Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Sebuah Rahasia Yang Terungkap


__ADS_3

"Kali ini tak tak akan ada lagi yang bisa menghentikanku untuk mengahkiri hidupmu, Kagami Jiro! Dan kali ini kau dan **D**oragonshadou juga akan berakhir! Gyahahaha ..." Kin Izumi mulai menyeringai menakutkan dan kembali tertawa begitu menggelegar.


Tangan kanannya yang sudang menggenggam sebuah katana kini diangkatnya ke udara dan sudah bersiap untuk menghunuskan katana itu untuk menyerang Kagami Jiro.


SWWUUSSHH ...


Maafkan aku, Tuan Kagami Jiro. Maafkan aku karena tidak bisa melindungi raga tuan Kagami Jiro dengan baik. Bahkan kedua preman yang begitu kuat ini sudah berada di sisiku dan mencengkeram kuat lenganku saat ini. Maafkan aku, Tuan.


Batin Kagami Jiro sambil memejamkan sepasang matanya kembali dan kali ini dia benar-benar sudah begitu pasrah untuk menyambut kematiannya yang sudah berada di pelupuk matanya.


SSWUUSSHH ...


JJLLEEBB ...


Katana itu sukses menusuk tubuh seseorang hingga darah segar itu kini mulai mengucur dan merembes membasahi pakaian hangat berwarna sweet lilac. Bahkan darah segar yang begitu kental itu juga mulai terjatuh menetes membasahi lantai.


Katana itu masih menancap tepat pada perut seorang perempuan dewasa, karena Kin izumi tak tega untuk menarik kembali katana yang sudang menancap cukup dalam itu. Hatinya begitu ngilu membayangkan rasa sakit yang sedang dialami dan dirasakan oleh wanita yang sangat disayanginya itu.


Bahkan Kin Izumi masih terlihat begitu terkejut seakan tak percaya dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Sebuah kesalahan terbesar untuknya di sepanjang hidupnya. Sebuah kesalahan terbesar untuknya karena tak bisa menghentikan serangannya kali ini. Sebuah kesalahan terbesar yang akan dia sesali di sepanjang sisa hidupnya kini terjadi begitu saja.


"Amaneee!!!!" ucapnya begitu histeris. Suara parau itu menggaung dan memenuhi seisi rumah tua ini. "Tidak!! Amane!!"


Yeap, ternyata Amane sudah berusaha untuk melepaskan dirinya dengan sekuat tenaganya dari para kaki tangan Kin Izumi. Setelah berhasil terlepas dari kedua berandalan itu, dengan cepat Amane segera berlari dan berdiri di hadapan Kagami Jiro kembali untuk menjadi tameng Kagami Jiro.

__ADS_1


Niatnya adalah untuk menghentikkan serangan dari suaminya, Kin Izumi. Namun naas, Kin Izumi sudah terlalu bersemangat dan dibutakan oleh kebenciannya hingga dia tak bisa menghentikkan serangan itu secara tepat waktu, hingga akhirnya katana itu malah menghunus dan melukai tubuh Amane.


BRRUUGGHH


Tubuh Amane yang sudah bersimbah dengan darah segar itu kini ambruk begitu saja di atas lantai. Dengan cepat Kin Izumi segera mendekatinya lalu duduk bersimpuh dan meraih tubuh istrinya yang sudah terbaring begitu lemah.


"Amane ... sayang ... bangunlah ..." ucapan parau terdengar begitu memilukan dan tanpa sadar Kin sudah menitikkan air matanya.


Hatinya begitu sakit ketika melihat wanita yang sangat disayanginya terluka begitu parah karena perbuatannya sendiri.


Dan inilah pertama kalinya dia menangis kembali setelah sekian lama dia menangisi kepergian ibunya yang meninggal 23 tahun lalu karena sebuah kecelakaan, demi untuk menyelamatkan Kin Izumi kecil saat itu.


"Amane ... sayang ... bangunlah ... jangan pergi ... jangan pergi dan meninggalkanku begitu saja, Sayang ... bangunlah!" semakin erat Kin Izumi memeluk tubuh yang sudah terbaring begitu lemah itu dan semakin terisak juga pria dewasa itu.


Jemari kanan Amane mulai meraih wajah Kin Izumi sisi kiri, bibirnya yang menjadi kemerahan karena dia muntah darah terlihat sedikit bergeming pelan.


