
Kakek Li Feng terlihat sedang bersantai di atas sebuah kursi pantai di bawah sebuah payung yang berukuran sedang. Sebuah kacamata hitam juga sudah bertengger dengan manis di atas tulang hidungnya yang cukup mancung.
Sesekali dia juga terlihat menikmati minuman dinginnya di bawah terik pantai yang terasa begitu hangat meski sedang di awal musim dingin.
Sementara Zen dan kak Kai terlihat sedang bermain bola volly bersama. Mereka bermain bersama para pengawal Vann, Yunxi, Nokto dan Jin Heng juga. Pada awalnya, Zen dan kak Kai adalah di dalam satu team.
Namun karena team mereka selalu saja menang secara terus menerus, akhirnya Zen mulai mengambil keputusan dan mengatur ulang kedua team lagi. Dan Zen sempat berpikir jika para pengawal memang sengaja mengalah untuk Zen dan Kak Kai.
"Stop! Kita ubah team!" ucap Zen menghentikkan permainan mereka untuk beberapa saat.
"Ada apa, Zen?" tanya kak Kai tak mengerti dan terlihat sedikit kebingungan.
"Sepertinya mereka selalu mengalah untuk kita, Kak. Dan itu sugguh tidak seru! Membosankan!" ucap Zen setengah berbisik.
"Hhm? Baiklah, kamu atur lagi saja teamnya." sahut kak Kai dengan santai.
Dasar Kagami Jiro! Mau sampai kapanpun dan bagaimanapun kamu merubah anggota team, atau bahkan seorang diri melawan mereka semua, sepertinya akan sia-sia saja, karena pada akhirnya tentu saja yang akan memenangkan permainan adalah tetap Kagami Jiro yang begitu kuat dan tiada tanding.
Mau adu kekuatan ataupun adu otak, tak ada satupun yang bisa menandingi seorang Kagami Jiro hingga saat ini. Karena Kagami Jiro, tidak hanya akan bertarung dengan menggunakan kekuatan, namun Kagami Jiro akan bertarung sebanding dengan otak. Yeap, otak dan kekuatan harus berjalan beriringan dan sebanding, agar target maupun pencapaian bisa dikejar dengan lebih mudah.
"Team A yaitu aku, Vann, dan Yunxi. Sedangkan team B adalah kak Kai, Nokto dan Jin Heng. Okay, sekarang cepat bergabung dengan team masing-masing dan kita mulai pertandingan!" ujar Zen lalu mulai berpindah tempat ke seberang untuk bergabung dengan Yunxi dan Vann yang kali ini mereka berpakaian cukup santai.
Yeap, para pengawal hanya mengenakan T-Shirt yang dipadankan dengan celana kain yang begitu santai.
Sementara Nokto dan Jin Heng mulai pindah ke sisi lainnya untuk bergabung dengan team kak Kai. Pertandinganpun akhirnya dimulai kembali. Dan mereka semua terlihat begitu menikmati permainan itu.
"Mau dirubah team bagaimanapun itu, hasilnya tak akan pernah berubah. Tuan Zen pasti akan selalu menang, karena tuan Zen yang sekarang sangat kuat dan tidak ada yang bisa mengalahkannya." bisik Nokto kepada Jin Heng di tengah-tengah pertandingan.
"Kau benar, Nokto. Sekalipun tuan Zen bermain sendirian melawan kita semua, pasti tuan Zen juga tetap akan menang." sahut Jin Heng juga setengah berbisik.
__ADS_1
Mereka berdua masih saling berbisik dengan posisi di belakang kak Kai, hingga akhirnya bola volly itu mengenai kepala Jin Heng yang sedang kurang berkonsentrasi akibat dia yang sedang membicarakan Zen bersama Nokto di tengah-tengah pertandingan.
DDUUAAKK ...
"Ahh ... aduh ..." rintih Jin Heng yang sebenarnya tidak sakit sama sekali, namun hanya sedikit terkejut.
"Jin Heng. Apa kau sedang melamun? Mengapa tidak berkonsentrasi?" tanya kak Kai menatap Jin Heng kebingungan.
"Maaf, Tuan Kai. Aku kurang memperhatikan dan malah melamun. Maaf, Tuan Kai." Jin Heng menyauti dengan wajah yang terlihat begitu menyesal.
