Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Yukimura's And Xia Feii's Wedding 2


__ADS_3

Christal dan Zen mulai melenggang ke arah depan dan berniat untuk memberikan ucapan selamat kepada Yukimura dan Xia Feii. Namun ternyata Li Kai dan Amee juga ikut bersama dengan mereka untuk memberikan ucapan selamat.


"Paman Yukimura!! Kak Xia Feii!! Selamat ya. Semoga kalian bahagia selalu." ucap Christal begitu bersemangat.


"Terima kasih, Christal. Semoga kamu dan Zen juga segera menyusul ya. Hehe ..." Xia Feii menyauti dan malah membuat Christal tersipu malu.


"Doakan saja, Kak. Hehe ..." sahut Chrisral seadanya.


"Paman Yukimura. Selamat ya. Akhirnya paman sudah memiliki teman hidup yang akan selalu menemani paman. Aku ikut bahagia melihat semua ini." ucap Zen yang berdiri tepat di hadapan Yukimura.


"Terima kasih, Zen." sahut Yukimura dengan senyum tipis dan menepuk pemuda tang pernah menjadi anak didiknya selama 4 bulan itu.


"Aku membawakan ini untuk paman Yukimura dan Xia Feii. Semoga kalian menyukainya ya." kini Zen memberikan sebuah bingkisan berukuran sedang yang berisi dengan jam tangan couple keluaran terbaru yang tentunya sangat limited edition.


"Tentu saja kami akan menyukainya. Terima kasih, Zen!" sahut Xia Feii dengan ramah dan mulai menerima bingkisan itu.


"Tuan Yukimura, Xia Feii ... selamat menempuh hidup baru ya. Semoga kalian bahagia dan segera memiliki junior!" kali ini si pria berkacamata Li Kai memberikan ucapan selamat untuk pasangan pengantin baru itu.


"Terima kasih, Li Kai ..." sahut Xia Feii dengan tulus.


"Dan ini adalah hadiah dari kami. Dan semoga kalian menyukainya." seorang gadis dengan gaun berwarna keemasan yang terlihat begitu anggun dan cantik mulai memberikan sebuah bingkisan untuk pasangan penganti baru itu.


Sementara tangan kirinya masih melingkar dengan manis memeluk lengan Li Kai dengan erat.


"Amee, Li Kai ... terima kasih banyak. Dan semoga junior kecil juga mulai hadir dan membersamai kalian." jawab Yukimura dengan tulus dan juga berbahagia karena pernikahan mereka berdua.


"Wah ... wah ... pengantin pria ini sungguh terlihat gagah dan tampan sekali! Kamu sungguh sangat menawan, Yukimura-sama! " tiba-tiba mulai terdengar suara seorang pria yang begitu berat dan tegas dengan tawa kecilnya.

__ADS_1


Suaranya begitu khas dan terdengar sangat familiar untuk mereka semua. Kini mereka semua mulai menoleh me arah pria dengan pemilik suara yang besar dan berat itu.


"Jiro! Kamu datang untuk memberikan selamat untukku atau untuk mengajakku bertarung?" celutuk Yukimura mendengus kesal.


Namun sebenarnya kedua sahabat ini hanyalah saling menggoda saja. Karena sebenarnya tak pernah ada permusuhan sama sekali diantara mereka berdua.


Kagami Jiro tertawa renyah dan mulai menepuk punggung lebar Yukimura yang hari ini sudah dibalut dengan setelan jaz pengantin yang begitu rapi dan mewah. Menambah tingkat aura ketampanan dan kaharisma dengan begitu drastis. Ditambah lagi Yukimura memiliki badan yang besar dan tinggi.


"Tentu saja aku datang untuk memberikan selamat untukmu, Wahai sahabat baikku! Hadiah dari kami untuk kalian sudah menanti di Jepang ya! Dan cepat buatkan keponakan yang banyak untukku, agar Kenzi dan Kenzou juga memiliki teman bermain." ucap Kagami Jiro seenak jidatnya senndiri.


"Cihh ... kau pikir mudah apa membuat anak?!" sungut Yukimura yang sebenarnya untuk menutupi rasa kikuknya.


"Tentu saja itu mudah. Li Kai dan Amee saja sudah sukses melakukannya dengan baik. Masa kamu tidak mengerti?! Bahkan Xia Feii adalah seorang dokter. Aku tidak percaya kamu sepolos itu.


