
Zen masih saja menjelaskan cara permain gitar dengan begitu detail dan sangat sabar. Sedangkan Christal hanya mendengarkan dan mempraktekkannya secara langsung apa.yang sudah dijelaskan oleh Zen.
"Kencang atau kendurnya senar ini sangat mempengaruhi nada yang akan dihasilkan. Tepat atau tidaknya nada yang dihasilkan bisa kamu ketahui sendiri jika sudah terbiasa mendengarnya nanti, Christal." ucap Zen menjelaskan kembali.
"Ternyata begitu banyak yang harus diperhatikan dan dipelajari sebelum kita memainkan gitar ya ya. Bahkan aku belum belajar hingga sampai ke kunci-kunci itu." celutuk Christal sedikit murung dan sudah terlihat begitu pusing.
"Benar sekali, Christal. Ayo tetap semangat!" ucap Zen memberikan semangat untuk Christal dengan senyum manisnya dan sedikit melirik Christal yang berada sangat dekat dengannya.
"Uhm, iya. Maaf ya, soalnya aku sama sekali belum bisa sedikitpun bermain gitar. Saat melihat orang lain bermain gitar rasanya begitu ingin mencoba memainkannya juga. Namun rupanya tidak mudah ya .. hehe ..." celutuk Christal nyengir kecil.
"Kalau sudah terbiasa ini tidak sulit kok. Aku dulu malah bermain dan belajar sendiri lo. Sebenarnya saat itu karena iseng dan bosan." ucap Zen dengan jujur.
"Whoa ... hebat sekali!!" ucap Christal merasa takjub.
"Tidak kok. Itu belum seberapa, Christal." jawab Zen sedikit tersipu karena mendapat pujian lagi dari Christal. "Baik sekarang mari kita mencoba beberapa kunci terlebih dahulu. Ada beberapa kunci dasar dalam memetik gitar. Ada kunci gitar A, Am, B, Bm, D, Dm, E, Em, C, dan G. Pengetahuan dasar semacam ini setidaknya wajib diketahui dulu sebelum mulai cara bermain gitar petikan serta memainkan kunci-kuncinya. Untuk memudahkan proses cara bermain gitar petikan, kamu bisa mencatat kunci-kunci dasar gitar di buku khusus, Christal."
"Hhm, iya ... sepertinya aku akan mencatatnya nanti di rumah. Karena saat ini aku tidak membawa apapun." sahut Christal seadanya.
"Hhm. Tidak masalah kok. Jadi, senar 1 akan menghasilkan nada E’, senar 2 akan menghasilkan nada B, senar 3 akan menghasilkan nada G, senar 4 akan menghasilkan nada D, senar 5 akan menghasilkan nada A, dan terakhir senar 6 menghasilkan nada E." jelas Zen sambil menggerakkan kembali jemari lentik Christal sambil memetik satu persatu dari senar itu.
"Cara bermain gitar adalah mempelajari melodi. Pada tahap cara bermain gitar petikan untuk ini, kamu bisa mulai belajar melodi dan membaca not. Saat belajar bermain gitar petikan bagian memetik sangat penting untuk dipelajari agar nada yang dimainkan terdengar indah dan merdu. Dan kali ini perlu menggunakan lima jari ." ucap Zen lagi masih dengan sabar.
__ADS_1
"Letakkan ibu jari di senar paling atas untuk memetik senar bass nomor 6, 5, atau 4. Kemudian jari telunjuk digunakan untuk senar nomor 3, jari tengah nomor 2, dan jari manis untuk senar nomor 1. Lakukan secara perlahan cara bermain gitar petikan untuk bisa memetiknya dengan baik." ucap Zen sambi membantu Christal untuk meletakkan jari-jarinya di tempat yang tepat.
"Rutin belajar, pelan-pelan kamu bisa lebih mudah untuk menguasai bagaimana memetik senar gitar yang benar. Yang terpenting adalah hafal di mana letak atau posisi jari-jarimu pada senar." ucap Zen lagi yang mssih mencoba menjelaskan dengan baik untuk sang kekasih.
