Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Keputusan Wang Jun


__ADS_3

"Jun ..." Wang Liu mulai menghampiri Wang Jun yang sudah terjatuh setelah tubuhnya menghantam sebuah meja. "Apa kamu baik-baik saja, Jun?" imbuhnya yang terlihat begitu mengkhawatirkan putranya.


"Aku baik-baik saja, Ibu. Jangan cemaskan aku." ucap Wang Jun berusaha untuk bangkit kembali dan membantu sang ibu untuk kembali berdiri.


Wang Jun mulai menatap sang ibu lagi dengan tatapan hangat namun berharap sang ibu akan merubah keputusannya dan merestui Wang Jun untuk pergi ke kota.


"Ibu ... tolong ijinkan aku untuk pergi ke kota. Aku harus bekerja dan mendapatkan semua uang itu. Aku berjanji, aku akan segera kembali lagi. Dan aku juga akan membawa uang itu. Ibu tidak ingin aku berakhir di tangan mereka kan?" ucap Wang Jun penuh harap agar sang ibu mengijinkannya.


Wang Liu menatap lekat putranya dan mengusap lembut sisi samping wajah Wang Jun.


"Maafkan ibumu ini yang begitu miskin, Jun. Ibu hanya bisa selalu saja menyusahkan kamu. Ibu bahkan tidak pernah bisa membahagiakanmu dan memberikanmu makanan yang cukup sehat dan benar. Bahkan saat kamu sakit, ibu tak bisa memberikan pengobatan yang baik untukmu karna ibumu ini tak memiliki uang yang berkecukupan. Maafkan ibu, Jun ... maafkan ibumu ini ..."


Wanita tua itu berkata begitu lirih dan terdengar begitu menyesakkan. Suaranya bergetar dan air mata bening nan hangat itu mulai terjatuh danmembasahi pipinya yang sudah dipenuhi dengan guratan-guratan yang halus.


"Tidak, Ibu ... tidak. Aku tidak butuh harta yang melimpah. Aku hanya butuh ibu. Tapi saat ini aku harus mencari semua uang itu, Ibu. Aku harus membayar semua hutang itu. Setelah semua hutang itu terbayarkan, aku berjanji ... aku tak akan meninggalkan ibu lagi. Jadi tolong ijinkan aku pergi, Ibu." Wang Jun meraih kedua jemari sang ibu dan berharap sang ibu benar-benar mengijinkannya kali ini.


Meskipun terasa begitu berat, akhirnya Wang Liu mengangguk pelan dan mengijinkan Wang Jun untuk meninggalkan desa Atule'er, Sichuan untuk pergi ke kota.


...⚜⚜⚜...


Beijing 8 PM


Seorang pria paruh baya dengan pakaian hangat yang begitu sederhana dan ala kadarnya mulai turun dari sebuah busway. Pria yang masih cukup tampan dengan sepasang mata kebiruan yang berkilauan saat terkena cahaya lampu malam, mulai menatap gedung-gedung megah di sekitarnya.


"Beijing memang indah dan menjadi markasnya perusahaan-perusahaan besar." guman Wan Jun yang malam ini sudah memijakkan kakinya di kota besar Beijing yang begitu menakjubkan.

__ADS_1


Pangdangannya menatap takjub gedung-gedung pencakar langit yang begitu megah dan menakjubkan di hadapannya saat ini. Kelap-kelip lampu kekuningan dan warna-warna lainnya juga menambah indahnya gedung-gedung yang tinggi menjulang itu.


"Begitu banyak jumlah perusahaan besar di China yang bermarkas besar di Beijing. Bahkan mayoritas perusahaan-perusahaan tersebut bermarkas besar di Beijing. Hhm ... sepertinya aku tidak salah memilih tempat ini. Perusahaan-perusahaan besar disini bergerak di bidang yang sangat beragam, namun bidang yang paling mampu menghasilkan pendapatan terbesar adalah bidang perminyakan. Apakah aku harus mencoba melamar disana juga?" gumam Wang Jun lagi mulai menjinjing sebuah tas hitam yang berukuran sedang.


Wang Jun mulai melenggang kembali dan berniat untuk mencari sebuah penginapan sementara untuk bermalam malam ini. Namun tak sengaja seorang gadis yang masih cukup muda tak sengaja menabraknya karena sang gadis sedang terburu-buru dan berlarian.


BRUGHH ...


