Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pagi Yang Hangat


__ADS_3

Pagi hari di musim dingin di kota Tokyo, masih terasa begitu dingin, dan masih ada bebererapa tempat yang masih berselimut dengan salju tebal yang putih dan berkilauan.


Tokyo sebenarnya lebih jarang tersentuh oleh salju jika dibanding dengan kota lainnya di Jepang. Maka dari itu, ketika salju turun di ibu kota Jepang ini, kota ini akan menjadi lebih cantik dan tentunya akan menjadi lebih menawan.


Ketika salju turun di Tokyo, kota ini akan berubah menjadi sesuatu yang berbeda dari biasanya dan lebih ramai dan padat dari biasanya. Tahun ini memang sangat berbeda juga sangat indah.


Yeap, fenomena salju sebenarnya sangat lumrah di negara 4 musim, tak terkecuali Jepang. Tapi kenyataannya adalah Tokyo adalah daerah yang jarang tersentuh oleh salju.


Di sebuah kamar mewah di rumah besar di kawasan Danenchofu, terlihat sepasang suami istri yang masih tertidur cukup pulas di atas pembaringan dengan posisi sang istri masih tertidur pada lengan sang suami.


Mereka adalah Kagami Jiro dan Yuna yang masih dalam kondisi terlelap karena sebuah pertempuran yang terjadi semalam. Dan mereka masih menikmati hari-harinya dengan begitu hangat, meskipun sebenarnya cukup dingin saat ini.


Perlahan Yuna mulai membuka sepasang matanya. Terlihat dagu yang sedikit ditumbuhi oleh bulu itu berada hanya beberapa inchi saja darinya. Sudut-sudut bibirnya mulai ditariknya kembali hingga membuat sebuah senyuman manis dengan sepasang matanya yang kembali terpejam dan memeluk hangat tubuh besar itu lagi.


Rasanya tidak mau beranjak dari sini. Aku masih sangat merindukannya ...


Batin Yuna masih dengan posisi yang sama. Namun pelukan hangat Yuna malah membuat Kagami Jiro terbangun dan membuka sepasang matanya.


"Uhm ... selamat pagi, Istriku." ucap Kagami Jiro dengan lembut menyapa Yuna kembali dan sedikit memiringkan wajahnya menatap Yuna.


"Hhm ... pagi ..." Yuna menyauti dengan wajahnya yang berbinar. "Maafkan aku jika aku membangunkanmu ..."


"Tidak kok ... ini sudah jam berapa?"


"Jam 8.20 AM." sahut Yuna. "Apakah ada pekerjaan?" jawab Yuna.


Sudah cukup siang, namun tak ada satupun asisten rumah tangga keluarga Kagami yang berani untuk membangunkan keduanya untuk sarapan atau mendatangi kamar mereka untuk mengantarkan sarapan.

__ADS_1


Karena Yukimura sudah mengamankan para asisten rumah tangga keluarga Kagami, agar mereka tidak mengganggu waktu bersama Kagami Jiro dan Yuna.


"Sudahlah. Biarkan saja Yosuke dan Wilson yang mengatasi semuanya. Aku mengambil cuti satu minggu ini." jawab Kagami Jiro kembali melingkarkan tangannya kembali memeluk Yuna.


"Oh, iya. Saatnya beristirahat."


"Saatnya melepasn kerinduan ..." celutuk Kagami Jiro lagi. "Sayang, sebenarnya aku ingin mengajakmu honey moon kembali. Namun saat ini kita tak bisa leluasa bergerak dan pergi kemananpun. Aku masih khawatir, sisa-sisa dari Death eyes akan kembali menyerang dan mencelakai keluarga kita. Jadi lebih baik kita tak meninggalkan Tokyo untuk saat ini." imbuh Kagami Jiro mengusap kepala Yuna dengan lembut dengan mimik wajahnya yang terlihat sedikit murung.


Yuna tersenyum begitu hangat dan mengangguk pelan, "Bagiku bersama denganmu saja aku sudah bahagia. Tidak peduli kau mau membawaku pergi kemanapun itu, ataupun tetap untuk berada disini, aku tidak peduli. Bersama denganmu saja sudah lebih dari cukup bagiku, Sayang." ucap Yuna dengan jujur.


"Pagi-pagi kau sudah begitu manis seperti ini." ucap Kagami Jiro begitu gemas mendengar ucapan dari Yuna. "Rasanya dulu kau sangat dingin padaku saat itu. Gadis yang begitu dingin seperti es dan sangat sulit untuk aku raih."


