
Yuna dan Kagami Jiro tak mengindahkan Zen dan akhirnya ciuman itu tetap terjadi di hadapan Zen. Seakan dunianya hancur seketika setelah menyaksikan semua ini. Seorang gadis yang begitu dicintai, kini sedang berciuman dengan pria lain. Yah ....meskipun raga pria itu adalah raga Kagami Jiro, namun jiwa yang sedang berada di dalamnya adalah jiwa orang lain!!
"Yuna!!"
Teriakan yang begitu menggelegar itu terdengar begitu menggema.
.
.
.
"Tuan ... Tuan Zen ..." Yunxi terlihat begitu khawatir karena melihat Zen yang tertidur di dalam mobil, terlihat sedang mengalami mimpi buruk.
Keningnya selalu berkerut, dan raut wajahnya terlihat begitu penuh dengan kesedihan dan kegelisahan.
"Tuan Zen ..." Yunxi kembali berusaha untuk mengguncang pelan bahu Zen dan sesekali memegang kening Zen untuk memastikan sesuatu.
Perlahan sepasang bata indah bak okavango blue diamond itu mulai terbuka meskipun masih terlihat begitu sayu. Setelah menatap Yunxi, Zen mulai duduk dengan tegap dan menatap sekitarnya. Pria tampan itu merasa begitu kebingungan saat ini.
"Dimana Yuna dan pria itu?" ujar Zen yang membuat ketiga pengawalnya kebingungan.
"Nyonya Yuna masih berada di dalam mobil van keluarga Kagami, Tuan. Dan dia juga bersama keluarganya." jelas Yunxi.
Zen terdiam mengkerutkan sepasang alis tegasnya dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Setelah beberapa saat Zen mengusap rambutnya ke belakang dan menghembuskan napas kasarnya ke udara dengan mata terpejam.
Jadi semua itu hanya mimpi saja ya. Syukurlah! Aku tak akan bisa menerima jika Yuna memutuskan untuk hidup bersama bocah itu. Huft ...
Batin Zen yang terlihat begitu lega setelah menyadari jika semua itu hanyalah mimpi.
"Tuan, tuan Zen sedang demam saat ini. Apa tidak sebaiknya kita kembali dulu ke hotel atau pergi ke rumah sakit?" ujar Yunxi yang menatap Zen dengan begitu khawatir.
__ADS_1
"Tidak, Yunxi. Kita tetap ke Tokyo Disney Resort! Setelah sampai disana, belikan saja obat penurun demam untukku di apotik!" perintah Zen lalu memijat keningnya yang terasa sedikit pusing.
"Baik, Tuan Zen." sahut Yunxi dengan patuh. "Vann, kita tetap ke Tokyo Disney Resort!" ucap Yunxi kepada Vann yang sedang mengemudi.
"Yeap ..." sahut Vann.
Setelah beberapa saat kemudian mereka mulai memasuki kawasan Tokyo Disney Resort dan menuju ke Tokyo Disney Land lalu melakukan parkir disana. Beberapa orang mulai turun dari kedua mobil itu.
Tokyo Disneyland adalah taman bermain terbesar dan paling banyak dikunjungi di Jepang. Selain karena lokasinya yang berada dekat dengan Tokyo, suasana taman bermain dan atraksi serta hiburan sangat menakjubkan dan menyenangkan.
Membuat orang-orang Jepang dan wisatawan mancanegara berkali-kali berkunjung ke sini. Tokyo Disneyland merupakan bagian dari kompleks Tokyo Disney Resort. Berlokasi di distrik Maihama Kota Urayasu, bagian barat laut Chiba.
Tokyo Disneyland cukup luas dan memiliki 7 area yang masing-masing memiliki tema sendiri. Ke tujuh area tersebut adalah World Bazaar, Adventureland, Westernland, Critter Country, Fantasyland, Toontown, dan Tomorrow Land.
Disneyland juga menyuguhkan atraksi-atraksi favorit keluarga seperti Jungle Cruise, Pirates of Caribbean, Big Thunder Mountain, Haunted Mansion, Pooh’s Honey Hunt, Splash Mountain, dan Micro Adventure. Atraksi ini tidak hanya memikat anak-anak saja, namun juga orang dewasa.
Salah satu atraksi yang tidak boleh terlewatkan saat mengunjungi Tokyo Disneyland adalah berfoto dengan karakter-karakter Disney, seperti Mickey dan Minnie, anjing lucu Pluto, Jafar, lalu Mr. and Mrs. Incridible, begitu juga Stitch. Tidak hanya foto barsama, mereka juga akan memberikan tanda tangan juga.
