Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Permintaan Maaf?


__ADS_3

Kini Zen mulai memberikan sebuah amplop kecoklatan yang berukuran cukup besar untuk CEO Jiang Lei, "Periksalah sendiri, Tuan Jiang Lei. Semua sudah ada di dalam berkas ini." ucap Zen masih dengan nada yang begitu bersahabat dan tentunya wajah tampan itu juga masih terukir dengan senyuman manis.


CEO Jiang Lei mulai mengkerutkan keningnya dan membuat kerutan halus itu terlihat semakin nyata. Lalu pria paruh baya itu mulai menerima amplop kecoklatan itu masih dengan ekspresi wajah yang sulit untuk digambarkan.


Perlahan CEO Jiang Lei mulai membuka amplop kecoklatan itu dan sesekali masih menatap Zen dan Li Kai. Hingga setelah beberapa lembaran berkas itu mulai dikeluarkan seluruhnya, kini CEO Jiang Lei mulai membacanya dengan seksama.


Masih dengan wajahnya yang begitu serius dan pergerakan dari sepasang bola matanya yang perlahan berpindah ke samping dan ke bawah. Hingga akhirnya sepasang netranya mulai membulat karena sudah menemukan sesuatu yang mungkin cukup membuatnya terkejut.


"Zen, Kai ... apa ini semua? Darimana kalian mendapatkan semua data ini? Padahal beberapa waktu yang lalu bukankah kita sudah memeriksanya bersama, Li Kai? Dan kita tak menemukan apa-apa?" ucap CEO sekaligus pemilik dari sebuah agensi yang cukup besar dan sukses ini.


"Yeap. Tuan Jiang Lei benar sekali. Saat itu kita tidak menemukan apapun, karena seseorang sudah dengan sengaja menghapus semua data dari bank. Namun seorang hacker legendaris dari negeri Sakura sudah berhasil mengambil semua data itu kembali." ucap Li Kai masih tersenyum menatap CEO Jiang Lei.


Seakan merasa terpojokkan dengan ucapan dari Li Kai, CEO Jiang Lei terdiam selama beberapa saat karena bingung harus bagaimana lagi untuk membela dirinya dan putra sulungnya yang sudah terbukti bersalah.


"Sekarang tolong jelaskan semua itu kepada kami, Tuang Jiang Lei. Dan jawaban dari tuan Jiang Lei akan sangat mempengaruhi keputusan yang akan aku ambil." ucap Zen masih dengan santai.

__ADS_1


CEO Jiang Lei mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan, "Zen ... maafkan aku. Sebenarnya aku sudah mengetahui semua ini dari awal. Namun karena aku tak ingin melihat putra sulungku menjadi menjadi incaran publik, aku malah menyuruh Li Kai untuk memintamu melakukan pengakuan itu. Aku melakukan semua itu karena aku tau jika kamu lebih kuat dari putra sulungku. Maafkan aku, Zen. Itu semua salahku karena aku yang terlalu menyayangi putra sulungku. Dia memiliki hati yang sangat sensitif ... aku tidak ingin dia menjadi terpuruk jika kebenaran terungkap." ucap CEO Jiang Lei yang terlihat begitu menyesal dan bingung untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi kali ini.


"Tolong maafkan dia, Zen. Biarkan dan lupakan semua masalah ini. Aku akan memberikan sejumlah uang untuk membayar kompensasi untukmu. Asal jangan kamu perpanjang lagi masalah ini." ucap CEO Jiang Lei lagi dengan nada bicara yang begitu memohon dan berharap Zen akan memaafkan putra sulungnya, Jiang Wushuang.


"Maafkan aku, Tuan Jiang Lei. Tapi kami tidak bisa melakukan semua itu. Kami akan mengungkap kebenaran ini. Bukan kami tak tau berterima kasih, namun Jiang Wushuang juga harus menerima segala konsekuensi atas semua yang sudah diperbuat olehnya. Dia sudah cukup dewasa, Tuan Jiang Lei. Bahkan dia lebih tua jika dibanding dengan Zen." ucap Li Kai dengan tegas.


