Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kai's And Amee's Wedding


__ADS_3

Seorang pria berkacamata bening dengan balutan setelan jas pengantin berwarna hitam terlihat begitu tampan dan bersinar. Bukan hanya pakaiannya saja yang membuatnya begitu bersinar, wajahnya juga terlihat begitu bersinar, menandakan suasana hatinya juga sedang sangat baik dan begitu berbahagia di hari ini.


Sementara disisi sampingnya sudah terlihat seorang gadis dengan balutan gaun pengantin putih yang menjuntai hingga lantai melingkarkan tangannya pada lengan pria berkacamata itu.


Wajahnya begitu cantik dan anggun, gadis yang masih berusia 20 tahun ini, kini akan melepaskan masa lajangnya dengan menikahi seorang cucu pertama keluarga besar Li.


Mereka adalah kak Kai dan Amee yang sedang melangsungkan sebuah pernikahan di sebuah gereja yang cukup besar dan megah dengan nuansa putih.


Seorang bell boy yang berusia kira-kira 3 tahun yang begitu lucu dan menggemaskan mulai membunyikan lonceng yang sudah berada pada tangan mungilnya, menandakan pengantin sudah boleh memasuki chapel.


Kini pasangan pengantin itu mulai berhenti di saat mereka sudah sampai di depan sebuah altar putih yang begitu kokoh dan megah itu. Keduanya saling bertatapan hangat untuk beberapa saat. Wajah keduanya begitu berseri dan terlihat begitu bahagia.


Kedua mempelai juga diikuti oleh dua orang anak yang begitu manis berusia kira-kira 8 tahun. Masing-masing dari mereka membawakan lilin untuk menyalakan 2 tiang kaki. Dan masing-masing membawa 7 lilin.


Seorang pendeta terlihat mulai memimpin untuk memasuki altar lalu diikuti kedua mempelai itu. Kini seorang bible boy yang berusia kira-kira berusia 5 tahun yang begitu lucu dan menggemaskan juga mulai memasuki ruangan dengan membawa sebuah Al Kitab lalu diserahkan kepada sang pendeta.


Tak beberapa lama mulai bertaburan bunga-bunga di antara kedua mempelai itu. Begitu indah seperti hujan bunga yang harum dan berwarna-warni.


Kini pendeta itu segera melakukan sebuah khotbah dan dilanjutkan dengan beberapa ikrar perjanjian pernikahan dan doa pemberkatan lalu diakhiri lagu The Prayer.


Di sebuah kursi tamu beberapa kerabat, keluarga dan rekan kerja kak Kai dan Amee juga terlihat begitu berbahagia karena melihat kak Kai dan Amee yang sekarang sudah resmi menjadi pasangan suami istri.

__ADS_1


Tak terkecuali seorang pemuda tampan yang kali ini mengenakan balutan sebuah setelan jaz berwana hitam dengan motif bergaris horizontal dengan sebuah kemeja putih di dalamnya. Sebuah dasi kombinasi warna putih dan biru bergaris juga dia kenakan saat ini.


Di sebelahnya ada beberapa anggota keluarrganya dan beberapa temannya dengan pakaian yang sudah rapi.dan tak kalah menawan. Namun seseorant yang begitu membuatnya begitu berbahagia saat ini karena, selain kakaknya yang melangsungkan sebuah pesta pernikahan saat ini, hari ini pemuda yang tak lain adalah Zen juga bertemu dengan kekasih hatinya, Christal.


Yeap, baru kemarin malam Christal, Yuna, Kagami Jiro, Yukimura, si kembar Kenzi dan Kenzou dan juga beberapa pengawal baru saja tiba di Beijing, China.


Christal terlihat begitu cantik hari ini dengan sebuah balutan gaun tanggung berwarna sweet peach. Kulitnya yang seputih susu semakin terlihat begitu bersih dan bersinar dengan warna dress yang sedang dia kenakan saat ini. Menampilkan kesan yang begitu ceria dan muda.


