Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pertemuan Dengan Klan Doragonshadou


__ADS_3

Sekelompok pria dengan pakaian yang sangat rapi terlihat sudah berdiri berderet di sepanjang pintu keluar.


"Selamat pagi, Tuan ..." para pengawal itu memberikan jalan dan membungkukkan badannya saat keempat keempat pria dewasa dan berwibawa mulai melenggang melewati mereka. Langkahnya begitu lebar dan sangat gagah. Auranya benar-benar sangat menakutkan dan memiliki warna begitu tegas. Ditambah wajah sangar dan postur tubuh yang begitu kekar dan sangat besar. Menjadikannya benar-benar sangat menyeramkan.


Kedua pria itu mulai menaiki sebuah Lamborghini silver, sementara dua orang lainnya mulai menaiki mobil mewah Mclaren FI LM-Spec Supercar berwarna silver, yeap siapa lagi pemilik dari mobil satu ini? Kalian ingat? Tentu saja dia adalah Kagami Jiro! Dan itu adalah salah satu mobil kesayangannya yang sangat mewah dan edisi terbatas!


"Paman saja yang menyetir ya ... aku tidak begitu tau jalan di daerah sini." ucap Kagami Jiro yang mulai berniat untuk memasuki kursi sebelah kemudi.


"Hhm. Tapi aku akan menambah daftar pelatihan olahragamu untuk besok pagi!" ucap Yukimura dengan santai dan melirik Zen yang sudah berada di seberang.


"Menambah bagaimana, Paman?" tanya Kagami Jiro sedikit mengangkat kedua alisnya, bahkan langkahnya terhenti saat mau memasuki mobil mewah itu.


"Yeap. Aku akan menambah latihan pagi dengan 100 push up dan 100 sit up. Dan semua itu harus kau lakukan dalam waktu satu menit. Jika tidak bisa melakukannya, maka aku akan menambah lagi hukuman untukmu." ucap Yukimura dengan intonasi ringan, namun semakin membuat Kagami Jiro membelalakkan matanya.


"Ah ... kalau begitu biarkan aku saja yang menyetir, Paman!" dengan cepat Kagami Jiro berjalan mendekati Yukimura dan segera masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi.


Yukimura teesenyum puas lalu mulai memasuki mobil melalui pintu lainnya dan duduk di samping kursi kemudi.


"Ikuti saja mereka." ujar Yukimura sambil melihat sebuah Lamborghini silver yang mulai melaju melewati mereka.


"Baik, Paman." Kagami Jiro menyauti dengan tegas lalu mulai menghidupkan mobil mewah itu dan mulai mengendarainya membelah jalanan kota Tokyo yang sudah ramai.


BRRUUMM ...


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


"Telah ditemukan ada sebuah perdagangan manusia ilegal di kawasa Shinjuku. Dan yang diperdagangkan adalah para gadis yang masih belia. Kebanyakan dari mereka adalah korban boken home yang dengan suka rela menyerahkan diri. Namun ada juga pihak keluarga yang sengaja menjualnya karena faktor ekonomi. Mereka juga telah memberikan obat albizia premium untuk para gadis itu." jelas seorang pria yang duduk di seberang tuan besar Kagami Gumi.


"Maeda, atasi semua itu! Karena area Shinjuku sudah aku serahkan padamu!" ucap Kagami Gumi dengan begitu tegas. "Selesaikan para kriminal itu dan segera bawa korban ke rumah sakit untuk penanganan!"


"Siap laksanakan, Tuan." jawab Maeda dengan tegas.


"Bagaimana dengan pencarian Yoshinosa si peracik obat-obatan terlarang itu?" tanya Yosuke.


"Belum ditemukan, Tuan. Dia masih di Jepang dan belum melakukan perjalanan ke luar negeri. Kami masih berusaha mencarinya karena mereka sering berpindah markas." jawab seorang pria dengan rambut pirang dan sedikit gondrong dan diikat.


"Lakukan pencarian ekstra! Kerahkan seluruh klan untuk menemukan mereka!" perintah tuan besar Kagami Gumi.


"Siap, Tuan!" sahut mereka serentak.


