Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pengorbanan Amee


__ADS_3

"Amee? Mengapa kau tiba-tiba melakukan semua ini? Dengan kau mengundurkan diri begitu saja dari dunia entertaiment kau pikir semua akan kembali normal?! Bukankah kau ingin menjadi seorang model yang sukses?!" cerocos Zen setelah menyaksikan sebuah konferensi pers yang dilakukan Amee yang menyatakan jika dia akan mengundurkan diri dari dunia entertaiment, berita itu sudah tersebar di bebagai media siang ini.


Dan Zen juga segera mendatangi Amee yang kebetulan baru saja keluar dari gedung YG Group.


Kini mereka bertemu di halaman depan gedung yang menjulang dengan tinggi dengan kokoh itu.


"Aku memang sudah berencana untuk mengundurkan diri, Zen. Jangan khawatirkan aku ... dan aku akan tetap bertanggung jawab dengan kontrak bersama kerja bersama LZ. Aku akan membayar ganti ruginya padamu, dan mungkin saja aku belum bisa membayar seluruhnya, tapi aku akan melunasinya setelah usahaku berjalan lancar! Aku akan mencicil sedikit demi sedikit untuk melunasi kekurangannya." Amee menyauti dengan senyum ramah seperti biasanya.


"Tidak ... bukan soal itu, Amee. LZ adalah milikku! Kau tak perlu membayar apapun ketika mengundurkan diri dari LZ. Namun, menjadi seorang model profesional adalah impianmu. Kau tak bisa mundur begitu saja, Amee! Katakan padaku, siapa yang memintamu melakukan ini semua?! Katakan padaku siapa yang sudah memaksamu untuk melakukan semua ini?!" ucap Zen yang terlihat sudah sedikit kesal.


Bagaimana tidak kesal? Hanya gara-gara masalah seorang natizen yang diam-diam mengambil foto bersama mereka berdua, Amee yang terkena imbasnya dan harus menanggungnya seorang diri dan kini dia harus mengundurkan diri dari dunia entertaiment.


"Tidak ada, Zen ... tidak ada yang memaksaku. Aku hanya merasa, sepertinya aku tidak cocok untuk menjadi seorang model. Aku akan berusaha untuk menekuni yang lainnya saja. Kau tau kan, aku suka membuat design pakaian? Aku akan membuat beberapa design pakaian. Aku akan membuka butik baju sendiri. Dan aku juga akan memasarkannya sendiri. Kamu tidak usah khawatir ..." ucap Amee yang masih berusaha untuk tetap ceria.


Entah mengapa melihat Amee yang selalu seperti ini untuk Zen, membuat jiwa seorang Kagami Jiro begitu kasihan ketika melihat gadis itu.


Kau adalah gadis yang begitu baik. Namun kau selalu saja tidak beruntung. Kau sama seperti Li Zeyan. Begitu baik, rela menderita dan melakukan apapun hanya untuk menyelamatkan dan membahagiakan orang lain. Melihatmu membuatku teringat dengan adik kecilku, Christal. Semoga kelak kau akan selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik.


Batin Zen menatap nanar Amee yang masih bisa tersenyum, padahal saat ini mungkin saja hatinya sedang bersedih.


Beberapa saat beberapa orang yang sudah lengkap dengan membawa kamera terlihat mulai berdatangan memasuki halaman YG Group dan segera menghampiri mereka berdua, lalu mulai menyerang mereka dengan berbagai pertanyaan.

__ADS_1


"Xiang Mee, Li Zeyan ... apakah kalian benar-benar memiliki sebuah hubungan selama ini?" sebuah pertanyaan mulai diajukan oleh salah satu dari mereka dan mereka juga mulai merekam.


"Apakah benar, kalian adalah teman masa kecil yang sekarang memiliki hubungan spesial?" pertanyaan lainnya mulai diajukan oleh salah satu dari mereka lagi.


"Kalian kepergok makan malam bersama, bahkan pergi ke bandara bersama. Dan kalian juga tertangkap sedang berpelukan. Tolong jelaskan semua itu kepada kami!" ucap seorang pria yang juga sudah merekam dengan kameranya.


