Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Wajah Baru, Raga Baru


__ADS_3

Kini Kagami Jiro mulai menatap sebuah cermin yang masih berada di atas pangkuannya. Sebuah cermin lucu milik Christal yang diberikan untuknya tadi.


Lagi-lagi kini dia tersenyum karena melihat gambar salah satu anime kesukaannya pada penutup cermin itu. Perlahan Kagami Jiro meraih cermin itu dan berniat membuka penutupnya.


Perlahan tangan besarnya merain penutup cermin itu dan menariknya perlahan. Namun tiba-tiba saja pintu kembali terbuka dan Kagami Jiro menghentikkan niatnya. Dia mulai menatap ke arah pintu masuk untuk melihat siapa yang datang.


DDRRKK ...


Tiba-tiba pintu kembali terbuka, ternyata Yuna sudah kembali dengan membawa sebuah bingkisan kecil. Senyum Yuna begitu mengembang, dia melenggang dengan anggun mendekati brankar suaminya diiringi oleh ritme teratur dari hentakan high heelsnya.


"Nah. Red Velvet sudah datang ..." kini Yuna sudah duduk di sebelah brankar dan mulai membuka bingkisan kecil berwarna abu-abu dengan berhiaskan pita yang begitu lucu.


Aroma manis mulai tercium oleh indra penciuman mereka berdua. Senyum mereka begitu mengembang menatap red velved itu.


Yuna mulai memotong kue berwarna merah dengan whipe cream berwarna putih itu dengan senyum yang selalu menghiasi wajah cantiknya. Lalu dia mulai mengambil sepotong dan mulai berniat untuk menyuapi Kagami Jiro.


"Buka mulutmu, Sayang ..." ucap Yuna ketika sepotong kue itu sudah berada beberapa inchi dari wajah Kagami Jiro.


"Uhm ... aku bisa melakukannya sendiri." ucap Kagami Jiro dengan sangat sopan dan berniat meraih cake itu. Namun Yuna segera menjauhkannya dari Kagami Jiro.


"Sudah ... biarkan aku saja yang menyuapimu. Sudah lama aku tidak melakukannya." ucap Yuna dengan begitu lembut dan mulai berusaha untuk kembali menyuapi Kagami Jiro.


Akhirnya dengan terpaksa Kagami Jiro mulai membuka mulutnya dan menerima suapan dari Yuna. Sepasang mata coklatnya masih menatap lekat wanita dihadapannya yang saat ini berstatus menjadi istrinya itu.


Sementara Yuna terlihat begitu berbinar dan sangat bersemangat saat menyuapi suami tercintanya. Dia melakukannya dengan sangat telaten dan begitu bersemangat.


"Bagaimana? Enak?" tanya Yuna begitu antusias menatap Kagami Jiro.


"Hhm. Enak sekali." jawab Kagami Jiro pelan. "Rasanya sudah lama aku tidak memakan red velvet cake."

__ADS_1


Tiba-tiba Yuna menatap lekat Kagami Jiro, sedangkan yang ditatap sedikit merasa sedikit kikuk saat ini. Perlahan Yuna mengusap lembut sudut bibir Kagami Jiro dengan jemarinya.


Meskipun sudah sering beradu akting dengan beberapa aktris, namun situasi saat ini sangat membuat Kagami Jiro sangat merasa kikuk.


"Ada whipe cream." ucap Yuna dengan seulas senyum.


"Ah ... i-iya ... terima kasih." Kagami Jiro menyauti dengan sedikit terbata.


Tiba-tiba ponsel Yuna berdering kembali dan dia segera meraih ponselnya.


"Sebentar. Aku angkat panggilan dulu." ijin Yuna sebelum meninggalkan ruangan ini.


"Baiklah ..."


Kagami Jiro hanya memandangi kepergian Yuna dengan wajah yang terlihat masih sedikit murung karena belum bisa mengerti situasi saat ini.


Perlahan Kagami Jiro mulai turun dari ranjang dengan membawa tiang penyangga botol infusnya. Dia mulai menyibak tirai putih kamarnya untuk melihat pemandangan luar saat ini.


"Ini dimana? Mengapa aku tidak mengenali tempat ini?" gumam Kagami Jiro begitu kebingungan.


