
Dua orang pria berwajah sangar dengan setelan jaz, terlihat mulai menikmati beberapa minuman dingin dan beberapa cemilan yang sudah dihidangkan saat pesta perataan ulang tahun ke-6 dari putri pertama owner dari Kin Group.
"Ingat pesanku! Jangan pernah memanggilku paman disini! Dan kau ingat bukan, jika istri dari Presdir Kin Izumi pernah begitu dekat denganmu!" bisik Yukimura begitu pelan.
"Ya, aku ingat. Namun mengapa tiba-tiba mereka mengundang kita?" sahut Kagami Jiro juga setengah berbisik.
"Ayah Kin Izumi adalah salah satu rekan kerja tuan besar Kagami Gumi. Dan hubungan mereka berdua begitu baik selama ini. Mungkin Kin Izumi hanya berniat untuk selalu menjaga hubungan baik ayah kalian."
"Hhm. Baiklah. Aku mengerti." sahut Kagami Jiro lalu meneguk segelas orange juice miliknya.
Beberapa saat, terlihat seorang gadis kecil yang begitu cantik mulai menuruni sebuah tangga yang sudah beralaskan dengan karpet merah. Gadis kecil itu didampingi oleh seorang wanita paruh baya dan terlihat begitu bahagia.
"Manis sekali putri pertama mereka." gumam Kagami Jiro yang masih mengamati dari kejauhan.
"Baiklah. Mari kita kesana dan memberinya hadiah untuk Rui." ucap Yukimura sambil melirik Kagami Jiro.
"Hhm. Ayo ..." Kagami Jiro mulai melenggang bersama Yukimura dan menghampiri Rui yang sedang bersama dengan neneknya.
"Hallo, Nyonya. Hallo, Rui ..." sapa Kagami Jiro begitu ramah. "Selamat ulang tahun." Kagami Jiro memberikan sebuah kotak yang berukuran sedang untuk Rui.
"Terima kasih, Paman." Rui menyauti dengan senyum manis menatap Kagami Jiro.
"Sama-sama, Sayang!" sahut Kagami Jiro begitu lembut dan mengusap kepala anak itu.
"Kagami Jiro. Apa kabar, Nak?" ucap ibu Amane yang sedikit terkejut, karena selama ini mereka sudah cukup lama tidak saling bertemu.
Pertemuan terakhir adalah saat Kagami Jiro dan mendiang Aiko , ibu dari Kagami Jiro yang menghadiri pesta pernikahan Amane bersama Kin Izumi.
"Kabar baik, Bibi. Bibi apa kabar?"
"Baik. Dimana istri dan anak-anakmu? Apakah mereka tidak ikut malam ini?"
__ADS_1
"Istriku sedang ada pekerjaan, Bibi. Jadi aku datang bersama rekanku, Yukimura."
"Oh, begitu ya."
Tiba-tiba saja Kin Izumi mulai datang dan sudah menggandeng Amane di sampingnya. Kin Izumi bersikap ramah seperti biasanya, karena memang Kin Izumi-lah yang mengundang Kagami Jiro secara tiba-tiba.
Sementara Amane terlihat begitu terkejut ketika melihat sosok Kagami Jiro yang tiba-tiba ada di dalam rumah besarnya. Bahkan Amane terus menatap Kagami Jiro cukup lama saking tidak percayanya.
"Honey. Kenalkan ini adalah tuan Kagami Jiro, dan tuan Yukimura. Putra dari rekan kerja baik ayahku. Dan aku mengundangnya kali ini karena ingin menjaga hubungan atara orang tua kami. Kau masih ingat dengan tuan Kagami Jiro bukan?" ucap Kin Izumi dengan begitu ramah.
"Ah ... uhm. Iya, aku ingat kok." sahut Amane sedikit tergagap tanpa berani memandang langsung Kagami Jiro lagi. "Baiklah. Aku akan membawa Rui untuk menemui tamu lainnya. Permisi." pamit Amane dengan ramah lalu menggandeng Rui untuk meninggalkan mereka.
"Baik, Honey ..." sahut Kin Izumi dengan begitu manis.
"Tuan Kagami Jiro. Maaf, saat tuan koma aku tidak sempat untuk mengunjungi, Tuan. Karena saat itu aku benar-benar dipenuhi dengan jadwal yang begitu padat. Bahkan aku selalu ke luar kota saat itu." ucap Kin Izumi dengan begitu menyesal.
