
"Christal, lihat aku ... aku ingin melihat wajahmu ... jangan terus bersembunyi pada pelukanku saja , Christal..." ucap Zen menggoda Christal.
Perlahan Christal mulai melepas pelukannya dan mulai mendongak menatap Zen. Zen sudah tersenyum dan mulai menatap lekat wajah Christal, seakan sedang berusaha untuk selalu mengingat setiap detail dari wajah Christal.
Cahaya lampu warna-warni sesekali juga terlihat menyinari wajah mungil dari gadis itu dan menjadikannya begitu cantik.
Begitu juga kelap-kelip lampu yang indah itu juga sesekali menyorot wajah pemuda tampan pemilik mata indah bak okavango blue diamond itu. Rambut lurusnya menari-nari indah terkena hembusan angin malam yang cukup dingin saat ini.
Zen mulai menunduk dan sedikit memiringkan kepalanya hingga akhirnya Zen mulai mengecup lembut pipi kiri Christal.
Aku harap tuan Kagami Jiro tak menghukumku karena aku yang sudah melalukan hal ini.
Batin Zen yang sedikit nyengir. Antara malu, gugup, dan was-was semuanya bercampur mejadi satu saat ini.
Sedangkan wajah Christal juga juga mulai merona saat ini. Keduanya menjadi begitu kikuk selama beberapa saat, hingga akhirnya Zen mulai berusaha untuk mencairkan kembali suasana saat ini.
"Uhm. Bagaimana kalau kita makan malam dulu bersama? Aku dengar dari Xia Feii dan paman Yukimura jika disini ada sebuah restoran yang sangat direkomendasikan. Selain makanannya yang lezat, tempatnya juga sangat indah. Yuk!!" Zen tersenyum dan mulai menggandeng jemari Christal yang hangat.
"Hhm ..." sahutan pendek diiringi anggukan dan senyuman manis dari Christal sudah cukup menjadi sebuah jawaban yang membuat Zen merasa puas.
Hangat sekali jemarinya ...
Batin Zen yang merasa begitu nyaman saat menggenggam jemari Christal.
Dingin sekali jemari Li Zeyan. Apakah dia baik-baik saja? Tapi selama ini tangannya selalu saja dingin seperti ini.
Batin Christal yang mulai melenggang bersama Zen menuju sebuah lantai untuk mendatangi sebuah restoran di dalam gedung Tokyo Sky Tree ini. Yaitu Sky restaurant 634 / Mushashi yang pernah dikunjungi oleh Xia Feii bersama Yukimura.
Sebuah restoran yang berada di Tembo Deck Floor 345. Restoran dengan pemandangan yang begitu indah dan sangat memukau yang berada di ketinggian 345 meter dari permukaan tanah. Menakjubkan!
Zen dan Christal mulai memesan makanan dan minuman untuk makan malam mereka saat ini. Mereka memesan dinner teppan iki, dan dinner teppan miyabi.
Semua hidangan di restoran ini disajikan dengan course lengkap yang memadukan teknik masakan Prancis sebagai dasarnya dengan rasa tradisional Jepang.
__ADS_1
Mereka mulai menikmati makan malam mereka setelah seorang pelayan laki-laki dan seorang pelayan wanita mulai mengantarkan makanan yang menyerupai steak itu.
Namun nampaknya pelayan wanita itu tak mau beranjak meninggalkan meja Zen dan Christal setelah mereka selesai meletakkan semua makanan yang dipesan oleh Zen dan Christal.
Pelayan wanita itu malah terlihat memandangi Zen dengan begitu antusias dan hampir tak berkedip selama beberapa saat.
Dan itu sungguh membuat Zen merasa tidak nyaman, hingga Zen mulai sedikit menunduk dan mengusap keningnya beberapa kali dengan kening yang berkerut.
"Benarkah kamu adalah Li Zeyan?" ucap pelayan wanita itu menganga cukup lebar hingga akhirnya mulai menutupi mulutnya dengan kedua jemarinya.
Zen mulai menatapnya dan mengangguk pelan, "Ya. Ini adalah aku ..."
"Oh tidak!! Aku hampir saja tidak percaya bisa melihatmu sedekat ini!!" ucap pelayan wanita iti begitu histeris.
"Tolong pelankan suaramu, jika tidak semua orang akan menyerangku." pinta Zen setengah berbisik.
"Oh ... iya ... maafkan aku!" ucap pelayan wanita itu dengan cepat dan masih saja tak mau berpaling untuk tidak menatap idol tampan itu. "Li Zeyan. Bolehkah aku meminta tanda tanganmu?" imbuhnya begitu bersemangat sambil mencari sebuah lembaran kosong pada buku yang sering digunakan untuk mencatan pesanan para pengunjung restoran ini.
