
Kagami Jiro mulai melenggang menyusuri rumah besar Kagami yang sudah sepi karena saat ini waktu menunjukkan pukul 11 PM. Dia terus melenggang hingga saat melewati sebuah kamar Yukimura, masih terdengar seperti suara TV yang masih menyala. Bahkan pintu kamarnya terbuka sedikit.
"Apakah paman Yukimura masih belum tidur? Sepertinya dia sedang menonton sebuah drama? Tapi ... tidak seperti biasanya. Mengapa paman Yukimura tiba-tiba saja menyukai drama-drama percintaan seperti itu?" gumam Kagami Jiro mengkerutkan keningnya dan sungguh begitu merasa kebingungan.
Kagami Jiro masih berdiri beberapa saat di depan kamar itu, hingga akhirnya kini Yukimura keluar dari kamarnya dan memergoki Kagami Jiro yang sedang berada di depan kamarnya.
"Bocah! Apa yang sedang kau lakukan disini? Hah? Kau sedang menguntitku?!" ucap Yukimura yang terlihat begitu mencurigai Kagami Jiro.
"Tidak. Tentu saja tidak seperti itu, Paman. Aku berniat untuk membuat susu hangat, namun tak sengaja melihat pintu kamar paman yang sedikit terbuka, dan aku pikir paman masih belum tidur karena sedang menonton."
Sayang. Maukah kau menikah denganku? Sudah lama aku menantikan dirimu ...
Suara drama TV yang berasal dari dalam kamar Yukimura sayup-sayup masih terdengar. Dan tentu saja ini membuat wajah Yukimura sedikit merah dan membuatnya begitu salah tingkah hingga akhirnya dengan cepat Yukimura menutup pintu kamarnya dengam cukup kencang.
BBRRAAKK ...
Sedangkan Kagami Jiro mulai menatap Yukimura dengan sedikit aneh, karena memang selama ini Yukimura hampir tidak pernah suka menonton acara TV, terlebih drama percintaan seperti itu.
"Bocah Li Zeyan!" tandas Yukimura dengan tegas.
"Ya, Paman." ucap Kagami Jiro dengan cepat, karena menyadari Yukimura sedang sedikit salah tingkah karena ketahuan menonton drama percintaan.
"Jangan menatapku seperti itu dan cepat pergi ke dapur buatkan aku segelas susu hangat juga!" perintah Yukimura sambil berkacak pinggang.
"Ba-baiklah, Paman." Kagami Jiro segera melenggang kembali untuk pergi ke dapur dan diikuti oleh Yukimura.
__ADS_1
Haisshh ... hancur sudah kharismaku karena sebuah drama percintaan! Ini semua salah Jiro! Dia yang merekomendasikan aku untuk menonton beberapa drama percintaan agar mendapatkan bahan dan ucapan yang bagus saat melamar Xia Feii! Awas saja kau, Jiro saat kita bertemu nanti!
Batin Yukimura yang terlihat begitu kesal dan masih melenggang mengikuti Kagami Jiro yang sedang menuju ke dapur.
Yukimura menghempaskan dirinya di sebuah kursi kayu di meja makan dengan gaya duduknya yang begitu santai. Sementara Kagami Jiro mulai membuat 2 gelas susu hangat.
Tema kayu dekoratif dengan kombinasi putih terlihat memanjakan mata di ruang makan keluarga Kagami. Perabot maupun aksesoris minimalis yang senada dengan keseluruhan ruang terlihat berada di sisi samping dari meja makan dan tersusun dengan apik.
Sentuhan rustic minimalis dengan aksen rustic menyelimuti pada seluruh sisi dinding ruangan ini, meja makan maupun teralis kaca minimalis yang terlihat sederhana namun begitu berkarakter.
Kombinasi dinding ruangan dengan tekstur off white juga memberikan kesan yang begitu menenangkan, dan menemani saat menyantap hidangan makanan.
Setelah beberapa saat Kagami Jiro sudah datang dengan membawa 2 gelas susu hangat. Dan salah satunya dia sodorkan untuk Yukimura.
Yukimura mulai menikmati segelas susu hangatnya, begitu juga dengan Kagami Jiro yang juga menikmati segelas susu hangatnya.
"Apa kau sedang tidak bisa tidur, Bocah?" tanya Yukimura sambil meletakkan kembali gelas yang kini menyisakan setengah dari susu hangatnya di atas meja.