"Tidak apa-apa, Tuan Kin Izumi. Aku sangat paham soal hal itu. Tuan Kin Izumi adaalah orang penting, dan pasti akan sangat sibuk." sahut Kagami Jiro dengan ramah.
"Benar, Tuan."
"Aku harap semua bisa baik-baik saja, dan aku harap pelaku penyerangan saat itu segera ditemukan dan dia mendapatkan ganjarannya!" ucap Kin Izumi begitu antusias. "Jika membutuhkan bantuan, kami siap membantu, Tuan. Ada beberapa badan intelegen yang bekerja pada perusahaanku. Mungkin saja tuan Kagami Jiro berbaik hati untuk memberikan kehormatan dan memberi kesempatan kepada kami untuk menemukan pelakunya." imbuh Kin Izumi yang terlihat begitu tulus.
"Terima kasih atas tawarannya, Tuan Kin Izumi. Namun sebentar lagi pelaku pasti akan segera tertangkap." sela Yukimura dengan seulas senyum.
"Semoga saja begitu, Tuan. Karena pelaku itu sudah begitu merugikan tuan Kagami Jiro."
Tiba-tiba saja sebuah panah dart meluncur, dan hampir mengenai sisi kanan wajah Kagami Jiro. Kagami Jiro yang terlihat sedikit lengah kali ini hampir saja terluka begitu saja.
Namun, Yukimura yang begitu gesit dengan cukup sempurna menangkap anak panah yang sudah hampir menyentuh wajah Kagami Jiro. Tangkapan yang sangat sempurna!
SSRRTT ...
__ADS_1
"Jiro! Apa kau baik-baik saja?" ucap Yukimura yang melihat ada sedikit darah pada pipi kanan Kagami Jiro.
Dan mungkin saja sudah terkena sedikit pada ujung anak panah dart yang begitu runcing itu.
"Aku baik-baik saja, Yukimura." Kagami Jiro menyauti dengan santai.
Tiba-tiba seorang anak laki-laki yang berusia kira-kita 15 tahun mulai berlari ke arah mereka.
"Kakak, maaf. Seharusnya aku tidak bemain dart disini." ucap anak laki-laki itu yang terlihat begitu menyesal.
"Benar! Bagaimana jika sampai mengenai tamu undangan lainnya?!" tandas Yukimura dengan begitu tegas.
"Maaf ..." anak laki-laki itu menunduk dan terlihat begitu menyesal.
"Sasaki, jangan bermain dart dulu! Adikmu sepupumu sedang berulang tahun hari ini. Sebaiknya kau menemani Rui saja ya." ucap Kin Izumi dengan hangat. "Dan tolong panggilkan bibi Amane untuk kesini ya."
"Baik, Paman." sahut anak laki-laki itu lalu melenggang pergi.
"Tuan Kagami Jiro, tolong maafkan Sasaki. Dia tidak sengaja melakukan semua ini." ucap Kin Izumi merasa sedikit tidak enak.
"Tidak apa-apa, Tuan Kin Izumi. Wajar remaja seumuran Sasaki melakukan hal seperti itu, itu berarti dia sangat aktif." jawab Kagami Jiro.
"Anda sungguh memiliki hati yang baik, Tuan. Tidak seperti rumor yang beredar." ucap Kin Izumi begitu takjub melihat sosok seorang Kagami Jiro yang baru saja ditemui secara langsung.
Belum sempat Kagami Jiro menjawabnya, tiba-tiba seorang wanita dewasa dengan balutan gaun indah yang panjang berwarna lilac, datang menghampiri mereka.
"Honey, ada apa memanggilku?" sapaan lembut dari wanita cantik bermata bak green shappire diamond itu membuat ketiga pria dewasa itu menoleh ke arahnya.
"Tuan Kagami Jiro sedang terluka karena permainan dart Sasaki. Tolong kamu obati dulu lukanya ya." perintah dari Kin Izumi kali ini sempat membuat Amane terdiam mematung selama beberapa detik.
"Tidak perlu, Tuan Kin Izumi. Ini hanya luka kecil. Dan aku baik-baik saja." Kagami Jiro menolak dengan begitu ramah.
__ADS_1
"Tidak,Tuan Kagami Jiro. Ijinkan aku sebagai tuan rumah memberikan kenyamanan dan segala hal yang terbaik untuk para tamu undanganku!"