
"Selamat pagi." tiba-tiba terdengar sapaan seorang gadis yang tiba-tiba menghampiri mereka berdua. Seketika kak Kai dan Zen mulai mendongak menatap gadis itu.
Terlihat seorang gadis cantik, stylish dan sangat fashionable yang masih cukup muda, kira-kira berumur 23 tahun sudah berdiri di samping mereka. Rambutnya sebahu kemerahan dan sedikit bergelombang.
"Hallo ..." sapa gadis itu lagi dengan senyum lebar.
"Selamat pagi, Nona Claire. Silakan duduk." ucap kak Kai mempersilahkan gadis itu untuk bergabung bersama.
Gadis bernama Claire itu menyambut hangat ajakan kak Kai dan segera duduk di hadapan mereka berdua.
"Zen. Kenalkan. Dia adalah Claire, yang akan menjadi partner kerja kita. Dia baru saja menyelesaikan kuliah eksklusifnya S2 di Fashion Institute of Technology dan baru kembali ke China." ucap kak Kai menjelaskan.
"Hallo. Aku Claire. Salam kenal." gadis bernama Claire itu mengulurkan tangannya dengan senyum lebar.
Zen segera menyambut uluran tangan itu dengan santai, "Aku Zen."
"Ya. Aku tau itu. Tidak ada yang tidak mengenalmu." Claire menyauti dengan tawa kecil. "Baiklah. Langsung saja. Aku akan memberikan beberapa sample disign. Nanti kalian bisa lihat-lihat dulu. Dan ... kita juga membutuhkan seorang model wanita."
"Model wanita?" tanya Zen sedikit mengerutkan keningnya. Karena dia mengira dia hanya akan mengeluarka produk pakaian pria.
"Tentu saja. Kita tidak hanya akan fokus untuk men wear. Tapi juga harus membuat women wear. Harus seimbang! Karena tentu saja penggemarmu adalah kebanyakan wanita. Dan tentu saja ini adalah salah satu strategi marketing. Percaya saja dengan ucapanku. Produkmu akan segera dikenal dan mendunia." ucap Claire dengan penuh keyakinan. "Apalagi namamu saat ini sedang sangat melambung. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus!"
"Lalu siapa model wanita yang akan kita rekrut?" tanya kak Kai mengerutkan kening menatap Claire.
"Model yang belum terlalu melambung namanya! Dan belum banyak dikenal! Itu akan lebih baik, karena kita bisa leluasa dan tentu saja akan menguntungkan kita. Dan ... aku punya satu rekomendasi." ucap Claire dengan senyum tipis.
"Siapa?" tanya kak Kai begitu penasaran.
Claire tersenyum lebar dan mulai menegakkan posisi duduknya, "Malam ini bagaimana kalau kita bertemu lagi? Aku akan mengajaknya."
"Baiklah. Kirimkan saja alamatnya nanti malam." ucap kak Kai.
__ADS_1
"Okay ..."
...⚜⚜⚜...
"Arggghh!! Kakak sungguh menyebalkan!! Cermin itu adalah limited merchandise saat aku menghadiri first anniversary Love and Producer di China!!" teriak Christal yang terlihat begitu kesal. Dia memukuli lengan kakak tersayangnya kali ini.
"Maaf. Aku tidak sengaja menjatuhkannya." ucap Kagami Jiro berusaha menangkap pukulan-pukulan yang dilayangkan oleh Christal.
"Aku tidak mau tau! Pokoknya aku kesal sekali dengan kakak!" kini Christal menyilangkan kedua tangannya membelakangi Kagami Jiro dan terlihat begitu kesal. Meskipun sedang kesal, namun dia terlihat begitu manis.
"Baiklah. Aku akan memberikan semua limited merchandise mereka dari tahun pertama sampai tahun ketiga lengkap." ucap Kagami Jiro.
"Barang-barang itu sudah tidak ada, Kak! Namanya juga limited. Hiks ..." kini Chistal terlihat sedikit menitikkan air matanya.
"Tenang saja. Di rumahku ... ehm ... maksudku di China aku memiliki teman yang punya lengkap merchandise mereka. Nanti akan kumintakan."
