Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Missunderstanding


__ADS_3

Kagami Jiro menemukan sebuah kotak kecil keemasan. Sepasang mata kecoklatan itu menatap tajam kotak keemasan itu. Rasanya, rasa penasaran itu begitu besar dan selalui membuatnya ingin tau.


Namun setelah Ley Bixing memberikan kotak keemasan ini, Kagami Jiro sama sekali belum mendapatkan sebuat kesempatan waktu yang tepat untuk memeriksa kotak itu.


Dan kali ini, dia akan berusaha untuk membuka dan memeriksa kotak keemasan itu. Kagami Jiro mengambil napas dalam, lalu mengeluarkannya secara perlahan.


Dan perlahan tangan kanannya yang besar meraih penutup kotak itu dan berusaha untuk membukanya. Entah mengapa rasanya sedikit berdebar saja.


Kagami Jiro mengkerutkan keningnya dan menatap isi dari kotak keemasan itu. Terlihat sebuah cincin kuno dengan batu giok berwarna hijau zambrud yang berada di dalam kotak itu. Lalu Kagami Jiro mulai mengambil cincin itu.


"Cincin?" Kagami Jiro terus mengamati dan sedikit mengangkat cincin itu dan di sisi dalamnya terdapat sebuah ukiran sebuah huruf K. "Cincin ini adalah cincin dari penyerang itu? Yeap, Orang yang berusaha untuk melenyapkan tuan Kagami Jiro ... aku harus mencari tahu siapa pemilik cincin ini!" gumam Kagami Jiro sambil menggenggam cincin itu.


"Untuk sementara, aku akan menyimpannya dulu." kini Kagami Jiro mulai menyimpan kembali cincin itu di dalam kotak keemasan itu lagi dan segera memasukkan kembali di dalam lemari pakaiannya.


Pandangannya kini tertuju pada beberapa figura kecil di atas meja. Terlihat seorang gadis yang tersenyum lebar dan memeluk lengan seorang pria yang memiliki wajah tegas dan badan besar. Pria itu menggendong dua orang anak laki-laki yang sangat lucu dan menngemaskan yang mungkin maaih berusia 1 tahun.


Lalu di sebelahnya lagi, ada sebuah figura kecil lagi. Kali ini di dalam figura itu terlihat seorang pria yang masih cukup muda dan tampan sedang merangkul seorang gadis yang masih cukup muda. Perlahan Kagami Jiro


Yeap, salah satu foto itu adalah masa muda Kagami Jiro bersama Yuna. Dan salah satu foto lainnya adalah foto terbaru Yuna dan Kagami Jiro bersama si kembar Kenzi dan Kenzou.


Entah mengapa jiwa Zen tiba-tiba merasa begitu terharu melihat foto itu, "Ternyata masa muda tuan Kagami Jiro sangat berbeda jauh dari yang sekarang. Dia cukup tampan saat muda ... bahkan badannya tidak terlalu besar seperti saat ini. Apakah itu karena latihan beratnya sehari-hari? Wah ... benar-benar hebat sekali dia ..." gumam Zen dengan senyum tipis lalu mengembalikan figura itu di atas meja.


Kini netranya menatap sebuah benda pipih yang tergeletak di atas meja. Kagami Jiro meraihnya dan menimang-nimangnya lalu berbaring dengan santai di kursi sofa.

__ADS_1


Dia mulai mengusap ponsel itu untuk mengaktifkannya dan mulai berselancar di media sosial. Tentu saja jiwa Zen sangat ingin mengetahui tentang kehidupan Li Zeyan yang sekarang, kak Kai, dan juga Amee.


Rasa keingintahuan yang begitu besar, kini membuatnya melakukan stalker hingga menghabiskan waktu beberapa jam menatap layar ponselnya.


Terkadang dia tertawa kecil karena melihat penampilan dari seorang idol besar itu yang memakai pakaian layaknya perempuan, padahal jiwanya adalah sosok yang begitu legendaris seantero yakuza, Kagami Jiro pemimpin dari Doragonshadou!


Dan ... tentu saja Kagami Jiro juga sangat dikejutkan oleh aksi Zen di dalam sebuah drama film adegan aksi tampa seorangpun stuntman yang menggantikannya.


