
CEKLEKK ...
Kagami Jiro mulai meraih handle pintu itu dan perlahan pintu itu mulai terbuka semakin lebar. Sebuah ekspresi kesal yang terlukis pada wajah Kagami Jiro sejak dari tadi kini tiba-tiba memudar saat melihat buah hati kesayannya berlarian dan memeluk kedua kaki Kagami Jiro.
"Ayah!!" sapa si kembar Kenzi dan Kenzou dengan wajah riangnya dan terlihat begitu lucu dan menggemaskan.
Sementara di belakang si kembar Kenzi dan Kenzou sudah ada Christal yang sedang berdiri dan bersandar pada dinding dengan kedua tangannya yang disilangkannya di bawah dadanya.
"Mereka merengek ingin bertemu ayah dan mamanya, Kak." ucap Christal seadanya.
"Hhm. Ya sudah. Tidak masalah kok." ucap Kagami Jiro seketika luluh dan menjadi begitu lembut ketika melihat kedua jagoannya.
Kagami Jiro mulai jongkok dan mulai menggendong kedua jagoan kembarnya sekaligus.
"Kak. Apa aku boleh mengunjungi Li Zeyan? Hari ini dia akan berlatih menari untuk persiapan konser pekan depan. Dan dia mengijinkanku untuk datang, bahkan dia mengajakku!!" ucap Christal mulai meminta ijin kepada Kagami Jiro. "Dan apa kakak tau, Star Entertaiment adalah sebuah perusahaan entertaiment yang cukup besar di China. Begitu banyak idol besar yang sudah dilahirkan oleh Star Entertaiment, dan salah satunya adalah Li Zeyan!! Ini adalah sebuah kesempatan emas dan sangat langka, Kak Jiro. Aku mohon kepada kakak, kali ini kakak harus mengijinkanku untuk menerima ajakan dari Li Zeyan!!" ucap Christal mulai merengek-rengek agar Kagami Jiro memberikan ijin untuknya.
Rayuan dan rengekan manis itu biasanya akan meluluhkan hati kakak tersayangnya itu dengan sangat mudah dan efektif.
"Huft. Baiklah, kamu boleh pergi. Tapi kamu harus pergi bersama dengan beberapa pengawal, terutama Key!" tandas Kagani Jiro dengan pelan namun tegas.
"Baiklah! Terima kasih, Kakakku yang paling baik hati dan selalu memahamiku." ucap Christal penuh binar dan mulai mendekati Kagami Jiro lalu mulai mengecup gemas pipi Kenzi dan Kenzou secara bergantian.
"Ih, aku tidak suka dicium wanita!!" ucap Kenzou dengan nada tegas, namun malah terdengar begitu lucu karena ucapan itu kini diucapkan oleh seorang anak yang masih berusia 3 tahun yang suaranya juga masih terdengar begitu lucu dan menggemaskan.
Dan itu malah membuat Christal tertawa renyah dan malah dengan sengaja menciumi pipi Kenzou untuk menggoda pria kecil itu. Dan Kagami Jiro pun tertawa renyah karena melihat tingkah salah satu putranya yang terkadang begitu dingin terhadap wanita.
__ADS_1
"Sudah aku katakan untuk jangan menciumku, Bibi Christal. Aku adalah seorang pria dan tidak suka mendapatkan ciuman dari gadis!" ucap Kenzou menandaskan kembali dengan nada yang masih sama.
Lagi-lagi ucapannya membuat Christal semakin tertawa renyah hingga perutnya sakit karena tertawa terus.
"Baiklah ... baiklah ... bibi tak akan menciummu lagi, Wahai pria dingin Kenzou! Bibi akan mencium Pangeran Kenzi saja yang manis. Muachh ..." kali ini Christal mengecup gemas pipi gembul Kenzi yang lambut.
Berbeda dengan Kenzou, Kenzou malah senang jika mendapatkan perlakuan manis seperti itu. Tawa manisnya mulai menhiasi wajah lucunya, sangat bertolak belakang dengan ekspresi Kenzou saat ini yang sedang cemberut.
"Kak Jiro, bagaimana mungkin mereka berdua bisa seperti ini? Mereka berdua kembar tapi kepribadian mereka terkadang sangat bertolak belakang." gerutu Christal mengusap lembut kepala Kenzi dan Kenzou.
"Entahlah, Christal. Kakak juga tidak tau mengala mereka sangat berbeda. Hanya saat bermain saja mereka memiliki kesamaan. Mereka suka memainkan permainan yang berbau teka-teki dan menyusunnya, seperti lego, puzzle, merakit mainan mobil atau robot. Kedua putraku mrmang sangat unik." puji Kagami Jiro dan tersenyum hangat menatap Kenzi dan Kenzou secara bergantian.