"Apa kamu sedang sakit, Jin Heng? Kalau kamu memang sedang sakit, maka beristirahatlah dulu." ucap kak Kai setelah memungut bola volly itu.
"Tidak, Tuan. Aku tidak sedang sakit kok. Malah sehat sekali,Tuan! Hehe ..." sahut Jin Heng dengan tawa kecil.
"Hhm. Ya sudah. Mari kita lanjutkan lagi permainan hari ini!" seru kak Kai sambil mengoper bola volly itu untuk Zen.
Permainan kini kembali mereka lanjutkan. Mereka ber-enam terlihat begitu bersemangat saat memainkan bola volly pantai itu.
Sedangkan kak Kai juga tak kalah menawan. Kali ini pemuda berkacamata itu mengenakan sebuah T-Shirt berwarna putih dan memakai luaran sebuah kemeja lengan pendek berwarna hitam dengan kancing yang sengaja dibiarkan terbuka dan melambai-lambai tertiup angin pantai yang begitu kencang. Atasan itu kak Kai padankan dengan sebuah celana santai selutut berwarna caramel.
Beberapa saat seorang gadis cantik dengan balutan dress putih selutut yang begitu simple dan kalem mulai menghampiri mereka dan membawakan beberapa minuman botol yang masih terasa dingin.
"Ayo semuanya beristirahat dan minum dulu ..." ujar gadis berambut kecoklatan panjang dan sedikit bergelombang itu kali ini mengikat rambutnya dengan gaya cepol.
Zen yang kebetulan sedang memegang kendali bola, segera menghentikkan permainan, "Semuanya istirahat dulu. Aku juga mau pergi ke toilet sebentar." ucapnya lalu melenggang meninggalkan mereka semua dan berniat untuk pergi ke kamar mandi.
Setelah menyelesaikan kepentingannya di kamar mandi, Zen berniat kembali untuk bergabung bersama rombongannya kembali, namun tiba-tiba ponselnya berdering. Dengan santai Zen segera mengangkat panggilan itu.
"Hallo, Xia Feii! Dimana kamu?" sapa Zen setelah mengangkat panggilan itu.
__ADS_1
"Aku baru saja sampai di Repulse Bay Resort. Kamu dimana, Zen?" seorang gadis yang dipanggil dengan nama Xia Feii itu sekarang berbalik bertanya kepada Zen.
"Aku sedang di pantainya. Mungkin masih akan bermain di pantai dulu bersama yang lainnya." jawab Zen seadanya sambil terus melenggang.
"Baiklah. Kalian nikmati saja kebersamaan kalian dulu. Aku juga akan menemui temanku dulu. Nanti malam saja kita bertemu. Bagaimana, Zen?" ucap Xia Feii mengusulkan.
"Boleh. Malam ini kita juga akan menginap di Repulse Bay Resort kok."
"Hhm. Kapan kalian kembali?"
"Kemungkinan besok sore."
"Hhm. Okay ... tapi sejujurnya aku masih sangat penasaran dengan apa yang ingin kamu sampaikan padaku, Zen."
"Uhm. Nanti malam saja aku akan katakan padamu. Okay?"
"Huft ... baiklah ..." ucap Xia Feii sedikit mendengus.
"Xia Feii, sebelumnya aku ingin menanyakan sesuatu padamu."
"Ya, katakan saja! Aku akan menjawabnya."
"Hhm ... ahh, nanti malam saja deh. Aku akan katakan sekalian padamu. Hehee ..." sahut Zen cepat-cepat diiringi tawa.
"Huft. Kau ini ya! Baiklah, kalau begitu sampai jumpa nanti malam!"
"Yeap."
Zen segera mengakhiri panggilan itu dan kembali melenggang untuk kembali bergabung bersama yang lainnya. Namun tiba-tiba tangkah kaki Zen terhenti ketika melihat seorang pria sedang menikmati sebuah es krim bersama seorang gadis. Mereka berdua terlihat begitu manis, dan sangat serasi.
__ADS_1
Sesekali mereka juga terlihat tertawa bersama dengan obrolan-obrolan ringan mereka berdua. Mereka adalah kak Kai yang sedang bersama Amee.