Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Introgasi


__ADS_3

"Pantas saja Yukimura begitu mencurigainya selama ini. Yukimura mengatakan padaku bahwa gadis kecil Rui sangat mirip denganku, bahkan Yukimura mengatakan jika Rui adalah seperti diriku dalam versi seorang gadis." ucap Kagami Jiro kembali. "Aku belum pernah bertemu dengan Rui sebelumnya. Apakah Rui begitu mirip denganku, Bocah Li Zeyan?" kini Kagami Jiro mendongak kembali menatap Zen.


Zen menatap Kagami Jiro selama beberapa saat, dan berusaha untuk mengingat-ingat kembali si gadis kecil Rui. Hingga akhirnya setelah beberapa saat, Zen mulai mengatakan sesuatu.


"Menurutku ... memang sedikit mirip sih. Dan Rui juga sangat cerdas seperti tuan Kagami Jiro. Hmm ... saat aku melihat foto tuan Kagami Jiro saat muda, itulah yang terlihat paling mirip dengan Rui. Gadis kecil yang begitu manis dan lucu ..." tiba-tiba Zen tersenyum saat mengingat sosok Rui.


"Hhm. Aku tak sabar ingin segera bertemu dengan Rui. Dan aku juga tak sabar ingin segera membawanya bersama ke dalam keluarga Kagami." ucap Kagami Jiro terdengar begitu hangat dan penuh kerinduan.


"Apa? Membawa Rui ke dalam kediaman Kagami?" tiba-tiba terdengar suara seorang pria dewasa yang begitu besar dan berat diiringi dengan derap langkah kakinya yang begitu tegas dan semakin mendekati brankar.


Kini seorang pria dewasa dengan memiliki tubuh yang besar dan kekar sudah berdiri dengan tegap di sebelah kursi roda Zen. Wajahnya yang memiliki dua bekas luka itu terlihat menatap Kagami Jiro dengan cukup serius, seakan tak sabar untuk mendengar jawaban dari Kagami Jiro.


"Apa itu benar, Jiro? Kau akan membawa Rui untuk bersama denganmu dan ke rumah besar Kagami?" tanya pria dewasa itu lagi mengkerutkan keningnya menatap Kagami Jiro.


"Hhm. Tentu saja, Yukimura!" sahut Kagami Jiro dengan seulas senyum. "Aku harap Rui mau tinggal bersama denganku. Setelah kondisiku pulih aku akan menemuinya dan menjemputnya. Aku tak sabar ingin bertemu dengannya, Yukimura."


"Hhm. Semoga saja Rui mau untuk tinggal bersama dengan kalian." sahut Yukimura lalu beralih menatap Zen, dan tiba-tiba tersenyum hangat. "Halo, Bocah Li Zeyan!"


"Hallo, Paman." balas Zen dengan senyum lebar dan mendongak menatap Yukimura.


"Aku dengar anak didikku beraksi dengan cukup keren ya? Wah ... wah ... aku senang sekali!" celutuk Yukimura menepuk pelan bahu lebar Zen. "Aku sudah mendengar semua aksimu saat di kota Fujinomiya dari Jiro. Dan aku juga sudah melihat aksimu melawan kedua orang yang sedang menyamar dengan menjadi dokter melalui rekaman CCTV. Itu keren sekali, Bocah Li Zeyan! Bahkan kondisi kakimu sedang sakit seperti ini, namun kau melakukan semua itu dengan sangat baik. Kau sungguh keren!" ucap Yukimura terlihat begitu bangga dan bahagia.


"Terima kasih selama ini sudah melatihku dengan baik dan begitu sabar menghadapiku, Paman Yukimura." ucap Zen dengan tulus.

__ADS_1


"Li Zeyan!" tiba-tiba Kagami Jiro menyela dengan suaranya yang sedikit tegas.


"Ya, Tuan?"


"Aku juga sudah melihat semua rekaman CCTV. Dan aku juga melihat saat kau dan Christal pergi ke taman di samping rumah sakit bersama." ucap Kagami Jiro memicingkan sepasang mata kecoklatan itu menatap Zen, seolah sedang berusaha untuk menyelidiki sesuatu.


Senyuman Zen tiba-tiba saja mulai memudar dan seakan membeku ketika Zen mulai mengingat sebuah kejadian saat itu. Saat itu Christal hendak terjatuh, lalu Zen menangkap tubuh Christal dan malah mereka terjatuh bersama dengan posisi tubuh Christal menimpa tubuh Zen.


