Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Xia Feii's Story


__ADS_3

Jiro, maaf. Aku akan datang sebentar lagi, karena sedikit ada masalah. Yukimura.


Yukimura mengirimkan sebuah pesan untuk Zen, karena saat ini dia sedang mengantarkan Xia Feii untuk pulang ke rumahnya.


"Baiklah, sekarang istirahatlah. Aku akan kembali ke Oakwood Residence Damei lagi." ucap Yukimura ketika sudah sampai di depan sebuah rumah kuno.


"Lenganmu terluka, aku akan mengobatimu terlebih dahulu. Masukklah ..." ucap Xia Feii.


"Tidak masalah. Luka seperti ini bukanlah apa-apa. Aku baik-baik saja." tolak Yukimura dengan sopan.


"Kamu sudah menolongku, Tuan Yukimura. Jadi biarkan aku mengobati lukamu terlebih dahulu. Dengan begitu aku akan merasa lebih tenang!" ucap Xia Feii kekeh.


"Wah, kamu tipe orang yang tidak suka berhutang budi ya. Baiklah, kau boleh mengobati lukaku. Kalau tidak kau akan kesulitan mencariku di Jepang nanti." sahut Yukimura dengan tawa kecil.


"Kemarin membawa pria muda bermalam berhari-hari di rumahnya. Dan sekarang sudah ganti membawa pria lain datang ke rumahnya. Cckk ... dasar perempuan murahan, suka sekali bergonta-ganti pasangan!" bisik rombongan ibu-ibu yang kebetulan sedang melewati mereka berdua.


Yukimura yang mendengar semua itu merasa risih dan seketika menjawab ucapan mereka, "Kalian tidak ada pekerjaan ya? Sampai sibuk mengurus calon istriku?! Jika aku masih mendengar kalian bicara yang bukan-bukan lagi tentangnya. Aku akan mejadikan kalian daging cincang!" ucap Yukimura dengan suara beratnya sambil mengambil sebuah pisau lipat dan memainkannya berputar-putar dengan keadaan yang terbuka.


Seketika rombongan ibu-ibu itu segera pergi karena ketakutan melihat Yukimura.


"Tuan, kau sudah membuat masalah baru untukku!" dengus Xia Feii terlihat sedikit kesal. "Sekarang mereka akan benar-benar mengira aku akan segera menikah."


"Hhm? Setidaknya mereka tidak akan mengganggumu lagi. Bagus donk!"


Xia Feii kini mulai memasuki rumah kunonya dan diikuti oleh Yukimura di belakangnya.


"Bagus jika memang aku sudah memiliki calon suami, masalahnya aku tidak punya. Tunggu sebentar disini, aku akan mengambil kotak P3K sebentar." ucap Xia Feii yang mulai pergi ke ruangan tengah untuk mengambil kotak pengobatannya.


Sementara Yukimura terlihat sedang melihat-lihat rumah ini dan terlihat begitu tertarik. Beberapa saat kemudian, Xia Feii sudah datang kembali dengan membawa sebuah kotak P3K dan sudah berganti baju saja.


"Rumah yang unik." ucap Yukimura lalu mulai kembali dan duduk di sebuah kursi kayu. "Kau menyukai barang kuno ya?"

__ADS_1


"Ini adalah rumah peninggalan dari ayahku. Dan aku tidak mau menjualnya. Karena di tempat ini sudah begitu tersimpan banyak kenangan olehnya. Jadi lebih baik aku tempati saja." ucap Xia Feii yang mulai mengambil sebuah casa dan menuangkan alkohol pada casa itu lalu mulai membersihkan luka di lengan kiri Yukimura.


"Hhm, jadi kau tinggal sendirian?"


"Hhm. Aku hanyalah anak tunggal, dan sekarang hidup sebatang kara setelah ayah meninggal 3 tahun yang lalu."


"Lalu dimana ibumu?" tanya Yukimura ingin tau.


"Ibuku ... aku tidak tau lagi dimana dia berada. Dia meninggalkanku dan ayah saat aku berusia 10 tahun. Dia pergi bersama kekasih barunya, dan menikah dengan pria itu." ucap Xia Feii dengan sedikit murung. "Semenjak itu, aku tak pernah mendengar kabarnya, bahkan aku juga tak pernah bertemu dengannya."


"Kalau begitu mengapa tidak menikah saja agar ada yang selalu menemani? Sendirian apa tidak bosan?"


"Aku sudah terbiasa." jawab Xia Feii dengan seulas senyum. Kini dia memberikan obat merah pada luka di lengan kiri Yukimura dan mulai memakaikan perban. "Dan sebenarnya aku takut untuk mencintai. Aku takut kisahku akan berakhir seperti kisah kedua orang tuaku." imbuhnya begitu lirih.