"Ahaha ... karena saat itu kau sungguh menyebalkan sekali! Andai saja kau dengan cepat mengatakannya dengan tulus, pasti aku akan merubah pandanganku padamu saat itu, Sayang. Namun kau selalu suka menjahiliku saat itu, dan jujur saja aku merasa sangat kesal saat itu." celutuk Yuna mengerucutkan bibir mungilnya.


"Apakah kau yakin seperti itu? Apakah pandanganmu terhadapku akan segera berubah dengan mudah saat itu jika aku megutarakan niatku padamu dengan cepat?" Kagami Jiro menatap lekat Yuna dan mengangkat kedua alisnya, sementara bibirnya terlihat tersenyum manis.


"Nah, kau saja sudah selalu menilai buruk tentangku saat itu. Untuk mendapatkan kepercayaan dan mengembalikan pandangan yang baik tentangku karena rumor yang beredar, tentu saja tidak mudah. Aku harus berjuang dengan sangat keras untuk membuktikan jika aku sudah berubah." ucap Kagami Jiro yang sesekali mengecup kembali kening Yuna dan kembali memeluknya. "Terima kasih sudah menerimaku saat itu. Aku sampai takut jika kau lebih memilih Wilson daripada aku saat itu. Apalagi seniormu itu ..."


Yuna tertawa kecil mendengar ucapan Kagami Jiro karena kembali teringat saat-saat 4 tahun yang lalu. Pria yang saat ini menjadi suaminya adalah seorang mantan casanova yang memiliki tingkat kecemburuan super tinggi saat itu. Sangat pencemburu dan overprotective.


Bahkan saat Yuna belum menerima Kagami Jiro saat itu saja, pria itu sudah begitu overprotective dan melakukan segala cara untuk menjauhkan semua pria yang berusaha mendekati Yuna saat itu.


Wilson yang menjabat sebagai under boss Doragonshadou, Jonathan sahabat kecil Yuna, senior Sky Yuna, semuanya disingkirkannya dengan cara yang halus dan elegan. Yang sudah membaca Casanova In Love pasti akan tau dong ya, seperti apa Kagami Jiro saat itu.


"Maaf deh ..." sahut Yuna sambil mempererat pelukannya. "Mandi yuk!"


"Kau sedang mengajakku mandi bersama, Yuna? Tumben sekali!" celutuk Kagami Jiro dengan tawa kecil yang sebenarnya sangat keheranan saat ini.

__ADS_1


"Hhm. Yuk!" sahut Yuna dan mendongak menatap Kagami Jiro kembali.


"Boleh. Tapi setelah itu lagi ya ..." sahut Kagami Jiro tersenyum nakal menatap Yuna.


"Setelah apa?"


Jemari pengembara itu kini mulai beraksi kembali dibalik selimut tebal dan lembut berwarna putih itu hingga mencapai dan mengusap lembut tubuh Yuna yang masih belum mengenakan pakaian apapun dan hanya menggunakan selimut itu untuk menutupi tubuhnya.


"Kamu tau kan, Sayang? Setiap pagi aku menginginkannya dan aku juga membutuhkannya." dengan lembut Kagami Jiro menarik tubuh Yuna hingga kini Yuna berada tepat di atas Kagami Jiro masih dengan selimut yang menutupi keduanya.


Lagi-lagi Yuna dibuat merona di pagi ini oleh Kagami Jiro. Dan mereka terlihat seperti pasangan yang baru menikah saja, dan masih malu-malu.


Kagami Jiro tersenyum hangat menatap Yuna dan kini jemari pengembara itu mulai meraih dengan lembut dan memainkan sesuatu yang berada di hadapannya dan terlihat begitu menantang dan menggodanya.


Sementara tangan kirinya mulai meraih tengkuk Yuna dan menundukkannya dengan pelan hingga sebuah kecupan itu terjadi. Begitu lembut dan manis keduanya melakukannya.


Dan setelah itu ... skip aja deh ... hehe ...


...⚜⚜⚜...


Hallo, jangan lupa mampir ke novel baru Anezaki ya. Judul kemarin adalah Gelora Dendam Putri Mafia, namun diubah menjadi The Goddess Of War.


Menceritakan kisah putri Kagami Jiro dalam membalaskan dendamnya untuk Doragonshadou. Nah loh ... mengapa si gadis kecil yang cantik, cerdas, dan baik hati seperti Rui bisa memiliki sebuah tekad untuk balas dendam?


Ikuti kisahnya yuk untuk menemukan semua jawabannya dalam novel terbaru The Goddess Of War, dan akan publish besok.


__ADS_1


__ADS_2