Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pria Bertopi


__ADS_3

Malam hari di sebuah distrik Tangshan, malam ini terasa begitu dingin dan sedikit mencekam. Angin malamnya yang berhembus terasa seakan-akan menusuk hingga sampai tulang, lampu-lampu kekuningan yang berkelap-kelip juga terlihat sudah menghiasi seluruh bangunan rumah-rumah itu, menjadikan begitu menawan.


Seorang pria terlihat sedang berjalan mengendap-endap dari bangunan satu ke bangunan yang lainnya. Dia mengenakan sebuah kaos hitam dan mengenakan hodie hitam dipadukan dengan celana panjang bermotif army. Pria bertubuh besar itu juga memakai topi hitam.


Sorot matanya terlihat begitu tajam dan terus mengawasi sekitarnya. Kini dia telah sampai pada sebuah bangunan yang cukup besar namun sepi. Pria itu berdiri membelakangi sebuah dinding bangunan itu dan masih sangat siaga mengawasi sekitarnya.


Dari balik sebuah kaca bening yang berbentuk sebuah persegi, kini pria itu mulai memecahkan kaca bening dan tebal itu lalu memasuki bangunan yang seperti tak berpenghuni itu.


"Aneh sekali. Harusnya mereka ada disini. Tapi mengapa sangat sepi dan seperti tidak berpenghuni?" gumam pria itu masih mencoba untuk mencari sosok yang sedang dia cari.


Tiba-tiba dari sebuah tangga, terlihat seorang pria botak dengan kepalanya yang sangat menyilaukan mata dan begitu kinclong saat terkena cahaya lampu, mulai memerosotkan dirinya ke melalui tangga menuju bawah.


"Hupp ..." pria botak itu kini melompat tepat pada bahu pria bertopi itu, lalu mengunci leher bahkan berniat mencekik si pria bertopi dengan kaki panjangnya.


Namun dengan mudahnya pria bertopi meregangkan cekikan kaki dari si pria botak, lalu dengan segaja menghantamkan tubuhnya ke belakang hingga menabrak tembok dengan cukup keras. Sehingga pria botak itu melepaskan serangannya dan pingsan seketika setelah mendapatkan serangan pada dagunya oleh sang pria bertopi.


Pria bertopi itu kini mulai menyisiri rumah bergaya mini Eropa itu lagi. Tiba-tiba dari arah sisi samping kanan dan kiri mulai terjadi penyerangan oleh dua pria yang memiliki wajah dan postur tubuh yang sama.


Keduanya menyerang dengan menggunakan sebuah pisau kecil. Pria bertopi itu segera menangkap tangan kedua pria kembar itu lalu dengan kuat menarik dan menghempaskannya ke belakang.


BRRAAKK ...


Kedua pria kembar itu kini jatuh menabrak sebuah rak kayu, lalu tertimba oleh rak kayu itu. Sang pria bertopi kini mulai mendatangi salah satu pria yang sudah tertimbun oleh rak kayu itu dan jongkok di hadapannya.


"Katakan dimana Kira!" tanya pria bertopi itu dengan menarik kerah baju pria itu.

__ADS_1


"Aku tidak tau ..." ucapnya pelan sekali.


"Baiklah jika tidak mau mengatakannya." kini pria bertopi itu sedikit mendatangi pria satunya, lalu menjambak rambutnya. "Katakan salam terakhir untuk saudaramu ..." pria bertopi itu kini mulai menggoreskan pisaunya pada leher pria itu. Bahkan dia benar-benar menorehkan dan melukai pria itu hingga darah segar mulai mengucur.


"Tolong jangan bunuh adikku! Lepaskan dia! Tuan Kira ada di lantai dua. Silakan cek sendiri." ucap pemuda itu ketar-ketir.


Pria bertopi itu melepaskan jambakannya dengan kasar dan kini mulai menaiki tangga untuk menuju lantai 2. Di lantai 2 ini, ada sebuah lorong panjang yang terdiri dari beberapa kamar. Pria bertopi itu menjejakkan kakinya untuk membuka pintu itu satu persatu. Hingga akhirnya, kamar terakhir dia buka juga dengan jejakan dari kaki kuatnya.


BRRAAKK ...