Sebenarnya ucapan dari Kagami Jiro bukan hanya membuat Xia Feii dan Yukimura saja yang merasa tersipu malu. Namun Li Kai, Amee, bahkan Zen dan Christal yang sedang berada di tempat itu juga mulai tersipu malu dan malah berfikir entah kemana-mana.


"Jiro. Membuatnya memang mudah. Tapi belum tentu semuanya akan langsung jadi dan segera launching." celutuk Yukimura.


Dan memang iya, wajah putih Xia Feii kini sudah cukup merah dan menjadi seperti tomat saja.


"Ahaha ... baiklah. Ayo kita kembali saja dan duduk bersama kembali." sahut Kagami Jiro mulai melenggang dan kembali untuk ke tempat duduk nya lagi.


Dan kali ini mereka semua duduk bersama di salah satu meja bundar dengan taplak yang menjuntai hingga lantai. Mereka semua berbincang bersama sambil menikmati beberapa makanan yang sudah dihidangkan dari hotel ini.


Hidangan itu benar-benar terlihat begitu menggiurkan saliva. Selain aromanya yang begitu harum dan wangi, penyajiannya juga sangat menarik dengan perpaduan warna dari masakan dan sayuran-sayuran yang terlihat segar.


Setelah beberapa saat, akhirnya tiba acara berdansa bersama. Yeap, ternyata pihak dari wedding organizer dari hotel ini memasukkan acara berdansa pada pesta pernikahan ini.

__ADS_1


Awalnya dimulai dengan pasangan pengantin Yukimura dan Xia Feii, namun selanjutnya mulai diikuti oleh para tamu undangan yang mulai menari bersama dengan pasangannya masing-masing.


Yuna mulai mengajak Kagami Jiro berdansa bersama dengan bersemangat, karena sudah cukup lama mereka tidak menari bersama. Li Kai dan Amee juga terlihat sudah berjalan bersama di lantai dansa. Hingga akhirnya Zen juga mulai mengajak Christal untuk menari bersama dengannya.


Sedangkan si kembar Kenzi dan Kenzou sibuk bermain dan juga memakan beberapa cemilan dan diawasi oleh beberapa pengawal keluarga Kagami.


"Li Zeyan. Aku belum pernah menari sebelumnya. Bagaimana jika aku melakukan kesalahan?" ucap Christal sangat khawatir dan malah akan membuat malu Zen di depan semua orang.


"Sudah, tenang saja ... menari dengan pelan-pelan saja dan ikuti arahan dariku. Itu sangat mudah kok. Percaya padaku ..." ucap Zen dengan hangat dan berusaha untuk meyakinkan Christal.


Tak bisa menolak lagi, akhirnya Zen yang sudah menggandeng Christal mulai menggiring Christal menuju lantai dansa.


Denting dari permainan piano diiringi dengan permainan biola yang terdengat begitu lembut dan manis mulai terdengar menghiasi seluruh ballroom ini. Para tamu undangan mulai menari bersama dengan pasangannya masing-masing mengikuti alunan dari melodi itu.


Namun tidak untuk pasangan Zen dan Christal yang masih berdiri berhadapan dan bertatapan dengan sedikit bingung ( Christal yang menatap Zen dengan bingung). Zen tersenyum hangat lalu mulai meraih pinggang ramping Christal dengan tangan kanannya dan sedikit mendekatkan tubuh Christal padanyan.


"Christal. Lakukan dengan santai dan tenang. Kamu pasti bisa melakukannya dengan baik kok." ucap Zen dengan seulas senyum.


"Tapi, bagaimana caranya, Li Zeyan?" ucap Christal benar-benar harus memulainya dari mana.


"Letakkan tangan kirimu pada bahuku, dan tangan kananmu luruskan ke samping dan genggam tanganku." ucap Zen mulai mengarahkan posisi Christal, bahkan Zen mulai meletakkan tangan kiri Christal pada bahu lebar Zen, karena Christal malah terdiam seperti orang yang sedang kebingungan.


Lalu Zen mulai menggenggam tangan kanan Christal dengan tangan kiri Zen dan mulai meluruskannya ke sisi samping.


"Selanjutnya menari sesuai dengan ketukan dari melodi indah ini. Lakukan dengan rileks ..." ucap Zen dengan hangat.


Christal mulai mengambil nafas panjang lalu mulai menghembuskannya lagi dengan perlahan. Kemudian Zen dan Christal mulai menari bersama mengikuti denting dari permainan piano dan permainan biola yang begitu lembut itu.

__ADS_1


Tanpa disangka, Christal bisa melakukannya dengan baik dan mereka berdua mulai menari bersama dan terlihat begitu menikmatinya.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2