Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Melawan Sebuah Trauma


__ADS_3

Seorang pria mulai mendekati Kagami Jiro dan mengayunkan belatinya menari-nari di udara dan berakhir untuk melukai anggota tubuh Kagami Jiro. Namun dengan gesitnya Kagami Jiro segera menangkapnya dan mulai menarik kuat belati itu, hingga darah segar mulai mengucur dari jemarinya.


Preman pemilik belati itu terhuyung dan tertarik begitu saja karena tarikan kuat dari Kagami Jiro hingga dia semakin mendekat ke arah Kagami Jiro. Disaat jarak mereka hanya berkisar kira-kira 1 meter, Kagami Jiro mulai melakukan tendangan dengan kaki kuatnya dan berhasil mengenai tepat di bagian dada preman itu hingga preman itu terdorong ke belakang dan menabrak beberapa furnitur tua.


SRRAAKK ...


BRRAAKK ...


BRRUUGHH ...


Selanjutnya seorang preman yang membawa sebuah tongkat besi mulai melenggang mendekati Kagami Jiro dan bersiap untuk mengayunkan tongkat besi itu dengan seluruh kekuatannya.


"Hiiaatthh ..."


Ayunan kencang dari tongkat besi itu berhasil Kagami Jiro hindari dengan gesit membungkukkan badannya dan malah serangan itu mengenai rekan berandalan yang kebelulan sudah berdiri di belakang Kagami Jiro.


BBUUAAGGHH ...


"Arghh ..." erang preman yang terkena pukulan dari tongkat besi itu sebelum dia pingsan dan terjatuh di atas lantai yang sudah kotor dan usang itu.


Di saat preman yang membawa tongkat besi itu begitu terkejut karena sudah melukai salah satu komplotannya, Kagami Jiro segera memanfaatkan kesempatan ini dengan begitu baik. Dia segera merebut dan mengambil alih tongkat besi itu dengan cepat lalu melakukan hal tak terduga di sepanjang kehidupan seorang Li Zeyan!


Yeap dia memukul pria itu dengan tongkat besi itu dan mengenai bagian leher preman itu sehingga preman itu pingsan seketika. Sebenarnya aksinya kali ini begitu membuatnya sedikit gugup dan merasa bersalah kepada para preman itu.


Tenanglah, Zen! Jika kau tak menyerang mereka, maka kau akan berakhir di tangan mereka! Karena itu adalah pilihan untukmu saat ini! Diserang, atau menyerang! Dan kau tak akan bisa menyelamatkan Christal jika kau tak bisa menghadapi mereka dengan baik! Ini sudah benar! Kau tak perlu merasa takut dan bersalah! Lanjutkan sisanya dan segera selamatkan Christal!


Batin Zen mulai menangkap tangan seorang preman yang kini sedang berusaha menyerangnya dengan menggunakan sebuah pisau lipat.

__ADS_1


Disaat serangan itu tertahan, Kagami Jiro mulai sedikit menunduk dan melayangkan pukulan lurus dan mengenai salah satu titik kelemahan lawan, yaitu dagu.


BUUAGHH ...


Pria itu terdorong beberapa meter ke belakang dan menabrak sebuah rak buku tua, lalu pria itu terjatuh dan beberapa barang dari rak itu menimpanya begitu saja. Bahkan ada beberapa barang berat seperti guci yang begitu berat menimpanya.


PPRRAANGG ...


GUBRRAAKK ...


"Arghh .. pasti itu sangat sakit." gumam Kagami Jiro merasa ngilu karena melihat kepala pria itu sampai berdarah karena tertimpa beberapa barang itu.


Kini seorang preman mulai mendatangi Kagami Jiro dengan membawa sebuah katana yang sudah tak bersarung. Sesekali katana itu terlihat berkilauan karena terkena sorotan cahaya dari lampu.


Kagami Jiro mulai terlihat sedikit tegang saat melihat katana itu. Membuatnya semakin merasa ngilu jika membayangkan kalau saja katana itu mengoyak tubuhnya atau menghunus tubuhnya.


Tidak! Aku tidak terluka dan kalah begitu saja! Aku harus bisa melawan dan mengalahkannya! Jika takut kepada sesuatu, maka satu-satunya untuk menghadapinya adalah dengan melawan rasa takut itu sendiri! Aku tidak akan menyerah!


