
"Selamat malam ..." seorang gadis yang masih begitu muda mulai menyapa dua orang pemuda berpakaian rapi yang sedang duduk di salah satu bangku restoran.
Kedua pemuda itu kini mendongak dan menatap kedua gadis yang sudah berdiri di sisi sampingnya.
"Selamat malam ..." salah satu pemuda itu menyauti dengan begitu ramah, sementara pemuda satunya masih terdiam saja dan terlihat sedikit dingin menatap gadis yang sudah menyapanya.
"Aku adalah Christal. Salah satu penggemar dari kak Lu Yuan. Dan aku sungguh tidak mengira bisa bertemu kak Yuan Yuan disini." ucap gadis cantik bernama Christal itu dengan begitu bersemangat. "Bolehkah aku meminta tanda tangan kak Yuan Yuan?" imbuh Christal dengan begitu hati-hati.
"Oh. Baiklah. Dimana?" tanya idol Lu Yuan yang kini tersenyum tipis menatap gadis itu.
"Oh ... sebentar ..." Christal segera mencari sesuatu di dalam slingbag-nya. Dan beberapa setelah saat, dia mengeluarkan sebuah note book bercover hitam. "Disini, Kak Yuan Yuan!" ucapnya sambil memberikan note book itu kepada Lu Yuan.
Lu Yuan segera memberikan tanda tangannya di dalam note book lalu memberikannya kepada Christal kembali.
"Terima kasih, Kak Yuan Yuan. Terima kasih manager Jihyun!" Christal membungkukkan badannya dan tersenyum begitu lebar.
"Sama-sama, Gadis manis." Lu Yuan menyauti dengan ramah. "Kakak cantik juga mau tanda tanganku juga?" kini Lu Yuan melirik Yuna yang hanya terdiam menunggu Christal.
"Oh, tidak. Terima kasih. Aku bahkan tidak mengenalmu ..." ucap Yuna begitu saja dan tentunya membuat Lu Yuan sedikit kesal.
"Ahahah ... tapi sepertinya gadis manis ini begitu mengetahuiku." ucap Lu Yuan berusaha untuk bersikap ramah.
"Hehe tentu saja aku sangat mengenal kak Yuan Yuan. Karena kakak juga pernah beradu akting bersama kak Li Zeyan!" jawab Christal dengan jujur.
Mendengar nama Li Zeyan membuat ekspresi wajah Lu Yuan sedikit berubah kali ini. Namun dia masih bisa menutupinya dengan sempurna.
"Li Zeyan?" ucap Lu Yuan bergeming pelan.
"Hhm ... aku sangat mengidolakan kalian! Baiklah, aku harus segera kembali karena kak Jiro tidak suka melihatku berbicara terlalu lama dengan orang asing. Terima kasih, Kak Yuan Yuan!" ucap Christal dengan senyum lebar dan membungkukkan badannya kembali.
"Baiklah ..." sahut Lu Yuan dengan santai.
__ADS_1
Kini Christal dan Yuna mulai melenggang dan meninggalkan meja itu dan segera kembali pada rombongan mereka untuk menikmati makan malam.
"Apa yang baru saja kau lakukan Christal? Mengapa kau begitu mengidolakan pria cantik?!" celutuk Yukimura saat Christal dan Yuna sudah duduk bergabung bersama kembali.
"Apaan sih?! Suka-suka aku dong paman mau mengidolakan siapa." Christal menyauti dengan cuek sambil memotong daging steak di hadapannya.
"Apanya yang bisa diandalkan dari mereka? Mereka itu sangat lemah!" celutuk Yukimura sambil memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya.
Kagami Jiro yang mendengar ucapan dari Yukimura seketika tersedak, dan dengan cepat Yuna dan Christal memberikan minuman serara bersamaan.
Karena tidak enak mau menerima yang mana, akhirnya Kagami Jiro memutuskan untuk mengambil jusnya sendiri.
...⚜⚜⚜...
"Besok aku akan pergi bersama Igor untuk menemui seseorang. Kau bisa mengajak Christal jalan-jalan jika bosan. Ajak juga Yukimura untuk melindungi kalian ..." ucap Kagami Jiro saat berada di dalam kamar bersama Yuna.
"Menemui siapa?" selidik Yuna yang terlihat begitu ingin tau dan sedikit murung.