Namun, terkadang jiwa Zen juga dibuat bersedih saat menyaksikan beberapa foto dari Amee. Semua kenangan bersama Amee kini kembali terlintas dengan begitu nyata di benaknya.


"Amee ... mungkinkah beginilah takdir dari hidup kita. Meski aku tidak bisa bersamamu ... asalkan kau bahagia bersama kak Kai, aku juga akan berbahagia untuk kalian. Karena kalian sangat berarti untukku ... kalian adalah orang yang sangat aku sayang ..."


Beberapa saat Kagami Jiro sudah tertidur begitu saja, bahkan ponselnya masih memasuki sebuah aplikasi dan berada di beranda Amee.


...⚜⚜⚜...


Kini sepasang mata beningnya menangkap sosok pria dewasa yang sedang tertidur di atas sofa. Wanita dewasa yang terlihat begitu cantik dan sangat anggun itu menggeleng-gelengkan kepalanya dan terlihat sedikit gemas sendiri.


Lalu dia mulai melenggang dan mendekati pria itu, sudut-sudut bibirnya mulai ditariknya dan membentuk sebuah senyuman manis yang mampu meluluhkan seorang legendaris Kagami Jiro.


"Mengapa malah tidur di atas sofa?" gumamnya pelan. Netranya kini menangkap sebuah penda pipih yang masih tergeletak begitu saja di atas dada pria dewasa itu yang sedikit dia genggam.


Perlahan Yuna meraih benda pipih itu. Karena sedikit penasaran, kini Yuna menggeser layar ponsel itu untuk mengaktifkannya kembali.

__ADS_1


"Xiang Mee?" gumam wanita cantik itu mengkerutkan keningnya menatap layar ponsel itu yang di dalamnya ada sebuah foto seorang gadis muda yang begitu cantik dan memiliki aura yang benar-benar terang. "Siapa Xiang Mee? Siapa gadis ini?" gumam Yuna kebingungan menatap lekat-lekat foto gadis itu lalu beralih menatap suaminya kembali dengan senyum yang sudah memudar.


"Aku tidah mengerti ... apa yang sebenarnya terjadi saat ini? Apakah kamu benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi, Suamiku?" ucapnya begitu lirih dan sepasang mata beningnya kini sudah berair.


Perlahan pria dewasa itu mulai membuka matanya karena sedikit mendengar suara dari wanita itu, lalu dia segera merubah posisinya dan duduk mendongak wanita cantik di hadapannya itu yang masih menatapnya dengan mata yang masih berkaca-kaca.


"Yuna ... kapan kau datang?" tanya pria dewasa yang tak lain adalah Kagami Jiro.


Yuna hanya terdiam dan menatap suaminya dengan sendu. Dan tentu saja Kagami Jiro sangat dibuatnya kebingungan dengan sikap Yuna kali ini. Dia melihat jemari kanan Yuna masih mencengkeram sebuah ponsel, dan ponsel itu adalah miliknya.


"Yuna ... apa kau baik-baik saja? Bagaimana pesta ulang tahunnya?" ucap Kagami Jiro begitu ramah dan tersenyum untuk menghibur Yuna yang masih sedikit murung.


Yuna masih saja terdiam dan malah menggigit bibir bawahnya. Lalu dia menarik jemari Kagami Jiro lalu memberikan ponsel itu padanya.


"Aku akan mandi dan bersiap-siap untuk acara malam ini. Kamu juga bersiap-siaplah ..." ucap Yuna seperti sudah kehabisa energinya saja, karena suaranya begitu pelan.


Gadis cantik itu mulai melenggang dan meninggalkan Kagami Jiro yang masih menatapnya hingga punggungnya menghilang dari hadapannya.


"Apa aku membuat kesalahan lagi? Aku kira dengan menikah akan membuat orang bahagia? Tetapi aku merasakan jika kak Yuna sangat bersedih ..." gumam Kagami Jiro lalu membuka kunci layar ponselnya.


Dan betapa terkejutnya Kagami Jiro setelah melihat layar ponsel itu. Dia melihat foto Amee dan ponsel itu masih berada di sebuah aplikasi.


"Apa kak Yuna melihat Amee? Ahh ... ceroboh sekali aku! Bisa-bisa kak Yuna akan berfikiran jika tuan Kagami Jiro menyukai Amee." celutuknya menepuk jidanya sendiri.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2