"Kami tidak bisa menemukannya, Tuan. Tapi kita menemukan beberapa laporan, jika di rumah sakit di Osaka dan Kyoto ada 3 pasien yang menghilangkan bekas tato pada leher bagian kanannya dalam waktu dekat ini. Ini adalah data dan informasi dari pasien-pasien itu." seorang pria dengan rambut yang sedikit pelontos pada masing-masing sisinya namun gondrong di sisi tengahnya mulai menyerahkan beberapa berkas laporan dari rumah sakit.


Kagami Gumi mulai melihat dan membaca berkas-berkas itu. Keningnya berkerut dan sepasang matanya perlahan bergerak menangkap tulisan demi tulisan itu.


"Kiryu, Aoki, Kazuma! Kalian cari tau tentang ketiga pasien ini! Kerahkan beberapa klan untuk membantu kalian. Ambil peralatan di markas yang menurut kalian diperlukan. Jika menemukan yang mencurigakan segera bertindak cepat! Ingat tujuan utama kita!" perintah tuan besar Kagami Gumi sambil menghempaskan berkas-berkas itu di atas meja.


"Pelaku penyerangan harus mendapatkan hukuman yang setimpal! Dia sudah hampir saja membunuh Jiro! Aku tidak akan bernegosiasi lagi dengannya! Temukan dia dalam keadaan hidup atau mati aku tidak peduli!" imbuh Kagami Gumi dengan raut wajah yang begitu serius.


Meskipun sudah terlihat tua, namun auranya masih terlihat begitu kuat. Dan juga tubuhnya masih cukup berotot dan besar. Hanya saja rambutnya sudah dipenuhi oleh uban, dan wajahnya sudah dipenuhi oleh kerutan-kerutan halus yang menandakan dia sudah tidak muda lagi.


"Papa ... apakah semua ini ada kaitannya dengan Ley Bixing?" tanya Kagami Jiro tiba-tiba.

__ADS_1


Kagami Gumi terdiam beberapa saat dan terlihat sedang berpikir, "Papa tidak tau apakah ini ada hubungannya dengan Ley Bixing atau tidak. Namun, kita juga harus berhati-hati terhadapnya. Jujur saja, sampai sekarang papa masih tidak mengetahui motif dari Ley Bixing mengapa dia berkhianat dan meninggalkan Doragonshadou lalu membentuk Wolf Shadow begitu saja."


"Papa benar! Kita juga harus waspada terhadap Ley Bixing!" Yosuke menyauti dengan mimik wajah yang tak kalah serius.


"Hhm. Benar. Namun sepertinya kita juga harus waspada terhadap orang di sekitar kita." ucap Yukimura tiba-tiba yang membuat semua orang kebingungan, kecuali Kagami Jiro.


"Apa maksud dari ucapanmu, Yukimura?" tanya Kagami Gumi mengkerutkan keningnya dan terlihat begitu bingung.


"Apa maksudmu ada musuh lain selain Ley Bixing?" tanya Yosuke sangat ingin tau.


"Hhm ... aku rasa begitu." Yukimura berkata dengan suara besarnya begitu pelan dan mengusap dagunya dengan mata yang menyipit.


"Mengapa kau bisa membuat kesimpulan seperti itu?" tanya Yosuke yang masih terlihat begitu kebingungan.


"Terkadang ... musuh terberat adalah orang yang sangat dekat dengan kita ..." ucap Kagami Jiro tak sadar. Dan ucapannya sukses menjadi perhatian dan membuat semua mata menatapnya.


"Kau memang benar, Kak Jiro! Namun tidak baik jika kita saling mencurigai satu sama lain. Sama saja kita tidak saling mempercayai bukan?" sanggah Yosuke.


"Yosuke benar, Jiro. Kita semua adalah keluarga! Bahkan semua pengawal dan klan adalah sudah seperti keluarga besar." ucap Kagami Gumi dengan begitu tenang.


Lalu mengapa Ley Bixing bisa melakukan semua itu? Dan mengapa seluruh rekaman CCTV di Japan Telexistense saat itu sedang offline atau lebih tepatnya rekaman saat itu hilang? Seperti sengaja dihapus oleh seseorang ...


Batin Kagami Jiro tak mengerti.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2