
Seorang pria berkacamata mulai memasuki sebuah kamar di rumah besar keluarga Li. Pria berkacamata itu sangat berhati-hati saat membuka pintu kamarnya, karena merasa khawatir jika akan mengganggu istirahat istrinya saat ini.
Karena beberapa waktu lalu, seorang gadis yang baru saja dinikahinya tertidur begitu saja setelah mandi dan membersihkan dirinya. Mungkin karena sangat lelah setelah beberapa hari ini disibukkan dengan persiapan pesta pernikahan.
Begitu juga dengan hari ini, pasangan pengantin itu juga pastinya masih merasa cukup lelah karena menyambut banyak tamu undangan. Bahkan pesta itu berakhir saat senja.
Namun ketika pria berkacamata itu kini memasuki kamar pengantin itu, dia melihat seorang gadis dengan dengan dress malamnya sedang duduk di sofa kamarnya dan menyibukkan dirinya di depan sebuah laptop dengan posisi membelakanginya.
Masih dengan langkah yang begitu pelan, pria berkacamata itu mulai melenggang mendekatinya. Saat sudah berada tepat di belakang gadis ituz kini pria yang tak lain adalah Li Kai itu mulai melingkarkan kedua tangannya pada bahu gadis itu dari belakang.
Kemudian Li Kai mulai mendaratkan dagunya pada bahu kiri sang istri. Gadis yang tak lain aaah Amee terlihat masih begitu malu mendapatkan pelakuan dari pria yang baru saja menjadi suaminya itu.
"Maaf, aku tidak tau kalau kamu sudah bangun. Dan aku malah keasyikan berbincang dengan kakek Li Feng dan Zen." ucap Li Kai pelan.
"Uhm ... tidak apa-apa, Kak." jawab Amee yang membuat kening Li Kai mengkerut.
"Kak? Sampai kapan kamu akan memanggilku seperti itu, Amee? Aku adalah suamimu saat ini." ucap Li Kai dengan nada menggoda.
"Hehe ... maaf Tapi aku masih belum terbiasa. Tapi aku akan segera membiasakannya kok." jawab Amee mengusap lembut tangan Li Kai yang mesih melingkar di depan dadanya.
"Kamu sedang apa?" kini pria berkacamata itu mulai menatap monitor laptop di hadapan Amee yang masih menyala.
"Bahkan di hari pernikahan kamu juga masih saja bekerja, Sayang?"
__ADS_1
Dipanggil sayang, seketika membuat wajah Amee begitu merona. Kini Li Kai melepas pelukannya dan mulai melenggang memutar lalu duduk di sebelah Amee.
"Uhm ... sebenarnya hanya sedang merasa sepi dan bosan. Jadi aku mengedit sedikit katalog saja." jawab Amee seadanya dan sedikit menyibak rambut panjangnya ke belakang telinga.
"Oh ... maafkan aku ya. Aku benar-benar tidak tau saat kau terbangun, Amee." jawab Li Kai merasa sedikit tidak enak dengan Amee karena malah meninggalkannya sendirian di dalam kamarnya saat malam pertama mereka.
"Oh ... bukan begitu kok, Kak. Maksudku ... maksudku adalah ..."
"Besok siang kita akan berangkat ke pulau Jeju. Sebaiknya kamu beristirahat untuk perjalanan besok lagi. Dalam satu pekan itu jangan pikirkan yang lain-lain. Soal pekerjaan juga jangan dipikirkan dulu. Satu pekan adalah waktu kita untuk bersama. Hanya ada aku, kamu ... dan calon junior kita ..." ucap Li Kai menatap hangat Amee yang saat ini wajah ayunya sudah semakin merona karena untaian kata dari Li Kai.
Amee segera menunduk karena begitu malu, namun Li Kai malah meraih dagu indah itu lalu mendongakkannya ke arahnya.
"Mulai sekarang kau harus terbiasa untuk selalu berada dekat denganku seperti ini." Li Kai tersenyum hangat menatap Amee kembali.
Perlahan Li Kai memiringkan kepalanya dan semakin mendekati wajah Amee. Amee reflek mulai memejamkan sepasang matanya untuk menyambut sesuatu dari suaminya. Hingga akhirnya ujung hidung Li Kai mulai menyentuh pipi lembut Amee dan sebuah kecupan hangat itu mulai terjadi dengan begitu lembut dan Li Kai juga mulai menindih tubuh Amee.