"Aku hanya sedang teringat dengan kak Kai dan kakek, Paman. Rasanya aku ingin sekali bertemu dan berkumpul kembali bersama mereka." Kagami Jiro menyauti dengan nada bicaranya yang terdengar kurang bersemangat.
Yukimura menghembuskan napas kasarnya ke udara mendengar ucapan dari Kagami Jiro.
"Bukankah pekan depan mereka akan datang ke Jepang. Li Zeyan akan melakukan conser tour di Jepang." celutuk Yukimura lalu menikmati kembali susu hangatnya hingga tetes terakhir.
"Iya, Paman. Namun kakek pasti tidak akan ikut."ucap Kagami Jiro dengan ekspresi yang sedikit murung.
__ADS_1
"Yang terpenting mereka baik-baik saja dan sehat selalu. Semoga kalian bisa berkumpul bersama kembali."
"Hhm. Aku harap juga seperti itu, Paman. Namun, mendengar berita beberapa hari ini ... sebenarnya sedikit membuatku tidak tenang. Aku tidak tau, dan aku juga tidak mengenal ketiga orang yang menculik dan mencelakai kak Kai dan kakek Li Feng." Kagami Jiro menatap segelas susu di hadapannya dengan tatapan kosong.
"Nama pemimpinnya adalah Luo Yan. Ada kemungkinan dia masih ada hubungan persaudaraan dengan Luo Kai. Namun Jiro belum memastikannya kembali. Saat ini dia sedang cuti dari pekerjaannya, karena kakek Li Feng meminta Li Zeyan dan Luo Kai meliburkan diri dulu dan berkumpul bersama." sahut Yukimura dengan datar. "Dan sepertinya mereka akan segera mempersiapakan pernikahan untuk Luo Kai dan Xiang Mee."
"Apa? Kak Kai akan menikah dengan Amee?" celutuk Kagami Jiro begitu terkejut.
"Yeap. Luo Kai bahkan sudah melamar Amee." jawab Yukimura sambil melirik curiga Kagami Jiro. "Bocah, kau sudah tidak menyukai gadis itu bukan?"
Mendengar pertanyaan seperti itu dari Yukimura reflek membuat jiwa Zen sedikit tergagap dan terkejut.
"Tentu saja tidak, Paman. Bahkan aku sudah merelakan Amee untuk kak Kai sebelum aku melakukan hal bodoh di masa lalu." ucap Kagami Jiro dengan senyum tipis.
"Jadi itu yang membuatmu melakukan aksi bunuh diri, Bocah?" Yukimura memicingkan sepasang mata kecoklatannya menatap Kagami Jiro, Yukimura juga menautkan kedua tangannya untuk menyanggah dagunya yang sedikit ditumbuhi dengan bulu.
"Ehm ... bukan, Paman." jawab Kagami Jiro berkilah dan terlihat sedikit murung. "Sudahlah, Paman. Semua sudah berlalu dan yang terpenting sekarang adalah kita semua bisa bersama kembali. Aku bahagia mendengar kak Kai akan menikah dengan Amee." Kagami Jiro mulai menyunggingkan senyum tipisnya lagi.
"Hhm, syukurlah kalau kau berpikir seperti itu, Bocah. Lagian kamu juga masih cukup muda, jalan hidupmu masih panjang. Lebih penting ikatan sebuah persaudaraan jika dibandingkan dengan ikatan lainnya. Karena keluarga adalah satu-satunya tempat yang paling nyaman untuk disinggahi. Setelah mereka tiada, makan hidupmu akan terasa begitu hampa." ucap Yukimura yang mulai termenung, mungkin saat ini dia sedang teringat dengan kedua orang tuanya yang sudah tiada.
"Paman ... bukankah sekarang paman sudah menjadi salah satu bagian dari keluarga besar Kagami?"
"Yeap, itu karena Jiro yang sudah melakukan semua ini. Aku sungguh berhutang budi padanya, Bocah. Dia dan keluarga besarnya begitu baik padaku, bahkan Jiro juga akan membantuku melamar seorang gadis." ucap Yukimura tanpa sadar.
"Apa? Melamar seorang gadis?" ucap Kagami Jiro mengkerutkan keningnya dan terlihat sedikit terkejut.
__ADS_1