Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Di Ruang Latihan


__ADS_3

Di sebuah ruangan latihan, terlihat seorang pria dewasa bertubuh besar dan hanya mengenakan sebuah kaos oblong press body berwarna hitam pekat, sehingga menonjolkan lekuk tubuhnya yang begitu kekar dan besar. Dia memadukannya dengan sebuah celana panjang yang sedikit longgar bercorak army. Sesuai dengan warna dan corak faforitnya selama ini.


Tato-tato di tubuhnya juga terlihat begitu tegas dan melekat manis pada tubuh kekar dan besarnya. Bahkan tato-tato itu melekat juga pada lengan kekarnya. Kini pria dewasa itu terlihat sedang mengangkat sebuah barbel yang cukup besar.


Yeap, salah satu olahraga yang sangat disukai oleh Yukimura saat di ruang latihan adalah angkat beban. Karena aktivitas ini akan menambah massa otot dari otot-ototnya. Dengan berfokus pada beban seperti barbel yang diangkat dengan repetisi tertentu, olahraga ini akan sangat membantu dalam pembentukan otot tubuh.


Bahkan jika dilakukan dengan porsi yang benar, lalu dikombinasikan dengan olahraga lain seperti chin ups, bent over, dan bench press serta diimbangi dengan pola makan yang sesuai, angkat beban bisa jadi cara menambah berat badan 5kg dalam seminggu.


Yeap, jadi tidak heran jika tubuh Yukimura menjadi begitu besar dan kekar saat ini setelah menekuni olahraga satu ini. Tak jauh berbeda dengan Kagami Jiro, dia juga sangat menekuni olahraga angkat barbel. Bahkan olahraga tersebut sudah menjadi seperti makanan sehari-harinya.


Setelah bererapa saat, seorang pria dewasa yang sudah berpakaian rapi dengan kemeja berwarna merah merah maroon dipadukan dengan dasi hitam bergaris, serta dipadankan dengan celana berwarna hitam mulai memasuki ruangan latihan itu dan segera menghampiri pria dewasa yang sedang bercumbu ria dengan barbelnya itu.


Yukimura sedikit melirik setelah menyadari kehadiran dari pria yang tak lain adalah Kagami Jiro itu.


"Ada apa?" celutuk Yukimura yang terlihat masih fokus mengangkat barbel besar itu.


"Paman ... apakah paman mengetahui sesuatu, jika kak Kai sekarang sedang terbaring di rumah sakit karena berusaha melindungi tuan Kagami Jiro? Ehm ... maksudku karena melimdungi raga Li Zeyan?" ucap Kagami Jiro yang terlihat begitu tidak sabaran dan sedikit khawatir.


"Hhm. Aku baru saja menghubunginya tadi pagi." jawab Yukimura dengan begitu santainya.


"Lalu apa yang terjadi, Paman? Bagaimana keadaan kak Kai saat ini, Paman?" tanya Kagami Jiro kembali masih terlihat begitu tak sabaran.


"Li Zeyan ..." kini Yukimura meletakkan barbelnya dan mulai bangkit untuk menghampiri Kagami Jiro.


Pandangan Yukimura terlihat begitu penuh dengan kesedihan dan seakan akan menyampaikan sebuah berita yang akan membuat jiwa seorang Li Zeyan akan bersedih.


"Ada apa sebenarnya, Paman? Tolong katakan semuanya padaku, Paman ..." ucap Kagami Jiro yang mulai terlihat kalang kabut karena begitu mengkhawatirkan kak Kai.

__ADS_1


"Managermu baik-baik saja. Hanya saja dia masih dirawat di rumah sakit. Malam itu dia berusaha melindungi Li Zeyan dari para berandalan. Cckk ... harusnya Luo Kai tak perlu melakukan semua hal itu! Karena Jiro pasti akan mengatasi semua itu dengan baik!" celutuk Yukimura lalu duduk di sebuah kursi dan mulai membuka minuman dinginnya lalu meneguknya.


"Syukurlah kalau kak Kai baik-baik saja ..." gumam Kagami Jiro yang terlihat begitu lega lalu duduk di sebelah Yukimura.


"Bocah ... sebenarnya ada sesuatu yang sudah terjadi dan tidak kamu ketahui." kini Yukimura sedikit merubah posisi duduknya untuk menghadap Kagami Jiro.