Pintu itu kini terbuka, terlihat dua orang pria bertubuh besar yang sudah berdiri di balik pintu untuk menyambutnya. Sementara di belakangnya sudah ada seorang yang terlihat begitu sangar berambut gondrong duduk di sebuah meja kerjanya yang berbentuk L.


"Aku ada perlu dengan bos kalian! Minggirlah!" ucap pria bertopi itu dengan begitu menggelegar.


PROOKK ...


PROOKK ...


PROOKK ...


"Hebat sekali kamu bisa sampai di ruanganku hanya dengan waktu 5 menit setelah memasuki kediaman ini. Kau membereskan para kaki tanganku dengan cepat ya." puji si boss dengan tulus.


"Cckk ... apa kau tau, kau sedang menghadapi siapa kali ini, Cecunguk sialan Kira?! Kali ini kau tidak akan terlepas dariku!" umpat pria bertopi yang tal lain adalah Yukimura.


"Sombong sekali! Apa kau tau kau sedang berhadapan dengan siapa, Brengsek?! Hormati bossku dan minta maaflah jika ingin tetap hidup!" tandas salah satu dari kaki tangannya.

__ADS_1


"Biarkan saja, Alex! Aku ingin melihat kemampuannya dan apa yang bisa dilakukannya sehingga membuatnya begitu percaya diri." ucap si Boss yang masih terlihat begitu tenang dan santai. "Alex, Edward ... kalian hadapilah bersama ..." imbuhnya lalu menikmati cerutunya lalu membuat kepulan asap melalui hidungnya.


"Baik, Tuan Kira!" kedua kaki tangan dari si pembunuh bayaran itu menyauti dengan kompak lalu mengeluarkan masing-masing sebuah pisau kecil dengan bentuk yang sedikit melengkung.


Yeap, itu adalah pisau legendaris yang berasal dari Persia Kuno yang tentunya sangat mematikan dan memiliki racun dari setiap sisinya. Bahkan sampai saat ini belum ditemukan penawar dari racun yang dikeluarkan oleh pisau parysatys.


"Mau memakai cara yang sama ya untuk melenyapkanku ..." ucap Yukimura meremehkan dengan seringai menyeramkan dan masih dalam gaya yang sangat santai. Sepasang matanya selalu menatap tajam setiap pergerakan dari kedua pria itu. "Bahkan keledai saja tidak akan terjatuh di lubang yang sama. Ckk ... bodoh ..."


"Kau!! Kurang ajar kau!! Aku akan memberimu kehormatan untuk menikmati racun dari pisau mematikan ini!" kini salah satu pria mulai berlari ke arah Yukimura dan bersiap mengayunkan pisau mematikan itu.


SWWOOSSHH ...


Pisau itu melesat dengan cepat ke arah wajah Yukimura, namun dengan cepat Yukimura memiringkan kepalanya untuk menghindari serangan itu.


"Tingkat keakuratan cukup bagus, namun kau juga harus terus melatih kecepatanmu, Bodoh!" Yukimura memukul bahu pemuda itu dengan menggunakan siku kanannya dan membuat pria itu jatuh tersungkur.


BUAAKK ...


BRRUUGGHH ...


Pria satunya yang berada di sisi belakang Yukimura kini sudah bersiap melayangkan pisau mematikan itu ke arah Yukimura. Dengan sedikit memutar tubuhnya, Yukimura menangkap pergelangan tangan tagan kana pria itu lalu menghantam perutnya.


Seketika pisau itu terjatuh dan tubuh pria itu sedikit menghentak ke udara hingga berakhir ambruk begitu saja. Kini Yukimura mulai memungut pisau mematikan itu. Namun diam-diam ternyata Kira sudah mengambil sebuah air soft gun yang tersimpan di dalam laci mejanya. Dan kini menodongkannya ke arah Yukimura.


"Kau memang kuat dan memiliki pergerakan yang cukup cepat saat bertarung. Namun apakah kecepatanmu bisa melebihi air soft gun kesayanganku ini?" ucapan yang terdengar begitu manis dengan seringai yang menakutkan seorang pembunuh bayaran terbesar di China seperti itu, mungkin saja akan membuat lutut seseorang menjadi lemas.

__ADS_1


Namun apakah Yukimura mampu untuk menghindari atau mematahkan serangan dari air soft gun dengan secepatan super itu? Apakah kali ini Yukimura akan berhasil melawan Kira? Kita saksikan part selanjutnya. Hehe ...


__ADS_2