"Setiap kunci gitar memiliki cara sendiri dan menghasilkan nada yang berbeda. Ketika kamu memainkan kunci A, Kamu hanya perlu menekan senar A-D-G-B-E bagian bawah. Tentu untuk kunci A, AM atau B, maka berbeda lagi bagian senar yang ditekan. Mari kita coba dulu kunci A." ucap Zen lalu menempatkan jari-jari Christal di tempat yang seharunya. "Coba petik senar, Christal." imbuh Zen untuk mencoba mendengarkan melodi dari kunci A yang akan dilakukan oleh Christal.
"Hhm, baiklah." sahut Christal lalu memetik senar-senar itu.
"Bagus sudah benar. Namun usahakan menekan di titik-titik yang tepat dan menekan dengan tegas. Agar melodi yang dihasilkan juga tepat sesuai dengan yang kita inginkan." ucap Zen lagi.
"Hhm. Baiklah, aku akan mengingatnya, Li Zeyan." ucap Christal dengan serius.
"Cara cepat agar bisa bermain gitar adalah dengan rutin bermain dan mempraktekkannya saja, Christal. Jika kamu memang menyukainya dan terus berlatih dengan rutin, aku yakin suatu saat kamu bisa melainkan beberapa lagu dengan indah dengan gitarmu." Zen mulai menatap Christal yang masih berusaha untuk memainkan melodi dengan kunci G.
"Hhm. Iya. Terima kasih sudah mengajari aku bermain gitar, Li Zeyan. Tidak aku sangka aku bisa mendapatkan pelatihan khusus dari masternya gitar. Ini keren sekali!!" ucap Christal dengan senyum lebar.
"Tidak kok. Keahlianku bermain gitar belum ada apa-apanya, Christal. Masih banyak yang lebih hebat dariku. Banyak para senior yang jauh lebih hebat kok. Bisa dibilang aku ini masih bau kencur soal peralatan musik." Zen kembali merendah, karena memang inilah salah satu sifat Zen yang sebenarnya dan hingga sampai sekarang tidak berubah.
"Tidak kok. Bagiku kamu jauh lebih keren dari mereka. Hehe ..." Christal tersenyum lebar menatap Zen, hingga akhirnya Zen juga mulai tersenyum saat itu juga.
"Aku sangat tidak sabar menantikan waktu berlalu dengan cepat. Namun aku juga tidak beberapa hari ini berlalu dengan cepat ..." ucap Zen masih menatap lekat Christal.
__ADS_1
Sementara Christal malah kebingungan sendiri dengan ucapan dari Zen, hingga akhirnya Christal menghentikan tawanya dan mulai mengkerutkan keningnya menatap Zen.
"Maksud kamu bagaimana, Li Zeyan. Aku tidak mengerti ..."
Maksudku adalah, aku tidak sabar ingin berada di waktu 4 tahun ke depan, dimana aku bisa menikahimu, Christal. Namun aku juga tidak ingin beberapa hari ini berlalu dengan caepat dan aku haruas berpisah denganmu lagi.
Batin Zen yang malah memandangi Christal tanpa menjawab pertanyaan dari Christal.
"Li Zeyan? Apa kamu tidak mendengarku?" tanya Christal lagi.
"Aku mendengarnya kok. Maksudnya adalah ... uhm ... intinya aku hanya ingin selalu ada bersamamu, Christal." jawab Zen dengam jujur.
Mereka berdua terdiam dan hanya saling bertatapan hangat. Christal bingung harus menjawab apa. Sedangkan Li Zeyan juga terlihat kebingungan harus berkata dan berbuat apa lagi.
Sehingga Zen memutuskan untuk meraih jemari Christal dan hanya mengecupnya saja.
"Ya sudah, intinya jalani saja hidup ini. Dan mari lakukan yang terbaik. Aku akan bersabar dan menunggumu menyelesaikan study-mu."
"Uhm ... terima kasih, Li Zeyan." ucap Christal tersenyum malu namun juga merasa bahagia.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1