Mereka bertabrakan dan membuat sebuah bingkisan yang dibawa oleh sang gadis terjatuh begitu saja. Dengan raut wajahnya yang terlihat begitu murung, gadis itu mulai mengambil sebuah bingkisan yang terjatuh itu.


"Maaf, Paman. Aku terburu-buru dan malah menabrak paman." ucap gadis itu mulai mendongak menatap pria paruh baya itu.


Gadis itu sedikit terkejut saat melihat pria paruh baya yang memiliki wajah sedikit tidak asing itu dan membuatnya menatapnya selama beberapa saat.


Sang gadis masih saja terpaku dan menatap kepergian pria paruh baya itu hingga punggung pria paruh baya itu semakin menjauh.


"Mengapa wajah paman itu sepertinya sangat tidak asing ya? Mirip sekali dengan Zen ..." gumam gadis itu masih dengan kening yang berkerut dan masih melihat ke arah paman itu yang sudah semakin menjauh.


"Sayang, maaf agak lama. Ada sedikit masalah dengan mesin pembayarannya. Ayo kita segera pulang!" seorang pria berkacamata tiba-tiba saja menghampiri gadis itu dan segera mengajaknya pulang bersama.


"Oh ... Iya, Kak." sahut gadis itu yang masih saja menatap ke arah sang paman karena masih merasa begitu penasaran.


"Ada apa? Mengapa kamu melihat kesana terus?" kali ini si pria berkacamata juga mulai melihat ke arah pandangan si gadis.


"Hhm? Tidak kok. Hehe ... ayo pulang, Kak." sahut gadis berwajah kalem itu mulai tersenyum menatap pria berkacamata itu.

__ADS_1


"Jika kamu masih saja memanggilku kakak. Awas saja, besok aku tidak akan mau lagi untuk menjadi foto model dadakanmu lagi, Amee!" ucap pria berkacamata itu lagi mulai mengancam gadia yang tak lain adalah istrinya.


"Ahh ... tolong jangan seperti itu, Kak ... uhm ... maksudku sa-sayang ..." ucap Amee mulai tersipu dengan wajahnya yang sudah kembali merona.


Pria berkacamata itu tersenyum manis mendengar panggilan sayang dari Amee yang masih saja terdengar sedikit kaku.


"Hhm. Ya sudah ayo pulang. Junior juga harus segera diajak beristirahat." sahut pria berkacamata yang tak lain adalah Li Kai masih saja tersenyum manis dan mengusap lembut perut Amee yang masih begitu rata.


"Hhm. Iya ..."


Mereka berdua mulai memasuki sebuah mobil yang sudah terparkir tak jauh dari tempat itu dan segera meninggalkan tempat itu.


...⚜⚜⚜...


Seminggu kemudian ...


China State Construction Engineering


"Akhirnya aku diterima di salah satu perusahaan besar di Beijing. Meskipun hanya sebagai bawahan saja. Namun ... uang 750.000 yuan mana bisa aku dapatkan hanya dalam waktu 3 minggu dengan pekerjaan sebagai buruh disini? Bagamana ini? Jika sampai tertunda lagi para renteiner itu akan menghabisiku atau bahkan akan menyakiti ibu. Pikirkan sesuatu, Jun!!" guman Wang Jun yang masih terlihat begitu kebingungan saat berada di kantin perusahaan baru dimana Wang Jun mulai bekerja saat ini.


"Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi ini mampu menghasilkan keuntungan sebesar 1.900 miliar US$, atau. Perusahaan ini juga merupakan perusahaan konstruksi terbesar di dunia berdasarkan pendapatannya. Dan saat ini perusahaan ini sedang membutuhkan seorang architect engineering. Karena architect enginering sebelumnya tiba-tiba saja mengundurkan diri begitu saja." ucap seorang pria dengan setelan pakaian yang begitu rapi kepada pria berjas lainnya yang berada tak jauh dari Wang Jun.


Architect enginering? Salah satu jabatan dalam sebuah proyek yang bertugas dalam melakukan analisa gambar proyek yang sudah digambar oleh drafter? Bukankah seperti itu? Bahkan aku sendiri suka sekali membuat draft untuk desain pembuatan beberapa rumah saat sedang berada di desa Atule'er, Sichuan. Apakah aku yang tak memiliki pengalaman dan pendidikan ini bisa mendaftar?


Batin Wang Jun yang masiih mendengarkan pembicaraan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2