Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Perayaan Kecil Kembalinya Kagami Jiro


__ADS_3

Setelah melakukan pertemuan di restauran, mereka melanjutkannya pergi ke sebuah bar dan merayakan pesta kecil atas kembalinya Kagami Jiro.


Lantunan musik terdengar begitu keras, terdengar berdegup kencang dan memekakkan gendang telinga. Sementara cahaya yang terpancar begitu remang-remang, hanya kelap-kelip lampu warna warni yang menyinari club itu. Seluruh ruangan juga dipenuhi aroma rokok.


Jiwa Zen yang tidak terbiasa dengan hal semacam ini kini sangat bergejolak dan sedikit risih. Yeap meskipun dirinya pernah mendatangi tempat semacam ini, namun tempat seperti ini sangat tidak disukainya. Karena Zen lebih menyukai suasana yang tenang dan nyaman.


Mereka mulai memesan beberapa red wine, sedangkan Kagami Jiro lebih menyukai untuk memesan segelas orange juice. Dan ini sempat membuat mereka merasa aneh melihat Kagami Jiro yang sedikit berbeda dari biasanya. Hingga akhirnya Yukimura memesankan juga red wine untuk Kagami Jiro dan memaksa Kagami Jiro untuk meminumnya.


"Chers ..." mereka semua bersulang bersama, dan dengan terpaksa Kagami Jiro juga harus bersulang bersama mereka.


Yosuke dan Yukimura terlihat sudah mulai berbaur di lantai dansa. Sedangkan tuan besar Kagami Gumi terlihat masih menikmati rokoknya dan tempatnya.


"Papa ... aku akan keluar sebentar." ucap Kagami Jiro lalu bangkit dari duduknya.


"Hhm." sahut Kagami Gumi dengan senyum tipis dan mulai menikmati rokonya kembali. Sementara Kagami Jiro terlihat mulai melenggang meninggalkan ruangan bar yang menurutnya sangat sesak ini. Tentu saja Zen lebih menyukai di luar ruangan dan menghirup udara segar.


"Huuft ..." Kagami Jiro mengambil napas panjang dan mengeluarkannya perlahan. "Badanku terasa sakit semua setelah melakukan latihan pagi ini bersama Paman Yukimura. Ugh ..." gumamnya sambil melakukan sedikit peregangan terhadap otot-ototnya.


"Jiro! Kau kah itu?" tiba-tiba terdengar suara seorang gadis lalu gadis itu langsung menghampirinya.


Terlihat seorang wanita dewasa yang mungkin berusia 28 tahun sudah berdiri di samping Kagami Jiro. Dia juga tersenyum lebar dan terlihat begitu tak percaya jika pria di hadapannya adalah Kagami Jiro. Wajahnya begitu mungil dan dia memiliki sepasang mata kejijauan yang besar.


Pakaian serta aksesoris-aksesoris lainnya yang dia kenakan terlihat begitu wow. Bermerk dan tentu saja akan menghabiskan dan menguras dompet.


"Kau siapa ya?" tanya Kagami Jiro mengkerutkan keningnya kebingungan menatap wanita dewasa yang cantik seperti barbie itu.


"Aku? Kau melupakanku begitu saja, Jiro?" ucap wanita berambut blonde panjang bergelombang itu lalu berjalan mendekati Kagami Jiro.

__ADS_1


"Maaf ... tapi aku tidak ingat. Mungkin karena kecelakaan yang membuatku koma dan amnesia." jawab Kagami Jiro seadanya.


"Ah ... iya. Maaf, aku tidak sempat mengunjungimu saat itu. Karena Yuna pasti tidak akan mengijinkannya untuk menjengukmu. Dia tak akan menyukainya jika mengetahui aku juga begitu khawatir padamu." ucap wanita cantik itu.


"Benar. Karena pasti aku sedang mendapatkan perawatan intensif saat itu. Dan tidak bisa dijenguk oleh sembarangan orang." jawab Kagami Jiro dengan ramah.


"Hhm. Mau menari bersama di dalam?" ucap wanita itu langsung memeluk lengan Kagami Jiro begitu saja.


"Maaf. Tapi aku sedang tidak ingin menari." tolak Kagami Jiro dengan halus.