Yeap, sebenarnya senjata-senjata tajam dan darah adalah hal yang begitu membuat seorang Li Zeyan merasa takut dan trauma. Karena saat dia masih kecil, dia melihat begitu banyak darah segar mengucur dan membasahi tubuh kedua orang tuanya pasca kecelakaan lalu lintas yang akhirnya merenggut nyawa kedua orang tuanya itu.


Setelah itulah dia mengalami traumatis terhadap darah dan juga senjata tajam seperti itu. Namun mungkin saat inilah dia akan merubah dan mengatasi semua trauma di masa lalunya itu.


Ayunan indah dari katana itu oleh sang empu sesaat membuat Kagami Jiro seakan terhipnotis dan tersihir begitu saja hingga tak sadar saat katana itu sudah melayang dan bersiap untuk menghunusnya. Namun tepat saat katana itu sudah berada tepat di hadapannya seakan ada suara seorang gadis yang sedang memanggil namanya dan membuatnya tersadar kembali.


Li Zeyan!


Suara lembut dan suara yang selalu dirindukannya selama ini, terdengar menggema dengan begitu indah dan menggaung memenuhi indra mendengarannya.

__ADS_1


Kau pasti bisa melewati semua ini, Nak! Segala masalah yang menimpamu saat ini, kau pasti juga bisa mengatasinya dengan baik. Kebahagiaan sudah menantikanmu. Tetaplah melangkah dan berusaha! Jangan melihat masa lalu yang meyesakkan dan selalu membuatmu bersedih ...


Bayangan ibu dan suara dari ibunya yang selalu dirindukannya tiba-tiba saja hadir dan memenuhi benaknya saat ini, membuatnya tersadar saat katana itu hampir saja melukainya.


TTRRAANNGG ...


Kagami Jiro berhasil menahan katana itu dengan sebuah pisau lipat yang tadi sudah dipungutnya. Serangan itu hanya berjarak beberapa inchi saja dari wajah Kagami Jiro. Sangat dekat dan seakan berada di pelupuk mata.


Preman itu mulai memberikan sedikit tekanan dan berhasil membuat serangannya semakin mendekati wajah Kagami Jiro.


Tidak boleh! Aku tidak boleh kalah dalam waktu ini! Aku tidak boleh menyerah begitu saja! Jika aku berakhir begitu saja, bagaimana aku bisa menyelamatkan Christal?! Aku harus bisa melawannya? Harus bisa!


Batin Kagami Jiro mulai mengerahkan kembali seluruh kekuatannya. Kekuatan bench press yang selama ini dilatihnya selama hampir 4 bulan ini, yang setara hampir 2 kali berat badannya kini mulai kereahkannya kembali.


Perlahan serangan dari katana itu mulai bisa dikendalikan dan dilawannya, hingga ketika katana itu sudah berada agak jauh dari wajahnya, Kagami Jiro mulai mengangkat lutut kanannya dan menghantam dada preman itu.


DDUUAKK ...


Tubuh preman itu sedikit terhentak ke atas beberapa senti lalu Kagami Jiro mulai melayangkan tinjunya tepat mengenai wajah preman itu.


BUUGGH ...


Seketika preman itu terdorong ke belakang dan terjatuh bersama katana itu. Kini preman terakhir mulai datang dengan membawa sebuah pisau lipat. Pria itu menyeringai menakutkan menatap Kagami Jiro dan semakin berjalan mendekatinya.


Dia mulai mengayunkan pisau lipat itu dengan begitu lihai dan cepat dan berhasil menyayat lengan kiri Kagami Jiro sebelum Kagami Jiro berhasil menahan atau menghindarinya.


Sepasang mata kecoklatan itu sedikit membulat karena melihat darah segar itu dan sepertinya Kagami Jiro masih terlihat sedikit shock.

__ADS_1


Darah ... tenang, Zen. Tenanglah ... kau pasti bisa menghadapi semua ini dengan baik!


Batin Kagami Jiro sedikit bergetar dan mulai menenangkan dirinya sendiri kembali lalu mulai mengambil napas panjang dan mengeluarkannya perlahan.


__ADS_2