"Aku mohon jangan lakukan semua itu. Aku berjanji setelah publik melupakan semua ini, aku akan membiarkan kamu untuk masuk dan bergabung dengan Star Entertaiment lagi, Zen. Tapi tolong jangan lakukan semua itu. Jiang Wushuang pasti akan sangat terpukul." pinta CEO Jiang Lei kembali berharap Zen dan Li Kai mengurungkan niatnya kembali untuk mengungkap masalah ini kepada media.


"Maaf, Tuan Jiang Lei. Namun aku tetap pada pendirianku. Aku berniat untuk membersihkan namaku dan aku tidak berniat akan kembali lagi ke tempat ini. Tidak masalah jika semua tidak mau menerimaku di dunia hiburan. Aku akan memulai usahaku sendiri. Dan mungkin memang sudah saatnya aku terlepas dari dunia hiburan dan terlepas menjadi seorang idol milik Star Entertaiment. Kelak aku tidak akan terikat dengan siapapun lagi." ucap Zen mulai duduk dengan tegap.


Mendengar ucapan dari CEO Jiang Lei malah membuat Zen semakin tersenyum lebar.


"Tuan Jian Lei, terhempas ke dasar setelah terbang tinggi itu cukup menyakitkan. Dan aku tidak mau kelak hal seperti ini akan terjadi lagi dan menimpa idol lainnya lagi. Cukup hanya aku saja yang merasakan semua ini. Maka dari itu, Jiang Wushuang harus menerima hukuman agar dia jera dan tidak akan pernah berniat untuk melakukan hal semacam ini kepada idol lainnya lagi." ucap Zen mulai merapikan pakaiannya dan bersiap mau meninggalkan ruangan ini.


"Kami akan segera mengadakan jumpa pers. Para reporter sudah menunggu kami. Jadi kami permisi, Tuan Jiang Lei." Li Kai mulai memberikan salam hangat lalu mulai bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


Zen juga sudah mulai berdiri. Bahkan CEO Jiang Lei juga mulai berdiri dan terlihat begitu tak terima dengan semua ini, hingga akhirnya CEO Jiang Lei berusaha untuk menahan kedua pemuda itu lagi.


"Zen, Li Kai. Tolong pikirkan kembali penawaranku baik-baik. Menjadi salah satu keluarga besar dari Star Entertaiment adalah impian dari setiap orang. Apalagi perjalananmu sungguh tidak mudah untuk mencapai titik tertinggi saat ini. Dan aku berjanji akan mengembalikan titik tertinggi itu kepadamu seperti sedia kala. Asal kamu tidak mengungkap kesalahan Jiang Wushuang kepada seluruh media."


Zen mulai menghentikkan langkahnya kembali dan mulai berbalik untuk menatap CEO Jiang Lei yang selama ini sudah dianggapnya seperti seorang ayah untuknya. Selama ini CEO Jiang Lei juga sangat menyayangi Zen dan sebenarnya mereka berdua cukup dekat.


Namun entah mengapa hal seperti ini tiba-tiba saja terjadi. Dan pastinya kali ini CEO Jiang Lei akan lebih memihak putranya jika dibanding dengan Zen, karena Jiang Wushuang adalah putra kandungnya.


Sebenarnya Zen merasa begitu tak tega untuk mengungkap semua kebenaran itu. Melihat CEO Jiang Lei membuatnya teringat dengan sosok ayahnya yang kini sudah tiada.


Rasanya Zen begitu tak tega saat melihat ekpresi seorang pria paruh baya itu yang sedang memohonnya kepada dirinya untuk tidak mengungkap kebenaran kepada dunia.


Akankah Zen memaafkan CEO Jiang Lei? Ataukah Zen akan tetap pada keputusannya? Ikuti selalu kisah Zen hanya di Never Say Good Bye. Jangan lupa selalu like, comment, rate 5 stars, gift, and vote.


Salam hangat dari Anezaki ...

__ADS_1


__ADS_2