! Aku tidak boleh lengah! Tidak boleh!" gumam Yuna masih dengan sorot mata yang tajam menatap genggaman tangannya.


Kini pandangannya beralih menatap meja kerja suaminya. Yuna menangkap sebuah figura kecil yang dipajang di atas meja kerja suaminya. Terlihat sepasang sejoli yang sangat harmonis di dalam figura itu. Yeap, terlihat seorang gadis dan seorang pria sedang tersenyum bersama dan saling bergandeng tangan.


Perlahan Yuna mulai meraih figura itu. Tergambar dengan jelas pada wajahnya, sebuah kerinduan yang sangat besar dan menggebu.


"Jiro ... Semoga saja kita bisa melakukan foto bersama lagi." ucapnya begitu lirih dan tak terasa kini kedua matanya sudah sedikit berair. Yuna menghempaskan tubuhnya dan duduk di kursi kerja suaminya sambil memeluk foto itu. Hingga beberapa saat dia tertidur dengan kepala di atas meja kerja suaminya.


...⚜⚜⚜...


St. Luke's International Hospital


Ruang Perawatan VIP 3-7

__ADS_1


DDRRKK ...


Zen perlahan mulai membuka pintu kamar rawat Kagami Yosuke dan segera memasuki ruangan itu. Dia melihat seorang pria yang kira-kita berusia 28 tahun sedang terbaring di atas brankar. Dia terlihat sedang tertidur dengan pulas.


Perlahan Zen mulai menarik kursi dan duduk di samping Yosuke.


Sepertinya Yosuke baik-baik saja. Bahkan dia tidak sedang memakai selang infus. Huft ... Syukurlah ... Rasanya sedikit lega. Kamu harus tetap kuat, Adikku! Kamu adalah pemimpin Doragonshadou saat ini! Bukan hanya harus menjaga dan melindungi dirimu sendiri! Tapi banyak nyawa yang harus kamu lindungi! Semoga dalam waktu beberapa saat ini kamu bisa menjaga Doragonshadou kita, Yosuke. Aku juga akan berusaha membantu menjaga kalian. Dan aku juga sudah mengirimkan orang kepercayaanku untuk kalian! Yuna akan segera menemukan Tokugawa Yukimura untuk melindungi kalian!


Batin Zen dengan senyum hangat melihat adiknya yang sedang terbaring. Yosuke terlihat sedikit mirip dengan KagamiJiro. Hanya saja terlihat sedikit ramah. Dan badannya tidak sebesar Kagami Jiro.


"Hhmmpp ..." perlahan terdengar suara dari Yosuke dan tiba-tiba matanya sedikit terbuka. Dia terlihat begitu kebingungan menatap ada pria muda di sebelahnya.


"Siapa kamu?!" tanya Yosuke waspada dan berusaha untuk duduk.


"Tenanglah! Aku bukan orang jahat!" ucap Zen berusaha untuk menenangkan Yosuke yang baru saja tersadar. "Aku adalah Li Zeyan. Apa kau tidak mengenaliku?"


"Siapa Li Zeyan? Aku tidak tau dan aku tidak kenal!" tandas Yosuke dengan tegas.


"Hhmm ..." Zen menepuk jidatnya karena sedikit bingung dan kesal.


Ternyata semua anggota keluargaku tidak mengetahui Idol besar Li Zeyan! Parah!


Batin Zen sedikit pusing dan menggelengkan kepalanya.


(Haduh ... Padahal dirinya sendiri saja awalnya tidak mengetahui Idol besar Li Zeyan! Kamu juga parah, Jiro!) Tampik author.

__ADS_1


"Aku adalah Li Zeyan. Idol besar dari Beijing. Dan aku datang untuk menjengukmu, Tuan Yosuke. Aku sangat mengidolakan Doragonshadou, tentu saja aku sedikit shock setelah mendengar berita di media." ujar Zen untuk mengambil hati Yosuke, adik keduanya.


__ADS_2