"Aku sarankan kepada bibi Christal ya. Jangan sampai bibi Christal juga melakukan hal seperti itu untuk kakak tampan, karena aku sangat yakin kakak tampan pasti akan merasa kurang nyaman. Apalagi bekas lipstik bibi Christal pasti akan menempel dan meninggalkan bekas di pipi." ucap Kenzou lagi.
Mendengar ucapan dari Kenzou membuat Christal membulatkan matanya dan terlihat begitu tak percaya dan sedikit shock.
Dan kali ini bukan hanya Kenzou yang merasa kesal karena ucapan dari Christal, namun kali ini Kagami Jiro mulai memelototi Christal karena mendengar ucapan dari Christal. Dan Kagami Jiro mulai berfikir entah sampai kemana.
"Jadi kalian sering melakukannya bersama?! Pelukan bersama? Bahkan ciuman?!" tanya Kagami Jiro penuh dengan penekanan dan terlihat cukup shock.
"Belum sampai ciuman kok, Kak Jiro. Oppss ..." Christal mulai membulatkan sepasang manik-manik bening itu dan menutup mulutnya dengan kedua jemarinya dengan cepat.
"Christal!!" tandas Kagami Jiro mulai terlihat semakin kesal.
"Ahaha ... aku pergi dulu, Kak. Aku lupa belum menjemur cucianku ..." ucap Christal langsung berbalik dan berlari meninggalkan Kagami Jiro begitu saja.
__ADS_1
"Menjemur cucian? Sejak kapan Christal mencuci pakaiannya sendiri? Dan bagaimana seseorang menjemur pakaian saat di malam hari?" guman Kagami Jiro mengkerutkan keningnya sendiri memikirkan adik bungsungya yan sedikit aneh. "Haishh ... dasar, Gadis kecil itu sudah berani membodohiku!!" gerutu Kagami Jiro yang mulai menyadari jika Christal memang sedang berbohong.
Karena merasa sangat kesal, akhirnya Kagami Jiro mulai memutuskan untuk segera memasuki kamar hotelnya bersama kedua jagoannya untuk kembali bergabung bersama Yuna.
"Sayang, mengapa lama sekali? Siapa yang datang?" tanya Yuna yang nampaknya belum melihat kehadiran Kenzi dan Kenzou.
"Kedua jagoan kita yang datang, Sayang." Kagami Jiro menyauti dan segera duduk di sofa bersama Yuna.
"Wah ... jagoan mama rupanya yang datang ya." ucap Yuna yang sudah menyadari kehadiran Kenzi dan Kenzo dan mulai menggendong Kenzou dan memangkunya. "Bagaimana tadi saat bermain bersama bibi Christal? Apakah sangat menyenangkan?"
"Iya, Mama. Sangat menyenangkan, karena bibi Christal membelikan es krim untuk kita." Kenzi yang sedang berada di atas pangkuan Kagami Jiro mulai menjawab Yuna dengan senyum lebar.
Gigi susunya masih terlihat begitu putih, rapi dan masih utuh. Sangat manis ketika melihat Kenzou maupun Kenzi tersenyum seperti itu.
"Wah, senangnya makan es krim ya." sahut Yuna dengan tawa kecil dan mengusap kepala Kenzi dengan gemas.
"Ayah, ayah bilang jika ayah akan mengajak kita untuk pergi ketempat yang lebih menyenangkan dari Macau bukan? Tempat apa itu? Dan kapan kita akan pergi kesana?" kini Kenzou mulai menagih janji Kagami Jiro yang pernah dijanjikan untuk kedua putranya sebelum mereka berangkat ke Beijing.
"Hhm. Ya, Sayang. Ayah akan mengajak kalian untuk mengunjungi tempat yang lebih menyenangkan dari Macau. Dan pekan depan kita akan mengunjungi tempat itu, sebelum kita kembali ke Jepang." ucap Kagami Jiro berusaha untuk memberikan jawabab yang akan membuat Kenzou merasa tenang.
Namun tempat apa itu? Aku sendiri bahkan belum mengetahui tempat apa yang lebih bagus dan menarik untui dikunjungi disini ...
Batin Kagami Jiro mulai melirik Yuna dengan kening berkerut, seakan sedang menanyakan kepada Yuna "Tempat apa yang akan disukai si kembar, Sayang?"
Sedangkan Yuna juga terlihat sedikit menggelengkan kepalanya dengan kening yang juga berkerut.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...