
Alam masih begitu lembab dan dingin karena hujan yang turun dan membasahi bumi semalaman penuh. Bahkan masih terlihat suasana luar dan daun-daun yang masih sedikit berembun saat ini.
Di sebuah kamar di rumah besar Kagami, terlihat seorang pria dewasa yang sedang merapikan rambutnya dan berdiri di depan cermin rias. Pria dewasa ini terlihat begitu bersemangat dan memiliki suasana hati yang sangat bagus, senyumnya selalu menghiasi wajah tegasnya yang terlihat selalu berwibawa. Penampilannya juga sudah terlihat begitu rapi dan harum.
Sedangkan seorang wanita cantik terlihat baru saja keluar dari kamar mandi dan masih memakai jubah mandinya, kini dia mulai duduk di sebuah kursi di depan meja riasnya dan mulai menyalakan sebuah hair dryer untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah karena keramas.
Mereka adalah Kagami Jiro dan Yuna yang sedang bersiap untuk pergi ke kediaman rumah besar Kin di Seijo Chome Estate di Tokyo untuk menjemput Kin Rui. Karena semua kamar dan semua perlengkapan untuk Kin Rui sudah siap saat ini.
"Biar aku bantu, Sayang." Kagami Jiro mulai mengambil alih hair dryer itu dan mulai mengeringkan rambut panjang Yuna.
Yuna hanya menurut saja tanpa menjawabnya, karena suara hair dryer begitu memenuhi daun telinga mereka berdua sehingga tak akan mendengar jika bercakap saat ini.
Yuna lebih memilih untuk mengenakan baby cream dan mengoleskan pada wajahnya. Setelah itu, sebuah powder berwarna natural mulai dia apply pada wajahnya. Tak lupa Yuna juga menyapukan sedikit blush on berwarna lembut dan natural pada tulang pipinya.
Eyeshadow berwarna natural mulai dia poleskan, dengan perpaduan beberapa warna lembut yang saling menyatu menjadi satu dan memberikan hasil akhir yang begitu menawan. Lalu pada bagian tengah-tengah kelopak matanya, Yuna mulai memberikan sedikit glitter.
Bulu mata dan juga alisnya juga hanya memerlukan sedikit sentuhan make up saja, karena pada dasarnya Yuna sudah memiliki bentuk alis yang sudah indah, bulu matanya juha begitu lentik dan cantik.
Terakhir, Yuna mulai memoleskan sebuah liptint yang memberikan hasil akhir yang sedikit glossy.
Kagami Jiro mulai mematikan hair dryer itu, karena rambut Yuna sudah mulai kering. Dan Kagami Jiro sungguh begitu terkejut ketika melihat Yuna terlihat sudah begitu cantik.
Padahal seingatnya Kagami Jiro hanya tak memperhatikan Yuna selama beberapa detik saja, dan hanya fokus mengeringkan rambut Yuna dengan menggunakan hair dryer itu. Namun tiba-tiba saja sudah seperti itu.
Begitulah seorang pria, karena pria adalah tipikal orang yang suka mengerjakan suatu hal dengan begitu fokus tanpa memperhatikan hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Sangat berbeda dengan makhluk yang bernama wanita.
__ADS_1
"Sayangku mengapa sudah menjadi begitu cantik seperti ini?" ucap Kagami Jiro sembari meletakkan hair dryer itu di atas meja rias lalu membungkuk dan memeluk Yuna dari belakang, sementara dagunya mendarat di atas bahu Yuna.
Yuna tertawa kecil mendengar ucapan dari Kagami Jiro dan meraih tangan Kagami Jiro yang saat ini melingkar di antara bahu Yuna.
"Apanya yang cantik? Aku hanya memakai sedikit make up saja kok." Yuna menyauti dan melihat suaminya dari pantulan cermin rias di hadapannya.
"Kamu tanpa make up saja sudah sangat cantik kok menurutku. Malah menurutku paling cantik! Dan aku sangat menyukainya!" Kagami Jiro memiringkan wajahnya dan mulai menggesekkan hidungnya yang cukup mancung hingga akhirnya mengecup pipi Yuna.