"Apakah kalian benar-benar sedang menjalin sebuah ikatan?" imbuh yang lainnya lagi.


"Apakah Xiang Mee sengaja menggunakan nama besar Li Zeyan untuk mendongkrak namanya?Tolong jelaskan!" tanya seorang gadis yang merekam menggunakan ponselnya.


Zen memicingkan sepasang matanya dan menatap orang-orang itu secara bergantian.


"Aku dan Amee hanyalah teman! Dan Amee tidak pernah memiliki motif apapun selama ini, karena kita bertemu juga karena alasan pekerjaan!" Zen menandaskan dengan cukup tegas. "Kalau kalian adalah wartawan, tolong tunjukkan kartu pers kalian!" imbuh Zen dengan cukup tegas.


"Kalau kalian tidak bisa menunjukkan kartu pers kalian, maka aku akan segera melapor polisi!" tandas Zen lagi yang sukses membuat mereka mati kutu.


Perlahan mereka mulai bubar dan menyingkir satu persatu meninggalkan halaman YF Group. Amee terlihat bernapas lega kali ini.


"Terima kasih, Zen. Sekarang aku harus pergi. Banyak hal yang harus aku persiapkan untuk memulai bisnis kecil-kecilanku." ucap Amee dengan senyum tipisnya.


"Biarkan aku menjadi partner kerjamu! Aku akan memodali semua bisnis barumu. Kau hanya fokus saja dengan yang lainnya." ucap Zen sebelum Amee benar-benar pergi.

__ADS_1


"Tidak usah, Zen. Aku akan berusaha sebisaku saja." tolak Amee dengan halus.


"Tidak! Kali ini kau harus menerima tawaranku! Aku akan mentransfer sejumlah uang untuk memulai bisnis barumu." ucap Zen lalu meraih ponselnya dan membuka m-banking melalui poselnya.


Beberapa saat, terdengar bunyi notifikasi yang berasal dari ponsel Amee. Amee segera meraih ponselnya dan segera membaca pesan itu. Sepasang matanya kini membelalak, seakan tak percaya dengan apa yang sudah dia baca saat ini.


"300.000.000 yuan? ( kira-kira 500 juta rupiah)" ucap Amee membelalak dan membungkam mulutnya dengan jemari kirinya.


"Ya. Jika kurang kau bisa mengabariku nanti. Aku akan transfer lagi nanti." ucap Zen lalu menyimpan kembali poselnya di dalam saku jaketnya.


"Tidak, Zen. Itu banyak sekali! Bahkan aku hanya akan memulai usaha kecil-kecilan. Ini saja lebih dari cukup, Zen." ucap Amee sangat merasa tidak enak.


"Kalau memang begitu, kau bisa menyimpan dulu sisanya untuk keperluan selanjutnya. Jangan khawatir dan terlalu terbebani." ucap Zen dengan santai. "Baiklah, pulanglah. Aku sudah meminta pengawal Jin Heng untuk mengantarmu. Dia sudah menunggumu di depan."


"Terima kasih, Zen! Aku tidak tau harus membalasmu seperti apa." ucap Amee dengan sepasang matanya yang sudah sedikit berair karena terharu.


"Jika kau ingin membalasnya. Maka balaslah dengan kesuksesanmu! Kau harus tetap maju dan kuat dimanapun kau berada!"


"Baiklah, aku akan berusaha melakukannya dengan sebaik mungkin! Terima kasih. Aku pamit!" ucap Amee sambil membungkukkan badannya lalu mulai melengang meninggalkan Zen.


Seorang wanita berusia kira-kira 30 tahun dan berpakaian rapi rupanya menyaksikan semua itu dari ruangan kerjanya yang berada di lantai 4. Wajahnya terlihat begitu serius menatap mereka berdua, kedua tangannya saling dilipat di depan dadanya.

__ADS_1


"Sepertinya Xiang Mee dan Li Zeyan memang memiliki hubungan yang sedikit berbeda." gumamnya mengkerutkan keningnya dan masih menatap kepergian Amee hingga pergi bersama salah satu pengawal Zen dengan menaiki sebuah BMW metalik. Sementara Zen terlihat mulai memasuki gedung YF Group kembali.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2