
Di sebuah ruangan di rumah besar Kagami, terlihat seorang pemuda tampan dengan gaya casual, dengan sebuah T-shirt sedikit longgar berwarna putih polos dipadankan dengan celana jeans berwarna sedikit terang dan sedikit aksesoris super keren.
Pemuda itu duduk di sebuah sofa dan terlihat sedang berkonsentrasi penuh dengan sebuah console game yang sedang berada pada genggamannya saat ini. Sepasang mata bak okavango blue diamond itu tak pernah terlepas saat mengawasi console game itu.
Sementara di sebelahnya sudah duduk seorang gadis yang sangat manis dengan balutan sebuah sweater berwarna soft purple dan dipadankan dengan hot pants jeans berwarna terang.
Rambutnya yang memiliki panjang hanya di atas bahu dibiarkannya begitu saja dan hanya sedikit menjepitnya pada sisi samping sebelah kirinya dengan sebuah jepit rambut yang begitu lucu.
Gadis itu juga begitu terlihat sedang berkonsentrasi penuh dengan sebuah console game yang sedang berada pada genggamannya saat ini. Sesekali kedunya bersorak bersama karena berhasil memenangkan beberapa permainan bersama.
Siapa lagi mereka berdua kalau bukan Christal dan Zen, dua orang yang memiliki kesamaan hobi serta menggandrungi beberapa game yang sama. Dua orang yang ibaratnya adalah memiliki satu warna dan satu aura.
"Yeyy ... kita menang lagi, Li Zeyan!!" Christal bersorak dan tak sadar gadis manis itu segera berdiri di atas sofa dan melompat beberapa kali.
"Iya, Christal! Kita menang lagi!" Zen menyauti dengan tak kalah bersemangat dan mendongak tinggi menatap Christal.
"Yey ..." Christal yang masih berjingkrak di atas sofa tak sengaja memijak sesuatu dan membuatnya sedikit terpeleset hingga hilang keseimbangan dan membuatnya jatuh pada pangkuan Zen.
BUUGGHH ...
"Arghh ... maaf ..." ucap Christal dengan reflek.
Christal terjatuh pada pangkuan Zen dan spontan langsung berpengangan dengan melingkarkan kedua tangannya pada leher Zen.
Keduanya tentu saja sama-sama begitu terkejut, terlebih Zen. Bahkan, Zen terlihat seakan membeku begitu saja tanpa bergerak sedikitpun. Begitu juga dengan Christal, gadis manis itu juga tak segera beranjak dari atas pangkuan Zen dan malah terpana dengan pemuda tampan pemilik sepasang pupil kebiruan yang begitu menawan itu.
__ADS_1
Keduanya melakukan kontak mata cukup lama dan saling terpana satu sama lain. Hingga akhirnya terdengan suara seseorang yang membuyarkan angan mereka berdua.
"Eeheem ..." terdengar suara yang begitu berat dari seorang pria dewasa yang sedang berdehem dan membuat keduanya segera beralih menatap ke asal suara.
Seorang pria dewasa dengan pakaian yang sudah terlihat cukup rapi, dengan kemeja berwarna biru navy yang dipadankan dengan celana formal hitam berbahan super drill yang begitu lembut dan mudah untuk menyerap keringat dengan model regular fit. Selalu terlihat begitu rapi dan necis. Dialah Kagami Jiro.
"Kak Jiro ..." / "Tuan Kagami Jiro ..." celutuk Christal dan Zen bersamaan.
"Apa yang sedang kalian lakukan?!" tandas Kagami Jiro dengan suara khasnya yang begitu tegas dan berkharisma.
Nah loh ... keduanya seketika membelalak mendengar ucapan dari Kagami Jiro. Zen dan Christal yang baru saja menyadari posisi mereka saat ini, spontan terlihat begitu tergagap dan kikuk. Dengan cepat Christal segera bangkit untuk beranjak dari pangkuan Zen.
"Maaf, Tuan Kagami Jiro. Aku tak ada maksud jahat kepada Christal. Christal terjatuh dan aku berusaha untuk menangkapnya." ucap Zen dengan jujur.