"Bertahanlah, Sayang! Bertahanlah ... aku akan segera membawamu ke rumah sakit ..." ucapan parau dari Kin Izumi terdengar begitu menyesakkan dada siapa saja yang sedang menyaksikan semua ini.


"Ja-jaga Ruu-Rui daaann Ligghhtt ..." ucap Amane terbata karena menahan sakit dan sudah begitu lemah karena cukup kehilangan banyak darah juga.


Satu hal yang ditangkap oleh Kagami Jiro saat ini adalah, Kagami Jiro sudah memiliki seorang putri bersama Amane, dan dia adalah Rui. Seorang gadis kecil yang baru genap usianya 6 tahun beberapa pekan yang lalu. Gadis kecil yang begitu cantik dan juga cerdaa seperti ayah biologisnya, Kagami Jiro.


Kagami Jiro berinisiatif untuk meminta maaf kepada Amane disaat-saat terakhirnya untuk mewakilkan Kagami Jiro yang sebenarnya. Kini Kagami Jiro juga duduk bersimpuh, berhadapan dengan Kin Izumi yang sedang duduk menopang tubuh Amane yang sudah bersimbah dengan darah.

__ADS_1


"Amane ... maafkan aku ... maafkan aku yang selama ini belum sempat mengucapkannya dengan tulus dan sempurna kepadamu. Maafkan aku yang sudah membuat hidupmu hancur, Amane. Maafkan aku yang sudah berbuat sangat jahat terhadapmu. Maaf ... aku tak pernah mengetahui jika ... jika saat itu kau hamil bersamaku. Maafkan aku ..." ucap Kagami Jiro begitu tulus.


Bahkan saat ini jiwa Zen juga merasa begitu sesak karena mengetahui sebuah rahasia besar yang selama ini disembunyikan dengan apik oleh Amane maupun Kin Izumi.


Amane tersenyum samar menatap Kagami Jiro. Namun senyuman itu terlihat begitu menyesakkan dan semakin membuat lara siapa saja yang menatapnya, karena saat ini Amane terlihat semakin pucat.


"Te-temuilah Ru-Rui ... di-dia ... ad-ada-lahh ... pu-trimu ..." ucap Amane terbata dan membuat semakin terasa menyesakkan untuk Kagami Jiro.


"Sa-yang ... ak-aku ... akkkan ... per-gi ..." Amane kembali menatap lekat Kin Izumi dan pelahan jemari lentiknya mulai terlepas dari sisi wajah kiri Kin Izumi.


"Tidak, Amane. Tidak ... kamu harus bertahan!" disaat Kin Izumi mau membopong tubuh Amane, ternyata disaat itulah Amane menghembuskan napas terakhirnya. "Amaneee!!"


Semua anak buah dari Kin Izumi dan juga Kagami Jiro juga begitu sesak melihat semua yang terjadi saat ini. Tak ada yang berkicau, semua hanya diam menyaksikan pemandangan yang begitu menyedihkan ini.


Bahkan, Zen yang ternyata sudah datang entah sejak kapan itu, kini juga tak bisa berkata-kata lagi menyaksikan semua ini. Namun satu hal yang dia ketahui saat ini. Zen sudah mendengar semua percakapan mereka semua.


Bahwa ternyata gadis yang dimaksud Kin Izumi adalah Amane. Sorang gadis yang pernah ditidurinya 7 tahun yang lalu. Dan satu hal lagi yang kini sudah diketahui oleh Zen, bahwa dia juga memiliki anak lain selain si kembar Kenzi dan Kenzou. Seorang anak gadis yang sangat cantik dan cerdas, anak yang dia miliki bersama Amane.


Sesak! Begitulah yang dirasakan oleh hampir semua orang yang sedang berada di tempat itu.


"Amane ... maafkan aku, Sayang ... maafkan aku ..." Kin Izumi kembali terisak dan memeluk erat tubuh yang sudah tak bernyawa itu.


Namun apalah daya nasi sudah menjadi bubur. Amane sudah pergi dan tak akan pernah kembali lagi. Hanya sesal yang selalu menghantui Kin Izumi di sepanjang hidupnya. Wanita yang sangat dicintainya kini pergi untuk selamanya. Bahkan Amane pergi karena karena tangan dari Kin Izumi sendiri.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2