Kini mereka mulai memesuki Disney Land dan disambut oleh area World Bazaar. Di World Bazaar banyak disuguhkan dengan toko-toko yang keren untuk berfoto. Toko-toko ini menjual pernak pernik yang bertemakan Disney. Banyak souvenir yang begitu lucu dijual disini.
Setelah itu mereka mulai melewati Tomorrow Land. Tommorow Land adalah area yang akan memperkenalkan kita kepada kota di masa depan. Area dengan konsep millennium dan futuristik. Area ini adaptasi dari film Tomorroland. Sebuah film ber-genre science fiction.
Kagami Jiro terlihat masih menggendong kedua anak kembarnya sekaligus, dan didampingi oleh Yuna disisinya. Sementara di belakangnya ada Christal, Zen dan Key. Tak jauh dari mereka juga sudah ada 4 orang pria pengawal keluarga Kagami dan 3 orang pria yang merupakan pengawal Zen.
Seperti biasanya, Zen mengenakan topi hitam dan juga masker hitam agar tidak terlalu mengundang perhatian semua orang. Karena pastinya akan begitu banyak orang yang mengenalinya.
Christal tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat ini, karena bisa bertemu dan pergi bersama ke taman bermain bersama idol Li Zeyan. Dan kejutan ini tentu saja tak diketahui sebelumnya oleh Christal.
"Tuan Kagami Jiro, ijinkan aku yang menemani si kembar untuk bermain dan menaiki beberapa wahana." ucap Zen tiba-tiba.
"Tidak boleh!" ucap Yuna menandaskan dengan cukup tegas.
__ADS_1
Namun si kembar Kenzi dan Kenzou malah langsung saja mengulurkan tangannya dan berharap Zen segera menggendongnya.
"Yuna, tidak apa-apa. Biarkan Kenzi dan Kenzou bermain bersama Zen. Kau juga bisa beristirahat dulu." ucap Kagami Jiro lalu memberikan si kembar Kenzi dan Kenzou kepada Zen.
"Tapi ..." sela Yuna yang masih terlihat begitu tak terima.
"Sudah. Tidak apa-apa kok." ucap Kagami Jiro dengan lembut menatap Yuna. "Pergilah, Zen." kini Kagami Jiro beralih menatap Zen.
"Hhm. Okay!" sahut Zen lalu mulai melenggang dengan menggendong Kenzi dan Kenzou. Sedangkan Yunxi dan Vann juga mulai mengikutinya. Sementara Nokto mulai pergi ke apotik terdekat untuk membelikan obat penurun demam untuk Zen.
"Aku ikut!" ujar Christal yang mulai mengejar mereka.
"Key! Ikutlah bersama mereka!" perintah Yuna kepada Key.
"Baik, Nyonya." sahut Key lalu mengikuti mereka.
"Sayang, mengapa mengijinkan bocah itu untuk membawa si kembar begitu saja? Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk?" protes Yuna menatap suaminya begitu tak mengerti.
"Kamu tenang saja, Yuna. Zen tidak akan melakukan hal yang buruk untuk si kembar. Dan lagi, Key juga pergi bersama mereka kok. Tenang saja. Key sangat ahli dalam taekwondo." ucap Kagami Jiro berusaha untuk meyakinkan Yuna.
"Ya, Key memang lumayan bela diri. Namun ketiga pengawal Li Zeyan juga ada bersama mereka! Aku masih tidak bisa tenang! Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk kepada si kembar dan Christal?" ucap Yuna yang masih terlihat begitu khawatir.
"Percayalah padaku, Yuna. Zen akan selalu melindungi mereka. Sekalipun harus mempertaruhkan nyawanya." ucap Kagami Jiro dengan seulas senyum menatap Yuna dengan begitu gemas.
Tuan Kagami Jiro akan selalu menjaga mereka, Kak Yuna. Mereka akan baik-baik saja saat bersama dengan tuan Kagami Jiro.
Batin Kagami Jiro yang masih memasang senyum menatap Yuna.
"Ya sudah. Kau mau ice cream, Yuna? Bagaimana kalau kita makan ice cream bersama?" ucap Kagami Jiro lagi karena Yuna masih terlihat begitu cemberut. "Kau mau?"
Yuna mengangguk dan masih saja memasang wajah cemberutnya.
__ADS_1
"Igor. Belikan ice cream untuk kami! Kami akan menunggu disini!" perintah Kagami Jiro lalu mulai duduk di sebuah bangku taman itu dan diikuti oleh Yuna.