Sebenarnya itu adalah merchandise yang aku dapat dengan susah payah. Tapi tak apalah. Aku juga sudah bersalah karena merusak cermin Christal. Tapi ... bagaimana aku pergi ke Beijing dan mengunjungi appartementku lagi? Sedangkan ragaku sekarang adalah bukan Li Zeyan lagi. Namun, aku juga masih penasaran jiwa siapa yang sedang menempati ragaku saat ini? Apakah itu tuan Kagami Jiro? Atau siapa?
"Memang teman kakak mau memberikannya untukku?" tanya Christal sedikit ragu-ragu.
"Aku akan membujuknya. Anniversary keempat bulan depan aku akan membawamu ke Beijing untuk melihat perayaan mereka." ucap Kagami Jiro berusaha meminta maaf kepada Christal.
"Serius kak?" kini Christal berbalik menatap Kagami Jiro dengan sepasang mata indah yang sedikit membelalak.
"Iya ..." jawab Kagami Jiro dengan lembut menatap Christal. "Maaf ya. Mungkin aku tidak akan bisa mengganti kaca itu. Namun akan aku ganti dengan merchandise lainnya." imbuhnya dengan nada rendah.
"Ah ... aku sangat menyayangi kakak! Kakakku yang satu ini memang yang paling mengerti tentangku!" ucap Christal kegirangan dan langsung memeluk kakak kesayangannya.
Sedangkan yang dipeluk hanya bisa pasrah dan menepuk-nepuk bahu Christal pelan.
"Pokoknya aku akan selalu menunggu janji kakak itu!" celutuk Christal setelah melepas pelukannya.
__ADS_1
"Hhm. Aku akan mengingatnya. Dan aku akan berusaha menepatinya." sahut Kagami Jiro dengan tulus dan lembut.
"Kak, tau nggak. Aku merasa ... setelah kakak terbangun dari koma, kakak berubah menjadi sedikit berbeda lo."
"Ah ... benarkah? Mungkin karena amnesia." jawab Kagami Jiro dengan asal. Karena tidak mungkin dia mengatakan jika sebenarnya dia bukanlah Kagami Jiro. Jiwanya adalah Li Zeyan. Tidak akan ada yang mempercayainya jika dia mengatakan kepada orang lain. Malah mungkin akan dikira gila.
"Hhm. Benar juga sih. Hehe ... tapi aku suka kakak yang sekarang. Kita jadi memiliki hobi yang sama!" celutuk Christal dengan senyum lebar.
"Ayahhhhh ..." tiba-tiba saja terdengar panggilan dari dua anak-anak.
Kagami Jiro dan Christal kini melengos untuk menoleh ke arah suara. Ternyata Kenzi dan Kenzou sedang berlarian ke arah ayahnya dengan riang. Di belakangnya sudah ada wanita cantik dengan senyum menawan dan seorang pria dewasa berbadan besar dan berwajah sangar dengan rambut jabriknya.
Sebenarnya melihat pria dewasa itu, sedikit membuat Kagami Jiro bergidik ngeri.
Kenzi dan Kenzou kini sudah memarik-narik celana panjang Kagami Jiro sehingga Kagami Jiro segera jongkok untuk menyambut kedua anak kembar itu.
"Sayang maaf. Tidak bisa menemani saat pulang dari rumah sakit. Benar-benar ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal tadi." ucap Yuna dengan wajah meminta maaf.
"Tidak apa-apa kok." sahut Kagami Jiro dengan ramah.
"Tenang saja Yuna. Kagami Jiro sudah ditemani Christal dan beberapa pengawal." sahut pria dewasa itu dengan suara yang begitu besar dan berat.
Dia sedikit melirik Kagami Jiro dengan tatapan penuh kecurigaan. Seperti sedang memikirkan sesuatu tentang Kagami Jiro.
"Tetap saja aku merasa menjadi istri yang buruk. Suamiku baru saja tersadar dari koma. Seharusnya aku cuti panjang dulu. Huft ..." kini Yuna melenggang mendekati Kagami Jiro yang sedang asyik meladeni Kenzi dan Kenzou.
"Kita bermain di dalam yuk. Sudah lama tidak bermain bersama bukan?" kini Yuna mulai menggendong Kenzi dan mulai berdiri kembali.
"Bermain disini saja!" sergah pria dewasa itu dengan cukup lantang yang membuat semua orang menatapnya dengan bingung.
"Yukimura ... apa yang kau katakan? Kita hanya ingin bermain bersama dan saling melepas kerinduan." Yuna menyauti dengan ekspresi kebingungan menatap Yukimura.
__ADS_1