"Nah ... sudah selesai, Tuan Yukimura! Sekarang kau bisa pergi menemui Zen kembali!" ucap Xia Feii yang sudah kembali ceria lagi, lalu merapikan kotak P3K itu dan menutupnya.


"Terima kasih, Xia Feii. Kau sangat handal mengobati seseorang. Bahkan kau sudah berhasil menyelamatkan Li Zeyan saat itu. Terima kasih. Berkat dirimu, Li Zeyan masih bisa tetap bertahan. Bocah itu sudah aku anggap seperti keponakanku sendiri. Aku tidak tau apa yang akan terjadi seandainya kamu tidak ada saat itu." ucap Yukimura yang menatap lurus ke depan dengan nanar.


"Dewa kematian masih belum menginginkan kematiannya, makanya dia bisa tetap bertahan. Jangan berlebihan, Tuan. Aku hanya perantara saja dalam penyelamatan itu. Tuhan lah yang memberikan keajaiban itu." ucap Xia Feii dengan begitu ramah dan tersenyum lebar.


Xia Feii meraih sebuah hodie hitam dari sisinya lalu bangkit dari duduknya.


"Ini hodie milikmu, terima kasih."


"Simpanlah!" ucap Yukimura yang membuat Xia Feii sedikit mengkerutkan keningnya karena begitu bingung. "Berikan padaku jika kita bertemu suatu saat nanti. Aku pergi ..." kini Yukimura berbalik dan mulai berjalan meninggalkan rumah kuno itu.


...⚜⚜⚜...


Seorang pemuda bermata biru yang begitu menawan terlihat sedang menikmati segelas Americano Coffe-nya dan duduk bersandar di sebuah kursi sofa. Sementara pria di sebelahnya terlihat begitu menikmati rokoknya.


"Tumben sekali hanya luka seperti itu saja kau sampai diperban olehnya? Kau tidak sedang menyukai Xia Feii bukan, Yukimura?" selidik pemuda bermata kebiruan itu mencurigai pria di sebelahnya.

__ADS_1


"Aku hanya menghargai niat baiknya saja. Memang apa salahnya?" elak Yukimura.


"Hhm ... tidak biasanya kau seperti ini. Bahkan luka sayat yang lebih parah saat itu saja, kau tidak mau untuk diperban. Aku jadi curiga padamu ..." kini pemuda bermata biru itu mulai menatap Yukimura dengan seksama.


"Apanya yang membuatmu curiga, Jiro?! Disaat aku sedikit berbuat baik, kau malah seperti ini padaku!" celutuk Yukimura sedikit kesal.


"Kalau begitu ajak menikah saja!" celutuk pemuda yang tak lain adalah Zen, si idol pemilik mata bak okavango blue diamond.


Seketika Yukimura terperangah mendengar ucapan dari sahabatnya, "Menikah?" ucapnya tak percaya.


"Tentu saja kau harus menikah dengan seorang gadis suatu saat bukan? Mau sampai kapan kau mau hidup sendirian seperti ini? Xia Feii gadis yang baik, sepertiya cocok denganmu."


"Tidak ... tidak, Jiro. Tidak akan ada gadis yang akan menyukaiku! Mereka akan ketakutan saat melihatku."


"Cckk. Aku tidak melihat Xia Feii yang ketakutan saat melihatmu."


"Sudahlah! Sekarang cepat katakan padaku, ada apa menyuruhku datang kemari?" ucap Yukimura mengalihkan pembicaraan itu.


"Hhm ... ya. Aku sudah menemukan satu bukti lagi. Sebuah petunjuk yang mengarah ke pelaku penyerangan terhadapku yang terjadi saat itu." ucap Zen.


"Benarkah itu, Jiro?"


"Hhm. Namun aku masih belum bisa mempercayai sepenuhnya. Aku membutuhkanmu untuk menyelidikinya lagi agar dugaan ini menjadi lebih kuat."


"Baiklah. Aku akan melakukan sesuai yang kau mau! Perintahkan saja padaku apa saja yang harus aku lakukan!"


"Baiklah." kini Zen mulai memperlihatkan sebuah kotak keemasan kepada Yukimura lalu membuka kotak keemasan itu.


"Cincin ini adalah salah satu cincin yang diwariskan untuk keluarga Kagami. Ada 4 cincin yang sama, dengan masing-masing memiliki warna batu giok yang berbeda. Papa, Yosuke, aku, dan juga Christal masing-masing memiliki sebuah cincin, karena itu adalah pemberian dari kakek Kagami Keiji." ucap Zen menjelaskan dengan begitu serius.


"Lalu siapa pemilik cincin dengan batu giok berwarna hijau ini?" tanya Yukimura begitu penasaran.

__ADS_1


Zen terdiam beberapa saat dan hanya termenung. Lalu dia mulai mengusap rambutnya ke belakang dengan jemarinya dan terlihat begitu frustasi.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2