
Zen yang berdiri dengan berjarak kira-kira 10 meter dari Christal kini mengangguk pelan dan begitu terharu. Zen mulai membuka kedua tangannya dan membentangkannya lebar-lebar umtuk menyambut Christal. Christal yang masih terisak akhirnya segera berlari ke arah Zen dan melempar dirinya ke dalam pelukan Zen. Tangisnya mulai pecah kembali saat ini.
Rasa sedih dan sesak masih begitu menyelimuti hatinya saat ini. Begitu sesak karena kakak tersayangnya masih berada di dalam rumah tua itu untuk menggantikan dirinya. Bahkan sedang bersiap untuk menemui ajalnya saat ini. Yeap, Kagami Jiro bahkan rela memberikan nyawanya hanya untuk membiarkan dirinya terlepas dari berandalan itu.
"Christal. Apa kau baik-baik saja?" ucap Zen yang masih begitu erat memeluk Christal. "Tidak ada yang terluka kan?" kini Zen mulai melepas pelukannya dan melihat wajah mungil Christal yang masih pucat dan basah karena air mata.
Entah harus bahagia atau bersedih. Kakak sulungnya yang begitu disayanginya kini sedang berada dalam bahaya. Namun pria yang selalu dikaguminya, kini juga sedang berada di dekatnya ... di pelupuk matanya dan terlihat begitu mengkhawatirkannya.
Bahkan pria itu memeluk hangat dirinya dan membuatnya begitu tenang meskipun hanya dalam hitungan detik saja pelukan itu terjadi. Namun seperti sudah terjalin ikatan yang begitu kuat diantara mereka berdua. Kuat sekali!
Yeap, tentu saja Christal akan merasakan hal itu! Karena di dalam raga itu telah bersemayam jiwa seorang Kagami Jiro, kakak kandungnya sendiri. Namun yang tidak diketahui oleh Christal adalah, jiwa mereka yang sedang tertukar saat ini!
"Christal. Jawab aku ... apakah ada yang terluka?" ucap Zen yang masih menatap Christal dengan begitu khawatir. Zen juga melihat seluruh tubuh Christal, dari ujung kepala sampai ujung kaki untuk memastikan jika Christal memang tidak terluka.
Christal menggeleng pelan dan sesekali masih menangis sesegukan, "Aku baik-baik saja. Namun kak Jiro sedang dalam bahaya saat ini. Aku tidak tau harus berbuat apa saat ini. Kak Jiro melakukan semua ini hanya untuk menyelamatkanku. Hiks ... dia bahkan rela mengorbankan nyawanya hanya untukku. Apa yang harus aku lakukan sekarang, Li Zeyan? Apa? Aku tidak mau kehilangan kakakku ... aku tidak mau kehilangan dia ... hiks ... melihatnya koma saat itu saja sudah sangat membuat dadaku sesak. Aku harus bagaimana sekarang? Huhuhu ..." Christal kembali terisak dan sesekali gadis manis itu menyeka air matanya sendiri.
Melihat Christal menangis sesegukan seperti itu, hingga kedua matanya terlihat begitu sembab, sungguh membuat dada Zen terasa sesak sekali. Tuan putri kecilnya yang selalu dijaga dan selalu dilindunginya, kini dibuat seperti ini oleh para berandalan itu. Membuat emosi Zen memuncak kembali! Terlebih jika mengingat saat ini para berandalan itu sedang berusaha untuk mengakhiri raga miliknya.
"Christal. Kamu teruslah menyusuri jalan setapak ini, maka kamu akan menemukan sebuah mobil BMW hitam metalik milik salah satu keluarga kita ..." ucapnya tanpa sadar.
__ADS_1
Christal yang masih menangis tiba-tiba mendongak menatap Zen karena ucapan Zen membuat Christal sedikit bingung. Tentu saja Christal merasa sangat bingung! Zen baru saja mengatakan keluarga kita! Bisa-bisa Christal akan berpikir tentang hal lain saat ini!
"Uhm ... maksudku, di ujung jalan setapak ini kamu akan menemukan sebuah mobil BMW hitam metalik milik keluarga besar Kagami. Kamu tunggulah aku di sana! Kunci kembali setelah kamu masuk ke dalam mobil itu. Tetaplah disana hingga aku datang kembali dan jangan bukakan pintu untuk orang asing!" ucap Zen menatap lekat Christal berharap Christal akan mengikuti dan menuruti perintahnya. "Apa kau paham, Christal?"
Setelah terdiam dan menatap Zen cukup lama, akhirnya Christal mengangguk pelan dengan kening yang berkerut, "Tapi, kamu mau pergi kemana, Li Zeyan?"