Namun tiba-tiba kini sepasang mata dengan pupil coklat itu menatap sebuah menara yang sangat membuatnya terkejut. Sebuah menara yang hanya bisa ditemukan di Jepang. Sebuah menara baja tertinggi di dunia yang tegak sendiri di permukaan tanah dengan warna merah putih.


"Tokyo Tower?" ucapnya hampir tidak percaya. Sepasang mata coklat itu membulat sempurna menatap menara yang berada tak jauh dari rumah sakit yang saat ini ditempati oleh Kagami Jiro.


"Apakah ini di Jepang? Aku sedang berada di Jepang? Tapi kapan aku pergi ke Jepang?" gumamnya sendiri hampir tidak percaya.


Kagami Jiro segera mencari-cari sesuatu di ruangan ini. Berharap dia akan menemukan sesuatu untuk mencari tau jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya.


Dia mulai mencari dan melihat-lihat beberapa majalah di atas meja sebelah brankarnya. Kagami mulai membuka halaman demi halaman majalah itu. Dan benar saja itu adalah majalah Jepang.

__ADS_1


Halaman-demi halaman terus saja dia buka dengan teliti namun cepat. Tiba-tiba ada sebuah berita yang berasal dari Beijing yang membuatnya cukup terkejut. Kini dia mulai membaca dengan begitu antusias.


_____________________________________________


Tokyo Today


Setelah melakukan pemotretan bersama seorang Idol besar Li Zeyan, kini seorang model cantik pendatang baru Xiang Mee mulai dilirik oleh publik.


Tawaran demi tawaran mulai berdatangan untuknya. Bahkan ada agensi besar yang juga menawarinya untuk bergabung bersama.


Namun, terdengar rumor jika sebenarnya gadis cantik bernama Xiang Mee adalah teman masa kecil dari Li Zeyan. Apakah selama ini model cantik ini hanya mendekati Li Zeyan kembali hanya untuk menaikkan popularitasnya?


....



______________________________________________


"Tidak puaskah mereka membuat berita yang selalu tidak masuk akal?!" geram Kagami Jiro terlihat begitu murung dan kesal. "Tidak puaskah mereka hanya menjatuhkanku saja? Dan sekarang mereka mau menyeret dan menjatuhkan Amee juga? Huftt ... andai saja aku bisa melindungimu Amee ... maafkan aku yang terlalu lemah ini. Bahkan aku sangat penakut, hingga berusaha mengakhiri hidupku sendiri! Sungguh aku lelaki yang tidak bisa diandalkan." imbuhnya sambil menyibak rambut gondrongnya ke belakang.


"Tunggu dulu ... Di dalam artikel ini dikatakan jika Amee telah melakukan pemotretan bersama Li Zeyan? Tapi kapan itu terjadi? Aku tidak pernah melakukan pemotretan bersama Amee selama ini."


Karena penasaran Kagami Jiro segera mencari sesuatu di sekitar meja. Dan dia menemukan benda pipih di sana. Kagami Jiro mulai mengusapnya untuk mulai menggunakannya.


Terlihat wallpaper dari ponsel itu, foto bersama seorang pria dewasa yang terlihat begitu sangar dan begitu berwibawa sedang memeluk wanita dewasa yang tadi mengaku sebagai istrinya.


Tanpa rasa curiga sedikitpun karena niatnya lebih kuat untuk mencari tau tentang dirinya dan Amee, Kagami Jiro segera membuka sebuah aplikasi melalui ponsel itu untuk mencari tau berita itu. Terlebih tentang foto bersama itu.


Pencariannya kini membuahkan hasil, dia menemukan beberapa cuplikan foto bersama Amee bersama dirinya. Terlihat begitu serasi dan sangat memukau. Amee terlihat begitu cantik dan bersinar, sementara Li Zeyan terlihat begitu tampan dan memukau.

__ADS_1


"Mengapa bisa seperti ini? Siapa yang sedang berada di dalam tubuhku?" kini Kagami Jiro mulai memperhatikan susunan tubuhnya kembali. Dengan cepat dia segera meraih cermin pemberian dari Christal dan mulai membuka penutup cermin itu.


Pupil kecoklatan itu kini terlihat bulat sempurna. Ekspresinya terlihat begitu syock saat ini. Bahkan cermin itu kini terjatuh begitu dari tangannya.


__ADS_2