"Ayolah. Kapan lagi kita bisa menari bersama. Sudah lama sekali kita tidak bertemu ..." wanita cantik itu semakin mempererat memeluk lengan Kagami Jiro dan mulai menariknya ke dalam ruangan kembali.


Wanita itu menarik dan menggiring Kagami Jiro ke lantai dansa. Lalu dia mulai menari mengikuti lantunan musik yang begitu keras dan memekakkan telinga itu. Sementara Kagami Jiro masih terlihat begitu risih dan berdiri menatap sekelilingnya.


Lampu warna-warni menyorot dari atas berputar-putar dan menyinari seluruh ruangan dan menjadikannya begitu remang-remang. Lantai dansa itu juga sedikit penuh oleh pengunjung yang sudah berbaur bersama. Bahkan seringkali tubuh mereka tertabrak oleh pengunjung lainnya.


Kagami Jiro masih terdiam dan memperhatikan sekitarnya.


"Ayolah, Jiro!" lagi-lagi wanita itu setengah berteriak dan mulai menari membelakangi Kagami Jiro dan menempelkan tubuhnya pada tubuh Kagami Jiro.


Gesekan demi gesekan sangat membuat Kagami Jiro tidak nyaman. Di saat dia sedikit mundur untuk menghindari dan menjaga jarak dengan wanita itu, namun wanita itu selalu saja menempel lagi.


Begitulah terus terjadi, dan akhirnya wanita itu memutar tubuhnya dan mendaratkan kedua tangannya pada bahu Kagami Jiro yang begitu lebar dan kuat.


Jemari indah dari wanita itu kini membelai perlahan dan mulai turun berusaha untuk mengembara di tubuh Kagami Jiro, menuruni hingga sebuah dada bidang lalu menuruni perut yang terasa begitu keras. Jemari lentik itu masih terus berusaha untuk membelai pelan tubuh itu hingga terus ke bawah, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai meraih jemari dari wanita itu dan menghentikannya.


"Maaf ..." ucap Kagami Jiro sedikit menunduk mendekati telinga si wanita. "Tapi aku harus pergi ke toilet." ucap Kagami Jiro lalu berdiri tegap kembali dan tersenyum tipis menatap wanita cantik itu. Lalu dia berbalik dan mulai melenggang meninggalkan wanita cantik itu.

__ADS_1


Akhirnya Kagami Jiro mulai bernafas lega setelah meninggalkan wanita cantik itu.


"Huft ... aku tidak pernah berfikiran untuk memiliki pasangan yang lebih tua dariku seumur hidup ..." gumam Kagami Jiro sambil membasuh wajanya. "Tuan Kagami Jiro ... maafkan aku. Tapi aku lebih suka gadis yang lebih muda dariku, atau paling tidak seumuran denganku ..." imbuhnya sambil menatap lekat pantulan dirinya dari cermin besar di hadapannya dengan sedikit murung.


"Maaf, tapi aku belum terbiasa dengan tubuh ini, Tuan Kagami Jiro ..."


Tiba-tiba terdengar lantunan sebuah lagu yang berasal dari ponselnya. Kagami Jiro segera meraih sebuah benda pipih dari balik pakaiannya yang masih rapi.


Terlihat di dalam layar nama si pemanggil My Love.


"My love? Apakah itu kak Yuna?" gumam Kagami Jiro menerka-nerka. "Lebih baik aku angkat saja ..."


Kagami Jiro segera menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu pada telinganya.


"Hallo ..." sapa Kagami Jiro pelan.


"Cepat pulang sekarang juga!!" terdengar suara tegas dan begitu kencang seorang wanita dari seberang yang membuat Kagami Jiro sedikit menjauhkan ponsel itu dari telinganya karena kaget.


"Ah ... iya ... aku akan segera pulang." Kagami Jiro menjawab dengan pelan dan intonasi begitu rendah.


Tut ... tut ... tut ...


Wanita itu segera mengakhiri panggilan begitu saja tanpa mengucapkan perpisahan sebelumnya.


"Mengapa kak Yuna terlihat begitu marah ya? Apa ada sesuatu yang sudah terjadi?" gumam Kagami Jiro pelan dan sedikit kebingungan sendiri.


Setelah Kagami Jiro dia segera kembali dan bergabung bersama tuan besar Kagami Gumi, Yukimura, dan Yosuke yang ternyata sudah duduk bersama di sebuah bangku.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2