
Keempat gadis cantik itu hanya fokus untuk mengajak berbincang Zen saja tanpa menghiraukan keberadaan Christal. Sementara Christal terlihat tak terlalu memasukkannya ke hati, dan malah sepertinya Christal terlihat begitu mengagumi keempat gadis cantik dan modis itu.
Super Girls Group ternyata memang sangat cantik luar biasa. Mereka memiliki tubuh indah dan kulit yang begitu sehat. Oh my! Mereka terlihat seperti boneka saja.
Batin Christal menatap takjub keempat gadis itu secara bergantian.
Yeap, keempat gadis cantik itu masih terlihat begitu sibuk mengajak berbincang Zen. Bahkan mereka berusaha untuk menarik perhatian Zen dan mulai meraih lengan Zen dan menariknya begitu saja untuk pergi ke ruang latihan menari.
Namun baru beberapa langkah saja mereka meninggalkan tempat itu, Zen segera berhenti dan berusaha untuk melepaskan tangan mereka dengan sopan dan ramah.
"Maaf ya. Tapi hari ini aku sedang datang bersama seseorang. Dan aku tidak bisa meninggalkannya sendirian begitu saja." ucap Zen dengan ramah dan mulai berbalik untuk menghapiri Christal lagi.
Christal terlihat masih saja tersenyum menyambut kedatangan Zen, namun dari raut wajahnya ada sedikit terlukiskan sebuah kekecewaan. Meskipun Christal sudah berusaha untuk menutupinya dengan sebaik mungkin, namun tentu saja Zen sangat memahami semua itu.
"Christal, maaf ..." ucap Zen berniat untuk meraih jemari Christal, namun Zen terlihat begitu ragu karena saat ini sedang ada yang sedang memlerhatikan mereka. Hingga akhirnya Zen mengurungkan niatnya kembali.
Christal mulai tersenyum begitu manis dan ceria, seperti sedang tak terjadi suatu masalah apapun. Hingga akhirnya Christal mulai melenggang beberapa langkah sembari berkata, "Ayo! Bukankah kamu harus segera berlatih, Li Zeyan!"
Zen tersenyum lebar dan mulai menyusul Christal . Mereka berdua melenggang beriringan menuju tempat latihan menari. Dan hal itu sungguh membuat keempat gadis cantik itu merasa begitu kesal.
"Siapa gadis itu? Terlihat seperti anak-anak! Mengapa senior Li Zeyan terlihat begitu dekat dengan anak itu?!" celutuk salah satu dari mereka yang memiliki warna rambut peach.
"Aku juga tidak tau. Namun sepertinya mereka berdua sangat dekat. Apakah dia adalah gadis Jepang yang dimaksud dengan rumor yang akhir-akhir beredar ya?" timpal gadis lainnya lagi.
"Entahlah. Aku juga baru pertama kali melihat gadis itu ..." sahut gadis yang lainnya lagi.
"Ya sudah. Sebaiknya kita juga berlatih saja!" sahut yang lainnya lagi lalu mulai melenggang menuju ke ruang latihan menari lainnya lagi.
__ADS_1
Sementara itu Zen dan Christal masih melenggang bersama melewati ruangan demi ruangan yang masing-masing terlihat begitu luas dan mewah.
Tiba-tiba saja mereka berdua mulai berpapasan dengan seorang pria tampan yang memiliki warna rambut sedikit mencolok, yaitu kebiruan. Namun sangat terlihat cocok untuk pemuda tampan itu.
Sepasang manik-manik bening Christal mulai membulat sempurna menatap idol itu ketika jarak mereka masih cukup jauh. Kedua jemarinya juga mulai menutupi mulutnya karena tak percaya akan bertemu dengan Thunder. Salah satu idol kesukaan sahabatnya.
"Li Zeyan ... apakah itu Thunder?" ucap Christal hampir tak percaya dan masih membelalak menatap idol bernama Thunder yang sudah berjalan semakin mendekat.
"Benar sekali. Ada apa, Christal? Apa kamu juga mengidolakan Thunder?" ucap Zen dengan nada bicara yang terdengar sedikit aneh. Atau mungkin Zen sedang cemburu saat ini. Tentu saja!