"Tidak kok. Jangan berlebihan deh." gumam Yuna lalu mulai bangkit dari tempat duduknya karena mau berganti pakaian.
Namun Kagami Jiro malah meraih tangannya dan membuat tubuh Yuna berbalik hingga terhempas pada pelukan Kagami Jiro.
Senyuman nakal mulai diperlihatkan oleh Kagami Jiro dan sudah bersiap untuk menyerang Yuna di pagi ini.
"Kamu sudah begitu rapi, dan bukankah kita harus segera menjemput Rui, Sayang?" ucap Yuna yang kedua tangannya masih ditekuk ke depan dan masih di dalam cengkeraman Kagami Jiro.
Kagami Jiro mulai menunduk dan memiringkan sedikit wajahnya, sementara Yuna terlihat mulai memejamkan sepasang matanya. Namun disaat jarak antar kedua wajah mereka hanya tingga beberapa inchi saja mulai terdengar ritme teratur dari pintu.
Dengan reflek Kagami Jiro menghentikkan niatnya dan sedikit mendengus kesal.
"Siapa yang berani mengetuk pintu kamar ini sepagi ini?! Cari mati dia!!" Kagami Jiro terlihat begitu kesal lalu mulai melenggang untuk melihat sang tamu.
Sementara Yuna hanya tertawa kecil lalu mulai mencari pakaian ganti untuk dia kenakan saat ini, karena sebentar lagi Yuna dan Kagami Jiro akan menjemput Rui.
CEKLEKK ...
__ADS_1
Betapa terkejutnya Kagami Jiro yang melihat Yukimura sudah berada di balik pintu denganraut wajahnya yang sulit untuk digambarkan. Ada sebuah rasa khawatir yang berlebih pada raut wajah Yukimura
"Ada apa, Yukimura? Apa kau sadar jam berapa saat ini?!" ucap Kagami Jiro yang tak bisa menutupi rasa kesal pada wajahnya saat ini.
"Jiro, ini gawat sekali!!" ucap Yukimura terlihat begitu khawatir.
Seorang Yukimura bisa merasa begitu khawatir seperti ini? Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini? Tentu saja hal ini juga membuat Kagami Jiro merasa sedikit ingin tau.
"Bicaralah yang jelas, Yukimura! Sebenarnya ada apa? Apa yang sudah terjadi saat ini?" tanya Kagami Jiro tak sabaran karena Yukimura yang terlalu lama untuk menyampaikan sesuatu.
"Jiro ... begini ... ini semua soal Rui." Yukimura mengkerutkan sepasang alisnya yang cukup tebal dan terlihat begitu cemas.
"Ada apa dengan Rui?! Bicara yang jelas, Yukimura!" tandas Kagami Jiro semakin tak sabaran.
"Rui hilang, Jiro. Bahkan Light juga hilang ... pagi ini mereka tak ada di kamarnya. Tuan besar Kin Makoto bahkan sampai shock dan dilarikan ke rumah sakit karena kedua cucunya hilang begitu saja." jelas Yukimura yang terdengar seperti tak masuk akal sama sekali.
"Rui dan Light menghilang? Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa yang menculik mereka? Bukankah penjagaan di rumah besar keluarga Kin begitu ketat? Lalu bagaimana semua ini bisa terjadi?!" Kagami Jiro terlihat begitu emosi.
"Aku juga tidak tau, Jiro."
Tiba-tiba Yosuke datang dengan langkah yang begitu terburu dan mulai menghampiri mereka berdua.
"Kak Jiro, ikut bersamaku! Cepat!" Yosuke berkata dan segera melenggang kembali menuju ke ruang tengah keluarga besar Kagami untuk memperlihatkan sesuatu.
Tanpa banyak berkata-kata, Kagami Jiro dan Yukimura mulai mengikuti Yosuke dengan langkah cepat. Dan rupanya Yosuke sudah menyalakan TV, dan sebuah berita hangat sedang menjadi tranding topic yang begitu hangat di Jepang.
__ADS_1
Berita hangat itu membuat ketiga pria itu begitu terdiam seketika. Kagami Jiro mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya. Sepasang matanya menatap tajam layar TV itu dengan penuh amarah.