
Kini taxi itu mulai melaju dan menyusuri jalanan kota Tokyo di malam hari yang begitu indah namun dingin ini. Di sepanjang perjalanan, Xia Feii terlihat begitu menikmati panorama yang dilaluinya di sisi jalan.
"Tokyo! Indah sekali!" gumam dokter cantik itu begitu pelan dan begitu takjub melihat panorama yang dilaluinya.
"Apa kau menyukai Tokyo, Xia Feii?" tanya Yukimura yang mulai menatap Xia Feii yang masih terlihat sibuk menatap sisi luar melalui kaca jendela.
"Tentu saja aku menyukainya, Tuan Yukimura!" jawab Xia Feii begitu bersemangat. "Dulu ... ayahku pernah berjanji akan mengajakku untuk melihat Tokyo dan pergi ke Tokyo Skytre dan juga Tokyo Tower. Namun belum sempat ayah memenuhi janjinya padaku, dia sudah lebih dulu pergi meninggalkanku." imbuh Xia Feii yang tiba-tiba berubah menjadi sedikit murung, dan tentu saja dia kembali teringat dengan mendiang ayahnya.
"Hhm. Namun sekarang kau sudah bisa melihatnya jika kau mau. Jika kau mau ... aku bisa mengajakmu untuk pergi melihat Tokyo Skytre dan juga Tokyo Tower." ucap Yukimura yang terdengar begitu ragu.
Yeap, ragu dan tidak percaya untuk mengajak seorang gadis untuk pergi berdua dengannya. Hal itu sama artinya dengan mengajak seorang gadis untuk pergi berkencan dengannya. Dan sebenarnya Yukimura tidak begitu percaya diri untuk melakukan hal itu.
"Benarkah? Benarkah tuan Yukimura mau menemaniku untuk melihat Tokyo Tower dan Tokyo Skytre?" kini Xia Feii menoleh dan menatap Yukimura dengan begitu bersemangat.
"Hhm. Ya." jawab Yukimura begitu datar dan tidak memiliki emosi sama sekali.
"Baiklah! Mari kita pergi!!" Xia Feii menyauti dengan begitu bersemangat. "Pak, antar kita ke Tokyo Skytre ya!" imbuh Xia Feii begitu berbinar.
"Baik, Nona." sahut sopir taxi itu dengan cepat.
Sementara Yukimura terlihat sedikit terkejut, karena sungguh dia tidak berpikiran Xia Feii akan menerima ajakannya begitu saja. Dan lagi Yukimura juga tidak mengira jika mereka akan pergi bersama dalam malam ini juga.
Sopir taxi itu mulai merubah arah laju taxinya dan mulai menuju Tokyo Tower terlebih dahulu. Setelah beberapa saat, taxi itu mulai menepi dan berhenti di depan sebuah menara.
__ADS_1
Yukimura dan Xia Feii mulai turun dari taxi itu. Sepasang netra Xia Feii menatap takjub sebuah panorama indah yang begitu menjulang tinggi itu. Yeap, dokter cantik itu terpana saat melihat sebuah menara baja tertinggi di dunia yang berdiri tegak sendiri di permukaan tanah dengan warna merah putih.
Sementara kerlap-kerlip lampu-lampu kekuningan juga menambah keindahan Tokyo Tower ketika malam tiba.
"Indah sekali!" gumam Xia Feii begitu takjub dan terus menatap menara di hadapannya itu.
"Hhm. Ya. Sangat indah!" Yukimura menyauti dengan begitu datar. "Selain berfungsi sebagai menara pemancar, Tokyo Tower juga dikenal sebagai tempat wisata yang begitu memukau. Dari atas, kita bisa menikmati pemandangan kota Tokyo di siang maupun di malam hari. Di saat hari cerah kita bisa melihat berbagai landmark kota lainnya juga, pemandangan perkantoran, dan gunung Fuji di sebelah timur. Di malam hari kita dapat menikmati spektakulernya pemandangan malam di Tokyo, dengan berbagai warna lampu kota dan lampu mobil yang berkelap-kelip." kata Yukimura berusaha untuk menjelaskan sedikit pengetahuannya tentang Tokyo Tower kepada Xia Feii. "Apa kau mau mencoba naik, Xia Feii?"