"Li Zeyan ... bisakah aku minta tolong padamu?" kali ini Christal mulai menarik sedikit lengan pakaian Zen beberapa kali dengan pelan dan lucu.
"Apa itu?"
"Karena tidak boleh memotret, maka tolong mintakan foto Thunder untukku ..." rengek Christal yang cukup membuat Zen merasa begitu shock luar biasa.
Apa ini? Apa Christal juga menyukai Thunder? Juniorku sendiri? Apakah jangan-jangan selama ini Christal tak benar-benar menyukaiku dalam arti cinta?? Apakah dia selalu begini terhadap semua idol? Apakah itu artinya, selama ini cintaku hanya bertepuk sebelah tangan? Oh, Christal ... aku sungguh tidak menyangka akan menjadi seperti ini.
Batin Zen yang terlihat sudah begitu kecewa karena Zen sudah memikirkan hal yang tidak-tidak saat ini.
"Christal ... apa kamu menyukai Thunder juga?" tanya Zen dengan nada yang terdengar begitu sedih dan penuh dengan kekecewaan.
Mendengar pertanyaan dari Zen membuat Christal mengernyitkan keningnya dan terlihat begitu bingung dan membuat Christal berfikir dengan keras.
"Li Zeyan, apa maksudmu? Apa maksud dari kata juga?" tanya Christal tak mengerti. "Li Zeyan. Temanku sangat mengidolakan Thunder. Jika aku bisa memberikan foto sekaligus tanda tangan dari Thunder untuknya, pasti dia akan merasa sangat bahagia!!" ucap Christal berbinar.
Mendengar ucapan dari Christal, kini membuat Zen sedikit merasa lega. Dan sebenarnya Zen juga merasa malu karena sudah berfikiran buruk tentang Christal.
__ADS_1
"Jadi foto itu bukan untuk kamu, Christal?" tanya Zen mulai tersenyum tipis kembali.
"Sebenarnya untuk temanku sih. Tapi kalau kamu mau memintakan 2 sekaligus dan satunya untukku, aku akan merasa sangat senang. Hehe ..." Christal meringis dan terlihat sangat manis.
"Tidak boleh! Lebih baik kamu mendapatkkan foto beserta tanda tanganku saja!" sungut Zen mulai terlihat cemburu, namun semua itu terlihat begitu lucu untuk Christal.
"Ahaha baiklah ... baiklah ... sepertinya ada yang cemburu ya ..." ucap Christal menggoda Zen dengan tawa kecil. Manis sekali.
"Tentu saja! Bagaimana bisa aku tidak cemburu saat kamu menyimpan foto dan memandangi foto pria lain, Christal?" sahut Zen menyauti.
"Ahaha ... maaf deh ... maaf." Christal masih tertawa renyah.
"Hallo, Senior Li Zeyan!" sapaan penuh kehormatan mulai dilayangkan dengan ramah oleh Thunder ketika Thunder sudah sampai di hadapan Zen dan Christal.
Sangat terlihat dengan jelas jika Thunder memiliki sifat yang begitu riang dan ceria. Wajah tampannya selalu terukir dengan senyuman indah dan menawan, tidak hanya saat di depan kamera saja.
"Ya! Hallo, Thunder! Apa kamu juga sedang berlatih?" balas Zen dengan ramah.
"Aku baru saja selesai berlatih, Senior Li Zeyan. Bagaimana dengan senior?" ucap Thunder berbalik bertanya.
"Aku baru saja datang dan akan berlatih bersama Tiffany." sahut Zen seadanya.
"Oh begitu ya. Akhir-akhir ini senior jarang datang ya ..." ucap Thunder lagi.
"Ya. Banyak pekerjaan lain selain menari. Aku jadi mulai berkurang datang kesini." jawab Zen lagi.
"Oh ya. Siapa dia, Senior?" kini Thunder mulai beralih menatap Christal dan terlihat begitu tertarik ketika melihat Christal. Bahkan Thunder cukup lama menatap Christal dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
"Hhm? Oh iya, kenalkan. Ini adalah Christal." ucap Zen mulai memperkenalkan Christal kepada Thunder. "Dan dia adalah Thunder." imbuh Zen memperkenalkan Thunder kepada Christal.