Kagami Jiro tersenyum gemas mendengar pertanyaan dari Yuna. Mungkin Yuna mengira Kagami Jiro akan menemui seorang gadis.
"Oh, pasti bocah itu juga akan ikut ... lebih baik aku bersama Christal saja! Malas juga bertemu lagi dengan bocah aneh itu ..." celutuk Yuna yang sangat membuat Kagami Jiro mengkerutkan keningnya karena bingung.
Tentu saja dia begitu bingung, karena dia merasa tak pernah mengenal bahkan bertemu dengan Yuna sebelumnya saat memakai raganya sendiri, raga Li Zeyan. Namun mengapa Yuna terlihat begitu membenci dirinya? Ini sungguh membuat jiwa Zen kebingungan.
"Apa kau mengenal Li Zeyan?" tanya Kagami Jiro dengan sangat berhati-hati.
"Hhm. Dia pernah datang ke rumah besar Kagami saat kau sedang koma. Dan sungguh dia itu bocah yang sangat menyebalkan! Apa kau tau sayang, dia berani sekali menggodaku saat itu! Bahkan dia mendoakan agar kamu mati saat itu ..." ucap Yuna menatap suaminya dengan wajah cemberut.
"Apa?" ucap Kagami Jiro begitu terkejut dan membelalakkan matanya.
"Hhm. Dia sangat menyebalkan! Kau harus memberinya pelajaran!"
__ADS_1
Sungguh semua ucapan Yuna semakin membuat Kagami Jiro begitu bingung dan pusing. Dia tidak tau harus berbuat apa saat ini, karena jiwa yang bersemayam di dalam tubuh Li Zeyan sekarang adalah seorang pemimpin Yakuza terbesar di dunia! Dan mana mungkin Kagami Jiro membuat perhitungan dengannya. Sama saja dengan menggali kuburan sendiri.
"Sayang ... apa kau mendengarku?" ucap Yuna lagi sambil melambaikan kedua tangannya di hadapan wajah Kagami Jiro.
"Ah ... oh iya. Aku dengar ... aku akan berbicara dengannya nanti saat bertemu dengan mereka."
"Terima kasih, Sayang." ucap Yuna dengan senyum lebar.
"Baiklah. Tidurlah dulu, pasti kamu sangat lelah setelah melakukan perjalanan panjang."
"Memang sedikit lelah. Mari istirahat ..."
"Iya, aku akan menyusulmu nanti. Aku akan mengerjakan sesuatu dulu. Ehm ... aku akan ke kamar Yukimura sebentar." ucap Kagami Jiro dengan asal.
"Hhm. Baiklah. Jangan terlalu lama. Kau juga butuh beristirahat."
"Yeap ... good night. Sleep well and have a nice dream." ucap Kagami Jiro dengan manis.
"Okay, Sayang ... muachh ..." kecupan singkat itu terjadi begitu saja dan membuat Kagami Jiro melongo seketika. Namun dia segera beranjak dan meninggalkan Yuna di dalam kamar.
Dengan cepat Kagami Jiro segera pergi ke kamar Yukimura dan mengetuk pintu itu beberapa kali. Tak lama kemudian, pintu itu terbuka. Terlihat Yukimura sudah berdiri di balik pintu itu dan tersenyum hangat menyambut Kagami Jiro.
Namun, senyum dan wajah ramahnya tiba-tiba berubah menjadi penuh amarah menatap Kagami Jiro. Dengan cepat Yukimura menarik kerah pakaian Kagami Jiro dan segera menggiringnya untuk memasuki kamarnya.
"Paman ... dengarkan aku ..." ucap Kagami Jiro sedikit terbata.
"Apa yang sudah kalian berdua lakukan? Bukankah sudah sering aku peringatkan padamu untuk menjaga sikapmu?!" ucap Yukimura.
"Aku tidak melakukan apapun, Paman."
"Lihatlah wajahmu baik-baik dan jelaskan semuanya padaku!" perintah Yukimura dengan suara yang begitu menggelegar seisi ruangan.
__ADS_1
Kagami Jiro mengkerutkan keningnya menatap Yukimura dan terlihat sangat kebingungan, "Ada apa dengan wajahku, Paman?"
"Periksalah sendiri!!" perintah Yukimura lagi dengan penuh penekanan.