Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Keputusan Terbaik


__ADS_3

Sebenarnya Zen merasa begitu tak tega untuk mengungkap semua kebenaran itu. Melihat CEO Jiang Lei membuatnya teringat kembali dengan sosok ayahnya yang saat ini sudah tiada.


Rasanya Zen begitu tak tega saat melihat ekpresi seorang pria paruh baya itu yang sedang memohon kepada dirinya untuk tidak mengungkap kebenaran tentang putra sulungnya kepada media dan dunia.


"Tuan Jiang Lei. Maafkan aku. Tapi aku akan tetap pada pendirianku." ucap Zen begitu yakin meskipun sebenarnya semua itu cukup berat dilakukan oleh Zen yang selama ini sudah cukup delat dengan CEO Jiang Lei.


"Zen ... aku mohon padamu kali ini saja." tak lelah CEO Jiang Lei memohon, bahkan kali ini pria paruh baya itu sedikit berjalan ke arah Zen dan mulai duduk bersimpuh di hadapan Zen.


Hal ini sungguh membuat Zen merasa tak enak hingga akhirnya Zen mulai meraih kedua bahu CEO Jiang Lei dan membantunya untuk berdiri kembali.


Seorang Jiang Lei, orang yang begitu besar yang cukup berpengaruh di dalam dunia hiburan di negerinya kali ini sedang duduk bersimpuh di hadapan seseorang. Dan hal seperti ini adalah pertama kalinya terjadi di dalam kehidupannya yang selama ini sudah begitu sempurna.


"Tolong jangan seperti ini, Tuan Jiang Lei." ucap Zen yang sudah membantu CEO Jiang Lei untuk berdiri kembali.


Lagi-lagi Zen terlihat begitu dilema dan merasa semakin tak tega saat melihat pria paruh baya itu yang sedang berusaha untuk melindungi putra sulungnya. Kebimbangan Zen karena hatinya yang begitu baik dan lembut itu mulai membuatnya kebingungan untuk mengambil keputusan saat ini.


Namun Li Kai yang menyadari semua itu, kini segera mendekati mereka berdua kembali dan berniat untuk membantu Zen agar Zen tidak ragu dalam mengambil keputusannya.

__ADS_1


"Tuan Jiang Lei." ucap Li Kai menyela pembicaraan antara mereka berdua. "Maafkan aku yang berbicara seperti ini. Tapi ... aku harus menyampaikannya. Kami sangat paham jika tuan Jiang Lei sangat menyayangi Jiang Wushuang. Namun, rasa sayang yang benar seharusnya ditunjukkan dengan benar juga. Jika tuan Jiang Lei memang menyayangi Jiang Wushuang, maka bukan seperti ini caranya. Tuan Jiang Lei harus tegas dan menyadarkan Jiang Wushuang, agar kelak Jiang Wushuang tak akan melakukan hal seperti ini lagi. Karena ini semua adalah salah. Tuan Jiang Lei harus bisa memberikan contoh yang benar dan tidak boleh selalu melindungi Jiang Wushuang saat dia bersalah. Jangan sampai rasa sayang yang berlebihan malah akan membutakan hati dan menyebabkan terbentuknya sebuah karakter yang buruk dan melekat pada diri Jiang Wushuang. Saat ini mungkin Jiang Wushuang memang masih cukup muda, namun kelak didikan yang benar akan sangat bermanfaat untuknya di masa depannya." ucap Li Kai dengan bijak dan berharap CEO Jiang Lei akan menerima keputusan yang sudah ditetapkan oleh Zen dan juga Li Kai.


CEO Jiang Lei yang masih terlihat begitu bersedih menatap Li Kai dan Zen secara bergantian. Tak ada amarah ataupun rasa kesal maupun dendam setelah dirinya mendengar untaian kata dari Li Kai, manager dari salah satu idola miliknya beberapa tahun silam.


"Baiklah. Lakukan saja seperti yang sudah kalian putuskan bersama." ucap CEO Jiang Lei terdengar begitu memilukan dan dada yang sangat sakit bukan main.


Bagaimana tidak? Hanya dalam hitungan jam, atau bahkan dalam hitungan menit saja seluruh dunia kini akan menghujat putra sulungnya dan sukses mencoreng nama baik keluarga besarnya serta agensinya yang sudah didirikan puluhan tahun itu.


Bukan itu saja! Jiang Wushuang yang memiliki mental yang sedikit kurang baik, kemungkinan akan begitu terpuruk setelah kabar terbaru itu tersebar di seluruh media.


Ada rasa haru karena Zen yang sangat berubaj drastis dan menjadi pemberani dan kuat, tak seperti masa lalunya yang sangat mudah down. Namun juga ada rasa sedih jika mengingat nasib yang akan menimpa putra sulungnya dalam beberapa menit kemudian.


"Teruslah tumbuh dan menjadi lebih kuat lagi, Zen. Kamu akan menjadi orang besar dengan agensimu sendiri! Dan disaat itulah kamu harus bersaing dengan sehat dengan Star Entertaiment. Aku akan menunggu hingga saat itu tiba!" ucap CEO Jiang Lei dengan berjuta rasa yang sudah bercampur menjadi satu di dalam hatinya.


Bahkan sepasang mata bak okavango blue diamond itu kini mulai terlihat berkilauan seperti kristal karena sudah sedikit berair. Hingga akhirnya CEO Jiang Lei mulai meraih tubuh jangkung Zen dan memeluknya.


Sungguh pemandangan yang cukup mengharukan! Bahkan Li Kai juga ikut tersentuh setelah melihat semua ini. Sepasang mata beningnya yang berada dibalik lensa minus itu juga terlihat sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


"Jangan pernah menjadi lemah lagi. Kamu harus selalu kuat, Zen. Aku sungguh minta maaf atas kejadian ini. Namun aku juga berterima kasih kepadamu karena kamu dan Li Kai telah membukakan hatiku dan menyadarkan aku agar bisa menyayangi Jiang Wushuang dengan baik dan benar." imbuh CEO Jiang Lei lagi yang sebenarnya masih membuat Zen sesak dan tak tega.


"Aku berjanji pada diriku sendiri dan aku juga berjanji kepada tuan Jiang Lei. Jika suatu saat nanti, aku akan menjadi kuat dan berdiri dengan agensiku sendiri! Disaat itulah tuan Jiang Lei harus masih sehat selalu agar bisa melihat semua hasil kerja kerasku." ucap Zen begitu lirih dan tak sadar air mata hangatnya mulai membasahi wajah putih dan mulusnya itu.


"Hhm. Aku akan menantikan hingga saat itu tiba. Teruslah berjuang ..." sahut CEO Jiang Lei dengan tulus dan kembali mengusap punggung Zen.


Tak sadar pria paruh baya itu juga mulai meneteskan air matanya.


"Zen. Mari kita segera pergi. Para reporter dan wartawan sudah menunggu kita." ucap Li Kai setelah menyeka air matanya yang hampir saja tumpah dan membasahi pipinya.


Zen dan CEO Jiang Lei kini segera melepaskan pelukannya satu sama lain. Namun pandangan mereka berdua masih saling bertemu dan menyapa dengan penuh hangat dan penuh kasih bak anak dan ayah.


"Pergilah, Zen ..." ucap CEO Jiang Lei sedikit bergetar dan terdengar begitu memilukan.


Zen kembali menguatkan hatinya dan menahan kesedihannya. Namun pemuda pemilik sepasang mata kebiruan itu mulai mengangguk pelan dan mulai berbalik lalu melenggang meninggalkan ruangan itu bersama Li Kai dengan langkah pasti meskipun sedikit berat.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2