"Apa itu, Paman?" Kagami Jiro mengkerutkan keningnya dan membuat sepasang alis tegasnya berkerut saling berdekatan.


"Sebenarnya ..." ucap Yukimura belum sempat menyelesaikan ucapannya, karena tiba-tiba saja Kenzi dan Kenzou datang dengan lari kecil mendatangi mereka berdua.


Sementara kedua baby sitter-nya terlihat mengkuti kedua bocah kembar itu di belakangnya.


"Ayah ..." teriakan ceria dari kedua bocah kembar itu dan langsung memeluk masing-masing kaki dari Kagami Jiro.


Senyum Kagami Jiro mengembang melihat kedua bocah kembar itu, lalu dia mengusap lembut kepala Kenzi dan Kenzou bersamaan.


"Ayah, kita jalan-jalan yuk ke taman bermain!" rengek Kenzi dengan suaranya yang begitu menggemaskan.


"Iya. Sudah lama sekali ayah tidak mengajak bermain!" celutuk Kenzou dengan nada tak kalah menggemaskan.


"Hhm ... baiklah. Kapan-kapan ayah akan mengajak kalian pergi ke taman bermain. Tapi tidak sekarang ya. Karena saat ini ayah harus pergi bersama kakek kalian. Dan kakek Gumi sudah menunggu ayah. Kalian bermain yang lain dulu di rumah ya."


"Oke! Akhir pekan ya!" ucap Kenzi mulai mengajak untuk bernegosiasi dan mengulurkan jari kelingkingnya.


Kagami Jiro tersenyum hangat dan mengulurkan jari kelingkingnya juga untuk menyambut jari kelingking mungil milik Kenzi.


"Baiklah! Akhir pekan kita akan bermain bersama!"

__ADS_1


"Horee!!" kedua bocah kembar itu bersorak dan melompat-lompat sakung senangnya.


Sedangkan Yukimura dan Kagami Jiro tersenyum menatap kedua anak kembar itu. Setelah itu kedua baby sitter itu mulai mengajak Kenzi dan Kenzou untuk meninggalkan ruangan itu.


"Kenzi dan Kenzou sangat menyukaimu ya." ucap Yukimura tersenyum tipis menatap pria dewasa yang masih duduk di sebelahnya.


"Karena raga ini adalah raga dari ayah mereka, Paman." jawab Kagami Jiro dengan seulas senyum dan terdengar begitu hangat.


"Jiwamu juga begitu hangat, Li Zeyan! Aku benar-benar tidak mengerti. Mengapa ada bocah sepertimu di dunia ini. Kau selalu baik kepada siapa saja, bahkan kepada orang yang sudah berusaha untuk menjatuhkanmu." Yukimura memicingkan sepasang matanya menatap Kagami Jiro.


Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum dengan hangat, hingga akhirnya beberapa saat dia mulai menjawabnya dengan sebuah jawaban yang begitu keren!.


"Tidak peduli apa yang selalu mereka lakukan kepadaku, Paman. Tugasku hanyalah terus berbuat baik kepada semua orang. Itu adalah pesan dari mendiang ibuku. Aku tak mengharap mereka untuk membalas kebaikanku. Aku hanya ingin berguna untuk orang lain. Paling tidak, aku tidak ingin menyusahkan orang lain." Kagami Jiro menatap lurus ke depan den menghembuskan napas kasarnya ke udara.


"Kalau boleh tau dimana orang tuamu?" tanya Yukimura berhati-hati.


"Mereka mengalami kecelakaan dan meninggal saat aku kecil, Paman." Kagamj Jiro menjawab dan kini terlihat begitu murung.


"Hhm. Setidaknya kau masih mempunyai seorang kakek yang begitu menyayangimu." hibur Yukimura.


"Hhm. Paman benar sekali. Kini hanya kakek Li Feng satu-satunya keluarga yang aku punya saat ini." ucap Kagami Jiro dengan suara yang begitu memilukan.


"Tidak, Li Zeyan. Kau masih mempunyai seorang saudara ..." ucap Yukimura yang tentu saja membuat jiwa Li Zeyan begitu terkejut dan sangat kebingungan.


Tentu saja dia sangat bingung, karena selama ini dia adalah anak tunggal dan tidak memiliki kakak maupun adik.


"Apa maksud, Paman?"

__ADS_1


__ADS_2