Xia Feii tersenyum berbinar menatap Yukimura dan mengangguk dengan begitu bersemangat. Sedangkan Yukimura sedikit mengangguk dan masih berwajah begitu datar tanpa ada senyum menghiasi wajah sangarnya.
Lalu Yukimura mulai menatap Tokyo Tower itu lagi, "Baiklah. Ayo kita naik!"
Mereka berdua mulai melenggang bersama dan memasuki gedung itu, lalu menaiki elevator untuk sampai ke atas. Kini mereka melihat keindahan Tokyo malam hari ini dari atas Tokyo Tower.
"Ini sungguh sangat keren! Tokyo sangat indah!!" ucap dokter cantik itu yang tak bosan-bosannya menatap panorama indah di hadapannya. "Terima kasih sudah mengantarkan aku untuk datang ke tempat ini, Tuan Yukimura!" ucap Xia Feii dengan begitu tulus.
"Sama-sama ..." lagi-lagi Yukimura menyautinya dengan begitu datar.
"Andai saja ayahku masih ada. Dia akan begitu senang datang bersamaku melihat semua ini. Huuftt ..." meskipun Xia Feii masih tersenyum tipis, namun pastinya hatinya juga akan begitu sedih saat mengingat mendiang ayahnya yang sudah tiada.
"Xia Feii. Jangan bersedih! Ayahmu pasti juga akan bahagia jika melihatmu bahagia. Maka dari itu kau juga harus bahagia!" ucap Yukimura berusaha menghibur gadis cantik itu.
Meskipun perkataan Yukimura terdengar begitu datar dan dingin, namun Xia Feii cukup terhibur hingga senyuman manis dan begitu tulus mulai menghiasi wajah nerdy-nya kembali.
__ADS_1
"Hhm. Kau benar sekali, Tuan Yukimura!"
"Xia Feii ..." tiba-tiba terdengar suara lembut dari seorang wanita yang tiba-tiba saja sudah datang menghampiri mereka berdua. "Kaukah itu, Xia Feii?"
Xia Feii dan Yukimura kini menoleh menatap wanita yang baru saja datang menghampiri mereka berdua. Terlihat seorang wanita paruh baya yang terlihat terus menatap Xia Feii dengan begitu haru.
"Kau kah itu, Putriku Xia Feii?" ucap wanita paruh baya itu sambil mengusap lembut sisi wajah kiri Xia Feii.
Xia Feii terdiam terpaku dan tak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun. Sepasang manik-manik indah itu kini begitu bergetar dan berair menatap wanita paruh baya itu. Ada segala rasa yang sedang memenuhi hatinya saat ini. Marah, kesal, benci, muak, sedih, sakit, rindu ... semua bercampur menjadi satu.
Setelah sekian lama tidak bertemu, setelah hampir 18 tahun tidak pernah bertemu, dan kini mereka kembali bertemu kembali secara ajaib di Jepang.
"Maaf, tapi anda salah orang, Nyonya. Aku bukan putrimu!" tandas Xia Feii lalu mulai berbalik dan melenggang meninggalkan wanita itu.
Yukimura segera melenggang dan mengikuti Xia Feii yang sudah menuju sebuah elevator, hingga akhirnya Xia Feii mulai memasuki elevator itu dan Yukimura segera mengikutinya masuk.
Dokter cantik itu masih terlihat begitu murung dan terlihat sedang menahan tangis.
"Xia Feii ... apa kau baik-baik saja?" ucap Yukimura mulai memberanikan diri.
"Wanita itu adalah ibuku ..." ucap Xia Feii begitu lirih dan bergetar. "Aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengannya lagi. Bahkan aku tidak pernah menyangka jika kita akan bertemu di Jepang seperti ini!" ucapan Xia Fei mulai terdengar sedikit menekan namun begitu memilukan.
"Setelah apa yang dia lakukan kepada ayah dan kepadaku di masa lalu ... wanita itu membuang dan meninggalkan kami begitu saja ... aku ... aku masih begitu benci kepadanya!! Aku masih tak bisa memaafkannya!! Ayahku begitu terluka karena wanita itu ..." ucap Xia Feii yang mulai terdengar begitu parau hingga akhirnya dia menangis dan terduduk saat itu juga.
__ADS_1
BRRUUKK ...