Zen tak pernah bosan untuk selalu mencuri-curi pandang untuk memandangi gadis yang saat ini sedang duduk di sebelahnya. Kapan lagi bisa menatap kekasih hati sedekat ini dan sepuas ini? Karena setelah beberapa saat mereka akan berpisah kembali dalam jarak yang jauh.


Dan disaat mereka para tamu sudah bersiap untuk menangkap bunga pengantin yang akan dilemparkan oleh pengantin wanita, semua orang mulai berdiri dengan sangat antusias seakan sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan bunga pengantin itu.


Dan rupanya kali ini Christal yang beruntung, gadis berwajah mungin nan cantik itu menangkap dan mendapatkan bunga pengantin yang sudah dilemparkan oleh Amee.


"Zen, lihat ini!!" Christal memperlihatkan serangkaian bunga baby breath berwarna putih yang begitu indah dengan bersemangat.


"Hhm. Suatu saat nanti kamu yang akan melemparkan untuk para tamu undangan ..." Zen menyauti dan tersenyum hangat menatap Christal.


Untaian kata Zen yang terdengar begitu manis membuat Christal sedikit merona, dan gadia itu hanya menatap Zen dan memeluk bunga baby breath berwarna putih itu.


"Christal, kamu sudah jauh-jauh datang ke Beijing namun kamu malah memeluk bunga baby breath itu dan malah mengabaikan kekasihmu ini." Zen mulai menggoda Christal dan mulai sedikit berpaling menatap arah lainnya dengan kedua tangan yang disilangkan di depan dada bidangnya dan memasang wajah cemberut.

__ADS_1


Hal itu membuat Christal tertawa kecil dan segera memeluk Zen begitu saja. Zen tak bisa berpura-pura untuk ngambek lagi hingga akhirnya pemuda bermata biru itu juga mulai tertawa kecil dan membalas pelukan Christal.


Kagami Jiro yang sedang duduk tak jauh dari mereka berdua tak sengaja menyaksikan semua itu. Raut wajahnya terlihat sedikit kesal, hingga Kagami Jiro sudah berniat untuk melenggang dan menghentikkan kedua anak muda yang sedang berpelukan itu.


Namun Yuna segera meraih lengan Kagami Jiro dan menahannya, "Sayang, biarkan saja mereka. Bahkan mereka akan segera berpisah kembali. Lagian saat kau masih muda, kau jauh lebih parah dari bocah itu!" sungut Yuna menggoda suaminya.


"Itu sangat berbeda, Yuna ..." Kagami Jiro berusaha mengelak.


"Lagipula bukankah kau sendiri yang meminta Li Zeyan untuk melanjutkan hubungan mereka? Kau juga sangat yakin bukan, jika Li Zeyan bocah yang baik dan tepat untuk Christal?" ucap Yuna yang masih menahan lengan Kagami Jiro.


Kagami Jiro kembali duduk dan tak menjawab Yuna. Namun sepasang mata kecoklatan itu masih menatap Christal dan Zen dari kejauhan. Christal terlihat begitu bahagia saat bersama dengan Zen, dan tak terasa Kagami Jiro juga ikut tersenyum begitu saja saar melihat mereka berdua yang begitu manis.


Sedangkan Yuna hanya menatap Kagami Jiro mulai tersenyum samar dan sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya.


Si kembar Kenzi dan Kenzo hari ini juga terlihat begitu lucu. Mereka berdua mengenakan setelan jaz berwarna hitam dengan kombinasi garis horizontal dan malah terlihat seperti jaz yang.sedang dikenakan oleh Zen.


Si kembar Kenzi dan Kenzou terlihat begitu menggemaskan. Bahkan semua para tamu undangan yang melihat kedua bocah itu merasa begitu gemas dan rasanya ingin sekali menggendong salah satu dari mereka.


Namun tentu saja mereka tak bisa melakukannya, karena keamanan keluarga Kagami saat ini benar-benar sangat ketat. Tidak sembarangan orang bisa menyentuh kedua bocah itu. Dan kedua bocah itu juga sangat sulit untuk dekatdan akrab dengan orang asing.


Bonus foto Amee.

__ADS_1



__ADS_2