Dan hal ini sungguh membuat Zen begitu merasa malu. Bukan malu karena dia dan Christal dalam posisi jatuh seperti itu, namun Zen sangat malu karena Zen terlihat begitu lemah dan tak bisa menangkap tubuh Christal dengan baik hingga akhirnya mereka berdua malah jatuh begitu saja.


Padahal baru saja Zen mengikrarkan janjinya kepada Kagami Jiro untuk bisa menjadi pria yang lebih kuat lagi secara fisik maupun secara mental.


"Ma-maafkan aku, Tuan Kagami Jiro. Maafkan aku paman Yukimura ..." ucap Zen yang terdengar begitu lirih dan sedikit ketakutan.


"Maaf jika aku masih belum cukup kuat dan sebenarnya masih sangat lemah ... aku ambruk begitu saja saat itu." Zen menunduk dan sungguh dia merasa sangat malu saat ini.


"Hhm, tapi Jiro bukan membicarakan soal itu, Li Zeyan!" sahut Yukimura menahan tawa.


"Benar yang dikatakan Yukimura, Bocah Li Zeyan!" tandas Kagami Jiro dengan begitu ramah. "Begini saja! Sebelum kau kembali ke Beijing, aku ingin memastikan sesuatu dan menanyakan beberapa hal secara langsung kepadamu!"


"Ya, Tuan?" kali ini Zen memberanikan diri untuk mendongak dan menatap pria dewasa yang sedang duduk di atas brankar.


"Aku sudah melihat semua gerak-gerikmu selama ini, dan aku mengira kamu melakukan semua itu karena kamu memang baik kepada siapapun. Namun saat aku melihat kejadian kemarin melalui rekaman CCTV, seakan aku melihat kalian secara langsung. Dan aku bisa sangat paham akan tatapan mata kalian berdua!" ucap Kagami Jiro yang terdengar begitu serius.

__ADS_1


Zen mendengarkan untaian kata-kata dari Kagami Jiro dengam seksama dan terus menatapnya.


"Sekarang katakan padaku dengan jujur! Apa kau menyukai Christal?" lanjut Kagami Jiro.


Pertanyaan itu seperti sebuah bom waktu yang begitu membuat jantung Zen berdetak lebih cepat dan menjadikan Zen sangat panik hingga kebingungan sendiri harus menjawab apa.


"Uhm ... itu ... sebenarnya itu ..."


"Jangan takut padaku. Katakan semuanya dengan jujur, aku akan menerima jawaban jujurmu." ucap Kagami Jiro meyakinkan Zen.


"Tuan ... meskipun aku menyukai Christal, itu sangatlah tidak mungkin. Christal pernah mengatakan padaku jika dia akan menikah dengan pria pilihan tuan Kagami Jiro, dan pria itu harus kuat, harus bisa selalu melindunginya, dan harus bisa berduel dengan tuan Kagami Jiro. Dan lagi ... aku juga tak akan pernah diijinkan untuk memiliki seorang kekasih selama aku menjadi seorang idol." jawab Zen dengan jujur dan terlihat sedikit murung.


"Li Zeyan! Christal akan segera masuk ke dalam universitas. Dia akan belajar hingga akhirnya suatu saat nanti dia akan segera lulus dan meraih mimpinya. Di saat itulah adalah waktu yang tepat untuk kalian berdua bertemu kembali untuk hal yang lebih serius. Apa kau siap?"


Degghh ...


Mungkin seperti itulah bunyi detak jantung Zen yang saat ini ditodong oleh seorang kakak dari gadis yang sedang disukainya. Secara tidak sengaja, Zen telah disuruh untuk melamar Christal dalam waktu beberapa tahun ke depan.


"Apa kau masih begitu berat meninggalkan dunia entertaiment? Kapan kau memutuskan untuk menikah dan meninggalkan dunia entertaiment, Li Zeyan?" tanya Kagami Jiro lagi karena melihat Zen yang saat ini terlihat sedikit kebingungan dan ragu untuk menjawab. "Apa sebenarnya kau tidak menyukai adikku?"


...⚜⚜⚜...


Bonus foto Kagami Jiro saat masih muda.

__ADS_1



__ADS_2