Hingga akhirnya pelayan wanita itu mulai menyodorkan sebuah lembaran kosong itu beserta dengan sebuah pena. Dan Zen mulai menerimanya dan mulai menarikan jemarinya yang dengan indah di atas lembaran putih itu hingga meninggalkan sebuah tanda tangan di atasnya.
"Terima kasih." ucap pelayan wanita itu yang masih saja menatap kagum Zen. "Astaga ... kamu tampan dan mulus sekali!! Ternyata aslinya memang lebih tampan! Aku sungguh beruntung sekali bisa bertemu denganmu. Dan aku merasa beruntung karena malam ini tidak jadi mengambil cuti bekerja. Hehe ..."
Zen yang mendengar kicauan salah satu dari penggemarnya hanya tersenyum tipis dan mengusap tengkuknya.
"Baiklah. Sekarang kami akan menikmati makan malam kita." ucap Zen dengan sopan dan halus.
"Hhm. Baiklah. Selamat menikmati makan malam kalian!! Semoga kalian menyukainya." sahut pelayan wanita itu mulai melirik Christal dan juga tersenyum lebar menatap Christal.
Setelah itu pelayan wanita itu mulai meninggalkan mereka berdua. Zen mulai menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan terlihat sedikit mengembun, karena dingin.
"Cie ... yang baru saja bertemu dengan penggemarnya." ujar Christal menggoda Zen dengan tawa kecil dan mulai meraih sebuah pisau dan garpu untuk menikmati makan malamnya.
Zen hanya tersenyum mendengar ucapan Christal dan mulai menikmati makan malamnya.
__ADS_1
"Biarkan saja. Malam ini aku juga ingin berfoto dengan idolaku kok."
"Kamu punya idola, Li Zeyan? Siapa dia? Pasti sangat keren ya!!" celutuk Christal yang mulai begitu penasaran.
"Ya. Dia sangat keren dan cantik. Dan ... dia juga baik hati dan manis." Zen tersenyum samar sembari memotong daging di hadapannya.
Tidak seperti Christal yang mulai cemberut, karena Zen baru saja memuji seorang gadis di hadapannya.
"Mengapa cemberut, Christal? Gadis yang aku idolakan adalah kamu! Jadi kamu harus berfoto denganku nanti ya!!" senyuman manis terukir indah pada wajah tampan itu saat menatap Christal yang saat ini sudah membeku dan tak bisa berkata apa-apa lagi.
Malam perpisahan, berakhir dengan beberapa foto yang mereka dokumentasikan malam ini di atas ketinggian 345 meter dari permukaan tanah.
CEKREKK ...
CEKREKK ...
...⚜⚜⚜...
Bonus adegan para pengawal keluarga Kagami saat Zen nekat mengecup pipi Christal.
Salah satu pengawal yang tak lain adalah Key sudah berniat untuk melenggang untuk memberi pelajaran Zen yang dirasa sudah nekat dan melakukan sesuatu yang di luar batas.
Namun dengan cepat, kedua pengawal keluarga Kagami lainnya segera menahan Key dengan masing-masing memegang kuat lengan Key.
"Apa yang sedang kalian berdua lakukan? Apa kalian tidak melihat, Li Zeyan sudah berani mencium nona Christal begitu saja! Ini sungguh tak bisa dibiarkan begitu saja! Lepaskan aku! Dan aku akan memberikan palajaran untuk Li Zeyan! Jangan mentang-mentang dia seorang idol besar, maka dia bisa berbuat seenaknya terhadap nona Christal!" Key terlihat begitu naik darah dan seperti kebakaran jenggot sendiri.
"Key! Tuan Kagami Jiri sudah berpesan kepadaku untuk memberi sedikit kelonggaran untuk mereka berdua. Asalkan masih dibatas wajar, maka kita akan biarkan. Dan batasan itu hanya sampai dengan ciuman bibir saja." jelas salah satu pengawal keluarga Kagami lainnya lagi.
"Apa??!!" Key terlihat begitu shock dan hampir tak percaya dengan kelonggaran yang diberikan oleh Kagami Jiro untuk mereka berdua.
Bagaimana seorang Kagami Jiro memberikan kelonggaran seperti itu??
Hallo para reader tersayang, tolong jangan katakan kepada kepada Zen soal kelonggaran ini ya. Jika Zen sampai tau, maka Zen pasti akan segera melakukannya bersama Christal. Ahh ... tidak bisa dibayangkan bakalan bikin meleleh.
__ADS_1