...⚜⚜⚜...
Pagi-pagi sekali Amee sudah terbangun dan terlihat menyibukkan dirinya di dapur untuk memasak sesuatu. Gadis cantik ini terlihat sedang memasak sendiri dan malah menyuruh asisten rumah tangga keluarga Li untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang lainnya, karena Amee ingin memasak sesuatu yang spesial untuk sarapa bersama keluarga Li hari ini.
Kali ini Amee memasak capcay kuah khas China, fuyunghai, kung pao chicken dan fish belly soup. Sedangkan untuk minumannya, Amee sudah menyiapkan beberapa minuman yang berbeda, seperti teh krisan ( salah satu minuman khas dan populer di China yang terbuat dari bunga krisan), jus plum, dan oopi Yunnan.
Begitu banyak jenis minuman yang Amee siapkan, karena kakek Li Feng sangan menyukai kopi Yunnan, sedangkan Zen menyukai jus plum yang kebetulan di kulkas ada buah plum, dan Li Kai yang menyukai teh krisan.
__ADS_1
Setelah menyiapkan semua makanan dan minuman itu di ruang makan, kini Amee berniat untuk memanggil Zen maupun Li Kai, namun rupanya Zen sudah datang lebih dulu karena mencium aroma masakan yang sangat menggiurkan saliva, hingga akhirnya Zen yang sebenarnya sudah merasa lapar mulai mendatangi ruang makan.
Namun Zen sedikit terkejut saat melihat Amee yang baru saja memindahkan semua makanan itu di atas meja makan. Karena biasanya sang asisten rumah tangga yang menyiapkan semua itu.
"Amee, apa kamu yang memasak semua ini?" ucap Zen sambil memandangi semua makanan yang berada di depannya lalu mulai menggeser sebuah kursi untuk duduk.
"Iya, Zen. Aku sedang ingin memasak. Hehe ..." jawab Amee dengan tawa kecil.
"Padahal ada asisten rumah tangga lo. Kamu tidak perlu repot-repot melakukan semua ini. Lagipula bukankah siang ini kalian akan meninggkan Beijing dan akan pergi ke Korea untuk berbulan madu? Kamu akan merasa lelah nanti lo .." ucap Zen menatap makanan-makanan itu dan sudah terlihat tidak sabar untuk menyantapnya.
"Tidak kok, Zen. Selama ini aku selalu melakukannya kok. Aku selalu memasak untuk diriku sendiri. Kau pasti tau itu bukan?" sahut Amee dengan senyum lebar.
"Tentu saja aku tau kamu. Kau adalah sahabat terbaikku saat itu, saat aku terpuruk pun kamu selalu baik padaku. Mana mungkin aku melupakan semua hal tentangmu." jawab Zen dengan jujur.
Amee hanya tersenyum lalu berniat untuk segera meninggalkan ruangan ini untuk memanggil Li Kai maupun kakek Li Feng. Namun belum sempat Amee meninggalkan ruang makan ini, tiba-tiba saja terlihat kakek Li Feng yang sudah datang bersama Li Kai.
Mereka berdua segera duduk bergabung bersama Zen dan mulai menatap meja makan yang hari ini dipenuhi dengan menu yang sedikit berbeda tidak seperti biasanya.
"Amee, apakah kamu yang memasak semua ini?" tanya kakek Li Feng yang tentu saja sudah begitu hafal jika masakan-masakan itu bukanlah asisten rumah tangganya yang memasak.
"Benar sekali, Kakek. Semoga kakek Li Feng menyukainya." harap Amee dengan senyum manisnya. "Aku juga membuatkan kopi Yunnan untuk kakek." ucap Amee sambil menuangkan kopi Yunnan ke dalam cangkir kakek Li Feng lalu memberikannya untuk kakek Li Feng.
Kakek Li Feng terlihat begitu bahagia karena pagi ini mendapatkan kopi kesukaannya dari Amee. Kini mereka mulai menyantap hidangan sarapan yang sudah disiapkan oleh Amee. Beberapa obrolan ringan juga menemani sarapan pagi yang terasa begitu hangat itu.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...