Kagami Jiro mengkerutkan keningnya hingga membuat kedua alis tegasnya berkerut saling berdekatan. Sementara sepasang mata dengan pupil kecoklatan itu masih menatap tegas Zen dan Christal secara bergantian.
Jujur saja, sebenarnya saat ini Zen dan Christal masih merasa begitu was-was dan takut jika Kagami Jiro akan murka dan meledak hingga berakhir memberi pelajaran Zen dan membuat Zen babak belur.
Namun rupanya yang terjadi adalah tak seperti dugaan mereka berdua, tak seperti dengan yang sudah mereka bayangkan. Dan tanggapan dari Kagami Jiro kali ini malah sukses membuat keduanya sedikit melongo.
"Apa yang sedang kalian berdua lakukan? Apa kalian mau aku nikahkan sekarang juga?!" ucap Kagami Jiro masih dengan suaranya yang begitu khas, besar dan tegas.
"Me-menikah?" ujar Christal tak percaya dan seketika wajahnya menjadi begitu merah padam.
"Ya! Jika kau berani menyentuh Christal, maka kau juga harus berani menikahinya!" Kagami Jiro menatap tajam Zen yang semakin mematung dan melongo mendengar ucapan dari Kagami Jiro.
__ADS_1
"Kak Jiro! Apanya yang menikah? Sudah aku katakan semua salahku bukan? Aku yang banyak melompat dan malah terjatuh. Li Zeyan hanya menolongku saja. Lagipula umurku masih 18 tahun dan aku baru masih mau memasuki universitas!" tandas Christal.
"Apa salahnya menikah muda? Kakak tidak suka melihat kamu seperti itu dengan seorang pemuda!" tandas Kagami Jiro menatap Christal dan mulai menceramahinya. "Kakak tidak mau kejadian seperti ini kembali terulang lagi dan kau bersama pemuda lainnya, atau kakak akan mematahkan tulang dari pemuda itu!" imbuh Kagami Jiro lagi.
"Haiisshh ... kakak Jiro-ku yang kolot mulai kambuh lagi. Aku kesal sekali jika kakak seperti ini! Padahal sudah jelas-jelas aku katakan kepada kakak saat itu, jika aku akan menikah dengan pria pilihan kakak." sungut Christal mulai terlihat kesal dan malas.
"Benarkah itu, Christal?" tanya Kagami Jiro sedikit terkejut.
"Haisshh ... kakak sungguh sangat menyebalkan!" sungut Christal lalu melenggang dan berlalu begitu saja meninggalkan Kagami Jiro dan Zen di ruangan itu.
Kagami Jiro mulai menatap Zen kembali lalu mulai melenggang pelan namun tegas untuk menghampiri Zen yang masih duduk di atas sofa.
"Apa maksud dari ucapan Christal, Bocah Li Zeyan?" tanya Kagami Jiro yang mulai melenggang beberapa langkah mendekati Zen dengan kedua tangannya yang masih rapi diselipkan pada saku celana berbahan super drill itu.
"Uhm. Begini tuan Kagami Jiro ..." ucap Zen lalu segera berdiri dan kini berhadapan dengan Kagami Jiro.
"Katakan dengan cepat dan tegas, Bocah! Tidak udah takut padaku!" ucap Kagami Jiro tak sabaran untuk segera mendengarkan penjelasan dari Zen.
"Begini, Tuan. Sebenarnya saat itu, sebelum aku terbangun dari koma dengan menggunakan tubuh tuan Kagami Jiro, Christal pernah berjanji pada dirinya sendiri. Jika sampai aku terbangun dari koma, maka Christal akan memutuskan untuk menikahi pria pilihann tuan Kagami Jiro." jawab Zen dengan jujur.
"Apa? Christal menyerahkan pilihan masa depannya kepadaku begitu saja?" celutuk Kagami Jiro dengan membulatkan matanya menatap Zen.
Zen mengangguk pelan, "Benar, Tuan Kagami Jiro."
"Sekarang katakan padaku! Ceritakan padaku dengan detail, bagaimana kau saat kau terbangun dari koma dengan memakai ragaku?" titah Kagami Jiro.
__ADS_1