"Ada sesuatu yang harus aku lakukan terlebih dahulu! Jangan khawatir, aku akan segera kembali! Pergilah ... jalanan setapak ini akan aman karena para penjaga sudah dikalahkan oleh seorang master." ucap Zen sambil menyerahkan sebuah kunci mobil untuk Christal.
Master dari mana Zen? Hello!! Jelas-jelas kamu-lah yang mengalahkan keempat pria penjaga itu dengan shuriken dan juga asap beracun! Dan tak ada lagi orang yang lebih kuat dan lebih cerdik melebihi dirimu?! ( Jiro-Zen : Bukankah saat ini peranku adalah sebagai Li Zeyan, Author! Jangan lupakan itu!!). Oopss ...
"Hhm ..." Christal mengangguk pelan dan mulai menerima kunci mobil itu lalu mulai melenggang meninggalkan Zen meskipun langkah kakinya juga terasa begitu berat untuk meninggalkan Li Zeyan.
Namun tak ada pilihan lain lagi! Karena saat ini dia harus segera datang untuk menyelamatkan raganya yang berjiwa Li Zeyan itu! Yeap, kini Zen mulai melenggang kembali menyusuri jalan yang sedikit menanjak dan dipenuhi dengan batu kerikil dan rerumputan yang sudah berselimut dengan salju, sebuah jalan setapak yang membawanya memasuki memasuki sebuah hutan pinus yang berhawa sangat dingin.
Kini Zen mulai melihat sebuah rumah tua tunggal pada ujung jalan setapak yang sedang dilewatinya saat ini. Sebuah rumah tua bergaya Eropa klasik yang masih berdiri dengan kokoh itu terlihat begitu gelap, dingin dan mencekam.
Sementara itu ...
"Kagami Jiro!!" suara melengking dari seorang pria berkacamata dan berambut keemasan yang sedikit gondrong itu memecah keheningan malam itu di rumah tua itu. "Kali ini kau akan benar-benar berakhir di tanganku! Dan Doragonshadou akan menjadi semakin lemah tanpamu! Ini adalah seperti sebuah keuntungan berlipat untukku! Gyahahaha ..." tawa menyeramkan itu mulai terdengar dan memenuhi seisi ruangan itu.
__ADS_1
"Jadi kau adalah benar-benar orang yang menyerangku saat itu? Dan kau adalah pemimpin dari Death Eyes yang selama ini selalu saja berusaha untuk menyerang Doragonshadou?" ucap Kagami Jiro berusaha untuk memastikan sesuatu.
"Hhm?" Kin Izumi menyeringai tajam dan berjalan mendekati Kagami Jiro lalu mendekatkan wajahnya pada Kagami Jiro. "Bagaimana menurutmu? Kau pasti tidak akan mengira semua itu bukan?" seringai itu semakin terlihat begitu mengerikan.
"Hah ... sebenarnya ini adalah sebuah kehormatan untukmu karena kau sudah diberikan kesempatan untuk mengetahui identitas rahasiaku. Karena kau akan segera berakhir, maka aku akan bermurah hati padamu dan melakukan semua ini! Hhm. Bagaimana menurutmu? Aku sangat baik hati bukan?" lagi-lagi Kin Izumi menyeringai bak setan menatap Kagami Jiro!
Sungguh tak terlihat seperti Kin Izumi yang selama ini dikenal oleh masyarakat! Seperti 2 orang yang berbeda saja!
"Baiklah! Sudah cukup berbincang-bincangnya dan mengulur waktuku! Albert, siapkan katana untukku!" titah Kin Izumi mulai terlihat serius kembali.
"Baik, Tuan!" Albert yang merupakan kaki tangan di dunia bisnis maupun di dunia gelap dari seorang Kin Izumi menyauti dengan patuh dan segera memberikan sebuah katana untuk Kin Izumi. "Ini, Tuan Kin Izumi!"
Kin Izumi menerima sebuah katana bersarung merah dengan ukiran naga itu lalu mulai menyeringai kembali. Kemudian ditariknya dengan cepat sebuah katana itu hingga terlepas dari sarung merah dengan ukiran naga itu .
SSRREETT ...
Kini pria menyeramkan itu mulai mendekati Kagami Jiro dengan tatapan yang begitu tajam.
"Katakan selamat tinggal untuk dunia! Sekarang aku akan mengirimmu ke neraka! Hiiatthh!!!" Kin Izumi melayangkan katana itu dan bersiap untuk menghunus tubuh Kagami Jiro.
__ADS_1